Sabtu, 08 Agustus 2009

Selamat tinggal Yaptiku

Oleh:Sujono sa’id

Tanggal 21 juli tahun 2003, saya pertama kali tinggal di yapti untuk melanjutkan pendidikan saya di tingkat SMP. Masuknya saya di Yapti saat itu banyak memperoleh perubahan, kalau dulu waktu masih di bulukkumba masih memikirkan bahwa sebagai seorang tunanetra selalu harus memperoleh perlakuan khusus dan harus orang yang memiliki keahlian yang luar biasa pula, sekarang ini semua itu telah berubah.
Selama keberadaan saya di Yapti, saya telah mampu untuk berorganisasi, meskipun saya sadar bahwa saya masih punya banyak kekurangan di sana sini. Selama di Yapti, saya juga telah mengerti bagai mana kita menjadi seorang penulis. Selama di yapti, saya juga sangat banyak memperoleh pelajaran tentang kehidupan kita ini.
Selama keberadaan saya di yapti, saya sudah tahu banyak hal, dan intinya, yapti telah banyak membentuk tunanetra yang tadinya berada dalam kegelapan menuju ke jalan yang terang benderang. Jadi, meskipun mata ini telah gelap, tetapi akan selalu ada cahaya di sana sini, akan selalu ada kebahagiaan di sana sini, tetapi dengan keberadaan saya di yapti saya telah banyak belajar tentang banyak hal karena saya memperoleh banyak motivasi baik internal yang kemudian juga ditunjang oleh factor external.
Saya tidak tahu mengapa saya dapat mengerti arti kehidupan ini padahal saya tidak pernah belajar hidup secara ko kurikuler, saya tidak pernah belajar di sekolah, tetapi saya sering belajar lewat smart fm the spirit of Indonesia. Selain itu, orang-orang yang telah sering mengajarkan tentang kehidupan kepada saya adalah kanda hamzah yamin.
Tetapi, semua itu telah berakhir dan saya sekarang akan meninggalkan Yapti, saya takut kalau selama saya di rumah sang adik saya tidak memperoleh kebahagiaan saya seperti di yapti, saya takut kalau di rumah yang nantinya akan saya tinggali, akan menghambat saya untuk beribada ke pada allah, tetapi saya rasa semua itu akan mudah ketika saya mau memperolehnya, karena di sana kalau iman tidak kuat maka hancurlah saya. Tetapi, saya akan memohon kepada allah rab yang maha melindungi.
Mudah-mudahan, selama saya tinggal di rumah kos, saya mampu untuk tegar dalam menghadapi masalah demi masalah. Saya sadar bahwa yapti adalah tempat untuk menempuh pendidikan, dengan adanya peristiwa ini saya kembali teringat kepada tulisan yang telah dibuat oleh kanda aulia yang berjudul berakhir sudah yang bercerita tentang mahasiswa baru yang dikenal dengan istilah pahlawan muda atau yong hero.
Saya memang punya banyak teman di kos, tetapi sangat sedikit yang mampu memberikan saya spirit, kebanyakan dari mereka akan lebih sering memanfaatkan saya, bayangkan, ketika saya mau mendaftar di universitas, ketika dia tahu kalau saya adalah seorang tunanetra dia langsung membesarkan hati saya dengan memberikan banyak contoh. Hanya dialah yang membesarkan hati saya ketika saya dalam keadaan gundah.
Di rumah kos adik saya, sangat jauh dari sarana ibadah, jadi kayaknyasih saya akan lebih sering shalat di rumah, tetapi mudah-mudahan, dengan tinggalnya saya di luar area yapti, saya dapat beribadah dengan ibadah yang lebih baik lagi. Dengan beradanya saya di luar yapti, saya akan menjadi orang yang tidak akan membebani orang yang ada di sekitar saya. Saya memiliki cita-cita tidak ingin hanya mengambil manfaat dari orang lain, tetapi saya akan memberi manfaat dari apa yang telah saya peroleh dari orang lain. Selamat tinggal yaptiku, terima kasih yaptiku engkau telah memperbaiki diriku, engkau yang telah membentuk diriku menjadi seorang pelajar yang memiliki bobot yang tinggi.

Rabu, 05 Agustus 2009

Akhirnya mendaftar juga

Oleh:Sujono sa’id


Hari ini, saya sudah mendaftar di salah satu fakultas faforit saya di universitas Indonesia timur yaitu jurusan hukum. Dan insya allah saya akan mengikuti tes pada tanggal 10 agustus. Saya akhirnya sadar bahwa kuliah lebih berat dari pada sekolah. Tetapi saya mau menjalaninya dulu mudah-mudahan saya tidak mengalami kesulitan.
Saya sadar, bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan yang kita ikuti, semakin tinggi pula tantangan yang akan saya hadapi, tetapi disinilah saya dituntut untuk mengamalkan apa yang telah saya pelajari selama ini melalui smart fm, manakah aplikasi dari smart wishtdem dari andrie wongso, mana aplikasi dari materi smart emotion dari antoni diomartin, mana aplikasi dari smart happiness dari arfan pradiansyah.
Semua itu saya sudah dituntut oleh alam untuk mengamalkannya, semoga saya dalam keadaan selalu dalam keadaan bahagia. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk mengamalkan semua apa yang saya pelajari selama saya memperoleh selama saya liburan beberapa bulan terakhir ini. Tetapi semoga apa yang saya bayingkan tidak terjadi.
Setelah mendaftar ulang kalau seandainya saya lulus, maka saya akan meluncur ke kabupaten selayar, untuk menemui ayah dan ibu saya untuk memperoleh petua-petua untuk menjalani perkuliahan nanti. Saya di selayar mungkin hanya 3 minggu dulu, setelah itu saya ke makassar lagi untuk mengikuti kuliah iftita setelah itu, saya kembali lagi ke selayar selama mungkin kurang lebih seminggu di sana untuk silaturrahim.
Semoga semua itu dapat berjalan dengan lancer dan saya mampu untuk menjalani hidup di dunia luar, inilah mungkin saatnya saya untuk bergabung di masyarakat dan sebagai langgkah awal, saya mungkin akan bergabung di kalangan maha siswa dan maha siswi dulu, setelah itu, saya akan mampu untuk bergabung di masyarakat luas.
Saya tahu kalau yapti adalah tempat pembinaan dimana kita tidak mungkin tinggal membatu disana, tetapi kita akan keluar pada periode tertentu, karena ketika kita keluar dari yapti dan berhasil, insya allah kita akan menjadi orang-orang yang sukses. Selain sukses, kita juga tidak akan merugi karena kita sudah mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga kita. Kita juga tidak boleh bergantung pada keluarga terusmenerus, tetapi akanlah lebih baik ketika kita keluar yapti dengan berhasil membuat mereka tergantung, itu adalah sebuah kebanggaan bagi kita sebagai seorang binaan yapti.
Tetapi akanlah sangat memalukan, ketika kita keluar dari yapti dengan keadaan sangat gagal, karena kita belum mampu untuk membiayai diri kita sendiri, belum mampu untuk membuat mereka tergantung kepada kita itulah semua yang harus di perhatikan.
Setelah kuliah nanti saya harus lebih banyak mengenali lebih dalam tentang seperti apasih lingkungan baru yang ada di kampus?, seperti apasih rasanya selama menjalani kuliah?, dan seperti apasih susah dan senangnya ketika kita menjadi seorang mahasiswa semua itu akan terjawab ketika saya kuliah nanti, semua itu akan terjawab setelah saya mendaftar dan akhirnya dinyatakan sudah lulus. Selama kuliah nanti, saya juga akan memperlihatkan kepada semua orang yang saya kenal bahwa saya juga mampu. Semoga Allah memberi saya kekuatan untuk melakukannya amin. Saya sangat berterima kasih kepada Ayah dan ibu saya, serta bersyukur kepada tuhan, karena saya memperoleh anugerah yang menurut saya sangatlah luar biasa, karena saya memperoleh kesempatan untuk kuliah dan didukung oleh adik, dan semua keluarga saya.

Kamis, 30 Juli 2009

Tertunda hanya sampai hari ini

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, Kamis tanggal 31 Juli 2009 adalah sebuah peristiwa yang menurut saya adalah peristiwa yang sacral, karena hari ini masa-masa SMUku telah berakhir meskipun dengan harus lewat jenjang paket c. Karena saya rasa bagaimanapun, saya telah lulus dari pada tidak sama sekali. Tadi siang, tepat pada pukul 11.00, didampingi oleh pak Subu selaku kepala panti mengantar saya ke dinas kota untuk mengecek pengumuman.
Ditengah perjalanan, saya selalu dalam keadaan optimis, karena saya tahu kalau ini adalah sebuah pertanda bahwa saya akan mengakhiri penantian saya yang telah berakhir, ketertundaan akan kelulusan saya telah terjawab bahwa sampai hari inilah batasnya. Sesampai di dinas kota, saya disuruh menunggu oleh pak Subu, tetapi karena antrian begitu padat, maka saya dibawa ke goa untuk jalan-jalan ke sekolahnya orang cantik yaitu julukan dari mifta yang merupakan anak dari pak subu.
Se kembalinya dari goa, saya kembali ke dinas pendidikan kota, dan setiba di sana, saya hanya menunggu sebentar dan kartu ujian di ambil oleh beliau. Beliau bersama mifta masuk ke ruangan untuk mengecek pengumuman saya. Setelah mereka berdua keluar, saya sempat dikerjain sama si mifta(orang cantik) dia mengatakan “nya! Ka’jono tida’luluski” saya juga sempat kaget dan paksubu langsung mengatakan “ lihat ini kodenya” saya langsung mengatakan bahwa saya tidak mampu untuk melihatnya.
Setelah itu, beliaupun mengatakan bahwa saya lulus dan si mifta kegirangan dan mengatakan “ satu kosong untuk ka’jono”. Sayapun tertawa gembira saat itu. Setelah semua selesai, saya bersama pak subu melaksanakan shalat duhur. Setelah itu, kamipun pulang ke asrama dengan penuh kegembiraan karena saya telah lulus hari ini.
Kabar inipun saya sampaikan kepada ibu saya, ayah saya dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa dengan kelulusan ini saya tidak boleh terlalu larut karena saya tahu kalau masa-masa berikutnya masih panjang karena mungkin di masa-masa kuliah kita akan menghadapi hambatan yang begitu berat apalagi saya adalah tunanetra.
Tetapi, intinya saya merasa bahwa perjalanan saya di bangku SMU kini telah usai, semoga saya mampu untuk melangkah ke jenjang berikutnya, dan saya mungkin akan berhadapan dengan lingkungan yang baru di universitas Indonesia timur. Saya selalu di hantui oleh tulisan dari kanda aulia blogger asal aceh yang telah mengatakan bahwa ketika kita berada di awal-awal maka kita belum tahu siapa diri kita, seperti itulah dengan kelulusan di SMU bukanlah hal yang menggembirakan, karena dengan kelulusan ini saya masih belum memperoleh pekerjaan, dan juga masa depan saya untuk hidup mandiri.
Selama kuliah, mungkin akan membebani kedua orang tua saya, tetapi meskipun demikian, saya akan mengusahakan agar skil saya utamanya dalam hal menulis, akan saya improve agar paling tidak saya sudah mampu meringankan beban orang tua saya. Malam ini, saya telah membayangkan bagaimana bahagianya ibu saya, bahagianya ayah saya, dan orang-orang yang sangat saya kasihi dengan kelulusan saya hari ini.
Ketika saya dibonceng oleh pak subu, saya kembali teringat akan pengurusan kepindahan saya dariSMU 4 makassar mulai dari SMU4 dan berakhir di rumah ibu evi yuliati. Dan setelah dua tahun berselang, saya kembali di temani oleh pak subu tetapi sekmennya sudah berbeda bukan lagi mengurus nilai, bukan lagi mengurus kepindahan, tetapi sudah untuk mengecek hasil akhir dari apa yang telah saya nanti-nanti selama ini.

Rabu, 29 Juli 2009

Mudah-mudahan hanya sampai besok

Oleh:Sujono sa’id

Al-hamdulillah, tadi sore saya telah memperoleh kepastian tentang kapan?, dan dimana? Pengumuman paket c di adakan dan akan di lihat. Kepastian ini saya peroleh tadi sore ketika saya menghubungi teman saya pia telephon, ia mengatakan bahwa besok pastimi pengumuman untuk ujian kita. Saat itu, saya merasa sangat gembira.
Mengapa saya sangat gembira?, karena saya berharap mudah-mudahan hanya sampai besok kelulusan saya tertunda, mudah-mudahan hanya sampai besok saya menyimpan seribu Tanya, dan mudah-mudahan besok saya akan memperoleh kebahagiaan saya meskipun sifatnya hanyalah sementara saja, karena masih ada jalan yang panjang. Lagi-lagi saya teringat akan statmen dari kanda Aulia blogger asal aceh.
Apa nakana kanda Aulia? Nakana ketika kita masih berada di masa awal dalam menjalankan suatu amanah atau hal-hal lain yang dipersamakan dengan itu, maka itu masih belum bisa ditentukan apa yang akan terjadi apakah kita akan bahagia?, sedih? Atau bagai mana?, dan bagaimana?. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi orang yang bahagia karena tetapi jadilah orang yang bahagia meskipun yang artinya bahagia karena dapat sesuatu, dan bahagia meskipun ditimpah oleh sesuatu dalam dirinya.
Tapi, intinya saya saat ini lagi-lagi dalam keadaan optimis, karena saya telah memperoleh tanda-tanda ketika saya telah selesai mengikuti ulangan paket c, mudah-mudahan itu benarlah adanya, sebab ketika saya memperoleh tanda-tanda, tanda-tanda itu selalu menjadi sebuah kenyataan, saya tidak tahu apakah inilah kelebihan yang telah tuhan berikan, karena saya setiap melawan apa yang telah menjadi perasaan saya, saya selalu dihantui dengan perasaan tersebut, tetapi ini saya kira tidak mungkin terjadi tanpa pertolongan tuhan, dan campur tangan orang tua, serta bantuan teman.
Inilah janji Allah dalam al-quran, yang juga sangat relevan dengan konsep yang di ajarkan oleh guru saya indonesia’s happiness trainer yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh kenikmatan, maka tanyakan mengapa harus saya? Tetapi ketika memperoleh kesedihan, tanyakan apa yang akan tuhan berikan kepada kita?. Hal tersebut, sangat cocok dengan ajaran agama yang mengatakan bahwa ketika engkau dalam keadaan susah tidak mungkin kamu diberikan cobaan ketika kamu tidak mampu untuk menjalaninya.
Tetapi mudah-mudahan, besok saya lulus dan boleh mengikuti test di universitas, dan mudah-mudahan saya mampu untuk menjalani apa yang telah menjadi mekanisme dalam perkuliahan, karena saya sudah punya pengalaman saat saya masih SMU tiga tahun yang lalu, apalagi sekarang saya sebagai tunanetra telah memiliki kemajuan seperti dapat menggunakan labtob untuk menuliskan tugas-tugas saya di ruang kuliah.
Dan saya juga berharap agar kelulusan ini dapat membuat mama saya menjadi orang yang paling bahagia dan saya juga berharap agar masa depan saya dapat tercapai meskipun saya tidak sesukses siapa tetapi paling tidak saya mampu untuk hidup mandiri kelak, memperoleh kpekerjaan yang layak, dan mampu menikah dengan wanita idaman yang sekarang ini saya belum punya, tetapi saya tetap punya kreteria bahwa wanita idaman yang saya inginkan adalah seorang wanita yang memiliki intelegensi, memiliki kecerdasan emotional, dan memiliki kecerdasan spiritual. Yangmana saya maksudkan kecerdasan intelegensi seperti mampu ber bahasa inggris, latar belakangnya adalah IPA waktu SMU dulu, mampu menjadi motivator ketika saya gundah, dan dekat dengan tuhan, dan mampu untuk membimbing saya menjadi orang dekat pada tuhan.

Selasa, 28 Juli 2009

Pengumuman yang belum pasti

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, Selasa 28-7-2009, saya semakin gelisa, karena saya sudah yakin betul kalau saya akan lulus. Tetapi masalahnya saya belum tahu kapan pengumuman akan berlangsung, sebab ada beberapa opsi seperti tanggal 30 menurut informasi dari Abdulrahman gusdur teman saya, 4 Agustus fersi Wilda teman saya, dan ada juga tanggal 2 Agustus fersi Anhar teman saya. Saya rasa, kalau saya pengumuman, kemudian belum ada ruang untuk kuliah tahun ini, maka saya rasa tidak masalah mungkin tahun depan atau ada peluang kerja yang akan membuat saya mampu membiayai diri saya.
Sejak 2 hari ini, saya sering mencari informasi lewat berbagai sumber yang saya tahu dan saya kenal, tetapi saya rasa kalau pengumuman itu tertunda sampai agustus, saya rasa tidak masalah karena saya rasa kalau saya sudah memperoleh lapangan kerja, maka insya allah, saya akan mampu untuk memperoleh masa depan saya.
Selain pengumuman yang kapan pastinya, saya juga belum tahu dimana saya akan melihatnya, apakah saya akan mengeceknya di dinas pendidikan, atau di Koran, atau di tempat lain. Tetapi saya yakin kalau saya mempunyai peluang yang sangat besar untuk lulus, karena saya merasa bahwa inilah saatnya kelulusan saya tertunda.
Terkadang, selama penantian ini, saya selalu dalam keadaan gelisah, tetapi sya selalu mencoba untuk menanamkan kebahagiaan dengan mengamalkan ajaran yang di ajarkan dalam sebuah konsep yang tergabung dalam 7 rumus untuk memperoleh kebahagiaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah the7 low’s of happiness.
Salah satu dari the7lows of happiness, yang saya amalkan ajarannya adalah kesederhanaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah simplysity atau dikenal dengan artian kesederhanaan. Kesederhanaan yang saya maksud adalah kesederhanaan dalam memikirkan segala sesuatu yang menjadi problem dalam kehidupan saya contohnya, ketika tahun ini saya belum dapat kesempatan untuk kuliah, karena pendaftaran sudah tutup tapi pengumuman baru keluar, maka saya tidak usah kuliah dulu, bahkan kalau dalam waktu setahun tetapi saya dapat kerja yang layak, maka saya ngga’ usah kuliah lagi tinggal ngurusin bisnis. Saya rasa ini adalah hal yang simple.
Simplysity ini, adalah konsep ajaran the7low’s of happiness yang ke 3, bahkan salah satu dari konsep inilah yang membuat saya tidak setres ketika saya tidak lulus waktu ujian nasional karena saya mengamalkan beberapa konsep yaitu syukur, sabar, dan saya juga mencoba untuk menyederhanakan fikiran dalam mencari solusinya.
Saya kira, dalam hidup ini, kita tidak boleh membuat hidup kita ini menjadi susah tetapi buatlah hidup kita dalam keadaan sederhana, selalu optimis, dan selalu siap dalam menghadapi resiko yang akan bermunculan saat mengambil tindakan. Olehnya itu, saya kira ketika fikiran kita selalu fleksibel, maka hidup kita akan dalam keadaan bahagia.
Mudah-mudahan, besok sore, saya akan memperoleh titik terang tentang kapan dan dimana saya akan melihat hasil ujian saya, dan tentu saya berharap agar pengumuman tersebut adalah jawaban dari pertanyaan saya tentang sampai kapan kelulusan saya tertunda. Saya juga memohon semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk menjalani perkuliahan dengan jurusan yang telah saya pilih selama saya menjalani perkuliahan, jadi mama saya senang, saya senang, dan saya juga hidup bahagia adalah harapan saya dan tentu harapan setiap orang yang mempunyai keinginan untuk itu.

Minggu, 26 Juli 2009

Temukan titik terang

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, semalam saya telah bertatap muka dengan mama saya. Apa yang menjadi hasil dari pembicaraan saya semalam, telah menjadi titik terang dan tentu keputusan yang telah dibawa oleh mama saya adalah hasil dari musyawarah dengan ayah saya, tante saya, dan lain-lain sebagainya. Pertemuan yang berlangsung di ruangan higher education Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia semalam telah memperoleh beberapa butir kesepakatan dan sebelumnya juga kembali terjadi perdebatan yang a lot.
Agenda yang sempat dibicarakan adalah mengenai mengapa saya tidak dibiarkan kuliah di unismu karena menurut adik saya, ongkos mobil terlalu mahal, dan harus 3 kali naik mobil. Setelah itu, saya angkat bicara dan tidak menyetujui apa yang sempat menjadi alas an dari adik saya. Setelah itu saya memberikan pandangan bahwa apa yang dikatakan itu sangatlah salah karena saya mendeskripsikan fakta bahwa kalau saya naik mobil ke kampus unismu kan lewat jalanan ke mallengkerikan jadi saya dari Yapti hanya dua kali pete-pete, karena saya dari Yapti ke masjid raya kemudian ambil mobil pete-pete jurusan Mallengkeri. Setelah itu, barulah mereka paham akan penjelasan saya.
Ternyata muncul lagi masalah baru, masalahnya papa saya, tante saya, dan beberapa om saya tidak menghendaki kalau saya ke unismu ngga’tau apa alasannya, tetapi karena saya masih menghargai mama, yang juga ingin menghargai papa, sebagai suaminya, dan om saya sebagai bagian dari rumpun keluarga, maka saya mengambil keputusan ini meskipun saya tahu kalau teman-teman saya dari korps pertuni akan tidak terlalu setuju dengan langkah ini, tetapi saya rasa inilah resiko yang harus saya hadapi.
Ada juga masalah lain yang sempat di angkat seperti labtob, sekarang adik saya sudah dibelikan dan saya juga bisa pakai labtop tersebut untuk mengerjakan tugas saya dan tinggal di instali jaws sebagai program yang akan mendukung kegiatan saya, selain itu skenner juga telah di siapkan sehingga, saya sudah dapat mengerjakan tugas-tugas saya tanpa harus ke Yapti untuk mengerjakannya, tetapi kalau mau informasi di internet, maka saya baru ke Yapti lagi atau kalau saya mau jalan-jalan saja barang kali.
Selain alas an aksesibilitas, saya juga tidak di izinkan untuk tinggal di Yapti lagi karena papa saya tidak akan mengizinkan saya kuliah kalau saya tidak mtinggal di rumah yang sudah ada di Daya mangga tiga. Saya sebenarnya sudah siap-siap untuk tidak kuliah, tetapi adik saya malah takut kalau suatu masa saya dituntut oleh papa saya dan saya malah menyalahkan papa saya jadi saya disuruh untuk kuliah saja tahun ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, juga membahas tentang usaha agar saya mampu untuk melihat kembali dengan menggunakan kacamata, tetapi saya sudah berkeras, dan sudah bicara baik-baik untuk menolak secara halus, dan hamper-hampir lagi saya marah dibuatnya, tetapi saya merasa bahwa hal ini tidak boleh di selesaikan secara emosional, jadi saya mencoba untuk bertutur yang baik dengan konsideran saya sesuai dengan kemampuan saya. Dan al-hamdulillah berhasil.
Intinya, pertemuan di higher education room Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, adalah hal yang sangat berkesan meskipun terkesan sangat a lot. Pertemuan tersebut berakhir dengan kata-kata perpisahan dan meminta maaf yang dimulai dari saya yang kemudian saya memperoleh tanggapan balik dari mama saya. Intinya, pertemuan semalam sangatlah berkesan. Saya juga sangat berterima kasih kepada tante saya yang sudah mau ambil bagian dalam mengurusi perkuliahan. Artinya mereka punya awayr.

Mau kuliah malah bingung

Oleh:Sujono sa’id

Kemarin, sabtu 25-7-2009, tepatnya pada pukul 12 lewat, saya menerima telephon dari mama saya, dalam pembicaraan saya dihadapkan pada beberapa pilihan. Sebenarnya, saya sudah mau kuliah di UIT, tetapi papa saya malah melarang saya untuk kuliah di sana karena dengan kalau saya kuliah disana ketika adik saya di drop out, maka saya juga akan keluar. Setelah itu saya kasi alternatip kalau saya mau kuliah di unismu, tetapi katanya adik saya saya akan mengeluarkan banyak biaya transport tasi tetapi kalau di unismu jurusan sosiologi yang saya idam-idamkan saya akan dapatkan.
Saya akhirnya mencoba menawarkan agar saya kuliah di universitas 45, tetapi eh berhitung lagi katanya mahal. Saya tunjukkan universitas 45, karena saya rasa tidak jauh-jauh amat. Tetapi malah dihitung lagi dari segi financial, mereka malah mengatakan kalau saya ngga usah kuliah tahun ini, tetapi saya malah mengatakan kalau saya sudah tidak kuliah, malah saya udah ngga’tinggal di Yapti lagi untuk beberapa tahun.
Setelah itu, saya malah merasa pusing dengan pilihan ini, saya malah mengatakan kalau orang tua saya terlalu perhitungan banget, saya aja selalu di gituin? Tetapi saya selalu meronta-ronta untuk keluar dari yang namanya belenggu di mana saya dapat berkuliah hanya Allah saja yang mampu menentukannya melalui waktu serta kondisi yang akan menjadi peluang. Saya malah mau mengatakan bahwa itulah keunggulan orang-orang yang tidak sesuai dengan akidah kita karena mereka begitu dapat peluang, langsung di sergap tidak sama dengan kita yang penuh dengan konsideran.
Saya tidak mengerti disatu sisi, mama saya selalu tidak mau mengalah, dan akhirnya selalu menyalahkan saya. Dan sayalah selalu dianggap sebagai anak yang pembangkang. Saya tahu kalau syurga di telapak kaki ibu, tetapi saya rasa saya tidaklah seperti sebuah boneka yang gampang di permainkan karena meskipun mama saya adalah orang yang patut untuk di patuhi sesuai dengan ajaran agama, tetapi kalau begitu modelnya maka akan menyiksa dirinya sendiri. Tetapi saya rasa Allah maha pengampun, dia jugalah yang paling tahu apa yang ada dalam hati saya, saya juga tahu kalau saya tidak punya maksud untuk menyakiti hati orang tua saya tapi saya kembalikan semuanya kepada Allah, karena dialah yang tahu akan segala apa yang ada di hati saya.
Terkadang, saya merasa sekarang saya sudah besar, okey kalau mama saya memberikan saran, tetapi kalau menurut saya sudah tidak bisa, maka harusnya dia ngga’ usa memaksakan kehendaknya, jangan-jangan saya nanti mengulangi tragedy yang telah pernah menimpa saya waktu saya masih SMU dulu. Inilah yang tidak dapat saya hindari, saya juga tidak mau menggunakan emosi saya dalam bertindak karena ketika saya mengandalkan emosi saya dalam bertindak, maka akan membahayakan diri saya.
Sekarang saya sudah tahu apa yang menjadi infect dari apa yang telah beliau perbuat karena saya banyak belajar dari apa yang telah menjadi peristiwa yang menurut saya sangat menyakitkan, saya merasa seharusnya mama saya juga introspeksi diridong jangan saya melulu yang introspeksi diri. Tetapi sekali lagi saya hanya mau mengatakan kalau Alla lah yang mengetahui bahwa perbuatan saya melawan orang tua saya adalah dosa atau bukan, karena saya juga ingin membahagiakan orang tua, saya juga ingin memperoleh kebahagiaan dari orang tua saya. Tetapi kalau modelnya begitu saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat. Sekarang, saya sedang memikirkan apa yang akan saya lakukan, karena sekarang kelulusan paket c masih tergolong bias , wallahua’lam.