Jumat, 10 Juli 2009

CARA HIDUP YANG SEHAT

Oleh:Sujono sa’id

Kita tahu bahwa dalam kehidupan ini harta yang paling berharga adalah kesehatan, olehnya itu kita tentu menginginkan diri kita menjadi peribadi yang sehat. Nah! Muncullah sebuah pertanyaan, cukupkah jika untuk mencapai hidup yang sehat hanya dengan cara melakukan sebuah rumusan yaitu 4 sehat 5 sempurna dan6 hutang?.

Saya kira bukan itu yang dimaksud dengan hidup yang sehat, sebab kita ingin kalau kita sehat baik secara jasmania dan batiniah sebab saya teringat dengan sebuah statement bahwa didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, sementara kita tahu bahwa 4 sehat dan5 sempurna itu hanya untuk kesehatan jasmaninya saja.

Sementara ketika jiwa ini atau dikenal dengan rohani ini yang sakit, tentu juga akan memberikan dampak negative bagi jasmani kita. Untuk kesehatan jasmani kita harus melakukan aktivitas seperti bangun pada waktu sebelum shalat subhu, kemudian melakukan olah raga seperti senam, lari-lari, dan lain-sebagainya tetapi sebelum ber olah raga maka sebaiknya jika anda adalah seorang muslim, maka lakukanlah kewajiban.

Setelah shalat subhu, bagi yang muslim, janganlah tidur lagi tetapi usahakanlah anda menghirup udara segar, karena udara segar di pagi hari adalah bagian dari kesehatan kita. Selain bangun pagi dan berolah raga, maka makanlah secukupnya dengan makanan seperti nasi, laukpauk, sayur, buah, dan segelas susu. Selain mengatur pola makan, anda juga harus banyak melakukan berbagai aktifitas, kalau tidak mampu yang berat lakukanlah yang ringan-ringan saja, yang terpenting adalah tubuh ini harus bergerak.

Menurut temuan saya(penulis), masyarakat Desa sangat kecil peluangnya terkena penyakit ketika mereka sudah berusia sekitar 40 tahun sampai tua, sedangkan masyarakat kota, sangat besar peluangnya untuk terkena penyakit sebab mereka memiliki aktivitas yang minim, selain itu polusi udara juga turut menjadi factor yang menyebabkan mereka terjangkiti penyakit, factor tuntutan hidup, serta tingginya kebutuhan masyarakat dan persaingan tidak sehat tidak ketinggalan sebagai salah satu dari sekian poin yang menjadi factor penyebab masyarakat kota menjadi masyarakat yang rawan penyakit.

Sedangkan masyarakat desa, mereka sangat kecil persentasinya yang terkena penyakit sebab mereka setelah shalat subhu bagi yang menjalankannya, mereka langsung melakukan aktifitas mereka di kebun sampai mata hari sudah berada di kepala kira-kira sekitar jam sembilan, setelah itu barulah mereka mengisi perut mereka dengan menyantap nasi, laukpauk, dan segelas te barulah mereka membersihkan diri mereka.

Selain jadwal yang teratur, factor yang membuat mereka menjadi sehat adalah kurangnya tuntutan yang dapat menyebabkan mereka stress, dan secara spiritual mereka adalah orang yang paling bahagia karena mereka mensyukuri keadaan lingkungan mereka serta dari gambaran tentang aktifitas mereka setelah shalat subhu, mereka langsung bertebaran untuk mencari rezeki mereka dengan penuh suka cita bukan kelu kesah.

Temuan saya(penulis) yang kedua adalah orang-orang yang sangat rawan terkena penyakit baik secara fisik maupun secara batin adalah orang yang memiliki stratifikasi social yang tinggi, sebab mereka mengkonsumsi makanan secara berlebihan sehingga mereka sering terkena penyakit seperti kolesterol, tinggi darah, serangan jantung, dan lain sebagainya ditambah dengan kurangnya aktifitas masyarakat yang memberikan mereka proteksi yang melindungi mereka dari penyakit, karena mereka hanya mengandalkan pembantu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka setiap hari.

Selain itu, golongan yang memiliki stratifikasi yang teratas, berpeluang untuk terkena penyakit karena mereka menurut temuan penulis memikirkan bagaimana mereka akan menjaga harta dan kekayaan mereka jangan-jangan harta kekayaan mereka jatuh ke tangan manusia yang berbuat jahat sehingga mereka sering terkena penyakit seperti stress, dan tekanan-tekanan batin lainnya disamping itu juga karena mereka tidak memiliki kedekatan spiritual yang tinggi karena mereka tidak memiliki kedekatan dengan tuhan yang harusnya ia sembah. Padahal mereka tidak sadar bahwa harta bukan jaminan bahwa kita akan memperoleh ketenteraman batin dalam menjalani kehidupan ini.

Sebagai bukti pendukung dari pernyataan di atas, maka saya akan memberikan sebuah ilustrasi yang saya temukan di www.pembelajar.com dan ini adalah sebuah kisah nyata, dalam tulisannya, penulis menceritakan sebuah pengalamannya, kebetulan, seorang temannya adalah orang yang kaya raya, dan temannya adalah seorang pimpinan perusahaan obat-obatan yang katanya dengan obat yang ia minum itu membuat badannya selalu fit, tetapi saya kaget bukan main ketika mendengarnya masuk rumah sakit.

Singkat cerita, sang penulis artikel ini berkunjung ke rumah sakit untuk membesuk temannya itu, ternyata menurut penuturan dari isterinya bahwa ia terkena penyakit lambung dan harus di operasi karena di lambungnyaterdapat sebuah lubang yang modelnya seperti uang logam, karena kata dokter ia terlalu sering cemas.

Setelah kembali pulih, sang penulis artikel ini kembali berkunjung ke rumah temannya yang tadi masuk rumah sakit, tetapi temannya ini sudah dapat diajak ngobrol, terjadilah obrolan seperti ini sangpenulis artikel: mas! Jangan terlalu cemas sang pimpinan perusahaan juga berkata: gimana saya tidak cemas? Perusahaan saya bermasalah belum lagi saya harus menyelesaikan kepentingan lain andai aja kamu berada di posisi saya, kamu pasti nggak bakal bicara kaya gini, sang penulis juga membenarkan argument sang pimpinan perusahaan tetapi ia tetap memberikan saran.

Ia mengatakan bahwa “ mas harus lebih banyak istirahat kalau mau mas coba dululah saran saya ini “ ujar penulis sambil menyodorkan sebuah buku tentang cara agar tidak cemas. Setelah beberapa bulan kemudian, sang pimpinan perusahaan berubah ia sudah tidak terlalu cemas lagi, dan sampailah pada suatu hari, sang penulis artikel di undang untuk datang ke rumah sang pimpinan perusahaan sesampainya di rumah tersebut, sang penulis artikel disambut dengan ramah sang pimpinan perusahaan langsung mengatakan “ terima kasih atas saran dan buku yang uda di kasiin ke saya” ujar sang pimpinan perusahaan karena usahanya sudah kembali seperti sedia kala.

Dari tulisan yang merupakan tulisan yang dapat di akses di alamat yang tertera di atas, dapat di simpulkan bahwa penyakit rohani seperti sering cemas, iri hati, dengki, dan lain-lain juga akan memberikan dampak yang amat berbahaya bagi anggota tubuh yang lainnya. Tips yang lain yang dapat saya bagikan disini adalah bersyukurlah jika kita ingin hidup sehat secara jasmani dan secara batinia karena hidup kita akan terganggu kalau kita selalu di liputi dengan ke susahan, harusnya kita selalu bersyukur dalam kondisi apapun.

Lagi-lagi saya akan memberikan sebuah kasus lagi kali ini adalah kasus yang menimpa diri saya sendiri saya adalah seorang siswa kelas 3 SMU sekarang ini saya baru saja menyelesaikan ujian nasional dan sekarang tinggal menunggu pengumuman.

Saat ujian tepatnya pada hari ke 4, mata pelajaran yang di ujikan adalah mata pelajaran Geografi, jumlah soal sekitar 40 nomor, sangat sedikit jumlah soal yang saya yakini kebenarannya, ditambah lagi banyak kesulitan lain sehingga saya memprediksikan diri saya tidak lulus ujian saat pengumuman nanti, tetapi di satu sisi saya tetap yakin.

Semakin yakinlah saya bahwa saya besar kemungkinan lulus ketika saya mendengarkan sebuah statemen dari Mas Arfan pradiansyah dari radio smart FM dalam acara smart happiness yang mengudara setiap jumat pagi, beliau mengatakan bahwa janganlah anda menilai sendiri benar atau salahnya hasil kerja yang anda lakukan karena semua di tentukan oleh nasib anda, tetapi saya juga siap untuk terima apa adanya ketika saya tidak lulus ujian karena saya tahu bahwa saya akan memperoleh sesuatu dari Allah.

Statemen ini saya keluarkan karena saya terinspirasi dari perkataan mas Arfan yang mengatakan bahwa haruslah kita bersyukur meskipun dan janganlah anda bersyukur karena dan iapun melanjutkan dengan sebuah statemen yang mengatakan bahwa ketika anda memperoleh anugerah dari tuhan semestinya anda bertanya keenapa mesti saya.

Tetapi ketika kita memperoleh musibah maka kita harus bertanya apa yang akan tuhan berikan kepada kita, mas arfan melanjutkan. Dari statemen beliau, saya juga merujuk pada salah satu ayat dalam surah al-baqara yang artinya adalah “tidaklah aku bebankan sebuah kesulitan kepada hambaku ketika mereka tidak sanggup untuk itu.”

Intinya, dari beberapa ilustrasi di atas, kita dapat mengatakan bahwa hidup sehat tidak harus dengan 4 sehat dan 5 sempurna tetapi juga di dukung oleh hal lain seperti kebahagiaan, yang tentu akan kita peroleh ketika kita memiliki ke dekatan terhadap sang khalik dan satu kata dari saya happy is verry importen of our life ditambah lagi dengan sebuah slogan dari mas arfan yang berbunyi if you wonna be happy be happy now.

Maksudnya, janganlah kamu menunggu kapan kamu bahagia tetapi bahagialah sekarang, tentu dengan mempelajari tips-tips serta ilustrasi yang telah saya kemukakan di atas yang dilengkapi dengan reverensi yang saya ambil dari berbagai literature seperti Pembelajar.com, Smart happiness, peristiwa yang saya alami, dan reverensi yang tidak terbantah lagi kebenarannya adalah ayat-ayat al-quran yang menjadi pedoman hidup.

Tidak ada komentar: