Jumat, 10 Juli 2009

AULIA AND MY FACEBOOK

Oleh:Sujono sa’id

Facebook, sebagai media social networking sangat berperan penting dalam mempersatukan kita semua dalam sebuah wadah yang menjadi forum diskusi. Dalam media ini, kita sudah bisa menemukan kembali teman kita yang selama ini sudah tidak pernah kita temui, seperti itulah yang saya alami dan rasakan selama 1bulan ini.

Sejak kepindahan saya ke SMU Datukribandang, Teman baik saya Aulia susantri seorang teman yang menurut saya susahlah untuk dilupakan karena menurut saya, dia sangat inspiratif, memiliki jiwa social, dan tentu juga di sukai oleh hamper semua temannya. Sejak mendengar bahwa akhirnya ia terpilih sebagai ketua osis pada tahun 2007-2008, saya sangat bersyukur dan senang serta berterima kasih pada Allah.

Pasti sebahagian orang yang membaca tulisan ini akan berkata “ temannya yang terpilih kenapa dia yang bersyukur karena saya merasa dia adalah saudara saya juga ibaratkan ia adalah pengganti adik perempuan saya yang selama ini saya idam-idamkan.

Setelah facebook selesai di buat, saya meminta fadli teman saya untuk mencari nama Aulia susantri lewat facebook, dan ternyata setelah dilakukan penelusuran, ternyata satu-satunya nama Aulia susantri yang ada di kolom pencarian dan langsung di add.

Setelah tanggal 16 juli, facebook sayapun mulai aktif pertama kali yang saya lakukan pada saat itu adalah mengisi komentar pada kolom komentar yang berada dibawah tulisan aulia yang tertera di dinding facebook saya setelah ke esokan malamnya saya kembali membuka komentar saya dan memperoleh balasan dari Aulia.

Akhirnya, berlanjutlah sampai hari ini, ada beberapa komentarnya yang kembali membuat saya ter hentak dan kembali mem fisualisasikan kembali aulia seperti suara, postur tubuh yang saya jadikan sebagai tanda-tanda paten saya sebagai seorang tunanetra Lowfition yang pernah sekelas dengan Aulia kira-kira sekitar 3 tahun yang silang.

Kemarin, komentar yang terakhir yang menjadi balasan dari aulia adalah tentang komentar saya tentang kelakar saya dibalas dengan sebuah statemen dan sebelum statmen ia ucapkan terlebih dahulu menyebut-nyebut nama saya, sehingga ia kembali menyadarkan saya bahwa ia belum melupakan saya padahal sudah lama berpisah.

Intinya, saya sangat berterimakasih kepada teman-teman saya yang sudah membantu saya untuk membuat facebook yang akhirnya kembali mempertemukan saya dengan aulia. Saya tahu aulia tidak akan kemana-mana bahkan sekarang saya sudah membayangkan ia menjadi seorang mahasiswi berprestasi di sebuah universitas negeri.

Saya tetap berharap suatu hari saya akan memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan Aulia sebagai sosok yang inspiratif yang ketika mengingat dirinya saya merasa memiliki semangat untuk hidup dan melakukan yang terbaik bagi diri saya, keluarga, dan masyarakat yang ada di sekitar lingkungan saya, tetapi saya masih berkeyakinan bahwa aulia tidak pernah jauh dari hati saya dan bahkan kami semakin erat lewat facebook.

Banyak orang yang heran melihat saya, karena saya terlalu meng agung-agungkan sosok yang inspiratif, karena menurut saya bukan karena saya punya keinginan, bukan tetapi saya menganggap aulia sebagai sosok yang inspiratif bagi saya dia adalah orang yang cerdas, memiliki ke pribadian yang cantik dan ber akhlak mulia menurut penilaian saya sebagai manusia yang hanya menilai dari bagian luarnya saja. Terima kasih yarab, engkau telah memberikan saya yang terbaik dengan kehadiran dari Aulia amin

Tidak ada komentar: