Kamis, 30 Juli 2009

Tertunda hanya sampai hari ini

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, Kamis tanggal 31 Juli 2009 adalah sebuah peristiwa yang menurut saya adalah peristiwa yang sacral, karena hari ini masa-masa SMUku telah berakhir meskipun dengan harus lewat jenjang paket c. Karena saya rasa bagaimanapun, saya telah lulus dari pada tidak sama sekali. Tadi siang, tepat pada pukul 11.00, didampingi oleh pak Subu selaku kepala panti mengantar saya ke dinas kota untuk mengecek pengumuman.
Ditengah perjalanan, saya selalu dalam keadaan optimis, karena saya tahu kalau ini adalah sebuah pertanda bahwa saya akan mengakhiri penantian saya yang telah berakhir, ketertundaan akan kelulusan saya telah terjawab bahwa sampai hari inilah batasnya. Sesampai di dinas kota, saya disuruh menunggu oleh pak Subu, tetapi karena antrian begitu padat, maka saya dibawa ke goa untuk jalan-jalan ke sekolahnya orang cantik yaitu julukan dari mifta yang merupakan anak dari pak subu.
Se kembalinya dari goa, saya kembali ke dinas pendidikan kota, dan setiba di sana, saya hanya menunggu sebentar dan kartu ujian di ambil oleh beliau. Beliau bersama mifta masuk ke ruangan untuk mengecek pengumuman saya. Setelah mereka berdua keluar, saya sempat dikerjain sama si mifta(orang cantik) dia mengatakan “nya! Ka’jono tida’luluski” saya juga sempat kaget dan paksubu langsung mengatakan “ lihat ini kodenya” saya langsung mengatakan bahwa saya tidak mampu untuk melihatnya.
Setelah itu, beliaupun mengatakan bahwa saya lulus dan si mifta kegirangan dan mengatakan “ satu kosong untuk ka’jono”. Sayapun tertawa gembira saat itu. Setelah semua selesai, saya bersama pak subu melaksanakan shalat duhur. Setelah itu, kamipun pulang ke asrama dengan penuh kegembiraan karena saya telah lulus hari ini.
Kabar inipun saya sampaikan kepada ibu saya, ayah saya dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa dengan kelulusan ini saya tidak boleh terlalu larut karena saya tahu kalau masa-masa berikutnya masih panjang karena mungkin di masa-masa kuliah kita akan menghadapi hambatan yang begitu berat apalagi saya adalah tunanetra.
Tetapi, intinya saya merasa bahwa perjalanan saya di bangku SMU kini telah usai, semoga saya mampu untuk melangkah ke jenjang berikutnya, dan saya mungkin akan berhadapan dengan lingkungan yang baru di universitas Indonesia timur. Saya selalu di hantui oleh tulisan dari kanda aulia blogger asal aceh yang telah mengatakan bahwa ketika kita berada di awal-awal maka kita belum tahu siapa diri kita, seperti itulah dengan kelulusan di SMU bukanlah hal yang menggembirakan, karena dengan kelulusan ini saya masih belum memperoleh pekerjaan, dan juga masa depan saya untuk hidup mandiri.
Selama kuliah, mungkin akan membebani kedua orang tua saya, tetapi meskipun demikian, saya akan mengusahakan agar skil saya utamanya dalam hal menulis, akan saya improve agar paling tidak saya sudah mampu meringankan beban orang tua saya. Malam ini, saya telah membayangkan bagaimana bahagianya ibu saya, bahagianya ayah saya, dan orang-orang yang sangat saya kasihi dengan kelulusan saya hari ini.
Ketika saya dibonceng oleh pak subu, saya kembali teringat akan pengurusan kepindahan saya dariSMU 4 makassar mulai dari SMU4 dan berakhir di rumah ibu evi yuliati. Dan setelah dua tahun berselang, saya kembali di temani oleh pak subu tetapi sekmennya sudah berbeda bukan lagi mengurus nilai, bukan lagi mengurus kepindahan, tetapi sudah untuk mengecek hasil akhir dari apa yang telah saya nanti-nanti selama ini.

Rabu, 29 Juli 2009

Mudah-mudahan hanya sampai besok

Oleh:Sujono sa’id

Al-hamdulillah, tadi sore saya telah memperoleh kepastian tentang kapan?, dan dimana? Pengumuman paket c di adakan dan akan di lihat. Kepastian ini saya peroleh tadi sore ketika saya menghubungi teman saya pia telephon, ia mengatakan bahwa besok pastimi pengumuman untuk ujian kita. Saat itu, saya merasa sangat gembira.
Mengapa saya sangat gembira?, karena saya berharap mudah-mudahan hanya sampai besok kelulusan saya tertunda, mudah-mudahan hanya sampai besok saya menyimpan seribu Tanya, dan mudah-mudahan besok saya akan memperoleh kebahagiaan saya meskipun sifatnya hanyalah sementara saja, karena masih ada jalan yang panjang. Lagi-lagi saya teringat akan statmen dari kanda Aulia blogger asal aceh.
Apa nakana kanda Aulia? Nakana ketika kita masih berada di masa awal dalam menjalankan suatu amanah atau hal-hal lain yang dipersamakan dengan itu, maka itu masih belum bisa ditentukan apa yang akan terjadi apakah kita akan bahagia?, sedih? Atau bagai mana?, dan bagaimana?. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi orang yang bahagia karena tetapi jadilah orang yang bahagia meskipun yang artinya bahagia karena dapat sesuatu, dan bahagia meskipun ditimpah oleh sesuatu dalam dirinya.
Tapi, intinya saya saat ini lagi-lagi dalam keadaan optimis, karena saya telah memperoleh tanda-tanda ketika saya telah selesai mengikuti ulangan paket c, mudah-mudahan itu benarlah adanya, sebab ketika saya memperoleh tanda-tanda, tanda-tanda itu selalu menjadi sebuah kenyataan, saya tidak tahu apakah inilah kelebihan yang telah tuhan berikan, karena saya setiap melawan apa yang telah menjadi perasaan saya, saya selalu dihantui dengan perasaan tersebut, tetapi ini saya kira tidak mungkin terjadi tanpa pertolongan tuhan, dan campur tangan orang tua, serta bantuan teman.
Inilah janji Allah dalam al-quran, yang juga sangat relevan dengan konsep yang di ajarkan oleh guru saya indonesia’s happiness trainer yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh kenikmatan, maka tanyakan mengapa harus saya? Tetapi ketika memperoleh kesedihan, tanyakan apa yang akan tuhan berikan kepada kita?. Hal tersebut, sangat cocok dengan ajaran agama yang mengatakan bahwa ketika engkau dalam keadaan susah tidak mungkin kamu diberikan cobaan ketika kamu tidak mampu untuk menjalaninya.
Tetapi mudah-mudahan, besok saya lulus dan boleh mengikuti test di universitas, dan mudah-mudahan saya mampu untuk menjalani apa yang telah menjadi mekanisme dalam perkuliahan, karena saya sudah punya pengalaman saat saya masih SMU tiga tahun yang lalu, apalagi sekarang saya sebagai tunanetra telah memiliki kemajuan seperti dapat menggunakan labtob untuk menuliskan tugas-tugas saya di ruang kuliah.
Dan saya juga berharap agar kelulusan ini dapat membuat mama saya menjadi orang yang paling bahagia dan saya juga berharap agar masa depan saya dapat tercapai meskipun saya tidak sesukses siapa tetapi paling tidak saya mampu untuk hidup mandiri kelak, memperoleh kpekerjaan yang layak, dan mampu menikah dengan wanita idaman yang sekarang ini saya belum punya, tetapi saya tetap punya kreteria bahwa wanita idaman yang saya inginkan adalah seorang wanita yang memiliki intelegensi, memiliki kecerdasan emotional, dan memiliki kecerdasan spiritual. Yangmana saya maksudkan kecerdasan intelegensi seperti mampu ber bahasa inggris, latar belakangnya adalah IPA waktu SMU dulu, mampu menjadi motivator ketika saya gundah, dan dekat dengan tuhan, dan mampu untuk membimbing saya menjadi orang dekat pada tuhan.

Selasa, 28 Juli 2009

Pengumuman yang belum pasti

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, Selasa 28-7-2009, saya semakin gelisa, karena saya sudah yakin betul kalau saya akan lulus. Tetapi masalahnya saya belum tahu kapan pengumuman akan berlangsung, sebab ada beberapa opsi seperti tanggal 30 menurut informasi dari Abdulrahman gusdur teman saya, 4 Agustus fersi Wilda teman saya, dan ada juga tanggal 2 Agustus fersi Anhar teman saya. Saya rasa, kalau saya pengumuman, kemudian belum ada ruang untuk kuliah tahun ini, maka saya rasa tidak masalah mungkin tahun depan atau ada peluang kerja yang akan membuat saya mampu membiayai diri saya.
Sejak 2 hari ini, saya sering mencari informasi lewat berbagai sumber yang saya tahu dan saya kenal, tetapi saya rasa kalau pengumuman itu tertunda sampai agustus, saya rasa tidak masalah karena saya rasa kalau saya sudah memperoleh lapangan kerja, maka insya allah, saya akan mampu untuk memperoleh masa depan saya.
Selain pengumuman yang kapan pastinya, saya juga belum tahu dimana saya akan melihatnya, apakah saya akan mengeceknya di dinas pendidikan, atau di Koran, atau di tempat lain. Tetapi saya yakin kalau saya mempunyai peluang yang sangat besar untuk lulus, karena saya merasa bahwa inilah saatnya kelulusan saya tertunda.
Terkadang, selama penantian ini, saya selalu dalam keadaan gelisah, tetapi sya selalu mencoba untuk menanamkan kebahagiaan dengan mengamalkan ajaran yang di ajarkan dalam sebuah konsep yang tergabung dalam 7 rumus untuk memperoleh kebahagiaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah the7 low’s of happiness.
Salah satu dari the7lows of happiness, yang saya amalkan ajarannya adalah kesederhanaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah simplysity atau dikenal dengan artian kesederhanaan. Kesederhanaan yang saya maksud adalah kesederhanaan dalam memikirkan segala sesuatu yang menjadi problem dalam kehidupan saya contohnya, ketika tahun ini saya belum dapat kesempatan untuk kuliah, karena pendaftaran sudah tutup tapi pengumuman baru keluar, maka saya tidak usah kuliah dulu, bahkan kalau dalam waktu setahun tetapi saya dapat kerja yang layak, maka saya ngga’ usah kuliah lagi tinggal ngurusin bisnis. Saya rasa ini adalah hal yang simple.
Simplysity ini, adalah konsep ajaran the7low’s of happiness yang ke 3, bahkan salah satu dari konsep inilah yang membuat saya tidak setres ketika saya tidak lulus waktu ujian nasional karena saya mengamalkan beberapa konsep yaitu syukur, sabar, dan saya juga mencoba untuk menyederhanakan fikiran dalam mencari solusinya.
Saya kira, dalam hidup ini, kita tidak boleh membuat hidup kita ini menjadi susah tetapi buatlah hidup kita dalam keadaan sederhana, selalu optimis, dan selalu siap dalam menghadapi resiko yang akan bermunculan saat mengambil tindakan. Olehnya itu, saya kira ketika fikiran kita selalu fleksibel, maka hidup kita akan dalam keadaan bahagia.
Mudah-mudahan, besok sore, saya akan memperoleh titik terang tentang kapan dan dimana saya akan melihat hasil ujian saya, dan tentu saya berharap agar pengumuman tersebut adalah jawaban dari pertanyaan saya tentang sampai kapan kelulusan saya tertunda. Saya juga memohon semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk menjalani perkuliahan dengan jurusan yang telah saya pilih selama saya menjalani perkuliahan, jadi mama saya senang, saya senang, dan saya juga hidup bahagia adalah harapan saya dan tentu harapan setiap orang yang mempunyai keinginan untuk itu.

Minggu, 26 Juli 2009

Temukan titik terang

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, semalam saya telah bertatap muka dengan mama saya. Apa yang menjadi hasil dari pembicaraan saya semalam, telah menjadi titik terang dan tentu keputusan yang telah dibawa oleh mama saya adalah hasil dari musyawarah dengan ayah saya, tante saya, dan lain-lain sebagainya. Pertemuan yang berlangsung di ruangan higher education Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia semalam telah memperoleh beberapa butir kesepakatan dan sebelumnya juga kembali terjadi perdebatan yang a lot.
Agenda yang sempat dibicarakan adalah mengenai mengapa saya tidak dibiarkan kuliah di unismu karena menurut adik saya, ongkos mobil terlalu mahal, dan harus 3 kali naik mobil. Setelah itu, saya angkat bicara dan tidak menyetujui apa yang sempat menjadi alas an dari adik saya. Setelah itu saya memberikan pandangan bahwa apa yang dikatakan itu sangatlah salah karena saya mendeskripsikan fakta bahwa kalau saya naik mobil ke kampus unismu kan lewat jalanan ke mallengkerikan jadi saya dari Yapti hanya dua kali pete-pete, karena saya dari Yapti ke masjid raya kemudian ambil mobil pete-pete jurusan Mallengkeri. Setelah itu, barulah mereka paham akan penjelasan saya.
Ternyata muncul lagi masalah baru, masalahnya papa saya, tante saya, dan beberapa om saya tidak menghendaki kalau saya ke unismu ngga’tau apa alasannya, tetapi karena saya masih menghargai mama, yang juga ingin menghargai papa, sebagai suaminya, dan om saya sebagai bagian dari rumpun keluarga, maka saya mengambil keputusan ini meskipun saya tahu kalau teman-teman saya dari korps pertuni akan tidak terlalu setuju dengan langkah ini, tetapi saya rasa inilah resiko yang harus saya hadapi.
Ada juga masalah lain yang sempat di angkat seperti labtob, sekarang adik saya sudah dibelikan dan saya juga bisa pakai labtop tersebut untuk mengerjakan tugas saya dan tinggal di instali jaws sebagai program yang akan mendukung kegiatan saya, selain itu skenner juga telah di siapkan sehingga, saya sudah dapat mengerjakan tugas-tugas saya tanpa harus ke Yapti untuk mengerjakannya, tetapi kalau mau informasi di internet, maka saya baru ke Yapti lagi atau kalau saya mau jalan-jalan saja barang kali.
Selain alas an aksesibilitas, saya juga tidak di izinkan untuk tinggal di Yapti lagi karena papa saya tidak akan mengizinkan saya kuliah kalau saya tidak mtinggal di rumah yang sudah ada di Daya mangga tiga. Saya sebenarnya sudah siap-siap untuk tidak kuliah, tetapi adik saya malah takut kalau suatu masa saya dituntut oleh papa saya dan saya malah menyalahkan papa saya jadi saya disuruh untuk kuliah saja tahun ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, juga membahas tentang usaha agar saya mampu untuk melihat kembali dengan menggunakan kacamata, tetapi saya sudah berkeras, dan sudah bicara baik-baik untuk menolak secara halus, dan hamper-hampir lagi saya marah dibuatnya, tetapi saya merasa bahwa hal ini tidak boleh di selesaikan secara emosional, jadi saya mencoba untuk bertutur yang baik dengan konsideran saya sesuai dengan kemampuan saya. Dan al-hamdulillah berhasil.
Intinya, pertemuan di higher education room Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, adalah hal yang sangat berkesan meskipun terkesan sangat a lot. Pertemuan tersebut berakhir dengan kata-kata perpisahan dan meminta maaf yang dimulai dari saya yang kemudian saya memperoleh tanggapan balik dari mama saya. Intinya, pertemuan semalam sangatlah berkesan. Saya juga sangat berterima kasih kepada tante saya yang sudah mau ambil bagian dalam mengurusi perkuliahan. Artinya mereka punya awayr.

Mau kuliah malah bingung

Oleh:Sujono sa’id

Kemarin, sabtu 25-7-2009, tepatnya pada pukul 12 lewat, saya menerima telephon dari mama saya, dalam pembicaraan saya dihadapkan pada beberapa pilihan. Sebenarnya, saya sudah mau kuliah di UIT, tetapi papa saya malah melarang saya untuk kuliah di sana karena dengan kalau saya kuliah disana ketika adik saya di drop out, maka saya juga akan keluar. Setelah itu saya kasi alternatip kalau saya mau kuliah di unismu, tetapi katanya adik saya saya akan mengeluarkan banyak biaya transport tasi tetapi kalau di unismu jurusan sosiologi yang saya idam-idamkan saya akan dapatkan.
Saya akhirnya mencoba menawarkan agar saya kuliah di universitas 45, tetapi eh berhitung lagi katanya mahal. Saya tunjukkan universitas 45, karena saya rasa tidak jauh-jauh amat. Tetapi malah dihitung lagi dari segi financial, mereka malah mengatakan kalau saya ngga usah kuliah tahun ini, tetapi saya malah mengatakan kalau saya sudah tidak kuliah, malah saya udah ngga’tinggal di Yapti lagi untuk beberapa tahun.
Setelah itu, saya malah merasa pusing dengan pilihan ini, saya malah mengatakan kalau orang tua saya terlalu perhitungan banget, saya aja selalu di gituin? Tetapi saya selalu meronta-ronta untuk keluar dari yang namanya belenggu di mana saya dapat berkuliah hanya Allah saja yang mampu menentukannya melalui waktu serta kondisi yang akan menjadi peluang. Saya malah mau mengatakan bahwa itulah keunggulan orang-orang yang tidak sesuai dengan akidah kita karena mereka begitu dapat peluang, langsung di sergap tidak sama dengan kita yang penuh dengan konsideran.
Saya tidak mengerti disatu sisi, mama saya selalu tidak mau mengalah, dan akhirnya selalu menyalahkan saya. Dan sayalah selalu dianggap sebagai anak yang pembangkang. Saya tahu kalau syurga di telapak kaki ibu, tetapi saya rasa saya tidaklah seperti sebuah boneka yang gampang di permainkan karena meskipun mama saya adalah orang yang patut untuk di patuhi sesuai dengan ajaran agama, tetapi kalau begitu modelnya maka akan menyiksa dirinya sendiri. Tetapi saya rasa Allah maha pengampun, dia jugalah yang paling tahu apa yang ada dalam hati saya, saya juga tahu kalau saya tidak punya maksud untuk menyakiti hati orang tua saya tapi saya kembalikan semuanya kepada Allah, karena dialah yang tahu akan segala apa yang ada di hati saya.
Terkadang, saya merasa sekarang saya sudah besar, okey kalau mama saya memberikan saran, tetapi kalau menurut saya sudah tidak bisa, maka harusnya dia ngga’ usa memaksakan kehendaknya, jangan-jangan saya nanti mengulangi tragedy yang telah pernah menimpa saya waktu saya masih SMU dulu. Inilah yang tidak dapat saya hindari, saya juga tidak mau menggunakan emosi saya dalam bertindak karena ketika saya mengandalkan emosi saya dalam bertindak, maka akan membahayakan diri saya.
Sekarang saya sudah tahu apa yang menjadi infect dari apa yang telah beliau perbuat karena saya banyak belajar dari apa yang telah menjadi peristiwa yang menurut saya sangat menyakitkan, saya merasa seharusnya mama saya juga introspeksi diridong jangan saya melulu yang introspeksi diri. Tetapi sekali lagi saya hanya mau mengatakan kalau Alla lah yang mengetahui bahwa perbuatan saya melawan orang tua saya adalah dosa atau bukan, karena saya juga ingin membahagiakan orang tua, saya juga ingin memperoleh kebahagiaan dari orang tua saya. Tetapi kalau modelnya begitu saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat. Sekarang, saya sedang memikirkan apa yang akan saya lakukan, karena sekarang kelulusan paket c masih tergolong bias , wallahua’lam.

Kamis, 23 Juli 2009

Peranan emosi bagi kesuksesan dan hidup kita

Oleh:Sujono sa’id

Untuk menjadi orang yang sukses, ada 3 kecerdasan yang harus dimiliki oleh seseorang yaitu kecerdasan intelektual, emosional, dan kecerdasan spiritual. Tetapi saya kira kecerdasan yang akan saya bahas pada postingan kali ini adalah kecerdasan emosional. Ada sebuah pertanyaan, apakah yang dimaksud dengan emosi?.
Emosi adalah rasa atau sebuah energi yang dimiliki oleh seseorang untuk melakukan sesuatu dengan kemampuan yang dimilikinya. Kita harus tahu bahwa emosi itu tidak ada yang negative dan tidakpula ada yang positif tetapi emosi itu bersifat netral. Tetapi dengan emosi yang netral ini kita dapat melakukan 2 tindakan yaitu tindakan yang konstruktif dengan emosi dan tindakan destruktif dengan emosi pula.
Saya akan menjelaskan seperti apa tindakan destruktif yang terjadi melalui emosi dan seperti apa pula tindakan emosi yang konstruktif itu, maka saya akan menjelaskan apa yang menjadi 5 dasar emosi seperti marah, takut, benci, cinta, dan sedih. Dari ke 5 dasar emosi ini, maka akan saya jelaskan juga langsung yang mana yang akan menghantarkan kita kepada kesuksesan, dan yang mana pula yang akan membawa kita ke dalam kegagalan, serta yang mana pula yang akan memperbaiki serta mengganggu kehidupan kita sekaligus. Saya akan memulai dengan poin yang pertama yaitu marah.
Ketika seseorang marah maka akan terjadi dua tindakan yaitu tindakan konstruktif dan tindakan yang destruktif. Yang mana contohnya saya punya pengalaman, saya sempat di ledeki oleh teman saya karena ia terlalu sinis karena melihat keadaan saya yang ternyata dengan keadaan ini akan terbuka ruang untuk menertawai saya. Merasakan kejadian ini, maka saya merasa sangat marah tetapi saya tidak ngambek kepada teman saya, tetapi saya menunjukkan ke dia bahwa saya ternyata juga mampu untuk melebihi dirinya, wal hasil, dia ternyata kagum terhadap apa yang telah menjadi keadaan saya.
Dari ilustrasi ini pula, maka dapatlah kita simpulkan bahwa dengan marah dengan tindakan yang konstruktif, maka insyaallah akan mempengaruhi kesuksesan kita sehingga cocoklah ketika seseorang mengatakan bahwa kecerdasan emosional yang membuat seseorang menjadi orang sukses, karena dengan kemarahannya, ia mampu meng updet kecerdasan intelektualnya melalui sebuah motifasi yang tercipta dalam dirinya.
Saya akan berikan contoh lagi semisal seorang siswa, dimarahi oleh gurunya di sekolah, disebabkan oleh karena ia terlalu bodoh di kelas, tetapi karena ia menjadikan kemarahan dari seorang gurunya itu sebagai sebuah cambuk, maka ia langsung menjadikan hal itu sebagai sebuah motivasi untuk meng apgret dirinya lebih baik.
Dampak dari marah dengan tindakan yang konstruktif bagi kehidupan adalah, akan selalu tumbuh semangat dalam diri kita untuk menjaga, dan mempertahankan kualitas diri kita. Sedangkan marah dengan tindakan yang destruktif akan memberi dampak buruk juga bagi berlangsungnya kehidupan kita. Saya lagi-lagi akan memberikan sebuah contoh suatu waktu ada seseorang yang berkelahi dengan temannya, tarulah ia adalah si x, si x ini memberikan perlakuan kekerasan terhadap y musuhnya. Tetapi si y ini tidak melawan, akhirnya si x ini merasa bahwa ia sudah menang, tetapi pada akhirnya, si y ini melaporkan si x ke polisi dan si x ini ditangkap. Dari ilustrasi ini, maka saya akan menyimpulkan bahwa marah dan di expresikan dengan tindakan yang destruktif, akan membahayakan kita dalam berlangsungnya kehidupan dalam keluarga, dan masyarakat.

Takut, dengan ketakutan yang kita rasakan maka tentu juga dapat direspon dengan cara yang konstruktif contohnya ketika seseorang dalam keadaan panic, dalam kepanikannya ia secara tidak sadar ia mampu melakukan sebuah tindakan yang orang lain tidak mampu lakukan. Contohnya adalah ketika terjadi sebuah kebakaran, dalam sebuah rumah, saat kebakaran tersebut berlangsung, si penghuni rumah melompati dinding rumah yang begitu tinggi, dan akhirnya iapun berhasil menyelamatkan dirinya.
Begitupun dengan takut dengan direspon sebuah tindakan yang destruktif maka orang yang takut ini akan menjadi panic dank arena ia terlalu konsen pada kecemasan yang menimpa dirinya, maka apa yangmenjadi hajatnya terkadang gagal. Saya akan memberikan sebuah contoh, seseorang yang akan mengikuti debat bahasa inggris, dalam debat ini kita harus menunjukkan fakta bukan hanya reverensi yang diambil dari Koran atau buku-buku, tetapi harus fakta yang ditemukan melalui sebuah riset.
Sebelum tampil di meja debat, ia sudah siap dengan reverensi-reverensinya, tetapi ketika ia berhadapan dengan team lawan maka ia gugup dan tidak mampu memaparkan faktanya secara autentik serta meyakinkan lawan serta juri, akhirnya iapun kalah dalam debat tersebut karena ia sangat tegang ketika berhadapan dengan lawannya.
Bagaimana dengan ketakutan yang di expresikan dengan tindakan yang konstruktif dan destruktif dalam kehidupan kita?, tentu saja tindakan konstruktif yang kita lakukan ketika dalam keadaan takut, maka kita akan menjadi orang sukses tetapi dalam tanda kutip takut dengan takut yang termanage, contohnya ketika seseorang yang mengikuti ujian smester, karena ia takut tinggal kelas, maka ia belajar dengan giat.
Sedangkan ketakutan yang di expresikan dengan tindakan yang destruktif, maka kita dalam kehidupan ini tidak akan memperoleh kesuksesan atau paling tidak kita akan memperoleh kesuksesan kita dengan cara yang terlambat, karena orang yang seperti ini lebih banyak ber fakir sebelum bertindak padahal sudah ada ruang di depan matanya.
Saya akan memberikan contoh, suatu waktu ada sebuah lomba mengarang, sementara itu ada 2 orang yang di suruh untuk ikut seleksi di tingkat sekolah tarulah orang yang pertama adalah si Jono dan yang ke dua adalah si Arif. Jono ketika di suruh menyusun karya malah berfikir 2 kali sedangkan si arif ketika 3 hari sebelum hari seleksi sudah berhasil menyelesaikan karangannya padahal ia selama ini belum pernah sekalipun melakukan proses yaitu proses mengarang, dan akhirnya ia lolos dalam seleksi tersebut.
Saat mengikuti lomba, ternyata si Arif menjadi the first winner dan akhirnya ia di utus untuk menjadi peserta lomba di tingkat nasional, dan kemudian ia kembali menjadi the first winner, sungguh dari ilustrasi ini maka kita dapat simpulkan bahwa ketika ketakutan di expresikan dengan tindakan yang destruktif maka kita tidak akan memiliki keberanian untuk mencoba karena kita selalu mengatakan “jangan-jangan jangan-jangan, dan jangan-jangan” kata inilah selalu diucapkan oleh orang-orang yang meng expresikan ketakutannya dengan tindakan yang destruktif, sehingga akan mengganggu hidupnya.
Benci, ketika kita meng expresikan kebencian kita dengan tindakan yang konstruktif, maka kita akan menjadi manusia-manusia yang berkualitas contohnya seperti say no to lezy, and say yes to diligen. Dengan slogan ini, maka kita akan selalu memperoleh kualitas hidup yang akan lebih baik. Tetapi ketika kita meng expresikan kebencian kita dengan cara yang destruktif, maka kita akan menjadi orang yang akan dijauhi oleh teman-teman kita, atau sahabat-sahabat kita dan kita akan menjadi manusia terasing di tempat dimana kita bermukim dan tempat dimana kita menjalani kehidupan.

Cinta, kita adalah makhluk social. Ketika kita tahu bahwa diri kita adalah makhluk social, maka kita akan menyadari bahwa cinta kasih itu adalah hal yang sangat penting dalam diri kita. Oleh karena itu, ketika kita meng expresikan cinta itu secara destruktif, maka kita akan menjadi orang yang paling celaka, karena kita telah menyalakan arti cinta secara terminology dan dengan cara yang destruktif inilah yang banyak melahirkan budaya yang sangat ber bahaya yaitu sex bebas.
Yang terakhir adalah kesedihan, ketika kesedihan itu di expresikan dengan cara yang destruktif, maka kita akan menjadi orang yang tidak memiliki harapan untuk hidup, tetapi ketika ke sedihan itu di expresikan dengan tindakan yang konstruktif, maka insya allah kita akan menjadi manusia yang pekah terhadap penderitaan orang lain.
Saya kira inilah tulisan yang saya sempat buat untuk blog yang sangat saya cintai ini, saya sadar bahwa saya bukanlah seorang pakar kecerdasan, tetapi saya banyak belajar kepada para pakar kecerdasan yang sering saya temui meskipun tidak dengan bertemu secara fisik tetapi melalui media seperti radio, TV, dan internet as the leding sorce.

Selasa, 21 Juli 2009

Faktor utama dan pendukung laju karier

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, saya kembali memperoleh inspirasi dari seorang indonesia’s faforit trainer yaitu mister james gui yang setiap hari selasa pagi membawakan materi tentang bagaimana supaya kita menjadi pebisnis yang berkualitas baik diperusahaan maupun di organisasi dan intinya selain bisnis, juga pelajaran yang didapatkan juga cocok untuk dunia kerja sekarang ini. Dalam materi yang disampaikan tadi, pak james menyampaikan sebuah topic yang membahas tentang how to get the promoted.
Ternyata, materi ini menceritakan bagaimana ketika kita sebagai seorang bisnismen meniti karier dengan laju yang sangat cepat, ternyata apa yang disampaikan oleh Pak james ternyata menyadarkan bahwa ternyata factor terhambatnya laju karier saya di organisasi sangat cocok dengan apa yang telah disampaikan oleh pak james.
Dari 4 tips yang disampaikan oleh pak james, saya juga akan mengembangkannya dengan pengalaman saya selama ber karier di organisasi pertuni dan beberapa organisasi yang menempatkan saya sebagai seorang pengurus dan sebagai anggota. Selain apa yang telah dipaparkan oleh pak james, saya juga akan menambahkannya dari apa yang saya ketahui selama saya bergaul di organisasi serta apa yang saya pelajari dari teman-teman saya yang telah memiliki kiprah yang baik di organisasi-organisasi.
Saya kira kita semua mendambakan kesuksesan bukan? Tentu saja ya!, ketika kita ingin menjadi orang yang sukses serta dikenal oleh orang lain seperti pimpinan kita, sahabat kita, guru di sekolah, atau yang lainnya maka ada 4 tips yang akan saya utarakan di sini. Tips yang pertama, adalah perlihatkan tampilan anda maksudnya yaitu ketika anda adalah seorang anggota organisasi, maka perlihatkanlah bahwa anda juga adalah seorang yang punya kemampuan untuk menjadi ketua, ketika anda adalah seorang sales, maka janganlah anda berpenampilan sebagai seorang sales, tetapi ubahla tampilan anda seperti seorang superviser, dan kualitas anda sebagai sales harus selalu di updet.
Dari tips ini, maka saya ingin mengatakan bahwa tampilan anda adalah doa bagi anda bahwa seperti itulah yang anda harapkan nanti, seperti itulah yang anda cita-citakan nanti, dan nanti ruang untuk tercapainya cita-cita yang anda inginkan akan tercapai.
Tips yang ke dua adalah ketika kita memperoleh pekerjaan dari pimpinan apakah itu pimpinan perusahaan, dan tentu juga pimpinan organisasi, maka janganlah anda menceritakan bagaimana anda bekerja keras, karena ketika anda bekerja keras dan ternyata anda ternyata menceritakan apa dampak negative dari pekerjaan anda, maka pimpinan akan berfikir seribukali untuk mempromosikan anda sehingga karier anda terhambat lantaran ulah anda sendiri selama menjalani karier anda di instansi.
Contohnya, ketika anda diberi pekerjaan administrasi oleh seorang pimpinan lantas anda mengeluh, dan anda menceritakannya, maka anda akan terhambat. Selain menceritakan hasil kerja keras anda, dan juga disertai dengan keluhan, maka itu juga akan menghambat karier anda untuk mengalami penaikan ke jenjang yang lebih baik dikarenakan anda terlalu sering mengeluh ketika diberi pekerjaan apalagi sebenarnya pekerjaan itu sangat mudah ternyata anda sendiri yang memikirkan susahnya, maka anda akan tidak mendapatkan pekerjaan itu 2 kali, dan sekali lagi karier anda terhambat. Dari apa yang telah saya sampaikan tadi, maka sangat erat kaitannya dengan keikhlasan kita sebagai manusia dan juga sebagai seorang hamba tuhan. Olehkarena itu, maka dalam melakukan pekerjaan, ketika anda ingin karier anda baik maka anda harus ikhlas.
Tips berikutnya adalah bersiap menerima pekerjaan, untuk tips ini saya mempunyai pengalaman di organisasi pertuni. Saya pernah memperoleh tugas untuk membuat MOU, tetapi saya gagal dalam membuat MOU ini, tetapi setelah saya buat, saya akhirnya harus merombaknya. Tetapi saya tidak menyerah malah berjuang dan merasa tertantang untuk membuat MOU ini karena saya tahu bahwa ini juga adalah kemampuan yang saya miliki. Olehkarena itu, ketika anda memperoleh job anggap itu sebagai sebuah pelajaran, janganlah anggap dia sebagai sebuah beban bagi anda.
Ketika saya mendengarkan pelajaran dari james gui, saya lagi-lagi teringat dengan sebuah pengalaman saya ketika saya disuruh untuk bertemu dengan kepala kelurahan dalamrangka untuk urusan organisasi, tetapi saya menolak karena saya merasa kurang PD dalam hal ini, sehingga saya sadar bahwa inilah salah satu factor penghambatnya.
Tips yang terakhir adalah memperlihatkan apa yang menjadi kelebihan kita. Saya lagi-lagi teringat kepada Aulia susantri, seorang teman saya waktu saya masih kelas 1 di SMUN4 makassar. Saya pernah mengatakan kepadanya “Aulia! Iwonna study to you about English languages” iapun mengatakan “if we wonna learn about English, we must practis every time and every day”. Dari percakapan ini, saya akhirnya diajak untuk mengikuti English club bersama-sama dengan aulia karena ia melihat saya punya skil.
Faktor pendukung berjalannya karier anda ke jenjang yang lebih tinggi adalah kecerdasan emosional kita, dan ditambahlagi dengan pendekatan-pendekatan inter personal, sehingga kita akan lebih mudah untuk dipromosikan oleh pimpinan kita untuk memperoleh pekerjaan, jabatan, serta kedudukan yang lebih baik dan terpandang.
Hal lain, yaitu kerja keras kita sejak dini. Ketika seseorang sering melakukan kerja keras dimasa ia masih kecil maksudnya masih sekolah, maka ia akan tumbuh dengan matang karena ia sangat tahu hirukpikuk kehidupan di dunia ini. Selain itu, ketika kita ingin memperoleh karier yang tinggi, maka kita harus memvisualisasikannya.
Tetapi, ingat semakin baik tingkat kedekatan interpersonal anda berarti siap-siaplah anda untuk di caci, dihina, dan dituding sebagai orang-orang yang mencari-cari muka kepada pimpinan anda. Tetapi ketika anda memperlihatkan talenta anda kedekatan personal anda juga mantap, maka anda juga akan dipromosikan oleh teman-teman anda kepada pimpinan untuk memperoleh karier yang lebih baik di perusahaan atau organisasi.
Olehkarena itu, ketika anda bercita-cita punya kedudukan tinggi, maka anda harus memperbaiki kiprah anda ketika anda memperoleh sesuatu yang sifatnya kecil, dan ketika anda memperoleh pekerjaan sekali lagi janganlah anda menganggapnya sebagai beban. Selain itu, janganlah anda menganggap bahwa organisasi tidak akan memberikan untung tetapi sadarlah bahwa dengan organisasi anda akan memiliki karier yang melonjak.
Selain factor utama dan factor pendukung diatas, adahal yang harus diperhatikan, bahwa tidak ada sesuatu yang kita ketahui bahwa secarapasti saya akan seperti ini, tetapi ketika kita mengusahakan sesuatu haruslah kita sadari bahwa ada campurtangan tuhan, ketika anda memperoleh karier yang baik, maka itu adalah sebuah rezeki yang di anugerahkan oleh Allah untuk kita syukuri dengan cara mengelolanya dengan baik.
Tapi untuk mengetahui apa yang menjadi kehendak ilahi tentang karier kita, maka tentu hal tersebut harus ditemukan melalui ikhtiar yaitu melakukan usaha dengan mempelajari factor-faktor utama serta pendukung dari apa yang akan menjadi jalan untuk melonjaknya karier kita di masa depan. Selain usaha, maka untuk memperoleh kesuksesan dalam berkarier, maka janganlah kita takut gagal, karena itu hanya kesuksesan yang tertunda, dan semakin banyak kesempatan kita untuk berbenah diri.

Senin, 20 Juli 2009

Kesanku tentang facebook

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, hari ini saya masih bisa updet, dan hari ini saya akan kembali untuk menuliskan apa yang telah menjadi kesan saya sebagai tunanetra yang kemudian menjadi seorang facebooker. Pertama-tama saya merasa gembira karena saya juga dapat mengoperasikan facebook paling tidak tidak ketinggalan dari teman-teman saya.
Dulu, pada saat saya baru pertama kali membuka facebook saya, saya hanya mampu untuk menulis komen di facebook, kemudian saya ternyata mampu untuk menulis di dinding. Ketika saya main facebook, saya sudah sangat merasa bahagia ketika saya memberi komentar pada dinding facebook yang berisi tulisan teman saya lalu dibalas.
Hal itu, bagi saya sangatlah menjadi sebuah kesyukuran, tetapi ada hal yang menjadi kendala bagi saya selaku tunanetra yang menjadi seorang facebooker kendala saya adalah ketika saya ingin meng add seseorang, saya harus memanggil seorang yang non tunanetra untuk membacakan kode-kode yang tertera.
Tetapi ketika saya mengkonferm seseorang saya merasa sangat kemudahan karena untuk mengkonfirm tidaklah menjadi hal yang susah-susah amat dalam menjalani dunia facebook. Untuk meng add anggota, saya juga lebih banyak memilih cewek, karena seorang cewek sangat inspiratif dalam menulis di dinding facebook.
Kesan saya tentang tulisan dari teman-teman yang sering menulis di facebook, menurut saya seperti orang yang nggak ada kerjaan, karena mereka nulisnya meskipun ngga’penting-penting amat ditulis juga. Saya sangat tertarik dengan gita gutawa, karena ia juga adalah teman saya lewat facebook, ia hanya menuliskan tentang apa yang akan menjadi kegiatannya seperti ketika tampil di dahsyat, atau lainnya.
Ada juga member saya yang sering menuliskan hadis di dalam dinding facebook saya ketika masuk waktu shalat, sehingga untuk membuat bahan ceramah ketika ada kesempatan, akan saya gunakan untuk ceramah karena untuk mencari bahan ceramah tidaklah susah karena dimana-mana saya sangat gampang untuk menemukannya.
Hambatan lain saya sebagai tunanetra, adalah tidak mampu untuk membaca isi jendela cheting karena tidak ddapat dibaca oleh jaws sebagai soft ware yang secara umum tunanetra gunakan untuk keperluan meng operasikan computer dan salah satunya adalah ketika sedang bermain facebook di dunia maya setiap hari dan setiap waktu.
Tentang member, saya punya member antara lain Gitagutawa, kemudian seorang teman saya Aulia susantri, kemudian saya juga punya member yaitu mba’rasmi ridjang sikati, dan masih banyak member yang lain, intinya jumlah member saya sudah sekitar 32 orang, tetapi setiap beberapa hari saya sering di add oleh beberapa cewek. Saya juga sangat heran dengan kondisi ini karena saya sadar kalau diri saya adalah sosok yang amat jelek, tetapi banyak juga cewek yang meng add saya semoga saja bukan karena kasihan.
Pernah, hal ini saya tuliskan di dinding facebook saya setelah saya tulis ternyata saya dikomentari oleh seorang member yang telah tahu betul kalau saya adalah seorang yang mati kiri dia hanya menjawab ngga’papa kalau muka jelek yang penting di facebook banyak ceweknya itu aja udah lumayan. Mendengar hal tersebut, saya tergelitik.
Inilah cerita yang saya dapat tuliskan melalui keyboard yang saya gunakan dalam menulis, dan saya menuliskan pengalaman ini pada saat dada saya sedang sakit-sakitnya, semoga allah memberikan kesembuhan ketika esok harinya. Saya selalu teringat akan janji allah bahwa ketika memperoleh ketidak senangan akan terganti dengan kesenangan.

Minggu, 19 Juli 2009

Menciptakan sebuah nama

Oleh:Sujono sa’id

Seseorang dapat dipandang dikarenakan oleh beberapa hal seperti potensinya, perilakunya, kerajinannya dalam ber ibadah, jabatan dan lain-lain sebagainya, bahkan sampai meninggal duniapun mereka dilepas dengan berbagai macam bentuk penghormatan. Oleh karena itu, untuk menciptakan nama kita tahu bukan hal mudah.
Sesungguhnya, Allah menciptakan kita sebagai seorang manusia dengan berbagai potensi yang dengan potensi itu kita dapat menciptakan nama seperti ketika kita memiliki suara bagus seperti maikel jaction, punya kemampuan yang bagus dalam memberikan motivasi seperti andrie wongso, dan kaum intelektual lainnya maka kita akan mampu untuk menciptakan sebuah nama yang akan dikenal oleh masyarakat sekitar rumah, kabupaten atau kota, propinsi, nasional bahkan sampai ke tingkat dunia.
Tapi, rata-rata yang saya temukan mereka-mereka yang telah berhasil menciptakan nama yang terkenal apakah dari segi intelektual, atau dengan potensi lainnya, berawal dari sebuah kerja keras ada yang meng habiskan masa sekolahnya dengan melakukan aktivitas sambilan seperti menjajahkan kue di warung, memancing ikan, dan melakukan hal-hal yang sebenarnya orang lain akan mentertawakannya.
Mereka juga mampu untuk menciptakan sebuah nama karena mereka selalu bermimpi tetapi bukan hanya sekedar mimpi tetapi mereka mencoba untuk merealisasikan mimpi-mimpinya ketika mereka-mereka memperoleh kesempatan. Selain sering bermimpi, mereka-mereka juga sangat agresif dalam melihat peluang untuk mereka memasuki ruang-ruang yang telah terbuka bagi mereka untuk menjemput kesuksesan mereka dengan sedikit-demi sedikit, sehingga mereka berhasil.
Kecerdasan yang mereka andalkan dalam menciptakan bukan hanya sekedar kecerdasan intelektual belaka, tetapi kecerdasan yang sering berperan adalah kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual. Kecerdasan emosional yang saya maksud adalah memperbaiki hubungan interpersonal, serta berfikir dan berespon positif ketika memandang sesuatu serta ketika mereka memperoleh sinyal yang kurang nyaman.
Sedangkan kecerdasan spiritual yang dimaksud adalah selalu menyerahkan hasil usahanya kepada yang telah menciptakannya, sebelum saya lupa, saya ingin menjelaskan sedikit tentang kecerdasan spiritual, spiritual berasal dari kata spirit yang berarti kekuatan, keinginan, atau semangat yang membakar diri kita sehingga menciptakan optimisme, semangat yang membara, serta spirit yang juga dimaksud adalah kedekatan terhadap yang menciptakan kita yaitu zat yang tidak akan pernah diserupakan.
Selain 3 kecerdasan tersebut, nama baik yang mereka usahakan untuk tercipta tidak akan mungkin menggema di se antero dunia ketika Allah belum menghendaki, tetapi ketika Allah menghendakinya maka nama tersebut akan tercipta dengan jalan yang tidak disangka-sangka. Intinya, untukmenciptakan nama baik dan terkenal tidaklah mudah, karena semua itu butuh perjuangan serta hal-hal yang menjadi pendukung.
Inilah yang dapat saya tuliskan berdasarkan apa yang telah saya ketahui, saya sadar bahwa saya tidaklah sehebat penulis artikel lainnya, tidak sehebat teman-temanku yang lain, tetapi dengan tulisan ini saya akan mampu untuk menciptakan nama, dan saya selalu menanamkan sikap optimisme dalam diri saya sehingga dalam kehidupan saya selalu diliputi dengan kebahagiaan, meskipun saya juga sering merasa betmut.

Jumat, 17 Juli 2009

Bencana tidak pandang kondisi

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini jumat 17 Juli 2009, tepat pada pukul 7. 45 pagi, waktu Indonesia barat 2 hotel diluluh lantakkan oleh ledakan bom, dan kembali menelan korban jiwa dan ada sekitar 11 orang yang baru diketahui meninggal dunia salah satu diantaranya adalah seorang direktur sebuah perusahaan yang kemudian menghembuskan nafas terakhir pada saat ia dirawat di rumah sakit, 6 orang meninggal di lokasi kejadian perkara.
Dengan peristiwa ini, saya kembali disadarkan bahwa bencana, ajal dan lain-lain akan kita temui dimanapun dan dalam kondisi apapun, dan siapa serta apapun status yang ia sandang. Seperti itulah ternyata dalam kehidupan ini. Allah tidak membeda-bedakan hambanya sesuai dengan firmannya yang berbunyi sesungguhnya orang paling mulia adalah orang yang memiliki takwa. Begitupun dengan kematian, ketika seseorang nyawanya telah di cabut, meskipun ia adalah pejabat maka ia juga akan tidur ditanah.
Begitu juga dengan bencana yang kita hindari, tetapi ketika Allah menghendaki kita untuk terkena oleh bencana tersebut, maka kita tetap akan dilanda olehnya. Tetapi ada banyak hal yang tidak saya mengerti dengan munculnya bencana di negeri ini kalau ada yang mengatakan ini adalah sebuah ujian, tidak salah juga, karena di Indonesia juga masih banyak orang-orang yang mau mengingat Allah. Kalau kita ingin mengatakan bahwa bencana yang melanda negeri ini adalah hukuman, tentu tidak salah juga karena hukuman bagi warga Indonesia yang belum mau taat kepada Allah.
Okeylah, mungkin taat kepada allah dalam hal melaksanakan perintahnya, tetapi masih banyak penyimpangan yang dilakukannya, dan ketika mereka diberi tahu bahwa ini haram, bid’ah, musyrik, maka mereka tidak mau meng indahkan worning tersebut, sehingga wajarlah kalau kita ingin mengatakan bahwa ini adalah sebuah hukuman.
Ketika kita ingin mengatakan bahwa bencana yang melanda negeri ini adalah peringatan, maka itu juga tidak salah. Ini disebabkan karena mungkin kita sudah terlalu lalai, atau mungkin juga kita sudah terlalu larut terhadap nikmat yang telah Allah berikan kepada kita, atau mungkin peringatan bagi kita yang tidak pernah akur dan selalu ber seteru ketika ada sesuatu yang ingin di bicarakan dan dengan cara yang tak ber etika.
Tetapi kesimpulannya adalah bencana yang menimpa Indonesia adalah ujian bagi yang beriman, peringatan bagi yang lalai, dan hukuman bagi pelanggar. Mengapa kesimpulannya demikian? Sebab nenurut analisa saya, di Indonesia sudah banyak orang yang melanggar seperti melakukan penyimpangan mulai dari yang berskala kecil sampai yang besar mulai dari keseringan mengkritik orang lain tetapi tidak mampu mengkritik diri sendiri, melakukan penyimpangan budaya yang tidak sesuai dengan ajaran islam, penyimpangan dalam bentuk perampasan apa yang menjadi hak orang lain alias korupsi, dan penyimpangan-penyimpangan lainnya yang telah sering terjadi di negeri ini.
Ujian bagi yang beriman, karena di Negara kita ini masih banyak hamba Allah yang mau melaksanakan ibadah, majelis ilmu juga masih banyak yang di galakkan, usaha da’wa juga masih sering di jalankan sungguh ini adalah ujian bagi yang beriman untuk mengetahui bagai mana mereka memberikan respon atas sebuah kondisi yang terjadi di tanah air kita apakah mereka masih akan tetap istikomah?, atau berpaling karena merasa tuhan tidak adil?, atau mereka berkeyakinan bahwa kondisi mereka akan lebih baik setelah mereka menghadapi ujian yang di ujikan kepada mereka sebagai mu’min?. Jawabannya saya rasa sangatlah sederhana kita hanya bisa berkata wallahua’lam.

Kamis, 16 Juli 2009

Kerja, da’wa dan ibadah

Oleh:Sujono sa’id

Kita sebagai seorang muslim, hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah, sesuai dengan al-quran surah azzariat ayat 56 yang berbunyi tidaklah aku ciptakan manusia dan jin kecuali untuk beribadah kepada Allah. Oleh karena itu, maka marilah kita untuk selalu beribadah kepada Allah dengan cara yang telah diatur oleh agama.
Selain ibadah, untuk memperoleh rezeki dari Allah, maka kita juga harus ikhtiar dengan melakukan pekerjaan yang tentu saja halal dan baik bukan haram dan menyiksa diri sampai masuk penjara belum lagi disiksa di pengadilan akhirat. Begitupun dengan berda’wa, sebab da’wa jika tidak ditunjang dengan pekerjaan, maka tidak akan mungkin berhasil, karena kita tidak akan mampu untuk melakukan da’wa.
Mengapa? Sebab da’wa tidak hanya dalam bentuk ceramah dimasjid, tetapi juga dilakukan dalam bentuk lain seperti da’wa social yaitu dengan harta, social movement, dan melakukan da’wa dalam bentuk interaksi social dalam masyarakat dalam bentuk komunikasi seperti yang telah saya ceritakan dalam postingan 2 hari sebelumnya.
Sosial movement, adalah da’wa social yang dilakukan dengan menggunakan harta serta mengorbankan harta kita dengan melakukan pergerakan social seperti membangun masjid, pesantrwen, organisasi da’wa, dan menyantuni anak-anak yatim, orang miskin, orang yang tidak mampu dari segi fisik, dan orang-orang yang membutuhkan bantuan lainnya yang dengan catatan ikhlas karena Allah, bukan karena ingin didengarkan.
Maerih kita lihat cermin penda’wa seperti Kiai ahmad dahlan yang telah berhasil mendirikan Muhammadiah sebagai organisasi da’wa , tetapi ia juga tetap bekerja sebagai guru dan peng rajin batik, sehingga ia berhasil melakukan social movement. Selain ibadah, da’wa, maka ia juga tetap bekerja sehingga meskipun ia berda’wa, perekonomian keluarganya tetap tercukupi sehingga tidak ada keluarga mereka yang kelaparan.
Begitupun juga dengan ikhwa-ikhwa kita yang aktiv melakukan da’wa dengan berjalan dari rumah ke rumah untuk mengajak kaum muslimin untuk kembali ke jalan Allah dengan iman dan amal, mereka juga mengeluarkan harta, tetapi bukan berarti mereka melupakan keluarganya. Mereka berda’wa dalam sebuah daerah selama 3 hari, selebihnya ia gunakan untuk mencari nafka untuk keluarga, dan kepentingan da’wanya.
Tetapi dari ilustrasi yang telah saya gambarkan diatas, maka dapatlah disimpulkan bahwa bekerja, da’wa dan ibadah memang diwajibkan dalam islam dan didukung oleh dalil-dalil berikut ini “ hai orang-orang yang beriman, lakukanlah shalat jum’at kemudian bertebaranlah kalian dipermukaan bumi Allah untuk mencari rezeki”. Ditambah lagi dengan salah satu ayat dari surah ar-ra’du ayat 11 yang berbunyi “tidaklah aku merubah nasib suatu kaum kecuali ia sendiri yang melakukan perubahan dalam dirinya.”
Maka dari ayat tersebut, maka jelaslah bahwa kita tidak boleh bekerja saja tanpa berdo’a dan tidak boleh juga berdo’a saja tanpa mau untuk melakukan suatu usaha untuk menjemput rezeki yang telah diberikan oleh Allah untuk kehidupan kita selama kita berada di dunia. Lagi-lagi saya kembali hanya ingin mengajak siapa saja yang membaca blog ini supaya memanfaatkan waktu sebaik-baiknya dalam kehidupan ini, sebab waktu itu adalah pedang, ketika kita sendiri tidak mampu memanfaatkan pedang itu, maka kita sendiri yang akan ditikam oleh pedang tersebut. Semoga Allah, memberikan kita kebahagiaan dalam menjalani kehidupan di dunia ini apalagi kita juga menjalankan kehidupan dengan konsep yang telah di atur oleh qur-an dan hadis nabi Muhammad.

Selasa, 14 Juli 2009

Komunikasi dalam berbagai aspek

Oleh:Sujono sa’id

Kita tahu bahwa kehidupan kita sehari-hari tidak pernah lepas dengan komunikasi entah itu dengan sesama manusia ataupun antara manusia dengan rabnya. Tapi yang akan saya bahas hari ini adalah komunikasi antara sesama manusia dengan bidang yang digeluti masing-masing untuk memenuhi kebutuhannya masing masing seperti komunikasi antara ibu dengan anak, ustaz dengan santrinya, murit dengan guru, dan bidang-bidang lainnya untuk pemenuhan kebutuhan kita bersama dalam kehidupan ini.
Dengan adanya komunikasi antara keduanya, maka setiap orang akan mampu untuk memenuhi kebutuhannya masing-masing tentu dengan siapa yang dihadapi, apa yang menjadi tujuan kita untuk menjalin komunikasi dengan objek yang dituju, serta bagaimana cara kita serta bahasa yang digunakan agar komunikasi tersambung.
Yang pertama akan saya bahas adalah komunikasi antara sang ibu dan anaknya. Seorang ibu harus mampu memenuhi apa yang menjadi aspirasi dari anaknya, tetapi ketika ada aspirasi dari sang anak yang akan membahayakan diri sang anak, atau tidak dapat dipenuhi karena sesuatu hal entah karena keuangan, usia, atau lain sebagainya, maka dapat dilakukan sebuah komunikasi yang baik dengan bahasa yang dapat dimengerti oleh sang anak, serta diterima oleh akal sehat sang anak, dan anakpun tidak tersinggung. Untuk itulah kita juga harus pandai-pandai untuk menjangkau pikiran anak.
Komunikasi antara murid dan guru, ustaz dan santri, atau student and teacher, adalah komunikasi dimana pada saat-saat tertentu, seorang guru juga harus menjadi teman bagi siswanya, teacher bagi studentnya, ustaz bagi santrinya dan lain sebagainya. Tapi, ada pula dalam waktu-waktu tertentu, mereka tidak boleh menjatuhkan wibawanya sendiri, dan seorang guru, ustaz atau teacher, harus juga memiliki wawasan yang luas bukan hanya mengenai disiplin ilmu yang ia tekuni tetapi juga tentang disiplin ilmu lain seperti ilmu motivasi, emotional intelegens, dan kecerdasan lain untuk menjadi supporting dalam menjalankan tugasnya dalam ber interaksi dengan objeknya.
Masih menyangkut komunikasi, saya juga akan mencoba menjelaskan tentang media komunikasi, ada dua media komunikasi secara garis besar yaitu lisan dan tulisan. Lisan saja masih kurang cukup waktunya kalau saya utarakan sekarang karena medianya juga masih banyak seperti HP, Radio, dan Televisi. Sedangkan media tertulis terbagi lagi atas SMS melalui HP, sedangkan di internet lebih banyak lagi seperti YM (Yahoo masanger), facebook, Friendster, dan masih banyak lagi. Tetapi saya tidak akan membahasnya, tetapi saya akan membahas bagaimana menuliskan pesan yang dapat dimengerti oleh siapa yang membaca apa yang kita tulis dalam membuat sebuah instruksi, berbagi, mengkritik, dan komunikasi dalam bentuk lain lewat tulisan seperti aertikel, berita, feature, essai, atau karya-karya tulis lain yang kita akan sajikan.
Ketika kita ingin menulis artikel di majallah dinding sekolah, blog yang visitor’snya adalah anak sekolah, tentu bahasa yang digunakan haruslah bahasa yang digunakan di dunia mereka, serta istilah yang dapat dimengerti oleh mereka, terkecuali bagi pelajar yang sudah berada di jenjang menengah atas seperti SMP dan SMA. Tetapi, untuk SMP dan SMU, kita harus menggunakan bahasa-bahasa ABG atau bahasa gaul. Tetapi, dalam menyampaikan pesan kita, kita juga tidak lupa untuk memperhatikan norma-norma yang berlaku dan telah diatur dalam perundang-undangan Negara kita.

Kondisi yang kembali pulih

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini, saya bangun pagi masih dalam keadaan tubuh yang agak sedikit sakit, karena saya rasa ini mungkin hanya karena baru bangun pagi saja, setelah bangun pagi saya langsung ke ruangan makan di Asrama Yapti, setelah itu saya kembali ke kamar buat ngedengar acara Smart bisnis radiotok with mister james q from accademi of Singapore yang membahas tentang mulai dari cara mengelola bisnis sampai menarik pelanggan. Sambil mendengarkan acara tersebut, saya tiba-tiba tertidur karena hujan.
Setelah saya terbangun dari tidur saya, ternyata acara sudah selesai dan dilanjutkan dengan acara yang dibawain ama mas FX Cokro hadi susilo tentang bagaimana peduli terhadap pelanggan dan konsolidasi team dalam perusahaan.
Setelah itu, saya kembali melanjutkan tidur saya, karena hujan di kota makassar membuat saya selalu mau tidur dan tidur terus. Setelah saya terbangun kembali kira-kira sekitar pukul 11 lewat, saya langsung mencuci di sumur asrama Yapti. Setelah itu, saya kembali ke kamar tetapi perasaan saya semua anggota tubuh ini masih terasa sakit.
Ketika pukul 13 lewat, saya langsung mandi, ketika saya mandi air yang saya gunakan melebihi dinginnya air es, bahkan saya merasa bahwa demam saya mungkin akan bertambah parah. Setelah itu saya ke ruang makan untuk take a lunc. Setelah itu saya minum obat, tetapi karena tubuh ini masih terasa dingin dan sakit pula, saya kembali mencari kehangatan dengan cara tidur di antara gerombolan teman-teman saya.
Setelah terbangun tadi sore, saya sudah merasa kondisi saya sudah kembali pulih dan saya kembali bersemangat untuk meng akses informasi dari internet, membuka kembali facebook saya, dan membuat postingan untuk hari ini. Sungguh, kesehatan itu adalah hal yang sangat berharga, karena ketika kita tidak menjaganya, maka hidup kita tidak akan memiliki arti apa-apa, dan kita tidak akan memperoleh kebahagiaan.
Tetapi ketika kita sakit, sesungguhnya itu adalah sebuah ujian dari Allah, tetapi penyakit saya ini saya harus akui secara jujur, bahwa yang mengakibatkan penyakit ini muncul adalah karena saya sendiri yang mencarinya waktu malam sabtu yang lalu.
Saat tulisan ini saya buat setelah shalat magrib, saya sudah sangat bahagia, karena saya sudah kembalih pulih, terima kasih ya rab engkau yang telah memberikan kepada saya kekuatan untuk menjalani setiap apa yang terjadi dalam keseharian saya.
Dan saya tahu, kalau apa yang kau turunkan pasti ada kebaikan yang telah engkau rahasiakan, semoga ini memberikan manfaat bagi kita semua dan yang membaca curahan saya ini dib log, karena tulisan ini hanyalah bersifat curhat tentang kondisi hari ini.
Mudah-mudahan apa yang saya peroleh hari ini akan membuat saya menjadi manusia yang lebih bersyukur kepada zat yang telah menciptakan manusia di permukaan bumi ini. Sangat cocoklah barangkali sebuah motto yang telah saya rumuskan bahwa janganlah kita selalu melihat hasil tetapi ingatlah sebuah proses karena ketika kita melihat hasil saja, maka kita akan terlena dengan hasil yang telah kita peroleh, tetapi ketika kita melihat proses, maka kita akan mempertahankan hasil yang sudah baik dan membenahi hasil yang kurang bukan membangga-banggakan diri atas output dari sebuah proses.
Saya hanya kembali mengingatkan pada diri saya sebuah firman Allah dalam surah ibrahim ayat 7 yang berbunyi “tidaklah saya tambahkan nikmat atasmu ketika engkau tidak bersyukur kepadaku dan ketika engkau bersyukur padaku maka aku akan menambahkan nikmat atasmu”. Semoga saya tidak termasuk orang yang kufur.

Senin, 13 Juli 2009

Meski sakit aktivitas tetap jalan

Oleh: Sujono sa’id

Al-hamdulillah, saya masih hidup hari ini, karena hari ini saya masih dapat untuk melakukan aktivitas saya meski saya masih sakit akibat dari ulah saya pada waktu malam sabtu yang lalu, tetapi saya anggap itu adalah hal yang tidak membuat saya rapuh.
Hari ini saya tetap mandi pagi, kemudian saya mendengarkan motivasi dari Andrie wongso, sementara saya mendengarkan kuliah dari Andrie wongso saya tiba-tiba dipanggil ke rumah kanda makmur untuk menjemput beliau dan menggiringnya ke secretariat pertuni karena di sana menurut jadwal bakal ada rapat pada hari ini pukul 11 tepat membahas tentang pelatihan tata laksana organisasi pada masa itu.
Setelah rapat, saya langsung makan, dan kemudian latihan musik pada pukul 13 sampai dengan pukul 15 atau sebelum ashar. Setelah itu saya melanjutkannya dengan acara tidur siang di waktu sore hari karena tubuh saya sudah tidak tahan untuk duduk.
Sorenya, saya terbangun, dan mandi meskipun tubuh ini dalam keadaan demam kemudian melakukan shalat magrib. Setelah itu saya melanjutkan dengan menikmati secangkir kopi setelah magrib sambil mengatakan bahwa tubuh ini tidak boleh terkena penyakit tidak akan kubiarkan dia terkena penyakit, dan alhamdulillah, aktivitas saya hari ini tidak ada yang terganggu karena saya punya kemauan untuk menangkal penyakit itu.
Pada pukul 20.19, saat tulisan ini saya buat, saya masih merasa sedikit tidak fit, tetapi kan saya sudah minum obat jadi al-hamdulillah, saya tetap dapat membuat tulisan ini. Sungguh ini adalah sebuah anugerah, dan ini adalah sebuah tantangan bagi kita, saya rasa saya tidak boleh menyerah dengan kondisi apapun seperti pola hidup yang diterapkan oleh masyarakat jepang dan para pengusaha di jepang, saya kira itu juga yang terjadi dalam diri kaum intelektual yang kini telah mempunyai posisi yang wah, dimuliakan, dihormati, dan didamba-dambakan oleh setiap orang.
Dan ketika saya dalam kondisi seperti ini, saya lagi-lagi teringat pada tulisan yang dibuat oleh kanda Aulia di www.aulia87.wordpress.com yang berjudul betapa indah sakit ini. Bahkan kanda aulia juga meski dalam keadaan sakit tetapi masih flu ringan, beliau juga tetap kuliah, aktiv di mailis,, bem, dan organisasi-organisasi kemahasiswaan serta komunitas blogger aceh yang telah ia rintis meski di dunia maya, ia tidak bisa masuk kuliah, aktiv di organisasi, dan lain-lain ketika beliau betul-betul terbujur kaku.
Itulah sebabnya, ketika kita sedang dalam keadaan sakit, harusnya kita dalam keadaan enjoi saja, karena meski tubuh ini sakit, tetapi hati ini tetap dalam keadaan bahagia, insya allah kita akan terbantu untuk cepat sembuh dalam waktu beberapa hari.
Itulah apa yang menjadi bahan tulisan saya untuk hari ini, yang penting saya sudah berbagi dib log yang tercinta, semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk selalu melakukan yang terbaik dan selalu mengisi hari-hari saya dengan kebaikan.
Saya juga berdoa kepada allah, semoga orang-orang yang saya cintai tetap dalam lindungan Allah dan tetap dalam keadaan sehat. Dan saya juga tidak lupa mendoakan diri saya yang sedang berada dalam kondisi yang kurang menyenangkan ini, semoga allah memberikan kesenangan dibalik semua itu, dan saya tetap dapat melaksanakan aktivitas seperti biasanya serta mengerjakan pekerjaan saya di organisasi yang saya cintai, meng updet blog, bercengkrama lewat facebook, dan melakukan kegiatan positif yang akan memberikan faidah yang wah! Dan akan memberikan output yang baik dan memuaskan.

Minggu, 12 Juli 2009

Rangkaian akhir pelatihan kader taruna melati satu

Oleh:Sujono sa’id

Semalam, tepatnya pada pukul 21 tepat, acara penutupanpun dimulai dengan serangkaian kegiatan seperti pemutaran film yang menceritakan tentang sosok penda’wa syekh salahuddin al-ayyubi yang melakukan da’wa dengan beragam tantangan.
Yang kemudian dilanjutkan dengan pemutaran film yang memuat gambaran seperti apa potret dan jati diri muhammadiah sebelum saya dan seluruh kader IPM generasi sekarang lahir di permukaan bumi ini, kemudian dilanjutkan dengan petua-petua oleh Kanda ali hannafia selaku master of training, dilanjutkan dengan penyerahan cendera mata kepada peserta terbaik dalam training, fasilitator yang berjasa dalam suksesi berlangsungnya training dengan modal awal 40.000 rupiah, penyerahan cendera mata kepada peserta yang memiliki kemampuan yang berbeda dengan peserta lain. Tapi yang saya tidak mengerti apakah yang di maksud itu karena peserta yang satu ini adalah tunanetra, atau karena memang berbeda intelegensinya dengan yang lainnya, tetapi kalau dua aspek ini yang jadi kategori cocoklah karena menurut saya kedua-duanya benarlah adanya dia memiliki intelegensi yang tinggi meskipun memiliki kemampuan yang berbeda dengan para peserta training yang ada di lokasi. dan di akhiri dengan pemutaran sebuah film yang menceritakan bagaimana kondisi malam pertama di alam kubur.
Saat film tentang kondisi malam pertama di alam kubur di putar, saya bersama-sama dengan seluruh panitia mengikuti meting dengan agenda evaluasi kinerja panitia yang telah melaksanakan kegiatan selama 4 hari, dan agenda-agenda lain yang tentu berkaitan dengan rangkaian akhir dari training tersebut seperti follow up, dan lain sebagainya. Setelah rapat selesai, saya kemudian menyempatkan diri untuk berdiskusi dengan teman-teman panitia yang merupakan alumni pelatihan kader taruna melati satu sejak angkatan saya pada tahun 2005-2007 dua tahun kemarin.
Tujuan diputarnya film tentang salahuddin al-ayyubi, dan potret jatidiri muhammadiah masa lalu, dimaksudkan agar generasi muda IPM, tahu bahwa dalam ber IPM dibutuhkan kesungguhan dalam melaksanakan da’wa yang tentu saja didukung juga dengan kesabaran dalam menghadapi tantangan globalisasi yang kian berat sekarang ini.
Saat film tentang sosok Ahmad dahlan diputar, saya akhirnya tahu tentang seperti apa awal mula berdirinya muhammadiah, dan seperti apa pula konsep dan pemikiran dari Sosok kiai haji ahmad dahlan sesungguhnya, dan tentu patutlah kita mengambil pelajaran untuk di contoh meskipun tidak harus sama persis dengan ahmad dahlan.
Beliau sebelum mendirikan Muhammadiah, juga sempat menjadi anggota budi utomo yang bertugas mengajarkan islam terhadap anak-anak pada masa itu. Dan selain ia adalah pengajar dia juga adalah seorang pengrajin batik yang ulek sehingga ia juga mampu untuk menutupi kebutuhan hidup keluarganya dan selebihnya harta yang ia miliki digunakan untuk berda’wa di jalan Allah dengan menda’wakan islam lewat pergerakan social atau yang dalam bahasa inggris dikenal dengan social movement.
Akhirnya tulisan inipun diakhiri dengan sebuah harapan agar kader-kader masa kini menjadi kader yang betul-betul sesuai dengan maksud terbentuknya IPM yaitu terbentuknya masyarakat yang ber ilmu dan di ridhoi allah dengan 4 pilar pergerakan yaitu keilmuan, social, keislaman, dan kekaderan. Semoga pula pengkaderan yang dilakukan setiap tahun bukanlah ajang ceremony belaka tetapi kita dapat melihat output.

Sabtu, 11 Juli 2009

Interaksi sosial kaitannya dengan Islam

Oleh: Sujono sa’id

Sadarkah kita bahwa kita hidup di dunia ini sebagai seorang makhluk social, dimana kita selalu membutuhkan bantuan dari sesama manusia. Ketika kita menyadari bahwa kita adalah makhluk social secara penuh, maka tentulah kita merasa bahwa interaksi adalah hal yang sangat penting bagi kita, sebab tanpa interaksi, maka kita akan memperoleh kesusahan dalam menjalani kerasnya kehidupan ini.
Dengan adanya interaksi, maka kita dapat memenuhi kebutuhan kita, misalnya ketika kita tidak mempunyai uang, maka kita mengunjungi bank, dan ketika sampai di bank, maka yang di temui adalah petugas bank tempat kita mengambil uang kita.
Atau saya akan memberikan contoh lain jika dalam suatu pasar, terdapat dua komponen yaitu penjual dan pembeli, sang penjual menawarkan barangnya dan sipembeli membeli barang tersebut, maka terjadilah sebuah kegiatan yang dikenal dengan interaksi.
Dari uraian di atas, maka saya akan menyampaikan firman Allah dalam surah al-zalzalah yang berbunyi jika kamu berbuat kebajikan, maka sebesar zarrapun akan diperhitungkan, tetapi ketika berbuat jelek, maka sebesar zarrah juga akan di hitung.
Dalam salah satu hadis nabi juga dikatakan bahwa tangan diatas lebih mulia daripada tangan di bawah berarti tangan yang memberi lebih baik dari pada tangan yang selalu meminta. Begitulah islam mengajarkan kepada kita dalam hal interaksi social.
Rasulullah, dalam sebuah hadisnya mengemukakan hak-hak dan kewajiban seorang muslim yaitu apabila mereka mengundang, maka hadirilah undangan mereka, apabila mereka sakit, maka jenguklah mereka, apa bila mereka meninggal antarkanlah jenazahnya sampai ke tempat peristirahatan yang terakhir. Dari poin-poin diatas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa seperti inilah gambaran akan sebuah interaksi.
Secara realita, kita selaku manusia diciptakan di bumi ini dalam keadaan yang beraneka ragam dari segi pandangan, tingkat intelegensi, stratifikasi, dan masih banyak lagi perbedaan lainnya. Dari kondisi ini, maka kita harus menyikapi secara bijak dan arif akan perbedaan dintara kita sebab melalui perbedaan, maka akan terjadi sebuah interaksi.
Hal ini saya katakan sebab, dengan interaksi kebetuhan kita akan dapat terpenuhi, sebab bukan kah kita tahu kalau kita ini adalah makhluk social yang selalu berada dalam ketergantungan. Dengan perbedaan stratifikasi misalnya ada sekelompok orang yang kaya dan ada lagi sekelompok orang yang miskin, maka tentu kelompok orang-orang miskin inilah yang akan menjadi lading amal mereka, sehingga ketika kelompok orang-orang kaya ini memberikan sebahagian hartanya kepada kelompok orang-orang miskin, dan kelompok yang menerima mendoakan si pemberi, maka lagi-lagi sudah merupakan gambaran akan interaksi social antara mereka dalam kehidupan ber islam.
Tidakkah terfikir oleh kita, bahwa zakat baik fitrah maupun zakat mal, kurban, infak, sadaqah, serta waqaf. juga sudah merupakan media interaksi social bagi kaum muslimin, sebab ketika kita memberikan zakat, infak, kurban, waqaf, dan sadaqah. dan ternyata kebutuhan mereka terpenuhi, hati kitapun senang dan bersyukur, maka terjadilah hubungan timbale balik. Interaksi sesama muslim, akan lebih berbobot ketika dalam interaksi dilakukan secara ikhlas dan tujuan atau future oriented kita hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain-lain maka itulah bobot sebuah kegiatan interaksi.
Interaksi sosial kaitannya dengan Islam

IRM dan IPM dari segi terminologi

Oleh:Sujono sa’id

Pertama, saya mengucapkan syukur kepada Allah karena hari ini, saya sempat untuk menulis kembali tentang sebuah ide. Sebenarnya tentang hal yang satu ini, bukanlah suatu masalah tetapi saya tidak tahu mengapa saya tergila-gila mempermasalahkannya. Saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini berawal dari pertemuan saya dengan kanda Yusri salah seorang Senior PC IRM Tallo.
Kita tahu, bahwa IRM pasca mukhtamar di Boyolali telah menghasilkan berbagai keputusan salah satunya adalah perubahan status dari IRM ke IPM, tentu kalau kita menginterpretasi secara terminology istilah dari nama kedua singkatan dari organisasi ini, tentu tujuan, fisi, serta ke anggotaannya harus berubah, mari kita melihat, dan membandingkan kedua singkatan organisasi ini kita mulai dari IPM yaitu ikatan pelajar Muhammadiah.
Ikatan pelajar Muhammadiah jika di artikan maka organisasi ini hanya untuk para pelajar dari kalangan muhammadiah saja seperti siswa siswi dari sekolah Muhammadiah, mahasiswi dan maha siswa yang sedang berkuliah di universitas Muhammadiah, atau seorang pelajar yang kedua orang tuanya adalah warga muhammadiah.
Tetapi, ternyata selama IRM masih bernama IPM pada masa mudah ayah dan ibu kita dahulu dan masa pergerakan para tokoh muhammadiah yang sekarang ini telah memetik buah atas jeripayah mereka seperti kanda Hamsani kudus, Bapak Saiful Saleh, dan tokoh-tokoh muhammadiah terdahulu, tidaklah seperti teori yang saya jelaskan di atas, bahkan orang tua mereka kebanyakan dari kalangan biasa nggak ada yang special, meskipun secara de fakto mereka-mereka adalah pelajar di sekolah Muhammadiah.
Bahkan, ada juga barang satu atau dua orang yang bersekolah di sekolah non muhammadiah pada masa itu tetapi saat itu masih sangat sedikit. Tetapi setelah IPM mengalami masa transisi pada tahun 90, mereka sudah gencar melakukan rekruitmen kader di sekolah-sekolah non muhammadiah khususnya di sekolah-sekolah negeri.
Selama IPM menjadi IRM pada tahun 1990-an, sampai tahun 2007 saya memandang bahwa kedudukan organisasi ini mirip dengan kedudukan organisasi intra sekolah atau osis, karena dari kebijakan sekolah muhammadiah dikatakan bahwa selama siswa dan siswi sekolah Muhammadiah tidak mengikuti pengkaderan paling tidak PK TM-1 atau Pelatihan kader taruna melati 1 yang dilanjutkan dengan follow up dan tidak memperoleh sertifikat atau tanda bukti kalau mereka telah mengikuti pengkaderan mereka tidak akan memperoleh ijazah mereka setelah tammat kelak. Saya sempat menyimpulkan bahwa IRM dikembalikan menjadi IPM, karena para penggagas status ini ingin menyamakan kedudukan mereka dengan organisasi intra sekolah meskipun kalau saya fikir-fikir, osis skalanya kecil sedangkan organisasi yang satu ini skalanya besar.
Saya tiba-tiba menyimpulkan demikian, sebab sayapun meliliki dasar yang menurut saya agaklah kuat yaitu ketika saya mengikuti konferensi pimpinan cabang IRM kota makassar dikeluarkan sebuah rekomendasi yang salah satu item nya adalah menjadikan IRM sebagai organisasi pelajar dikalangan siswa sekolah muhammadiah.
Namun, dari segi fisi dan misi, sejak IPM masih bernama IPM pada tahun 60-an sampai mengalami perubahan ke masa IRM dan akhirnya kembali menjadi IPM tidaklah berubah yaitu menjadikan remaja muslim yang ber ilmu dan ber akhlak mulia dan di ridhoi Allah. Wajarlah kalau IRM atau IPM memiliki fisi yang demikian, sebab saya ingat betul ketika saya masih memiliki kiprah di organisasi tersebut, banyak orang-orang cerdas yang dibentuknya, banyak peribadi-peribadi yang menurut saya adalah manusia-manusia yang berakhlak mulia karena dibentuk oleh misi nya yaitu pengkaderan.
Ketika saya masi aktif di kepengurusan IRM sekitar 4 tahun yang lalu, saya selalu melihat anak-anak IRM di lokasi-lokasi training melakukan aktifitas membaca buku kalau lagi sedang istirahat karena tidak ada administrasi atau konsumsi yang lagi di kerjakan atau nggak ada tugas untuk bawa materi, sejak saya masih aktif di IRM, saya juga sering banyak menemukan warga IRM yang memiliki kemampuan menulis artikel, puisi, atau cerita, bahkan sampai naskah teater sekalipun mampu mereka buat.
Anak-anak IRM yang memiliki kebiasaan seperti ini hanya dimiliki oleh mereka yang tingkatan pengkaderannya lebih tinggi yaitu mulai dari lepasan Taruna melati dua, sampai dengan lepasan pelatihan fasilitator dan pendampingan satu(PFP-1), itulah sehingga ketika saya mengunjungi lokasi training dan masuk ke ruangan fasilitator saya sering menjumpai banyak buku yang bertebaran di meja-meja fasilitator.
Dari hasil temuan saya, saya dapat menyimpulkan bahwa fisi bukanlah sekedar fisi, tetapi sudah terwujud dan memiliki hasil, dari situlah saya menyimpulkan pula bahwa mungkin inilah makna akan sebuah moto IRM yang di ambil dari ayat pertama surah al-qalam yang berbunyi “ nun demi pena dan segala apa yang dituliskannya”, sebab banyak diantara mereka yang berhasil menjadi penulis, menjadi kaum intelek, dan kaum terpandang di mata masyarakat, karena kerajinan membaca dan dari apa yang mereka baca dan mereka simpulkan dari buku-buku bacaan mereka dituangkannya dalam tulisan.
Meskipun saya sudah tidak aktif lagi di IRM yang kini telah kembali ke fitrahnya namun saya tetap menaru hati pada organisasi tersebut, karena di situlah saya terbentuk, disitulah saya belajar, dan disitulah saya mengerti akan arti kehidupan yang keras bak kerikil-kerikil yang begitu tajam, dan melalui IRM yang kini telah menjadi IPM membentuk saya menjadi pemikir-pemikir yang buah pikirannya ditumpahkan melalui tulisan-tulisan sesuai dengan kemampuan, meskipun masih melewati sebuah proses.
Tentang terminology-terminologi tadi saya fikir, itu hanya kekonyolan saya saja bukan karena apa-apa tetapi mungkin tidak tahu kapan waktunya semua akan saya ketahui titik terangnya karena semua itu akan melewati sebuah masa.

Hadapi kematian dengan bekal

Oleh:Sujono sa’id

Berbicara mengenai kematian, kita disadarkan akan betapa pentingnya efisiensi waktu dalam kehidupan ini khususnya efisiensi waktu dalam merealisasikan tujuan hidup kita selaku manusia yang telah dirumuskan oleh Allah dalam surah a-zariat yang berbunyi tidaklah aku ciptakan jin dan manusia di permukaan bumi ini kecuali untuk beribadah kepadaku. Kalau kita telah melaksanakan tujuan Allah diatas, maka kita berarti telah memiliki bekal untuk menghadapi kematian yang merupakan tugas kita sebagai hamba, apalagi kita telah melaksanakan tugas kita secara optimal sesuai dengan regulasi.
Regulasi yang dimaksud adalah al-quran dan hadis nabi yang mengatur bagaimana tata cara kita melaksanakan tugas yang telah diamanahkan ini. Tugas secara umum dari Allah adalah Ibadah, sedangkan secara khusus tugas kita terbagi lagi menjadi ibadah khusus atau ritual dan ibadah umum atau ibadah non ritual. Ibadah khusus adalah Shalat puasa, dan haji. sedangkan ibadah umum adalah aktifitasyang kita lakukan every time and every our seperti menolong orang yang lagi kesusahan, dan melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi bangsa dan agama serta bermanfaat pula bagi seluruh makhluk tuhan. Ketika kita melaksanakan ibadah khusus seperti shalat dengan baik, maka kita akan memperoleh pahala di sisi Allah yang dimaksud baik adalah menurut quran.
Olehnya itu, jika kita ingin optimal dalam melaksanakan ibadah shalat maka rajinlah kita mengikuti berbagai kajian, membaca buku dan lain-lain sebagainya, tetapi ketika kita belum bisa, maka yang terpenting adalah shalatlah dulu. Begitupun dengan ibadah non ritual jika kita melakukan dengan keikhlasan karena Allah maka kita insya allah akan dibangunkan mahligai di syurga, apatalagi kalau dilakukan sesuai dengan regulasi yang telah ditetapkan oleh allah tergantung dari aktifitas yang dilakukan.
Ketika kita selaku manusia ciptaan Allah tidak melakukan tugas yang telah diperintahkan oleh Allah sesuai dengan tujuan hidup manusia dalam surah a-zzariat, maka kita sudah jelas akan memperoleh dosa, serta tidak memperoleh hasil yang di inginkan, sebab kalau kita melihat hokum alam, maka ketika kita melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu, maka sesuatu yang kita lakukan akan membuahkan hasil.
Saya ingin mengarahkan diri saya(penulis) dan siapa saja yang sempat membaca tulisan ini, ke dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita mempunyai keinginan, tentu kita berharap dapat kita capai orang yang sudah mati-matian saja ingin mencapai apa yang menjadi keinginannya saja belum tentu bisa tercapai apalagi orang yang sudah memiliki keinginan tetapi tidak ada usaha untuk mencapainya pastilah tidak akan tercapai.
Begitulah dengan kita di dunia ini, ketika kita tidak melaksanakan semua perintah Allah yang telah diamanahkan kepada kita maka kita tidak akan memperoleh hasil dari perbuatan yang kita lakukan. Satu contoh lagi yang akan saya berikan, ketika seseorang yang melakukan tindakan saja akan menghadapi resiko tetapi orang yang tidak pernah melakukan sebuah tindakan pada kondisi yang membahayakan akan memperoleh resiko pula yang ternyata lebih berbahaya dibanding dengan resiko yang ditanggung oleh orang yang menjadi pelaku akan sebuah tindakan. Begitulah dengan kita selaku hamba Allah, melakukan shalat saja kita belum tentu terhindar dari hukuman tetapi orang yang tidak melakukan shalat samasekali sudah pasti mendapatkan hukuman yaitu menjadi penduduk abadi di neraka jahannam, sungguh mereka adalah manusia yang amat merugi.

Mengapa orang yang melaksanakan perintah Allah saja belum tentu terbebas dari resiko? Ya! Mereka belum tentu terhindar dari resiko karena beberapa factor seperti tata cara yang dilakukan adalah tata cara yang keliru bahkan menyimpang dari tata cara beribadah yang telah dirumuskan oleh Allah, tetapi mereka tetap melaksanakan shalat, maka tentu mereka hanya akan di cuci di neraka lalu kemudian dipindahkan ke syurga.
Sungguh Allah adalah zat yang maha bijak, karena mau memberikan ampunan kepada setiap hamba yang mau melakukan tujuan diciptakannya sebagai hamba oleh Allah seperti yang telah dirumuskan dalam surah a-zariat tersebut. Berdasarkan uraian diatas, maka kita dapat menyimpulkan bahwa hamba Allah yang telah merealisasikan tujuannya diciptakan oleh Allah adalah bekal baginya dalam menyambut kematian.
Melalui tulisan ini, saya sadar bahwa seharusnya tidaklah kita terlena oleh kepentingan dunia yang hanya dirasakan sesaat tetapi akan menjatuhkan kita ke dalam neraka, dan ketika kita melakukan kesalahan, maka segeralah kita membenahi diri kita dengan melakukan taubatun nasuha, karena Allah seperti yang telah saya bahasakan diatas adalah zat yang maha bijak. Ini dapat ditemukan dalam akhir ayat-ayat ter tentu yang berbunyi “ Innallaha azizul hakim” sesungguhnya Allah maha perkasa lagi bijak sana. Ayat lain yang mendorong kita untuk bertaubat dalam ayat berikut ini.
Wasariu ila magfiratin min rabbihim yang artinya segeralah kamu memperoleh ampunan dari tuhanmu. Al-quran surah al-imran ayat 133 Dari ayat ini dapat disimpulkan bahwa ketika seseorang tidak berusaha untuk meraih ampunan dari Allah ketika melakukan kesalahan sungguh ia tidak akan membawa bekal untuk menghadapi kematian., Oleh karena itu, marilah kita mempersiapkan diri untuk menghadapi maut.
Ingatlah, bahwa melalui kematian atau berakhirnya kehidupan kita di dunia ini, kita akan menemukan jati diri kita kita akan menemukan siapa diri kita sebenarnya, sehingga gunakanlah waktu luang kita untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kita, janganlah kita melakukan hal-hal yang sia-sia dalam kehidupan kita.
Bekal selain hasil dari bagaimana kita merealisasikan tujuan Allah menciptakan kita di dunia ini adalah memperbuat amal kebajikan seperti membangun sarana yang akan mensejahterakan ummat, mendidik anak yang shaleh yang merupakan salah satu item tujuan hidup kita sebagai hambanya, sebab ketika kita melakukan ibadah hanya ingin memperoleh syurga dari Allah, maka kita tidak akan mungkin memperolehnya.
Ketika kita melaksanakan tujuan hidup kita sesuai dengan konsep al-quran, karena kita ingin memperoleh rahmat dan magfirah dari Allah, maka tentu kita akan mendapatkan kasihnya, dan sebagai wujud dari kasih saying Allah yang kita usahakan untuk diperoleh maka kita akan mendapatkan syurga, serta kebaikan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Ingatlah bahwa ketika kita meninggal ada 3 hal yang akan mengantarkan kita yaitu keluarga, harta, dan amalan perbuatan kita di atas dunia.
Harta dan keluarga, mungkin akan kembali tetapi amalanlah yang akan menemani kita di alam kubur sana, ketika kita memiliki amalan yang baik selama di dunia, maka kita akan ditemani ke dalam syurga. Namun, ketika kita memiliki amalan yang buruk, maka kita akan tersiksa dan akan mendapatkan siksa di neraka naudzu billahi min zalik.
Ketika kita memiliki anak yang sholeh dan sholeha, maka mereka juga akan menjadi asset dan bekal kita ketika kita kembali ke hadapan Allah, namun ketika kita memiliki anak yang bobrok, maka anak tersebut hanya akan membawa kita ke neraka. Usahakanlah diri kita untuk menjemput maut dalam keadaan khusnul hatimah atau baik pada akhirnya, bukan suul khatimah atau tidak baik pada akhir kehidupannya.

Jumat, 10 Juli 2009

Ter inspirasi untuk ngefacebook

Oleh:Sujono sa’id

Facebook adalah media social networking, karena melalui tempat ini kita dapat bersilaturrahmi dengan teman, shering, dan lain-lain sebagainya. Sebenarnya, facebook sudah lama saya dengar, tetapi baru tertarik ketika saya sering menemui teman-teman saya di luaran sana cerita tentang facebook dengan bangganya memperkenalkan temannya. Ternyata selama ini saya hanya kenal Yahoo masenger saja untuk cheting.
Akhirnya keinginan saya memuncak sejak saya pernah menjadi pembicara di Amerikan English school ketika saya mengikuti debat bahasa inggris dengan tema internet is the leding source and knowledge depelofment in society today.
Akhirnya, sayapun memikirkan bagai mana caranya agar bisa main facebook juga, ternyata setelah saya pelajari, agak susah-susah gampang. Di satu sisi, facebook betul sudah aksesible bagi kaum tunanetra, tetapi lagi-lagi masih ada hal-hal tertentu yang belum dapat dibaca oleh jaws seperti tempat cheting, dan memasukkan kode, kecuali dibantu dengan web fisum, karena saya kalau mau meng add member untuk memasukkan kode membutuhkan teman yang non tunanetra, tetapi dengan bantuan web fisum sekarang ngga’lagi, karena sudah sangat terbantu oleh web fisum.
Akhirnya setelah ujian nasional, saya minta di buatkan facebook pada teman saya, diapun memenuhi keinginan saya dan akhirnya pada tanggal 16-7-2009, facebook sayapun saya loundcin dengan memberikan komentar kepada teman lama saya yang sangat saya andalkan. Kemudian saya belajar membuat mine saya di dinding facebook.
Setelah itu, saya kemudian mencari member untuk berbagi di facebook al-hamdulillah, sudah ada kurang lebih 20 an member dan mulai dari penulis buku mencari jejak amarah, sampai dengan teman-teman saya di organisasi saya termasuk juga teman saya yang sekarang ini sedang kuliah di Amerika. Di facebook, saya selalu memperoleh info yang bermanfaat seperti tentang shalat, puasa, politik, social, dan hal yang masih santer sampai sekarang yaitu tentang general election alias pemilihan umum.
Tetapi, saya melihat ada juga member yang cerita tentang kucingnya yang suka mengganggu, ada juga yang cerita tentang yang nggak bermanfaat, tetapi itulah facebook hanya tempat buat nulis karangan pendek jadi saya juga sedikit agak malas, tetapi akhirnya saya menemukan ide untuk menulis di facebook kalau yang saya tulis haruslah memprofokasi member saya, dan harusnya yang saya tulis adalah hal yang informative.
Terkadang, saya kalau buka facebook, saya hanya tertawa sendiri, karena tulisan-tulisan itu, tetapi terkadang saya juga kasi komen kalau ada yang memprofokasi saya seperti semalam, saya membaca tulisan dari mba’ inka tentang siapa yang di untungkan kalau SBY yang menjadi the winner of election, saya juga ngasi jawaban.
Tetapi, janganlah juga kita terlena dengan keberadaan facebook, karena dengan keberadaannya, kita akan rusak olehnya baik dari segi mental maupun dari segi wawasan serta fisik kenapa terkadang kalau ada yang main facebook, sudah tidak nyari lagi informasi di tempat lain, karena mereka sudah cheting dengan si do’I mungkin atau dengansiapa, dari segi fisik, kita juga akan menjadi sakit karena lewat tengah malam baru tidur, dan lain sebagainya. Tetapi, semua itu terpulang kembali ke kita. Saya mau ngucapin terima kasih buat ka’neni, yang udah mau jadi member saya, aulia, ka’ nursyam, ka’made, dan kakanda-kakandaku yang lain hanya ini yang dapat ku sampaikan sebagai rasa penghargaan saya buat kalian semuanya yang tiada pernah terhenti.

==> Smadav 2009 Rev. 4.3 <==



###########################################
==> Smadav 2009 Rev. 4.3 <==
###########################################

Software : Smadav 2009
Revisi : Rev. 4.3
Rilis : 4 Juni 2009
Company : Smadsoft Inc. (Smadsoft.com)
Home : www.smadav.net
Email : smadav@gmail.com
Upload Virus : virus4.com
Facebook : ikut.info
Twitter : twitter.com/smadav
Forum : smadav.net/forum

###########################################
==> Dukung pengembangan Smadav!!! <==
###########################################

Ada banyak cara untuk mendukung Smadav :

- Laporkan bug, kirim kritik/saran untuk pengembangan
- Upload sampel virus di virus4.com
- Donasi/Sumbangan, banyak keuntungan menjadi Donatur
informasi donasi bisa dilihat di program Smadav -> Donate.
- Hoting Server, bagi pemilik hosting yang mau memberikan space dan bandwidth-nya.
- Menjadi anggota team, semua boleh asalkan serius dan punya semangat.

Laporan bug, donasi, menjadi anggota team, dan sumbangan hosting,
silakan kirim email Anda ke smadav@gmail.com


###########################################
==> Syarat & Ketentuan Smadav <==
###########################################

PENTING : ANDA HARUS MEMBACA DAN SETUJU PADA SEMUA SYARAT DAN KETENTUAN
BERIKUT SEBELUM MENGGUNAKAN SMADAV. DENGAN MENGGUNAKAN SMADAV BERARTI ANDA
SETUJU DAN MENGIKUTI SELURUH SYARAT DAN KETENTUAN BERIKUT.

===========================================
1. LISENSI (TIDAK PROFIT)
===========================================
Smadav adalah software tak berbayar (freeware) yang boleh digunakan
oleh siapa saja selama bukan untuk kepentingan profit atau komersial.
Dengan kata lain Smadav HANYA boleh digunakan untuk kepentingan pribadi.
Smadav boleh disebarluaskan dan di-copy ke komputer lain selama tidak menambah
atau mengurangi isi folder asli Smadav.

===========================================
2. PELANGGARAN HAKI
===========================================
Smadav TIDAK BOLEH digunakan di lembaga profit atau segala usaha
yang bertujuan untuk mencari keuntungan. Contohnya :
perusahaan, warnet, toko, rental, service komputer, studio, dan jenis usaha lainnya.
Penggunaan Smadav tanpa izin di tempat-tempat tersebut adalah ilegal, pembajakan,
pelanggaran HaKI (Hak Kekayaan Intelektual) dan merupakan tindakan
yang menghancurkan dan menghambat karya bangsa.

Smadav is protected by copyright, trade secret and Indonesia PATENT laws, and
international treaty provisions. UNAUTHORIZED USE OR DISTRIBUTION
IS SUBJECT TO CIVIL AND CRIMINAL PENALTIES.

===========================================
3. IZIN PENGGUNAAN PROFIT
===========================================
Lembaga profit yang ingin memakai Smadav harus memiliki izin penggunaan Smadav.
Untuk mendapatkan izin ini silakan hubungi email : smadav@gmail.com

===========================================
4. TIDAK ADA GARANSI (PENGGUNAAN FREE)
===========================================
Smadav disediakan sebagai freeware dan gratis, tanpa ada garansi. Smadsoft tidak menjamin
bahwa Smadav akan berjalan tanpa error, jadi tetapi segala bentuk kerusakan yang mungkin
berhubungan dengan penggunaan SmadAV diluar tanggung jawab programmer dan Smadsoft.

===========================================
5. CUSTOMER SUPPORT
===========================================
Team Smadav sama sekali tidak menyediakan pelayanan user dan tanya jawab
lewat e-mail, Chatting, dan YM. Itu semua hanya disediakan bagi user
yang ingin melaporkan bug, saran/kritik untuk Smadav.
Pengecualian, pelayanan user dan tanya jawab lewat e-mail, Chatting, dan YM
disediakan 24 jam bagi DONATUR Smadav. Selain Donatur, silakan berdiskusi
di forum Smadav.net.


###########################################
==> Smadav 2009 Rev 4.1 <==
###########################################

3 Bulan tidak di-revisi, ini waktu yang sangat panjang hanya untuk menunggu update Smadav. Tapi programmer Smadav akan mencoba mulai dari Rev. 4 ini akan terus meng-update Smadav paling lambat seminggu sekali. Tertundanya revisi Smadav 2009 Rev. 3 karena programmer Smadav yang absen selama sebulan dari dunia pemrograman karena harus mengikuti tes yang penting. Dan akhirnya baru bulan Mei ini programmer dapat melanjutkan kembali pengembangan Smadav secara besar-besaran. Jadi, Smadaver tidak sia-sia menunggu selama 3 bulan ini, karena Smadav 2009 Rev. 3 yang selama 3 bulan terakhir dilaporkan mempunyai beberapa bug, semuanya telah diperbaiki di Smadav 2009 Rev. 4 ini. Tidak hanya itu, di Rev. 4 ini Smadav baru saja mempunyai satu teknologi baru di dunia antivirus, Smad-Lock, fungsinya untuk mengunci flashdisk Anda sehingga hampir tidak mungkin lagi terinfeksi virus.

[Smad-Lock]

Flashdisk adalah sumber utama penyebaran virus di Indonesia, sebagian besar kasus infeksi virus di Indonesia berasal dari pertukaran flashdisk dari satu komputer dengan komputer lainnya. Jadi, kalau kita mampu menjaga agar flashdisk tidak terinfeksi virus dari komputer lain maka tentunya komputer kita akan aman dan tidak akan sekali-kali terinfeksi virus. Suatu hal yang sangat fatal adalah kalau komputer kita terinfeksi virus impor (seperti conficker, sality, alman, dll). Berbeda kalau komputer terinfeksi virus lokal yang SEMUANYA mudah dibersihkan, virus impor akan sangat sulit dibersihkan, walaupun bisa dibersihkan tapi tetap saja akan meninggalkan bekas yang merusak.

Jadi, SOLUSI terbaik untuk masalah ini hanya satu, yaitu pencegahan. Hampir semua Virus Lokal & Impor sekarang memanfaatkan flashdisk sebagai sarana penyebarannya, tepatnya dengan membuat file autorun.inf yang diinfeksikan ke flashdisk. Sehingga kalau kita membuka flashdisk tersebut di komputer, virus akan berjalan secara otomatis tepat setelah kita membuka flashdisk. Smad-Lock berhasil membuat flashdisk Anda terkunci HANYA untuk file autorun.inf. Jadi, virus tidak akan mampu membuat file autorun.inf di flashdisk Anda, tentunya setelah flashdisk Anda sudah dikunci oleh Smad-Lock Smadav. Untuk mengaktifkan Smad-Lock Anda, harus mengaktifkan SmaRTP Proteksi Smadav terlebih dahulu. Smad-Lock akan aktif dan mengunci flashdisk Anda otomatis setelah Anda mencolok flashdisk. Jadi, kesimpulannya Smad-Lock telah memutuskan jalur penyebaran virus terbesar di Indonesia.

Tidak hanya sampai disini, setelah Smad-Lock mengunci flashdisk Anda. Smad-Lock juga membuat satu folder di flashdisk Anda, Folder itu bernama Smad-Lock (dengan karakter segitiga bagian kiri dan kanan). Folder Smad-Lock ini adalah folder teraman dari infeksi virus. Virus hampir tidak mungkin dapat memasuki dan menginfeksi folder ini dan semua file di dalamnya. Jadi, semua file yang Anda taruh dalam folder ini SANGAT AMAN dari infeksi virus. Tetapi, Anda tidak boleh me-rename nama folder ini sedikitpun. Folder ini sebaiknya hanya diisi dengan file yang dibuka dengan program buatan microsoft, seperti office (berjenis DOC, XLS, PPT, dan semua file office sejenisnya). Tapi sebenarnya Anda juga dapat mengisi file yang bukan berjenis dokumen office, seperti EXE, ZIP, RAR, tapi sebaiknya ketika Anda membuka file tersebut jangan langsung di dalam folder ini, Anda sebaiknya memindahkan file tersebut keluar folder ini terlebih dahulu sebelum membukanya.

[Virus-Virus Baru]

Akhir-akhir ini virus lokal mulai kembali mengganas di Indonesia. Virus-virus yang paling banyak menyebar seperti : Nadia Saphira, Yuyun.VBS, Legend of Aang. Sebenarnya semua virus ini sudah bisa dideteksi Smadav 2009 Rev. 3 dengan kecerdasan(heuristik)-nya. Tapi, Smadav 2009 Rev 4 jauh lebih kuat untuk memberihkan virus-virus ini sampai ke akar-akarnya, dan semua pembersihan hanya dilakukan sangat cepat, bahkan dalam hitungan detik saja.

[Perbaikan dan Penyempurnaan]

Smadav 2009 Rev. 4 telah banyak diperbaiki dan disempurnakan sehingga fitur-fiturnya semakin kuat untuk melibas virus. Inilah daftarnya :

===>Fitur Tambahan
- Database dan heuristik virus Smadav mengenal lebih dari 2000 virus
- Selfcheck, pengecekan file Smadav sendiri agar memberi peringatan jika file Smadav rusak atau terinfeksi virus impor.
- Situs upload virus viri.4shared.com menjadi virus4.com
- Ada pemberitahuan otomatis kalau flashdisk yang dicolok bersih dari virus
- Cintai BAHASA, jadi sekarang Smadav sudah mencampurkan Bahasa Indonesia di Programnya

===>Perbaikan
- Start-up pada Windows Vista
- Error -2147467259 ketika membuka Outlook, atau beberapa program lainnya
- Error 462 ketika melakukan restart explorer
- Error 91 ketika shutdown windows
- False Alarm pada beberapa Software : Chrome, Onet, dan beberapa software lainnya
- Gagal menghapus key registry beserta isinya
- Kesalahan setting Folder MyDocument menjadi default
- False Alarm pada Autorun.inf di dalam CD
- Gagal menampilkan otomatis file karantina
- dan banyak perbaikan-perbaikan lainnya

===>Penyempurnaan
- Perombakan tim baru Smadav dengan 4 divisi Webmaster, MoMod, Viser, dan Designer.
- Pengubahan tampilan form about dan donate.
- SmaRT-Protection semakin cepat dan ringan.
- Penambahan label drive pada treeview "pemilihan folder" dalam tab scanning
- Perubahan kata "Missing" menjadi "Hidden" dalam tab scanning
- Mampu membersihkan total virus top baru seperti : Nadia Saphira, Yuyun.VBS, Legend ofaang, Malingsia.D, dll
- Penyempurnaan metode peng-update-an program Smadav
- Dan beberapa penyempurnaan lainnya

[Smadav + Antivirus Lainnya]

Walaupun Smadav sendiri sudah mampu mencegah hampir semua virus lokal & impor, Anda sebaiknya menggabungkan Smadav dengan antivirus lainnya. Proteksi Smadav, SmaRT-Protection didesain sempurna untuk dijalankan dengan semua proteksi Antivirus lainnya dalam satu komputer. Smadav sama sekali tidak akan menimbulkan konflik dengan antivirus lain. Namun, jika saat penginstalan Smadav diblokir oleh suatu antivirus lain, Anda harus menon-aktifkan dulu proteksi antivirus tersebut, baru kemudian menginstal Smadav, dan setelahnya Anda dapat menghidupkan lagi proteksi antivirus Anda tersebut. SmaRT-Protection sangat kecil sekali dalam penggunaan CPU dan memori. Jadi, aktifnya proteksi Smadav sama sekali tidak akan mengganggu kinerja PC, ini sangat berbeda dengan kebanyakan antivirus lainnya yang menggunakan terlalu banyak CPU & memori sehingga memperlambat kinerja PC.

[Komunitas Smadav]

Smadav juga sudah mempunyai halaman Facebook dan Twitter, supaya Smadaver dapat memantau setiap saat berita perkembangan Smadav. Hari ini Smadaver di Facebook Smadav baru saja mencapai 2000 orang, jadi kalau Anda sudah punya facebook, tunggu apa lagi, langsung saja bergabung dengan Smadaver di Facebook Smadav. Dan juga, kalau Anda ingin bertanya atau berkonsultasi lebih lanjut tentang virus, antivirus, dan cara penggunaan Smadav lebih lanjut, Anda dapat berkunjung dan bertanya di forum, biasanya dalam 1 hari pertanyaan Anda akan didiskusikan oleh beberapa tim ahli virus Smadav. Tim Smadav menunggu Anda di forum Smadav ;)


###########################################
==> 12 Alasan menggunakan Smadav <==
###########################################

===========================================
1). Teknologi SmaRTP, SmaRT-Protection
===========================================
- Proteksi paling ringan di dunia, tercepat
dan paling sedikit memakai resource komputer.
- tidak hanya bergantung pada banyaknya database/signature,
tapi juga mempunyai kepintaran (algoritma cerdas) yang bisa
memproteksi komputer dari virus baru sekalipun.
- deteksi otomatis flashdisk seketika setelah dicolok di komputer.
- deteksi otomatis ketika ada virus saat Anda sedang meng-explore folder
- dapat digabungkan sempurna dengan proteksi semua produk antivirus manapun.
- mendukung semua OS Windows XP & Vista

===========================================
2). Scanner pintar
===========================================
- teknologi scanner antivirus tercepat didunia hanya ada di Smadav,
paling sedikit memakai resource komputer.
- banyak metode heuristik untuk pendeteksian virus baru
dan belum ada di database
- database virus terlengkap di Indonesia karena mempunyai database
yang digabungkan metode pintar pendeteksian virus
- ada fitur "1 virus by user" dan pendeteksian
tingkat keamanan sistem komputer "risk value"
- mendukung semua OS Windows XP & Vista

===========================================
3). Cleaner
===========================================
- hanya menghapus file virus dan tidak pernah menghapus dokumen
- dokumen terinfeksi akan di-clean dan dikembalikan seperti semula
- otomatis mengkarantina dokumen yang belum bisa di-clean, tidak menghapusnya
- mendukung semua OS Windows XP & Vista

===========================================
4). Pembersihan & perbaikan Registry
===========================================
- lebih dari 1000 value registry akan di-scan dan dibersihkan oleh Smadav
- dapat berfungsi sebagai perbaikan registry,
performa komputer akan jadi lebih bagus dan cepat
- mendukung semua OS Windows XP & Vista

===========================================
5). Update
===========================================
- Smadav terus mengikuti perkembangan virus yang menyebarluas di Indonesia
- Smadav akan terus direvisi secara berkelanjutan
dalam periode berubah-ubah tergantung pada perkembangan virus
- revisi Smadav akan selalu dirilis setiap 1,2,3, atau 4 minggu sekali.
- Tanpa di-update pun Smadav sudah sangat pintar untuk mandiri mengenali virus
- Anda dapat memantau Update Smadav di www.smadav.net

===========================================
6). Senjata Manual sangat mudah digunakan
===========================================
- 1 Virus by User, selidiki file mana yang membuat
komputer Anda aneh, kemudian basmi dengan smadav.
- Process Manager, memonitor dan dapat memanipulasi semua proses di memori
- System Editor, ubah setting-setting rahasia dan penting di windows

===========================================
7). Gratis
===========================================
- Anda tidak perlu membayar sedikit pun untuk menggunakan Smadav sepenuhnya
- hanya ada iklan/ads/banner di situs dan program Smadav
untuk menutupi biaya pengembangan Smadav & hosting situs
- Anda dapat menjadi donatur untuk mendukung
pengembangan teknologi antivirus di Indonesia

============================================
8). Team Smadav adalah team professional
============================================
- Founder/Programmer adalah seorang Mahasiswa di salah satu Universitas
unggulan di Indonesia dan Freelancer (pekerja jarak jauh) berpengalaman
di perusahaan Freelance & Programming terbaik di US, dengan rating 9,75/10
dan telah menyelesaikan lebih dari 50 proyek pemrograman/software.
- Admin Web adalah seorang web-master professional dan berpengalaman
dalam pengembangan situs dan forum berbasis CMS
- Team Smadav adalah team antivirus terhandal dan kumpulan sukarelawan Indonesia
- mempunyai 4 divisi webmaster, MoMod (Forum Moderator),
viser (virus researcher), dan Deigner.
- dengan serius, Team Smadav hanya bertujuan mempraktekkan ilmu
dan memajukan teknologi, sama sekali tidak bertujuan mencari keuntungan

===========================================
9). Portable dan support semua OS Windows
===========================================
- tidak perlu diinstall
- hanya satu file .exe dengan ukuran sangat kecil
- tidak selalu di harddisk, dapat ditaruh
di flashdisk, CD/DVD, atau removable media lainnya.
- mendukung semua OS Windows XP & Vista untuk semua fitur
yang ada di Smadav (Scanner, SmaRTP, Registry-Cleaner, dll.)

===========================================
10). Situs antivirus terbaik dan terlengkap
===========================================
- Situs yang ringan, cepat, dan indah di www.smadav.net
- Upload virus sangat mudah dan cepat di viri.4shared.com
- Ada Forum antivirus untuk diskusi dan minta bantuan
- Ada tempat chatting di Smad-Chat www.smadav.net
- Situs Nafarin.com sebagai informasi virus dan antivirus di Indonesia terkini


===========================================
11). Smad-Lock
===========================================
- Proteksi Smadav akan mengunci Flashdisk Anda otomatis
- Hampir tidak mungkin virus bisa menginfeksi Flashdisk Anda lagi

===========================================
12). Fitur Rahasia?
===========================================
- Untuk revisi berikutnya, Team Smadav sudah menyiapkan
banyak fitur rahasia yang luar biasa
- Fitur-fitur rahasia ini sangat luar biasa, baru,
dan akan mengejutkan Indonesia khususnya Smadavers (User Smadav)
- Programmer sedang mengembangkan fitur ini,
dan jika sudah sempurna akan segera dirilis
- Apa fitur-fitur rahasia tersebut?
karena rahasia jadi tunggu saja saatnya nanti ...


Wassalam,

Zainuddin Nafarin
(Smadav Founder)

PENGALAMAN SEBAGAI TEMPAT BELAJAR WASPADA

Oleh:Sujono sa’id

Saya menuliskan hal ini setelah saya baru saja mengikuti dialog interaktif dari Smart FM dalam acara smart karakter dengan pembicara Yakop esra, dalam pembicaraan beliau, beliau sempat mengupas 5 alatukur untuk waspada yaitu indera, intuisi, hati nurani, nasihat orang lain, dan terakhir adalah apa yang akan saya kupas dalam tulisan ini yaitu pengalaman. Melalui tulisan ini, maka saya akan shering pengalaman bagi yang sempat membacanya, dan menjadi catatan bagi diri saya sendiri ketika saya membutuhkannya suatu waktu untuk saya ingat-ingat jikala saya khilaf.

Pengalaman yang akan saya bagikan adalah pengalaman saya ketika saya masih kelas 1 SMU, saat itu adalah hari dimana saya belajar Fisika, dan hari itu saya sedang ada tugas pekerjaan rumah dari guru Fisika saya, tetapi saya lupa membawa buku fisika saya dari rumah dan hal itu saya baru ingat ketika saya sudah ada di perjalanan dari rumah ke sekolah dan saya takut kalau beliau nanti akan memarahi saya, ternyata beliau tidak marah hanya menegur saja. Akhirnya, singkat cerita tugaspun di kumpul dan terjadilah percakapan singkat antara saya dan guru Fisika saya beliau mengatakan “ jadi nilai kamu untuk hari ini tidak ada”, dan akhirnya sejak saat itu saya berjanji pada diri saya kalau saya tidak akan lalai lagi kalau ada tugas yang saya peroleh dari guru.

Dari ilustrasi pengalaman pribadi saya di atas, maka saya akan meng ilustrasikan pengalaman bangsa Indonesia ketika mengalami penjajahan, olehnya itulah sehingga setiap tahun kita selalu memperingati beberapa hari-hari besar di Negara kita seperti hari kebangkitan nasional, hari pendidikan nasional, dan hari kemerdekaan Indonesia.

Hari-hari tersebut kita peringati dengan tujuan untuk mempelajari apa yang menjadi pengalaman pahit bangsa Indonesia di masa lampau sehingga kita memiliki harapan untuk lebih baik atau dalam bahasa inggris dikenal dengan Tomorrow will be better seperti seminar yang pernah penulis ikuti beberapa waktu yang lalu.

Selain belajar dari pengalaman masalalu bangsa Indonesia lewat hari besar, maka kita juga mempelajari pengalaman bangsa Indonesia di masa lalu lewat bukusejarah, museum, dan cerita dari para pejuang yang sekarang ini sudah lanjut usia dan masih bersama-sama dengan kita masyarakat yang termasuk generasi mudah.

Olehnya, belajar dari pengalaman adalah merupakan salah satu dari sekian media pembelajaran yang baik dalam life long education atau dikenal dengan nama pendidikan sepanjang hayat dan sangat cocok dengan sebuah pepata orang bijak yang mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang sangat baik, dan orang banyak yang sukses bukan hanya karena sekolah yang tinggi, menjadi orang kaya, dan lain-lain tetapi mereka sukses karena mereka memiliki begitu banyak pengalaman berharga.

Ingat, bahwa hari kemarin adalah masa lalu yang dapat di jadikan sebagai pelajaran, hari ini adalah ajang untuk melakukan perubahan, dan hari esok adalah penentu dari sebuah perubahan maka saya kembali teringat dengan istilah dari guru Geografi saya beliau berkata “ petik hasilnya!”, semoga tulisan ini dapat menjadi resep bagi diri saya secara pribadi dan yang sempat membacanya di manapun dan kapanpun dan semoga pengalaman yang kita alami baik yang pahit, maupun yang manis akan menjadikan kita untuk menjadi orang yang lebih baik kalau kita mendapatkan pengalaman yang baik maka pertahankanlah! Jika anda mendapatkan pengalaman pahit maka anda harus berubah untuk menjadi lebih baik di hari esok atau tomorrow will be beter.

MENJADI MANUSIA BAHAGIA

Oleh: Sujono sa’id

Setiap orang tentu ingin menjadi orang yang selalu bahagia baik di dunia maupun di akhirat, olehnya itu untuk memperoleh sebuah kebahagiaan ditempu oleh kita dengan berbagai metode dan metode tersebut berawal dari berbagai perbedaan persepsi tentang kebahagiaan itu sendiri sehingga mereka mencari kebahagiaan dengan berbagai konsep.

Ada yang menggunakan konsep agama, ada juga yang menggunakan konsep materialistis, dan ada juga yang menggunakan konsep-konsep untuk memperoleh kebahagiaan dengan konsep yang lain karena beda konsep tentu beda definisi dan persepsi sehingga hasilnyapun sangat fariatif dan akan berdampak pada hidup mereka.

Bagi mereka-mereka yang berpendapat bahwa kebahagiaan dipandang dari segi materi, berarti mereka menggunakan konsep materialistis, tetapi jika ditinjau dengan menggunakan konsep relygi, apa yang mereka dapatkan belumtentu membahagiakan mereka, tetapi ketika mereka menggunakan konsep relygi, maka mereka akan berpendapat bahwa kebahagiaan bukan di ukur dari segi materi, atau hal yang bersifat kesenangan yang sifatnya sesaat, tetapi kebahagiaan di ukur dari kesenangan yang berkelanjutan bukan kesenangan yang sementara sebab kebahagiaan adalah kesenangan, namun kesenangan belumtentu menjadi kebahagiaan bagi kita.

Oleh karena itu ketika kita ingin memperoleh kebahagiaan dengan menggunakan konsep agama, maka kita harus melakukan hal-hal yang telah di atur dalam sebuah regulasi bagi kita ummat islam yaitu kur-an dan hadis nabi, serta apa yang menjadi tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat dijadikan sebagai proses pem belajaran.

Ketika kita ingin menjadi orang yang paling bahagia, maka kita harus selalu melaksanakan kewajiban kita yang harus dilakukan sebanyak 5 kali sehari ditambah lagi dengan ibadah sunnah, seperti shalat duha, dan shalat tahajjut di seper tiga malam.

Selain itu banyak-banyaklah kita untuk selalu bersyukur dan berterima kasih, dalam tulisan ini saya ingin kembali mengulas bahwa janganlah kita bersyukur karena tetapi bersyukurlah meskipun singkatnya bersyukurlah dalam kondisi apapun. Selain bersyukur, janganlah kita terlalu berburuk sangka kepada orang lain karena dengan berburuk sangka kita akan selalu tersiksa dan kita tidak akan memperoleh kebahagiaan.

Selanjutnya, adalah jalinan silaturrahim antara sesama manusia, sebab kita tahu bahwa kita selaku manusia adalah makhluk social, dan juga sebagai makhluk tuhan. Bukankah dalam ajaran islam kita telah diajarkan untuk membangun interaksi social dengan cara melakukan silaturrahim dengan kiat-kiat yang telah di atur oleh sebuah hadis yang menerangkan tentang hak-hak dan kewajiban sesama muslim dalam bab- adab.

Hadis tersebut berisi hak muslim antara lain ketika ada yang lagi sakit, maka jenguklah, ketika ada yang meninggal, antarkan jenazahnya, ketika ada yang mengundang maka hadirilah hadis ini dapat kita lihat pada kitab bulughul maram khususnya yang membahas tentang adab. Dari hadis di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ketika kita memperoleh teman yang banyak, maka kita akan menjadi orang yang paling bahagia apalagi ketika kita memiliki ikatan persaudaraan se islam.

Untuk menjadi orang yang paling bahagia, kita juga harus selalu ikhlas dalam melakukan sesuatu apalagi hal yang menyangkut masalah ibadah tetapi saya kira dalam masalah apapun, ketika orientasi kita adalah keikhlasan tidak masalah, tetapi ketika kita melakukan sesuatu dengan tendensi lain maka kita hanya akan mendapatkan keinginan kita saja tidak mendapatkan sesuatu yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Saya akan memberikan ilustrasi tentang orang yang melakukan sesuatu dengan modal ikhlas yaitu sebagai berikut seorang siswa di sebuah sekolah masuk sebuah organisasi social, ia tidak pernah mengharapkan insentif dari organisasi tempat ia berkiprah, yang ia andalkan adalah kwalitas kerja yang ia lakukan dan niat yang ia miliki adalah karena ikhlas lillahi taala bukan karena ia takut pada pimpinan atau anggaran dasar organisasi yang merupakan tempat dirinya berkiprah.

Ternyata setelah sekian lama bekerja, ia ditunjuk untuk mewakili ketua organisasi tersebut untuk melaksanakan tugas yang dilimpahkan kepadanya untuk melakukan sebuah program kerjasama dengan sebuah organisasi social pula, singkat cerita, karena kwalitas kerja dan prestasi yang diperlihatkannya sangat dikagumi oleh teman-temannya di organisasi lain, maka kian lama kariernya makin meningkat dan akhirnya ia bekerja di sebuah perusahaan dan akhirnya dia memperoleh gaji yang tinggi dan memperoleh hasil dari jeripayah yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun.

Sebaliknya ada pula ilustrasi yang saya ingin berikan yaitu seorang aktivis yang bekerja di sebuah organisasi social yang kebanyakan pengurusnya adalah remaja, orang tersebut masuk dalam organisasi itu karena ia hanya ingin memperoleh pacar sebanyak-banyaknya. Ternyata sesampainya di dalam ia tidak mempunyai kinerja yang baik.

Akibat dari buruknya kinerja orang ini, sehingga kariernya tidak mengalami perubahan, ia tidak pernah di perhitungkan, dan lain-lain bahkan ia hanya bertopeng di balik jiwa social yang ternyata hanya merugikan dirinya sendiri.

Intinya, ketika kita hanya melakukan sesuatu tidak dengan keikhlasan, maka kita akan menjadi manusia yang paling terpuruk dan kita tidak akan memperoleh penghidupan yang layak. Oleh karena itu, ketika kita ingin hidup bahagia, maka hiduplah sesuai dengan aturan agama, bukan dengan aturan yang lain, karena dengan aturan agama saya kira dalam ajaran agama apapun tentu tidak ada yang tidak mengajarkan konsep kebahagiaan. Selain ikhlas, hindarilah penyakit hati.

Penyakit hati antara lain tidak ingin melihat orang senang, selalu serakah, selalu memfitnah, tidak menanamkan kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain, dan seperti apa yang telah saya sebutkan di atas adalah tidak ber buruk sangka kepada orang lain.

Saya kembali ke masalah shalat, shalat dapat mencega kita dari perbuatan keji dan mungkar, secara umum sedangkan shalat sunnnah yang saya sebutkan tadi masing-masing memiliki fadilah seperti shalat duha, ketika dilakukan maka rezeki kita akan melimpah, dan urusan kita akan di mudahkan oleh Allah.

Sedangkan shalat tahajjut, adalah shalat yang dilakukan di tengah malam yang sunyi dan fadilahnya adalah akan di ijabah oleh Allah sesuai dengan hadis yang berbunyi bahwa ketika seper tiga malam Allah turun bersama para malaikatnya untuk mendengarkan doa hambanya, dan Allah malu ketika ia tidak mendengarkan doa hambanya dan juga sesuai dengan sebuah pernyataan yang berbunyi mintalah niscaya akan aku kabulkan permintaan kalian. Saya kira inilah hal yang dapat saya ungkapkan dalam tulisan tentang bagaimana menjadi orang yang paling bahagia, saya yakin bahwa apa yang saya tulis ini sumber referensinya adalah dari al-quran, dan hadis.

MENATA PERILAKU TERHADAP PENYANDANG CACATT

Oleh: Sujono Sa'id

Kita tahu bahwa penyandang cacat juga adalah makhluk Allah yang tidak jauh berbeda dengan manusia pada umumnya, yang membedakan hanyalah kondisi fisiknya namun mereka tetap harus memperoleh perlakuan yang baik dari berbagai kalangan mulai dari keluarga mereka, masyarakat, sampai dengan penentu kebijakan.

Saya(penulis) tertarik untuk membuat tulisan ini, karena saya telah memiliki pengalaman sejak kecil tentang bagai mana perilaku masyarakat, dan keluarga serta penentu kebijakan dalam menata perilaku mereka terhadap para penyandang cacat entah itu adalah tunanetra, tunarungu, tuna grahita, tuna daksa, dan autis. Perilaku dari komponen-komponen yang telah saya sebutkan diatas dipengaruhi oleh beberapa factor.

Faktor yang memicu terjadinya perlakuan positif dan negative bagi penyandang cacat adalah Budaya, intelegensi, pola fakir, ketidak pahaman akan karakter, dan ketidak tahuan tentang bagaimana seharusnya menata perilaku terhadap kaum penyandang cacat.

Dimulai dari budaya, budaya utamanya budaya tradisional dan masih jauh dari konsep religi dan cara berfikir yang digunakan oleh masyarakat adalah cara fakir yang irrasional atau mistik seperti banyaknya masyarakat yang mempercayai mitos, menyebabkan masyarakat memperlakukan penyandang cacat secara tidak wajar seperti dijauhi karena mereka menganggap bahwa penyandang cacat atau dalam istilah modern dikenal dengan penyandang ketunaan akan menghalangi rezeki mereka.

Faktor intelegensi, juga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi perilaku masyarakat terhadap para penyandang cacat apakah perilaku positif maupun perilaku negative tergantung tingkatan intelegensinya. Ketika tingkatan intelegensi masyarakat tinggi atau dikenal dengan istilah hight intelegens akan mempengaruhi factor perilaku positif terhadap kaum penyandang cacat, tetapi kalau masyarakat memiliki intelegensi yang rendah, maka tentu akan memperlakukan penyandang cacat dengan perlakuan yang tidak semestinya diberikan. Faktor intelegensi akan saya deskripsikan berikut ini.

Ketika seseorang memiliki wawasan tentang dunia social, memiliki wawasan keagamaan, mampu untuk berfikir maju, memiliki wawasan yang luas khususnya tentang kemasyarakatan, serta sudah mengetahui bagaimana berperilaku yang baik terhadap penyandang cacat tentu akan memberikan perilaku positif kepada penyandang cacat seperti mengajak mereka untuk melakukan interaksi dengan keluarganya, serta menjadikan penyandang cacat sebagai manusia yang memiliki harkat dan martabat yang sama dengan mereka, dan tidak ofer protektif terhadap penyandang cacat karena dengan alas an tidak tega, karena mereka tahu bahwa penyandang cacat juga mau berkembang.

Jika seseorang memiliki intelegensi yang sangat minim seperti kekurangan wawasan keagamaan, wawasan tentang dunia social, dan wawasan lain, tentu orang-orang seperti mereka inilah yang tidak menghargai perbedaan diantara mereka maka secara otomatis mereka juga akan memberikan perilaku yang negative terhadap kaum penyandang cacat contohnya bagi kaum penyandang cacat secara umum mereka tidak akan biarkan untuk keluar rumah, kemudian mereka tidak tahu kalau saja mereka adalah penyedia lapangan kerja mereka berfikir bahwa penyandang cacat tidak akan mampu untuk terjun di dunia kerja disebabkan karena mereka berpendapat tidak mungkin.

Mengapa mereka katakan tidak mungkin?, karena mereka tidak tahu kalau penyandang cacat juga mampu bekerja sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing contohnya bagi tunarungu keterampilan yang mereka mampu lakukan adalah skil dalam hal menjahit maka tentu saja mereka akan bekerja di tukang jahit. Mereka juga mampu untuk menjadi pegawai salon, dan menjadi bisnisment dan pengusaha.

Kaum Tuna daksa juga dapat menjadi Montir, pegawai negeri, transleter, dan lain-lain sebagainya. Sedangkan tunanetra juga dapat menjadi operator telephon, dan juru ketik, serta terjun di dunia jurnalistik dan administrasi perkantoran.

Pola fakir, sangat erat korelasinya dengan intelegensi, dan budaya tetapi untuk pola fakir ini sangat dominant memiliki korelasi yang erat dengan tinggi rendahnya intelegensi yang dimiliki oleh seseorang, serta juga di dasari oleh kemauan mereka untuk memberikan perlakuan yang layak terhadap kaum penyandang cacat.

Dari pola fakir inipula, seseorang atau sekelompok masyarakat atau keluarga akan memiliki pemahaman akan karakteristik dari kaum penyandang cacat, dan dari sanalah mereka akan mengetahui bagai mana cara mereka memperlakukan kaum penyandang cacat. Bagi masyarakat yang memiliki hight intelegens, tentu akan membuat prinsip bahwa penyandang cacat tidak butuh di kasihani tetapi butuh di perhatikan.

Tetapi bagi mereka-mereka yang memiliki intelegensi yang rendah, tentu akan membuat sebuah prinsip bahwa penyandang cacat adalah orang yang tidak berdaya, butuh uluran tangan, dan harus diberikan perlakuan yang khusus atau exklusif. Saya(penulis) sadar, bahwa tingginya intelegensi masyarakat, bukanlah jaminan bahwa mereka akan memberikan perilaku yang positif terhadap penyandang cacat, banyak sekali masyarakat yang memiliki intelegensi yang tinggi tetapi tidak memberikan perilaku yang baik terhadap penyandang cacat, karena mungkin mereka memiliki intelegensi yang tinggi hanya tentang ilmu duniawi tidak didukung dengan ilmu ukhrawi sebagai tambahan wawasan mereka, sebab dengan adanya ilmu ukhrawi sebagai tambahan wawasan mereka, maka mereka akan lebih menghargai perbedaan diantara mereka.

Sebagai penyandang cacat, saya(penulis) dan teman-teman saya(penulis) tidak berpangku tangan ketika kami melihat hal-hal yang seperti ini, tetapi kami selaku penyandang cacat juga melakukan banyak usaha salah satunya adalah berusaha untuk menjadi manusia yang produktif serta melakukan berbagai inofasi-inofasi yang dapat kami lakukan, dan di Sulawesi Selatan sekarang kasus-kasus seperti ini telah terkikis.

Semua ini dikarenakan oleh pertolongan Allah melalui salah seorang inofator penyandang cacat dari Sulawesi Selatan yaitu Doktor Syaharuddin Daming SH.MH sebagai inofator, ditambah lagi dengan kegigihan teman-teman penyandang cacat, dan dari usaha tersebut, maka lahirlah UU no 4 tahun 1997 tentang perlindungan, hak dan perlakuan masyarakat terhadap kaum penyandang cacat sebagai rambu kolektif.

Perilaku seperti yang telah saya uraikan diatas, juga sudah mulai berangsur hilang di Sulawesi selatan seiring dengan waktu dan arah yang di sertai pula dengan era globalisasi serta kegigihan teman-teman penyandang cacat sendiri untuk memperjuangkan diri dalam rangka memperoleh perlakuan yang layak.

Sekarang ini, yang menjadi masalah bagi penyandang cacat Indonesia adalah lingkungan yang belum memiliki fasilitas umum yang aksesible bagi penyandang cacat, padahal kita selaku penyandang cacat ingin melakukan aktifitas kita secara mandiri untuk melakukan kewajiban kita sebagai warga Negara dengan cara-cara kami sendiri. Masih adapula masyarakat di pedesaan yang memberikan perlakuan oferprotektif kepada keluarga mereka yang harus kehilangan anggota tubuh yang sangat di cintainya.


Tapi, sekarang ini kami tetap melakukan sebuah pergerakan untuk menuju kea rah perubahan yang lebih baik. Pada tulisan ini, saya(penulis) akan mengulas tentang menata perilaku terhadap penyandangcacat secara spesifik dari berbagai aspek seperti mobilitas, pendidikan dan rehabilitasi mental mereka. Masalah aksesibilitas fisik, alhamdulillah sudah terdapat di beberapa tempat, tetapi kami akan terus mengkampanyekan tentang perlunya pemerintah untuk memberikan aksesibilitas tambahan di berbagai tempat.

Kami juga tetap meminta agar masyarakat mau melakukan interaksi dengan kaum penyandangcacat yang bermukim di sekitar rumahnya, serta masyarakat harus mengarahkan mereka ke sekolah-sekolah luar biasa untuk penguatan besik mereka karena jika besik mereka sudah kuat, maka mereka akan di integrasikan di sekolah umum.

Perlakuan terhadap pelajar penyandangcacat yang ber integrasi di sekolah umum, berbicara tentang penyandangcacat yang ber integrasi di sekolah umum dan universitas, tentu kita akan membahas dari mana mereka harus memperoleh perlakuan yang layak, tentu untuk pelajar dan maha siswa serta maha siswi penyandang cacat yang akan di bahas adalah bagai mana guru, penentu kebijakan, serta sesama siswa/maha siswa memberikan perlakuan terhadap kaum penyandang cacat di sekolah atau kampus mereka.

Sebagai siswa, atau maha siswa, perlakuan yang harus di berikan kepada pelajar/maha siswa penyandang cacat adalah menjadi media bagi siswa/maha siswa penyandang cacat untuk proses kelancaran studi mereka di tempat dimana mereka belajar. Begitupun guru/ dosen beserta penentu kebijakan sekolah/ kampus sebagai wujud perlakuan yang mereka berikan adalah melakukan modivikasi terhadap kurikulum di sekolah/ kampus mereka sehingga dapat di ikuti oleh kaum penyandangcacat sesuai dengan kreatifitas guru/dosen di sekolah/di kampus tersebut.

Modivikasi tersebut adalah memberikan pelayanan terhadap penyandangcacat yang tidak berbeda dengan siswa/maha siswa yang lain semisal di sebuah sekolah/kampus jika seorang guru/dosen tidak usa memberikan tugas kepada kaum penyandang cacat di kelas/ruang kuliah, system ini berlaku untuk kaum tunanetra, tetapi bagi tunarungu dan tuna daksa modivikasi system tidak usa di perlakukan, namun guru/dosen harus juga memberikan perlakuan khusus kepada siswa/mahasiswa tunarungu yaitu bagaimana guru/dosen agar instruksinya dapat di ikuti oleh siswa dari kalangan tunarungu seperti menampakkan gerakan-gerakan bibir atau dalam bentuk tulisan.

Sedangkan untuk tuna daksa, Kepsek/rector harus memberikan perlakuan bentuk perlakuan mereka adalah membuat sekolah atau kampus menjadi tempat yang akses untuk mereka dalam melakukan mobilitas khususnya bagi pengguna kursi roda.

Untuk pendidikan di sekolah umum baik negeri maupun swasta, saya akan lebih banyak berbicara tentang perlakuan terhadap siswa/maha siswa di sekolah/kampus mereka karena yang akan di bicarakan adalah mereka yang terhambat secara fisual/tunanetra bukan yang terhambat dari segi mobilitas/tunadaksa.

Yang dimaksud siswa/maha siswa sebagai mediator adalah membantu kaum tunanetra dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka atau membantu kaum tunanetra dalam mengikuti matapelajaran di kelas/ruang kuliah dengan cara membantu membacakan kepada kaum tunanetra apa yang ada di witeboard yang kemudian mereka alihkan ke dalam bentuk Braille atau mereka membantu mengisikan lembar kerja siswa kaum tunanetra di sekolah mereka mereka cukup di bacakan dan akan di jawab oleh mereka dan jawaban dari kaum tunanetra itulah yang di alihkan ke lembar kerja.

Sedangkan perlakuan yang harus diberikan oleh seorang guru terhadap siswanya adalah perlakuan yang sedikit berbeda tetapi tidak menonjolkan perbedaan tersebut, atau seorang guru/dosen harus membuat system pengajaran yang dapat dijangkau oleh pelajar/mahasiswa secara umum dan mahasiswa/pelajar tunanetra yang bersangkutan.

Sedangkan bagi guru eksak seperti Matematika, Fisika, dan Kimia begitu juga dengan guru Ekonomi, dan Akuntansi tidak usa memberikan tugas dalam bentuk perhitungan tetapi cukup dalam bentuk teori saja sebab ketika mengikuti semua itu, kaum tunanetra akan memperoleh hambatan, bukan berarti kami selaku penyandang cacat tidak mampu belajar matematika tetapi kami hanya tidak mampu untuk mengikutinya.

Begitupun dengan masalah jurusan, jika siswa Tunanetra tidak dapat memilih jurusan IPA, karena mereka seperti yang telah saya bahasakan tadi akan berhadapan dengan masalah besar sangat berbeda dengan pada tahun sembilan puluhan, IPA masih terpisah bahkan masih terbagi tiga IPA-1 adalah jurusan yang hanya mempelajari Fisika, sedangkan IPA-2 adalah jurusan yang mempelajari Biologi, dan IPA-3 adalah kimia.

Ketika saat itu, menurut data yang saya temukan, seorang tunanetra masuk jurusan IPA tetapi hanya mempelajari Biologi saja karena Biologi lebih banyak memiliki materi dalam bentuk Teori bukan dalam bentuk perhitungan sehingga tidak menghambat bagi kaum tunanetra saat itu, wal hasil tunanetra tersebut al-hamdulillah sekarang sudah berhasil dan kini telah kembali ke haribaan ilahi, tetapi sekarang tidak lagi seperti itu.

Tetapi kaum tunanetra dapat memilih jurusan seperti IPS dan bahasa, karena mereka tidak terlalu terhambat, kita tahu kalau di jurusan IPS ada pelajaran yang menyajikan materi perhitungan, tetapi tidaklah seperti hambatan yang kita peroleh ketika kita mengambil jurusan IPA karena masih bisa di minimalisir dan masih di ikuti.

Dari masalah diatas, saya lewat tulisan ini, ingin mengatakan bahwa tidak lagi ada alas an bagi pihak sekolah atau universitas yang menolak kaum tunanetra dengan alasan seperti bukan sekolah luar biasa, tidak ada nota dari dinas, dan tidak mampu untuk mengikuti pelajaran. Karena sekarang sudah banyak sekolah yang berhasil menammatkan tunanetra begitu juga dengan universitas sudah banyak yang menammatkan mahasiswa tunanetra dengan tidak terlalu banyak mengalami hambatan beserta menjadi lulusan terbaik. Selain itu, pemerintah juga sekarang telah menggalakkan program inklusi.

Statement diatas, saya keluarkan, sebab saya sangat jengkel ketika saya mengingat cerita teman saya yang di tolak dengan alas an belum ada sebelumnya, bukan sekolah luar biasa dan alas an yang lain dengan ilustrasi seperti ini saat itu, senior saya mencoba untuk mendaftar di sebuah sekolah umum tetapi ditolak dengan alas an belum ada tunanetra yang bersekolah di sekolah tersebut sang pendaftar menjawab Bandung dan Jakarta sudah banyak sekolah umum yang menerima kaum tunanetra.

Yang paling menjengkelkan saat itu, adalah statement dari sang kepala sekolah mengatakan “ kalau begitu kamu sekolah saja di bandung dan Jakarta” mendengar statement tersebut sang pendaftar mengatakan “kalau sekolah menengah umum di bandung dan jakarta sudah bisa menerima tunanetra, kenapa di sekolah bapak tidak mau mencoba menerima saya “ sang kepala sekolah kembali menjawab “bagai mana kalau kamu belajar apakah kamu mampu mengikutinya?” pendaftarpun mengatakan insya allah tidak ada hambatan bagi saya, saya akan mempergunakan tulisan brail dan kalau bapak memberikan tugas-tugas kepada saya saya akan meminta teman saya untuk menulisnya dan apa yang ditulis oleh teman tersebut adalah dari saya” ujar pendaftar dari kalangan tunanetra. Wal hasil, diapun akhirnya di terima dan tammat dengan nilai memuaskan.

Selain menata sikap bagi tunanetra yang sedang menjalani pendidikan di sekolah dan kampus, saya juga akan membahas bagaimana perlakuan yang seharusnya bagi penyandang cacat yang hidup dalam suatu keluarga dan hidup dalam bermasyarakat.

Dalam keluarga, seharusnya tidaklah boleh terlalu ofer protektif atau terlalu melindungi karena terlalu saying dan terlalu khawatir kalau-kalau nanti anak, saudara, istri, atau suaminya yang mengalami kecacatan akan mengalami kecelakaan atau hal-hal lain yang akan menyulitkan dirinya, cukuplah mereka memberikan ruang gerak yang seluas-luasnya bagi keluarga mereka yang mengalami ke cacatan.

Media atau ruang gerak yang harus diberikan adalah bagaimana membantu mereka dalam melakukan aktifitas, interaksi dengan keluarga dan masyarakat, dan melakukan pekerjaannya disesuaikan dengan jenis kecacatan yang di alaminya.

Bagi kaum tunanetra, mereka dalam memberikan ruang gerak seluas-luasnya adalah memberikan kebutuhan-kebutuhan seperti Tongkat, Reglet, Pen, dan alat-alat yang mampu mempermudah mereka dalam melakukan aktifitas seperti berinteraksi, mengerjakan tugas sekolah, bepergian dan aktifitas lain. Tetapi keluarga juga tidak boleh lepas tangan begitu saja, karena bagai manapun mereka tetap membutuhkan orang lain.

Seperti apakah bentuk keterlibatan mereka maka saya akan memberikan contoh semisal seorang tunanetra yang ingin mengurus KTP, maka peran keluarga adalah membantu untuk menulis formulir yang telah di sediakan yaitu dengan cara menanyakan nama, jenis kelamin, dan lain-lain karena ketika ia menjawab, maka jawaban tersebutlah yang di tuliskan ke dalam bio data tersebut itulah peran keluarga bagi kaum tunanetra.

Hal yang saya jelaskan diatas, tentu juga berlaku bagi penyandang cacat lain seperti TunaDaksa, mereka paling tidak mereka memperoleh media untuk melakukan kegiatan sehari-hari atau dikenal dengan activity dayly seperti materi yang disajikan dalam matakuliah pendidikan luar biasa media yang di siapkan bagi tunadaksa seperti kursi roda, ram atau bidang miring yang digunakan di tempat umum, protese tongkat, dan lain sebagainya untuk menunjang produktivitas mereka dalam bekerja.

Rehabilitasi mental, perlakuan ini diperlukan bagi kaum yang terkena musibah yang mengakibatkan mereka cacat seumur hidup seperti seorang warga yang mengalami kecelakaan dan kakinya harus di amputasi, seorang warga yang terkena sebuah penyakit atau mengalami kecelakaan yaitu berupa benturan yang mengakibatkan syaraf atau retina matanya rusak dan akhirnya tidak dapat melihat, atau penyebab kecacatan lain.

Rehabilitasi ini dapat berupa pencerahan bahwa mereka harus menerima kenyataan yang mereka alami supaya mereka dapat kembali bangkit dan mungkin saja mereka akan lebih produktif dan rehabilitasi ini dapat dilakukan oleh pelaku-pelaku yaitu penyandang cacat sendiri, agamawan, guru pendidikan luar biasa, atau masyarakat yang tahu banyak tentang penyandang cacat karena kondisi mereka sudah tidak mungkin lagi dikembalikan seperti dahulu kala contohnya seorang warga yang terkena kecelakaan dan kakinya di amputasi tidak mungkin akan menemukan kembali kakinya semula.

Rehabilitasi fisik adalah perlakuan yang dilakukan kepada penyandang cacat yang seperti telah saya jelaskan tetapi dengan bentuk yang lain, dan harus dilakukan oleh guru PLB, atau siapa saja yang berkecimpung di dunia kecacatan dan yang dilakukan adalah mengajarkan Braille, mengajarkan penggunaan protese, dan alat Bantu penyandang cacat lainnya. Itulah uraian saya tentang menata perilaku terhadap penyandang cacat, semoga dapat di amalkan dalam kehidupan masyarakat dan penca tidak akan terhambat.

MENABUNG UNTUK HARI ESOK

Oleh:Sujono sa’id

Setiap manusia tentu mempunyai cita-cita, sehingga untuk mewujudkan sebuah cita-cita tentu salah satu dari sekian caranya adalah menabung, semisal ketika seorang ingin beli mobil, maka harus menabung untuk beli mobil, seseorang yang ingin punya modal untuk usaha maka ia harus menabung sejak dini sehingga tidak kelabakan lagi.

Saya ingin menceritakan sebuah kisah nyata di suatu kampung di kabupaten selayar, hiduplah seorang pelajar orang tuanya adalah seorang guru. Setiap ia memperoleh uang jajan untuk di sekolah, ia tidak lupa untuk menyisihkan uangnya barang sedikit, ternyata setelah SMU kebiasaan menabungnya masih menjadi sebuah budaya yang telah meng internalizet falue dalam diri sang pelajar tersebut.

Sehingga, tibalah pada suatu hari ia ingin membeli motor, ayahnya kaget bukan main karena ia merasa tidak mampu untuk membeli motor buat anaknya sang anakpun mengatakan izinkan saya untuk membuka tabungan saya ternyata setelah sang anak dan ayahnya membuka tabungan tersebut, dihitunglah uang tersebut, dan sang ayahpun sangat terharu karena ia tidak mengira kalau tabungan anaknya sudah habis sejak lama.

Tapi yang saya akan bicarakan disini adalah menabung untuk hari esok bukan dalam bentuk materi yang jika di spesifikasi adalah uang, tetapi menabung untuk hari esok yang akan saya bicarakan adalah menabung dalam bentuk lain seperti memperbanyak teman dengan komunikasi yang baik, dan membina pertemanan sehingga ketika kita dalam keadaan susah, maka kita akan terbantu oleh mereka.

Sebagai contoh kita hidup bertetangga, tentu kita harus menjalin hubungan silaturrahim dengan tetangga, sehingga ketika kita sakit maka kita tidak lagi merasa kesusahan untuk meminta tolong bahkan kitala yang akan memperoleh tawaran dari mereka. Contoh lain yang saya ungkapkan adalah pengalaman saya di lingkungan saya.

Saya(penulis) adalah seorang tunannetra, saya tinggal di Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia saya memiliki teman sekolah dimana saya sama-sama menempu pendidikan di sebuahSMU swasta sebagai tunanetra yang ber integrasi dengan siswa yang normal, kami sebagai tunanetra untuk meng akses pelajaran, dan mengerjakan tugas harus didampingi oleh relawan yang di tunjuk oleh persatuan tunanetra Indonesia sulawesi selatan. Selama saya kelas 3 SMU, saya sudah menggunakan program higher education untuk membantu saya untuk mempelajari reverensi.

Sedangkan untuk mengerjakan tugas, saya tetap membutuhkan bantuan dari relawan yang telah saya sebutkan di atas, terkadang kalau saya bertemu dengan mereka saya sering di Tanya “ ada tugas?” mendengar hal tersebut, sang teman saya ini merasa diperlakukan tidak adil lebih keji menurut saya adalah dia mengira saya melakukan pendekatan dengan pendekatan material bukan pendekatan emosional.

Suatu hari, ia memperoleh tugas dari guru di sekolah yang harus dikerjakan yang kalau tidak akan membuat teman saya ini terancam, baru saja ia meminta tolong kepada relawan ada beberapa relawan yang dengan berat hati harus menolak permintaan tersebut karena harus membantu menjalankan tugas-tugas organisasi di secretariat pertuni.

Dan akhirnya, teman saya ini sangat marah, saking marahnya dia langsung melakukan tindakan yang salah karena paradikma yang di anut oleh teman saya bahwa relawan di tugasi oleh organisasi maka tanpa harus menolak juga harus membantu kita karena kita juga adalah pengurus organisasi yang harus di Bantu, sementara sebahagian warga pertuni dan termasuk saya juga merasa sebagai orang yang butuh harus mengerti mereka, bukan malah ber negative thinking terhadap mereka. Karena paradikma yang di anut oleh teman saya ini, maka ia melakukan tindakan yang tidak ber etika karena meminta agar tidak usah ada kegiatan di pertuni, bahkan teman saya ini meminta agar ketua pertuni meng sterilkan areal pertuni dari kalangan relawan.

Tindakan tersebut di respon oleh Kepala panti guna Yapti dengan memanggil mereka untuk melakukan pembicaraan dengan para relawan pertuni, setelah itu barulah beliau memanggil teman saya dan termasuk di dalamnya adalah saya sendiri, ketika saya sebenarnya hanya bermaksud baik, ia merasa bahwa saya lebih berpihak kepada relawan yang dimatanya telah mempunyai reputasi yang luarbiasa jeleknya.

Karena merasa ultimatumnya tidak di indahkan, maka teman saya ini melakukan tindakan yang lebih parah lagi, untunglah tindakan ini tidak merugikan siapa-siapa, dengan tindakan yang di awali dengan worning ini tidak di setujui oleh beberapa pengurus organisasi di pertuni. Akhirnya, saya dan beberapa pegurus pertuni mengadakan meting untuk membahas persoalan dan strategi pemecahannya. Ditambahkan lagi bahwa masalah personal harus diselesaikan secara personal bukan diselesaikan dengan cara organisasi. Strategi yang di capai adalah memberikan pencerahan.

Dari tindakan yang dilakukan berdasarkan hasil rapat dengan beberapa pengurus, maka ia akhirnya sadar bahwa tindakan yang dilakukannya adalah tindakan yang sangat salah, bahkan dengan tindakan tersebut, ia sudah tidak pernah lagi meminta relawan untuk mengerjakan tugas-tugasnya, reverensinya juga ia usahakan untuk pelajari sendiri dengan menggunakan jaws, dan ia merasa menyesal karena sudah terlambat.

Tetapi setelah belajar dengan menggunakan jaws untuk meng akses reverensinya, maka ia merasa sangat terbantu, saya dalam hati hanya berkata “ makanya ikuti kata saya”. Memang, kita harus akui bahwa saya dan beberapa teman-teman selalu memberikan solusi kepada teman saya ini, tetapi malah mengatakan tidak cocok dengan kondisi saya, karena dengan alas an saya tidak memiliki kemampuan untuk itu.

Kita melangkah ke kasus lain, ketika tiba masanya pemilihan umum, sangat banyak orang yang berlomba-lomba untuk mendaftar menjadi anggota dewan, tentu mereka butuh massa, dan harus bekerja keras dengan waktu yang sangat terbatas, sebenarnya nanti mereka butuh baru mengsosialisasikan diri sedangkan jika bukan momen seperti ini mereka tidak turun ke masyarakat untuk menciptakan nama.

Sehingga untuk menciptakan nama sebenarnya kita harus melakukan infestasi seperti berkiprah di organisasi dengan kinerja yang wah, sehingga ketika kita ditunjuk menjadi orang yang akan mewakili mereka, maka kita tidak kesusahan lagi untuk bergerak mencari massa karena kita sudah di kenal lewat organisasi kita.

Bahkan kita tidak usah ber ambisi lagi untuk mencalonkan diri menjadi caleg tetapi kitalah yang dicalonkan oleh partai karena kita sudah dikenal oleh organisasi, contohnya semisal saya punya keluarga seorang calek, ia tidak pernah aktif ber organisasi, bahkan ia mengatakan bahwa organisasi hanya untuk buang-buang uang saja, tetapi setelah ia menjadi calek, tidak ada massa yang mau memberikansuaranya.

Penyebabnya adalah karena ia belum pernah ditemukan berkarya, bahkan setelah menyampaikan fisi dan missinyapun masih menimbulkan tanda Tanya sehingga peluangnya untuk menjadi anggota dewan sangat kecil, karena tidak ber investasi tetapi saya akan memberikan contoh lain semisal saya punya pacar seorang aktivis organisasi sehingga tibalah saatnya pemilihan umum ia dicalonkan menjadi caleg.

Karena ia adalah sosok yang paling terkenal, dan sahamnya sudah ditanam di berbagai organisasi, ia memperoleh suara yang banyak, sehingga ia terpilih menjadi anggota dewan dengan memperoleh suara terbanyak karena banyak yang mengenal kiprahnya di organisasi tempat ia bekerja dengan ikhlas tanpa tendensi lain.

Dari ilustrasi yang telah saya deskripsikan diatas, maka dapat kita petik sebuah pelajaran yang sangat berharga bahwa kita tidak boleh nanti membutuhkan baru mencari tetapi tidak menyimpan saham yang ketika kita membutuhkannya kita akan lebih gampang untuk mengambilnya sebagai kebutuhan kita suatu waktu.

Sedangkan ilustrasi tentang caleg apa yang kita dapat jadikan sebagai pelajaran? Tentu kita dapat simpulkan bahwa membuat diri kita terkenal butuh waktu bukan satu bulan, tetapi butu waktu bertahun-tahun. Tetapi saya kira bagi kita organisatoris yang bercita-cita menjadi anggota dewan, maka infestasikanlah saham dalam waktu 5 tahun kalau kita mempunyai kiprah yang baik, maka dalam waktu 5 tahun modal akan cukup.

Kemudian ilustrasi tentang teman saya diatas, kita dapat simpulkan bahwa tidak bolehla kita bertindak secara emosional, dan haruslah kita bersedia untuk menerima apapun konsekwensinya sebab saya sendiri kadang-kadang menerima tolakan-tolakan karena betul-betul memang harus di tolak, meskipun saya juga merasa butuh.

Tapi harus ada rasa saling memahami dan tidak ber negative thinking dan haruslah kita untuk sering ber interaksi sehingga ketika kita memperlihatkan sesuatu yang lain dari diri kita maka kita akan dipahami oleh orang bukan ditakuti oleh orang, dan juga kita harus mengelola emosi dengan cerdas serta lagi-lagi harus ber investasi.

Dari kesimpulan yang saya jelaskan tentang membuat nama besar, maka saya akan memberikan contoh dari kalangan internal tunanetra saja dulu saya akan jadikan kanda Syaharuddin daming beliau dapat duduk di kursi komnas, hanya karena kiprahnya di organisasi, contoh lain seperti Ilham arif sirajuddin wali kota makassar, dapat menjadi walikota hanya karena ia berawal dari kiprah di organisasi, dan kiprahnya dikenal partai.

Salah satu output dari silaturrahim antar sesama manusia, adalah investasi bagi kita untuk menunjang karier kita kea rah yang lebih baik karena hal ini sangatlah cocok dengan sebuah pepatah yang berbunyi banyak teman banyak rezeki, dan terakhir saya hanya ingin agar kita senantiasa menggali potensi yang telah Allah tanamkan dalam diri kita sebagai seorang hamba karena setiap manusia telah diciptakan lengkap dengan potensinya tinggal bagaimana mereka mengolahnya sehingga laku di pasaran.

KORELASI ILMU PENGETAHUAN DAN PROVESI

Oleh:Sujono sa’id

Setiap manusia apapun provesinya harus mengetahui banyak hal seperti tentang emosional qwoition, intelektual qwoition, dan spiritual qwoition. Yang manakah yang di maksud dengan ke tiga poin di atas? Yang di maksud adalah kecerdasan dalam hal emosi, kecerdasan dalam hal ber fakir, ilmu pengetahuan, analisis, komunikasi, dan lain-lain, dan yang ke tiga yaitu kedekatan kepada tuhan yang di dalamnya adalah kecerdasan secara religius atau dikenal dengan kecerdasan rohani.

Semua hal yang telah saya jelaskan diatas, adalah hal yang tidak boleh terpisahkan dengan provesi apapun seperti wira usaha, Dokter, perawat, guru, dan lain-lain sebagainya, mengapa demikian? Sebab ketika mereka menjalankan provesinya mereka akan menjalankan provesinya secara optimal dan di senangi semua pihak.

Seorang wira usaha, ketika tidak memiliki kecerdasan intelektual maka mereka tidak akan memperoleh customer/pelanggan, karena untuk memperoleh customer maka kita harus mampu untuk membaca perilaku konsumen, kebutuhan pasar, selera masyarakat, kemampuan dalam menggaid customer dengan kondisi yang beragam, dan bagai mana membaca peluang bisnis yang sudah berada di pelupuk mata kita saat ini.

Seorang wirausahawan ketika tidak mempunyai kemampuan untuk mengelola emosinya, maka ia tidak akan mampu untuk melayani customer, selalu cemas ketika mendapati seorang customer yang tidak puas dengan produk yang di distribusikannya, dan akan selalu di jauhi oleh rekan kerja, dan relasi-relasinya selama ini.

Ketika seorang wira usahawan tidak memiliki kecerdasan spiritual, maka mereka tidak akan mampu mengelola bisnis mereka, karena dalam berbisnis, kita juga tetap menggunakan konsep-konsep yang telah diatur oleh agama seperti tidak membungakan uang, melakukan kecurangan dalam pembelian seperti mengurangi timbangan, dan menipu customer dengan cara-cara yang tidak terpuji dan tidak sesuai syariah.

Apa jadinya jika seorang dokter tidak mempunyai kecerdasan intelektual, maka dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang dokter akan banyak merugikan pasien yang ditanganinya, banyak kejadian yang merupakan tindakan dokter yang merugikan pasiennya seperti mal prktek, salah resep, dan tindakan lainnya.

Ketika seorang dokter tidak mempunyai kecerdasan emosi, maka setiap hari akan merasa tidak mut dengan pasien yang dihadapinya, sebab ketika ia menghadapi pasien yang masih usia kanak-kanak dan mengganggu kegiatan penanganannya terhadap pasien tersebut, maka ia akan sering marah-marah, sehingga saya juga akan tandaskan di sini bahwa seorang dokter harus juga memiliki kemampuan ber interaksi dengan anak di bawah usia, dan menguasai pasiennya agar dapat bekerja dengan tenang tanpa gangguan. Kecerdasan secara religius atau spiritual juga wajib hokumnya dimiliki oleh seorang dokter, sebab selain karena memang mereka-mereka juga adalah manusia yang diciptakan oleh tuhan atau dengan kata lain ummat beragama, maka kemampuan itu juga akan membantu pasien untuk sembuh secara cepat, karena seorang dokter tidak hanya menangani penyakit manusia secara lahiriah atau fisik tetapi juga batiniah.

Saya akan meng ilustrasikan sebuah contoh ketika seorang dokter mata tidak memiliki kecerdasan spiritual suatu hari sang dokter mata ini menemukan seorang pasien yang berdasarkan hasil diagnosanya sudah tidak dapat di tolong lagi, maka sang dokter langsung mengatakan kepada sang pasien bahwa anda sudah tidak dapat di tolong lagi.

Tentu saja sang pasien dan keluarganya akan patah semangat dan batinnyapun akan sakit hanya karena fisiknya gagal disembuhkan dan saya juga akan memberikan sebuah ilustrasi tentang seorang dokter yang memiliki kecerdasan dari segi religi yang sangat luar biasa. Suatu hari, ia memeriksa seorang pasiennya yang mengalami gangguan penglihatan, ternyata hasil diagnosanya sang pasien tidak dapat tertolong lagi.

Maka, sang dokter akan mengatakan kepada keluarga pasien tersebut dengan perkataan seperti berikut manusia hanya mampu berusaha, tetapi hasil usaha ibu, bapak dan saya selaku dokter sudah sampai di sini, mata keluarga bapak/ibu sudah tidak dapat tertolong lagi, maka saya harap anda bersabar karena mungkin Allah hanya mencoba kita.

Selain itu, mereka juga dapat memberikan solusi semisal mengarahkannya ke sekolah luar biasa dan memberikan spirit bagi keluarga agar mereka mau menerima keadaan keluarganya tersebut. Begitu juga dengan seorang dokter ahli kandungan utamanya yang menangani USG, ketika tidak memiliki kecerdasan rohani dan hanya akan mengandalkan ilmu kedokterannya saja maka ia juga akan membuat mental pasiennya dapat jatuh maka akan saya berikan contoh tentang kasus-kasus seperti ini dan akibatnya.

Seorang ibu yang hamil mendatangi seorang dokter di bagian USG, ibu tersebut sangat berharap anak yang dilairkannya adalah anak laki-laki. Setelah melihat hasil dari USG, maka yang tampil di layer computer tersebut adalah janin perempuan, sehingga sang dokter tersebut mengatakan menurut hasil pemeriksaan saya maka bayi ibu adalah perempuan, maka sang ibu tentu tidak akan menerima kenyataan ini, sebab dia berharap punya anak laki-laki, tetapi ketika sang dokter juga memiliki kecerdasan rohani dan kemampuan membaca reaksi pasien dan mengetahui harapan pasien dari raut mukanya, maka ia tentu akan mengatakan bahwa apa yang terlihat di USG adalah hasil pemeriksaan saja bukanlah hasil secara final karena yang menentukan adalah Allah saja.

Satu ilustrasi lagi tentang korelasi antara kecerdasan rohani dan provesi dokter, seorang ibu yang mengidap penyakit kista, mendatangi dokter untuk memeriksakan penyakitnya ke dokter tersebut, setibanya di dokter tersebut sang dokter mengatakan bahwa umurnya sudah tidak lama lagi karena penyakit yang di deritanya sudah stadium 4, tetapi ketika seseorang dokter ahli kista memiliki kecerdasan rohani maka ia akan mengatakan bahwa penyakit ibu berdasarkan hasil pemeriksaan sudah stadium 4 maka umur ibu sudah tidak lama lagi tetapi itu baru hasil pemeriksaan saja tetapi semua itu di tentukan oleh Allah tetapi selain itu banyak-banyaklah ber doa untuk memperoleh umur panjang, karena doa dan usaha akan membantu perubahan takdir allah.

Seandainya sudah seperti itu, maka seorang penderita kista semangat hidupnya sudah renda jika seorang dokter hanya mengatakan hidup anda tidak lama lagi, tetapi jika seorang dokter memberikan semangat hidup serta meyakinkan sang pasien maka meskipun sudah stadium 4 umurnyapun tinggal beberapa hari, maka semangat hidupnya akan bertambah dan kemungkinan hidupnya untuk lebih lama sangatlah besar.

Maka sebagai penutup dari tulisan ini, saya hanya ingin mengatakan bahwa dalam provesi apapun maka kita harus memiliki berbagai wawasan seperti kecerdasan emosi, kecerdasan intelegensi, kecerdasan spiritual, kecerdasan membaca kondisi dan lain-lain sebagainya, sehingga sangat cocoklah sebuah pepatah bahwa janganlah pernah berhenti untuk belajar, sebab hidup ini adalah tempat untuk belajar, bukanlah tempat untuk tujuan lain, semoga saya dapat meng implementasikan apa yang telah saya tuliskan di layer computer ini, dan juga dapat bermanfaat bagi yang sempat membaca tulisan ini.

KETUNANETRAAN BUKANLAH PENGHALANG UNTUK MAJU

Oleh: Sujono Sa’id

Seorang anak yang terlahir ke dunia ini kemudian mengalami ketunanetraan bukanlah sebuah penyakit, apalagi kedua orang tua anak tersebut sudah berusaha untuk membuat mata anak tersebut melihat dengan cara berobat ke Dokter, Dukun, dan melakukan berbagai cara untuk membuat anaknya melihat tetapi sudah tidak bisa melihat lagi.

Lantas kebutaan seorang anak tersebut akan di anggap sebagai apa? Maka kebutaan tersebut sudah tak bisa kita hindari, jadi kita anggap saja kebutaan tersebut sebagai cobaan dari sang pencipta. Lantas dengan adanya kebutaan yang menjadi cobaan bagi si anak dan orang tuanya apakah mereka harus putus asa?, apakah mereka harus bersedih hati?, dan apakah mereka harus berkecil hati?, kalau kita ingin menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas, maka jawabannya hanya satu yaitu tidak.

Kalau mereka tidak harus berputus asa, bersedih hati, berkecil hati, lantas mereka harus bagaimana? Mereka harus menerima kebutaan tersebut sebagai takdir dari Sang pencipta dengan penuh tawakkal dan ikhtiar, maksudnya adalah mereka tidak seharusnya bersedih hati, berputus asa, dan berkecil hati, tetapi harus berusaha dan berdoa.

Usaha yang harus mereka lakukan adalah bagi orang tua si anak, harus menyekolahkan anaknya di SLB dari SD sampai SMP, dan boleh mengintegrasikan anaknya di SMA dan bagi si anak, maka harus belajar dengan tekun. Oleh karena itu, bagi kaum tunanetra, ketunanetraan bukanlah suatu penyakit melainkan merupakan suatu cobaan. Hal itu juga sangat dirasakan oleh penulis dan kedua orang tua penulis ketika penulis di lahirkan penulis dilahirkan sebagai bayi sehat, ketika penulis disusui oleh ibunya, ibunya menemukan bintik putih dan di periksakanlah temuan tersebut ke Dokter, hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan bahwa saya( penulis ) sudah dalam keadaan buta, mendengar hal itu orangtua saya langsung putus asa, namun saya tetap dirawat dengan penuh kasih.

Setelah penulis beranjak masa kanak-kanak, Ayah penulis selalu marah-marah seakan-akan tidak mau menerima kenyataan yang teramat pahit tetapi ibu penulis selalu dengan sabar membimbing penulis sehingga yang dahulunya penulis adalah orang yang tidak berguna, menjadi orang yang selalu dipandang baik di mata masyarakat.

Bagi para tunanetra, ketunanetraan bukanlah penghalang untuk maju, jika seorang tunanetra mempunyai bakat, maka mereka harus menyalurkan bakat mereka. Meskipun kaum Tunanetra sudah berada dalam kegelapan, tetapi mereka juga bisa melakukan hal-hal tertentu yang juga bisa dilakukan oleh orang yang memiliki mata yang normal(orang awas) kalau orang yang masih memiliki penglihatan yang baik(orang awas) bisa bersekolah, maka tunannetrapun juga bisa bersekolah,meskipun harus bersekolah di SLB tetapi setelah itu mereka juga bisa bersekolah di SMA bersama dengan orang awas atau orang normal meskipun mereka harus mengandalkan teman-temannya untuk mengerjakan tugas dan meskipun mereka juga harus memperoleh perlakuan khusus dari gurunya ketika mereka mengikuti ujian Smester.

Terkadang kaum tunanetra dipandang baik apakah dimata keluarganya ataupun di mata masyarakat ketika mereka mempunyai kelebihan tertentu tetapi ketika kaum tunanetra tidak memiliki kelebihan tertentu akibatnya sangat menyedihkan sebab akan dipanddang oleh masyarakat sebagai kaum yang menambah beban keluarga dan masyarakat(parompa-rompai) bahkan tidak diakui oleh keluarganya.

Contohnya semisal ada seorang Tunanetra yang mempunyai kelebihan bisa membaca Al-quran secara tartil(tadarus tilawa)pada saat belum pernah mendapat gelar juara, tak ada satupun dari keluarganya yang mengakuinya sebagai bagian dari keluarganya, padahal jelaslah bahwa memang dia adalah bagian dari keluarga beliau. Hal inilah yang menimpah seorang tunanetra sebut saja Abdul aziz, dia adalah seorang tunanetra yang dikenal sebagai seorang kori sebelum Abdul aziz sering memperoleh gelar juara dia tidak memperoleh pengakuan dari keluarganya padahal dia adalah bagian dari keluarga seorang bupati di salah satu kabupaten di Sulawesi tenga(sulteng). Berdasarkan fakta dan sebuah literature tentang ketunanetraan yang penulis baca, bahwa tunanetra terkadang hanya memperoleh apresiasi jika hadir dalam acara resmi(ceremony) atau apabila mereka menjadi pelaku dari acara tersebut, tetapi mereka tidak mengerti bahwa kaum tunanetra juga memiliki kesamaan hak dengan mereka dengan izin Allah melalui Pertuni( persatuan tunanetra Indonesia) sebuah organisasi yang memperjuangkan hak-hak kaum tunanetra dan menyuarakan bahwa kaum tunanetra juga mempunyai hak yang sama dengan mereka, tunanetra juga membutuhkan pendidikan, tunanetra juga membutuhkan persamaan hak dimata hukum.

Selain menyuarakan hak-hak yang dimiliki oleh kaum tunanetra, Pertuni juga telah merubah statemen yang miring tentang tunanetra, alhamdulillah atas berkat dan rahmat Allah yang maha kuasa, melalui Pertuni semua pemikiran miring tentang tunanetra sudah dikikis sedikit demi sedikit.

Ada faham masyarakat yang sangat jelek banyak masyarakat yang menganut faham yang berbunyi apabila pagi-pagi mereka akan pergi untuk menyelesaikan urusan lantas mereka menemukan tunanetra, maka mereka berkeyakinan bahwa urusan mereka tidak akan selesai, sebab menurut mereka tunanetra adalah pembawa sial.

Kalau kita meninjau kembali ajaran agama Islam, maka faham-faham yang seperti ini tidaklah dibenarkan karena dalam agama Islam hal seperti ini disebut dengan istilah khurafat. Hak kaum tunanetra dan statemen miring tentang kaum tunanetra disuarakan setiap Pertuni mempunyai momen

Selain Pertuni sebagai organisasi yang membantu tunanetra untuk memperjuangkan hak-haknya masih ada organisasi lain yang membantu kaum Tunanetra untuk memperjuangkan haknya yaitu Forum adfokasi penyandang cacat( faham penca), dengan izin Allah melalui kedua organisasi tersevut sebagai perantara, alhamdulillah kaum tunanetra sudah sedikit bisa bernafas legah sebab perjuangan mereka sudah berhasil.

Alhamdulillah dengan izin Allah, melalui kedua organisasi yang telah memperjuangkan kaum tunanetra akhir-akhir ini kaum tunanetra dari segi pendidikan, mereka sudah bisa melanjutkan pendidikannya ke Sekolah menengah atas( SMA) baik di Sekolah negeri maupun di Sekolah swasta dengan catatan mereka sudah mematuhi persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan, meskipun demikian, masih pernah ada seorang tunanetra yang sempat bermasalah di dunia pendidikan sebab tertolak disebabkan hanya karena dia adalah tunanetra sebut saja M. Rais yang pada saat itu dia ingin mendaftarkan dirinya di SMA Muhammadiah 7 Rappokalling, ketika baru saja sampai di meja panitia pendaftaran M. Rais mendapatkan kata-kata yang amatlah menyedihkan dan juga amatlah menjengkelkan kata-kata tersebut berbunyi “ini bukan sekolahmu”.

Tetapi dari segi pendidikan sudah ada tunanetra yang berhasil menyelesaikan pendidikan dari SD sampai ke jenjang perguruan tinggi sudah ada yang berhasil memperoleh gelar Master setelah menyelesaikan pendidikan dengan melewati jenjang Strata2, dan sekarang ini sedang mengikuti pendidikan jenjang Strata3 untuk memperoleh gelar Doktor,sudah ada juga tunanetra yang telah memperoleh Gelar Doktor setelah menyelesaikan pendidikan pada jenjang Strata3 di Universitas hasanuddin Jurusan komunikasi, sebut saja beliau adalah Doktor Mansyur semma, kaum tunanetra telah banyak yang berhasil menyelesaikan pendidikan di sekolah menengah atas (SMA) antara lain yaitu M. Rais dari SMA Datuk ribandang, M. Husni dari SMA Negeri 6 Makassar,M. Arifin dari SMA negeri 6, Masdin dari SMA Datuk ribandang, dan masih banyak tunanetra yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di berbagai SMA Negeri dan swasta. Adapun kaum tunanetra yang masih menjalani pendidikan di berbagai SMA negeri dan swasta antara lain Kasmir Padallingan, sedang menjalani pendidikan di SMU Datuk ribandang, begitupun dengan penulis sendiri sedang menjalani pendidikan di SMA Datuk ribandang dan M. Fadli Ismail sedang menjalani pendidikan di SMU negeri 16.

Kaum tunanetra juga sudah banyak yang telah menyelesaikan pendidikan melalui jenjang Strata 1, antara lain Detrandus Arman habib pada fakultas tarbia Universitas Muhammadiah makassar, Yehezkiel parudani SPd Jurusan Bahasa Ingris. Adapun kaum tunanetra yang masih menjalani pendidikan jenjang strata1 antara lain Hamzah yang sekarang masih menjalani pendidikan pada jenjang strata1 pada jurusan bahasa Ingris di Universitas Negeri Makassar, M. Arifin yang sedang menjalani pendidikan strata1 pada jurusan sastra Ingris di Universitas Muslim Indonesia, Firman gozal sedang menjalani studi di Universitas 45 Jurusan Bahasa inggris serta M. Husni sedang menjalani studi di Univeersitas Negeri Makassar Jurusan PLB.

Alhamdulillah sudah ada beberapa universitas yang telah memberikan kesempatan kepada kaum tunanetra untuk mengikuti perkuliahan antara lain Universitas negeri Makassar(UNM), Universitas Muslim Indonesia(umi), Universitas hasanuddin(Unhas), dan Universitas 45.

Dari segi penggunaan teknologi alhamdulillah kaum tunanetra sudah tak ketinggalan lagi khususnya tunanetra di Sulsel, kaum tunanetra sulsel yang dahulu tahu computer hanya dari mulut ke mulut, tetapi sekarang kaum tunanetra khususnya warga Pertuni Sulsel mengenal computer bukan lagi dari mulut kemulut, semua ini adalah hasil perjuangan seorang tunanetra sebut saja M. Rais yang sehari-hari lebih akrab disapa Rais, rais harus belajar tentang ilmu computer di sebuah Yayasan di Jakarta ia menjalani kursus selama 6 bulan selama di Jakarta, Rais tidak menginap di rumah keluarga sebab menurut yang penulis peroleh tak satupun keluarganya yang ada di Jakarta sehingga ia harus menginap di sebuah mushallah yang berlokasi di yayasan tempat ia belajar.

Setelah 6 bulan ia menimba ilmu tentang computer, diapun kembali ke Makassar, sesampainya di Makassar, ia langsung membuka training tentang computer bicara dan akhirnya telah menghasilkan20 alumni.

Perlu penulis jelaskan bahwa komputer yang digunakan oleh kaum tunanetra adalah komputer yang digunakan oleh orang yang mempunyai penglihatan hanya kaum tunanetra harus menginstal sebuah program yang mengeluarkan suara pada speaker selain suara pada speaker, program ini telah dilengkapi dengan alat baca layar atau dikenal dengan istilah skreen reader program ini dikenal dengan nama Jaws atau Job akses wit speech. Berdasarkan apa yang penulis paparkan di atas, maka sebagai kesimpulan akhir, diharapkan agar kaum tunanetra janganlah berkecil hati karena ada saja rahasia tuhan dibalik ketunanetraan yang kita alami dan marilah kita menyambut hari-hari kita dengan penuh semangat dan berjuanglah dengan penuh kesabaran karena sabar adalah kunci sukses dan perlu kita ketahui bahwa tuhan bersama dengan orang-orang yang sabar tetapi jangan hanya sabar lantas berpangku tangan tetapi mari kita untuk selalu berikhtiar dan berserah diri kepada tuhan marilah kita jadikan kebutaan yang kita alami sebagai motifasi untuk maju dan mari kita jadikan kebutaan yang kita alami sebagai motifasi untuk meningkatkan ketakwaan kita kepada tuhan

Perlu kita ketahui bahwa tuhan tidaklah menurunkan cobaan kepada hambanya apabila hambanya tidak mampu untuk menjalani cobaan tersebut dan janganlah kita jadikan ketunanetraan kita sebagai penghalang untuk maju dan selalu berjuang sebab hidup ini memerlukan perjuangan apalah arti hidup ini tanpa perjuangan dan perlu kita ingat bahwa sebagai tunanetra musuh besar kita sekarang adalah diskriminasi dari berbagai kalangan dan janganlah hanya karena ketunanetraan kita sehingga kita sudah merasa kehilangan segala-galanya.

Bagi para pembaca penulis sampaikan bahwa apabila anda menemukan orang yang mengalami kebutaan atau yang dikenal dengan istilah ketunanetraan dan orang tersebut sudah putus asa maka bantulah mereka dalam bentuk dukungan dan sampaikanlah kepada mereka bahwa orang seperti mereka juga bisa menjadi orang sukses semoga tuhan selalu melindungi kita dalam berjuang dan semoga para pembaca terketuk hatinya membantu perjuangan kami untuk melepas saudara-saudara kami dari belenggu diskriminasi dan marjinalisasi

HIDUP IBARAT TANJAKAN

Oleh:Sujono sa’id

Setiap manusia yang terlahir di dunia ini, ingin menjadi orang yang sukses, bahagia, dan memiliki masa depan yang cerah. Dan untuk memperoleh semua itu, mereka-mereka melakukan berbagai upaya dengan menggunakan daya yang ada dalam diri mereka untuk memcapai apa yang telah menjadi hajat, keinginan, cita-cita yang berawal dari sebuah impian yang terbayangkan saat-saat mereka tidur di waktu malam.

Pagi harinya, mereka mewujudkan impian mereka dengan melakukan sebuah aksi yang sebelum dilakukan adalah melakukan axion plane, komitmen, dan keyakinan, serta tekat yang bulat dan kemudian di eksekusilah impian tersebut dengan sebuah aksi. Dari aksi itulah, dapat dilihat apakah mereka mencapai keinginan mereka atau tidak.

Banyak orang yang kehidupannya ibarat tanjakan karena apa? Karena mereka ketika memperoleh kesuksesan di masalalu tidak terlena dengan pujian-pujian yang datang kepada mereka, bahkan kesuksesan mereka digunakannya sebagai ajang untuk melakukan improvisasi untuk menambah atau paling tidak yang adalah dipertahankan.

Begitu juga sebaliknya, ketika kesuksesan yang kita peroleh tidak di improve, maka hidup kita ibarat manusia yang sedang berjalan dan di rem secara tiba-tiba, karena mereka larut dalam pujian, dan sanjungan dari kolega-koleganya, keluarga mereka, dan lain-lain sebagainya dalam kehidupan mereka. Saya rasa tidaklah cukup jika penjelasan saya ini tidak didukung oleh sebuah ilustrasi yang dapat dijadikan sebagai bukti.

Saya mau cerita tentang pengalaman saya sendiri waktu saya ikut les bahasa inggris di sekolah, saat saya mengikuti les bahasa inggris hari itu materinya adalah ujian dalam bentuk latihan listening lewat kaset. Soal nomor satu di dengarkan lewat radio, sayapun menjawab sesuai dengan pilihan jawaban yang saya anggap benar dengan alas an yang saya kemukakan dan ternyata alas an yang saya kemukakan di terima.

Akibatnya, saya memperoleh pujian dari guru Bahasa inggris saya, ketika sudah masuk soal nomor dua, saya kembali menjawab, soal tersebut dan mengemukakan kembali alas an saya dan ternyata saya salah dalam meng artikan soal tersebut. Disitulah saya sadar bahwa ketika kita memperoleh kesuksesan di masa lalu maka terkadang ketika kita memperoleh pujian maka kita langsung mati rasa. Saya sadar bahwa saya tergolong dalam tipe seperti ini ketika saya mendengarkan acara smart a wayrness pada hari kamis 4 juni 2009 saat saya menuliskan tulisan yang sedang saya buat ini.

Dari penjelasan pak Nakoy ( Nanang Kosim Yusuf) , saya berkesimpulan bahwa hidup kita ibarat orang mendaki sesuai dengan tema yang di bahas satujam sebelum saya membuat tulisan ini dalam smart a wayrness. Saya membuat tulisan ini dan kemudian saya beri judul hidup ibarat tanjakan adalah sebuah kesimpulan saya ketika saya mendengarkan penjelasan serta contoh yang diberikan oleh pak Nakoy.

Selain itu, saya juga ingin memberikan gambaran tentang keberadaan masyarakat Indonesia yang sekarang ini terlalu larut dalam kesenangan pasca kemerdekaan karena ketika kemerdekaan diberikan, mereka terlena dengan apa yang mereka telah peroleh padahal seharusnya generasi muda di masa sekarang ini, tidak terlena dengan zona modern sekarang ini. Begitu juga dengan peristiwa revormasi pada tahun 1998, dulu sebelum revor masi berlangsung kita tidak mendapatkan ruang untuk curhat, mengkritik, dan memberikan pendapat. Sekarang ini, ruang untuk berpendapat sudah sangat luas tetapi ternyata malah mengakibatkan kekacauan di Negara kita, walikota, gubernur, sampai presidenpun sudah tidak di hargai karena mereka larut dalam suasana revormasi.

Dari ilustrasi di atas, maka dapatlah kita katakan bahwa kita harus menyadari bahwa kesuksesan, dan kegagalan yang kita peroleh adalah sebuah ujian dari allah. Karena ketika kita memperoleh kesenangan, berarti kita di uji sejauh mana tingkat kesyukuran kita kepada Allah, maksudnya semisal ketika kita memperoleh kesenangan apakah kita akan larut dalam kesenangan tersebut?, larut terhadap pujian yang kita dapatkan?, dan lain-lain sebagainya?. Olehnya itu, maka jadikanlah apa yang kita peroleh sebagai sebuah motivasi untuk melaju ke tingkatan yang lebih tinggi.

Contoh lain seorang pembicara public, ketika ia terlena dengan tepuk tangan audience, maka ia akan merasa bahwa dialah yang paling wah, karena ia merasa cukup dengan apa yang telah ia miliki padahal ada hal-hal tertentu yang harus kita merasa cukup dan ada hal-hal tertentu yang dimana kita tidak boleh merasa cepat puas. Bukankah rasulullah, telah mencontohkan kepada kita dengan sebuah perbuatan yang digambarkan sebagai berikut suatu malam Rasulullah bangun untuk melaksanakan shalat tahajud, setelah shalat tahajud ia ber dzikir dan senantiasa bertasbih padahal ia sudah di jamin untuk menempati syurga dari Allah, kemudian ditanyalah ia dengan pertanyaan berikut.

Ya rasulullah! Apakah kamu belum merasa cukup dengan apa yang telah allah berikan kepadamu yaitu jaminan bahwa kamu tidak punya dosa(maksum)?, rasulullah menjawab ya! Betul, saya adalah sosok yang maksum, tetapi saya lakukan ini sebagai bentuk syukur dan terima kasih saya kepada Allah dan saya tidak pernah merasa cukup dengan nikmat yang telah allah berikan kepada saya. Hal ini sangat sesuai dengan surah ibrahim ayat 7 yang berbunyi bahwa akan aku tambahkan nikmat atasmu ketika engkau bersyukur kepadaku, dan ketika hambaku tidak bersyukur atas nikmatku maka ia akan memperoleh azab yang amat pedih dan tidak ada tandingannya di dunia ini.

Dari contoh kongkrit yang telah diberikan oleh rasulullah, maka dapat disimpulkan bahwa ketika kita memperoleh kesuksesan dimasa lalu, maka janganlah kita terlena, tetapi haruslah kita jadikan sebagai motivasi untuk menambah dan memperbaharui kesuksesan yang telah kita peroleh sehingga hidup ini ibarat tanjakan bukan ibarat orang yang sedang berjalan dan terhenti karena kandas.

Hal yang telah saya ilustrasikan sejak awal sampai pertengahan, sangat cocok dengan apa yang telah dikatakan oleh Arfan pradiansyah ketika membawakan smart happiness beliau mengatakan you are wat you are repetedly think, yang kurang lebih artinya adalah anda adalah apa yang anda fikirkan berulang-ulang.

Dari apa yang telah saya ramu dalam tulisan ini, dengan mengutip banyak reverensi seperti smart happiness, 7 a wayrness, hadis nabi, dan lain-lain sebagainya, maka saya hanya berharap agar dapat menjadi bahan renungan bagi saya, karena saya yakin bahwa apa yang saya tulis ini adalah ilmu yang telah saya dapatkan dari berbagai sumber dan tidak mungkin kalau saya hanya simpan di kepala saya tidak bakalan muat tetapi kalau saya buat dalam sebuah artikel, maka pasti akan saya ingat terus.

Selain saya mengutip berbagai reverensi, saya juga membuat tulisan ini yang saya kembangkan dengan buah pikiran saya melalui membaca, dan mendengarkan reverensi yang telah saya temukan di radio, internet, televisi, dan berbagai pengalaman hidup yang telah saya peroleh sejak saya kecil sampai saya akan menyelesaikan studi di SMU, dan semoga hidup saya ibarat tanjakan bukan ibarat orang yang jalan di tempat atau di rem,.

CARA HIDUP YANG SEHAT

Oleh:Sujono sa’id

Kita tahu bahwa dalam kehidupan ini harta yang paling berharga adalah kesehatan, olehnya itu kita tentu menginginkan diri kita menjadi peribadi yang sehat. Nah! Muncullah sebuah pertanyaan, cukupkah jika untuk mencapai hidup yang sehat hanya dengan cara melakukan sebuah rumusan yaitu 4 sehat 5 sempurna dan6 hutang?.

Saya kira bukan itu yang dimaksud dengan hidup yang sehat, sebab kita ingin kalau kita sehat baik secara jasmania dan batiniah sebab saya teringat dengan sebuah statement bahwa didalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat, sementara kita tahu bahwa 4 sehat dan5 sempurna itu hanya untuk kesehatan jasmaninya saja.

Sementara ketika jiwa ini atau dikenal dengan rohani ini yang sakit, tentu juga akan memberikan dampak negative bagi jasmani kita. Untuk kesehatan jasmani kita harus melakukan aktivitas seperti bangun pada waktu sebelum shalat subhu, kemudian melakukan olah raga seperti senam, lari-lari, dan lain-sebagainya tetapi sebelum ber olah raga maka sebaiknya jika anda adalah seorang muslim, maka lakukanlah kewajiban.

Setelah shalat subhu, bagi yang muslim, janganlah tidur lagi tetapi usahakanlah anda menghirup udara segar, karena udara segar di pagi hari adalah bagian dari kesehatan kita. Selain bangun pagi dan berolah raga, maka makanlah secukupnya dengan makanan seperti nasi, laukpauk, sayur, buah, dan segelas susu. Selain mengatur pola makan, anda juga harus banyak melakukan berbagai aktifitas, kalau tidak mampu yang berat lakukanlah yang ringan-ringan saja, yang terpenting adalah tubuh ini harus bergerak.

Menurut temuan saya(penulis), masyarakat Desa sangat kecil peluangnya terkena penyakit ketika mereka sudah berusia sekitar 40 tahun sampai tua, sedangkan masyarakat kota, sangat besar peluangnya untuk terkena penyakit sebab mereka memiliki aktivitas yang minim, selain itu polusi udara juga turut menjadi factor yang menyebabkan mereka terjangkiti penyakit, factor tuntutan hidup, serta tingginya kebutuhan masyarakat dan persaingan tidak sehat tidak ketinggalan sebagai salah satu dari sekian poin yang menjadi factor penyebab masyarakat kota menjadi masyarakat yang rawan penyakit.

Sedangkan masyarakat desa, mereka sangat kecil persentasinya yang terkena penyakit sebab mereka setelah shalat subhu bagi yang menjalankannya, mereka langsung melakukan aktifitas mereka di kebun sampai mata hari sudah berada di kepala kira-kira sekitar jam sembilan, setelah itu barulah mereka mengisi perut mereka dengan menyantap nasi, laukpauk, dan segelas te barulah mereka membersihkan diri mereka.

Selain jadwal yang teratur, factor yang membuat mereka menjadi sehat adalah kurangnya tuntutan yang dapat menyebabkan mereka stress, dan secara spiritual mereka adalah orang yang paling bahagia karena mereka mensyukuri keadaan lingkungan mereka serta dari gambaran tentang aktifitas mereka setelah shalat subhu, mereka langsung bertebaran untuk mencari rezeki mereka dengan penuh suka cita bukan kelu kesah.

Temuan saya(penulis) yang kedua adalah orang-orang yang sangat rawan terkena penyakit baik secara fisik maupun secara batin adalah orang yang memiliki stratifikasi social yang tinggi, sebab mereka mengkonsumsi makanan secara berlebihan sehingga mereka sering terkena penyakit seperti kolesterol, tinggi darah, serangan jantung, dan lain sebagainya ditambah dengan kurangnya aktifitas masyarakat yang memberikan mereka proteksi yang melindungi mereka dari penyakit, karena mereka hanya mengandalkan pembantu rumah tangga untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga mereka setiap hari.

Selain itu, golongan yang memiliki stratifikasi yang teratas, berpeluang untuk terkena penyakit karena mereka menurut temuan penulis memikirkan bagaimana mereka akan menjaga harta dan kekayaan mereka jangan-jangan harta kekayaan mereka jatuh ke tangan manusia yang berbuat jahat sehingga mereka sering terkena penyakit seperti stress, dan tekanan-tekanan batin lainnya disamping itu juga karena mereka tidak memiliki kedekatan spiritual yang tinggi karena mereka tidak memiliki kedekatan dengan tuhan yang harusnya ia sembah. Padahal mereka tidak sadar bahwa harta bukan jaminan bahwa kita akan memperoleh ketenteraman batin dalam menjalani kehidupan ini.

Sebagai bukti pendukung dari pernyataan di atas, maka saya akan memberikan sebuah ilustrasi yang saya temukan di www.pembelajar.com dan ini adalah sebuah kisah nyata, dalam tulisannya, penulis menceritakan sebuah pengalamannya, kebetulan, seorang temannya adalah orang yang kaya raya, dan temannya adalah seorang pimpinan perusahaan obat-obatan yang katanya dengan obat yang ia minum itu membuat badannya selalu fit, tetapi saya kaget bukan main ketika mendengarnya masuk rumah sakit.

Singkat cerita, sang penulis artikel ini berkunjung ke rumah sakit untuk membesuk temannya itu, ternyata menurut penuturan dari isterinya bahwa ia terkena penyakit lambung dan harus di operasi karena di lambungnyaterdapat sebuah lubang yang modelnya seperti uang logam, karena kata dokter ia terlalu sering cemas.

Setelah kembali pulih, sang penulis artikel ini kembali berkunjung ke rumah temannya yang tadi masuk rumah sakit, tetapi temannya ini sudah dapat diajak ngobrol, terjadilah obrolan seperti ini sangpenulis artikel: mas! Jangan terlalu cemas sang pimpinan perusahaan juga berkata: gimana saya tidak cemas? Perusahaan saya bermasalah belum lagi saya harus menyelesaikan kepentingan lain andai aja kamu berada di posisi saya, kamu pasti nggak bakal bicara kaya gini, sang penulis juga membenarkan argument sang pimpinan perusahaan tetapi ia tetap memberikan saran.

Ia mengatakan bahwa “ mas harus lebih banyak istirahat kalau mau mas coba dululah saran saya ini “ ujar penulis sambil menyodorkan sebuah buku tentang cara agar tidak cemas. Setelah beberapa bulan kemudian, sang pimpinan perusahaan berubah ia sudah tidak terlalu cemas lagi, dan sampailah pada suatu hari, sang penulis artikel di undang untuk datang ke rumah sang pimpinan perusahaan sesampainya di rumah tersebut, sang penulis artikel disambut dengan ramah sang pimpinan perusahaan langsung mengatakan “ terima kasih atas saran dan buku yang uda di kasiin ke saya” ujar sang pimpinan perusahaan karena usahanya sudah kembali seperti sedia kala.

Dari tulisan yang merupakan tulisan yang dapat di akses di alamat yang tertera di atas, dapat di simpulkan bahwa penyakit rohani seperti sering cemas, iri hati, dengki, dan lain-lain juga akan memberikan dampak yang amat berbahaya bagi anggota tubuh yang lainnya. Tips yang lain yang dapat saya bagikan disini adalah bersyukurlah jika kita ingin hidup sehat secara jasmani dan secara batinia karena hidup kita akan terganggu kalau kita selalu di liputi dengan ke susahan, harusnya kita selalu bersyukur dalam kondisi apapun.

Lagi-lagi saya akan memberikan sebuah kasus lagi kali ini adalah kasus yang menimpa diri saya sendiri saya adalah seorang siswa kelas 3 SMU sekarang ini saya baru saja menyelesaikan ujian nasional dan sekarang tinggal menunggu pengumuman.

Saat ujian tepatnya pada hari ke 4, mata pelajaran yang di ujikan adalah mata pelajaran Geografi, jumlah soal sekitar 40 nomor, sangat sedikit jumlah soal yang saya yakini kebenarannya, ditambah lagi banyak kesulitan lain sehingga saya memprediksikan diri saya tidak lulus ujian saat pengumuman nanti, tetapi di satu sisi saya tetap yakin.

Semakin yakinlah saya bahwa saya besar kemungkinan lulus ketika saya mendengarkan sebuah statemen dari Mas Arfan pradiansyah dari radio smart FM dalam acara smart happiness yang mengudara setiap jumat pagi, beliau mengatakan bahwa janganlah anda menilai sendiri benar atau salahnya hasil kerja yang anda lakukan karena semua di tentukan oleh nasib anda, tetapi saya juga siap untuk terima apa adanya ketika saya tidak lulus ujian karena saya tahu bahwa saya akan memperoleh sesuatu dari Allah.

Statemen ini saya keluarkan karena saya terinspirasi dari perkataan mas Arfan yang mengatakan bahwa haruslah kita bersyukur meskipun dan janganlah anda bersyukur karena dan iapun melanjutkan dengan sebuah statemen yang mengatakan bahwa ketika anda memperoleh anugerah dari tuhan semestinya anda bertanya keenapa mesti saya.

Tetapi ketika kita memperoleh musibah maka kita harus bertanya apa yang akan tuhan berikan kepada kita, mas arfan melanjutkan. Dari statemen beliau, saya juga merujuk pada salah satu ayat dalam surah al-baqara yang artinya adalah “tidaklah aku bebankan sebuah kesulitan kepada hambaku ketika mereka tidak sanggup untuk itu.”

Intinya, dari beberapa ilustrasi di atas, kita dapat mengatakan bahwa hidup sehat tidak harus dengan 4 sehat dan 5 sempurna tetapi juga di dukung oleh hal lain seperti kebahagiaan, yang tentu akan kita peroleh ketika kita memiliki ke dekatan terhadap sang khalik dan satu kata dari saya happy is verry importen of our life ditambah lagi dengan sebuah slogan dari mas arfan yang berbunyi if you wonna be happy be happy now.

Maksudnya, janganlah kamu menunggu kapan kamu bahagia tetapi bahagialah sekarang, tentu dengan mempelajari tips-tips serta ilustrasi yang telah saya kemukakan di atas yang dilengkapi dengan reverensi yang saya ambil dari berbagai literature seperti Pembelajar.com, Smart happiness, peristiwa yang saya alami, dan reverensi yang tidak terbantah lagi kebenarannya adalah ayat-ayat al-quran yang menjadi pedoman hidup.

BOSAN MAIN INTERNET

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, karena setiap malam saya dapat browsing di internet, karena saya tahu kalau internet is the leding sorce and knowledge depelopmen in society today, karena saya banyak memperoleh informasi dari internet. Situs yang sering saya buka-buka adalah Wennyaulia.com, Aulia87.wordpress.com, Senyum sehat.wordpress.com, dan lain sebagainya, kadang-kadang kalau saya bosan saya langsung menuliskan isi hati saya tentang apa yang baru saja saya dapatkan, tetapi setiap hari saya selalu membuka situs andalan saya yaitu Eramuslim.com, sebab di sana saya memperoleh banyak perjalanan rohani kaum muslimin dalam mengarungi kehidupan mereka-mereka.

Kadang-kadang, saya bosan dan memutar lagu-lagu yang ada di computer yang saya gunakan untuk menuliskan karya-karya saya, tetapi setiap malam saya masih selalu menyempatkan diri saya untuk browsing di internet, kadang-kadang kalau saya sudah kehabisan situs, saya sercing di google dengan menuliskan kata kunci apakah dengan menggunakan nama cewek andalan saya atau dengan menggunakan judul yang saya karang sendiri seperti Evi, Aulia, Fira, dan judul yang sering saya jadikan kata kunci adalah Artikel tentang medis dan kesehatan, Perilaku menyimpang, dan narkoba.

Ketika saya menuliskan nama Evi sebagai kata kunci di google, maka situs yang berhasil saya temukan antara lain Senyum sehat.wordpress.com, Psikonseling.blogspot.com, Gula aren.blogspot.com, dan lain sebagainya. Ketika saya menggunakan nama Fira sebagai kata kunci yang saya ketikkan di google, maka blog dan situs yang saya temukan antaralain Firabas.multiply.com, Firameutia.wordpress.com, dan lain sebagainya. Ketika saya menggunakan nama Aulia sebagai kata kunci di google, maka situs dan blog yang muncul salah satunya adalah situs dari SMU negeri 4 makassar.

Salah satu hal yang sangat terbilang lucu adalah ketika saya menemukan sebuah blog yang bernama Aulia87.wordpress.com, saya membayangkan bahwa Aulia blogger asal aceh yang sekarang tercatat sebagai pengurus dari aceh blogger community yang merupakan pemilik blog ini saya membayangkan dirinya adalah seorang cewek yang cantik, tetapi setelah saya membaca tulisannya yang berjudul khutbah jumat hari ini, barulah saya sadar bahwa Aulia yang satu ini adalah orang yang gagah bukan cantik.

Maklumlah, tunanetra yang dalam ilmu pendidikan luarbiasa memiliki karakter yang suka ber imajinasi yang ternyata apa yang di imajinasikan itu tidaklah mutlak kebenarannya, tetapi saya senang karena saya sering mempelajari banyak hal dari teman-teman blogger seperti Mas Aulia, Mba’wenny, Mas made, dan masih banyak lagi.

Saya sangat interes kepada teman-teman blogger, karena mereka menulis dari hati, meskipun ada juga yang hanya ngambil postingan dib log atau situs orang lain itu yang saya nggak suka, lebih bagus buatan teman-teman blogger ketimbang seorang blogger yang hanya pinter ngambil punya orang lain, utamanya dari kaum hawa.

Saya punya temuan, berdasarkan temuan saya, kalangan penulis dari kaum hawa memiliki isi tulisan yang bagus banget dan tolok ukur sebuah karya yang saya nilai sebagai karya yang bagus dari segi bahasa yang tidak tajam, kalimat yang di gunakan, dan lain sebagainya, berbeda dengan kaum laki-laki yang dalam menulis mereka sering menggunakan bahasa yang tajam dan kasar pula dan tidak pernah ada solusi di dalamnya. Temuan tersebut saya survey dari kalangan penulis media cetak dan blogger.

UJIAN AKHIR TINGGAL MENGHITUNG HARI

Oleh:Sujono sa’id

Al-hamdulillah, karena saya hari ini tepatnya pada tanggal 16-3-2009 saya masih dapat meng expresikan kegembiraan saya meskipun saya sedang dirundung oleh kesedihan, serta ditimpa oleh kesibukan untuk mengikuti ujian akhir nasional.

Di satu sisi saya sangat berbahagia, karena saya akan menammatkan pendidikan saya di SMU tetapi saya juga merasa sangat sedih, sebab saya harus melakukan kerja keras untuk melewati tantangan yang sangatlah berat, namun keyakinan saya tetap tumbuh bahwa saya akan tetap mampu untuk melewati tantangan demi tantangan.

Hal yang sering saya lakukan untuk kematangan persiapan ujian saya adalah mencari referensi, di internet, jika ada, membuka-buka kembali buku-buku pelajaran yang ada, mengikuti les di sekolah, dan berlatih soal-soal yang diujikan, serta berpasrah diri kepada Allah dan memohon maaf kepada kedua orang tua di kampung.

Saya tahu kalau doa orang tua adalah doa yang di ijabah oleh Allah, karena saya percaya bahwa doa orang tua sangat membantu sebab terbukti selama saya jauh dari orang tua, saya tidak pernah memperoleh kesusahan dalam menjalani kehidupan ini.

Dalam menghadapi ujian kali inipun saya juga masih memperoleh kekuatan dan seolah-olah saya memperoleh bisikan-bisikan kalau saya akan sangat berpeluang untuk lulus insya allah, semangat belajar saya juga sangat tinggi untuk menghadapi uan kali ini. Saya tahu kalau saya adalah manusia yang tidak pintar seperti manusia yang lainnya tetapi dengan modal kemauan, serta potensi yang ada dalam diri saya maka saya meyakini kalau saya mampu meraih sukses bahkan saya tidak punya cita-cita yang tinggi amat meskipun agama, dan motifator kita menginginkan kita bercita-cita setinggi langit tetapi, saya hanya ingin menjadi orang yang tidak bergantung pada orang lain.

Ujian akhir ibarat manusia yang sudah meninggal hanya di antar sampai ke kuburan sedangkan pengantarnya akan kembali kerumah, maksudnya kita sekarang ini sebelum ujian masih sering memperoleh bimbingan dari guru tetapi setelah proses ujian berlangsung, kita tidak memperoleh bantuan lagi dari guru tetapi hanya dibantu oleh skil atau wawasan dalam hal ini adalah materi yang didapat selama les.

Tahun ini, guru tidak akan mau lagi membantu kita, karena mereka sudah memperoleh efek jerah atas peristiwa SMU Tridarma dan Kartika candra kirana yang kini guru dan kepala sekolahnya dip roses ke meja hijau. Tahun ini pengawasan untuk Uan pun di perketat karena yang datang untuk mengawas adalah Dosen dari Unhas, Unem, dan team indefenden, jadi tidak adalagi yang akan membantu kita selain diri, orang tua, dan pertolongan Allah karena pengawasan sudah semakin diperketat tahun ini.

Saya kembali dihantui oleh tulisan dari kakanda Al-ustaz Aulia dalam blognya yang diberi judul pertanggung jawaban, dalam tulisannya beliau mengatakan bahwa ketika kita sudah berada di penghujung tahun, penghujung periode, atau penghujung waktu untuk kita untuk mengemban amanah kita akan tahu siapa diri kita sebenarnya, bahkan beliau kembali mengingatkan kita kepada firman Allah yang berisi demi waktu asar sesungguhnya manusia adalah orang yang merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yaitu orang yang mampu me manage waktunya dalam banyak hal. Semoga Allah membimbing saya menuju jalan yang ia kehendaki dan semoga saya dapat lulus dan maju ke perguruan tinggi untuk menempuh bangku kuliah amien.

TIDAK TAHU MAU NULIS APA

Oleh:Sujono sa’id

Malam ini tepatnya tanggal 11-6-2009, saya sedang berada di depan computer tetapi saya nggak tahu mau nulis apa karena reverensinya lagi kurang, sekarang ini saya lebih banyak ngambil reverensi di internet, karena di sana kita tahu sebagai leding source and knowledge depelophment bagi masyarakat hari ini di tengah masyarakat.

Selain itu, saya juga nggak bisa nulis kayaknyasih saya lagi kurang ide karena maklumlah saya adalah kelas 3 yang lagi nunggu pengumuman yang akan tiba pada hari sabtu tanggal 13-6-2009. Itulah yang membuat saya tidak tahu mau nulis apa. Dari pada saya nggak nulis, lebih baik saya nulis aja yang penting jadilah bagus tidaknya perkara nanti ajalah karena sekecil apapun ide yang kita tuliskan pasti bermanfaat.

Sudahlah kurang reverensi, internet bermasalah, dan lain sebagainya yang menggerogoti fikirn saya, saya tetap mau nyoba nulis, karena nulis bagi saya adalah ajang buat latihan, siapa tahu saya jadi makhluk yang terkenal karena tulisannya kan udah sangat luar biasa banget ya. Dari pada saya nelephon cewek yang nggak pernah aku temuin, mendingan nulis baguslah itu kan nggak ngerugiin saya dan yang lainnya.

Enak jugaya curhat lewat tulisan, nggak jauh beda dengan chetting pake yahoo messenger, facebook, friendster, dan media jejaring social network lainnya, pokoknya curhat lewat tulisan seru deh karena kita mau bilang apa aja boleh. Itulah gunanya setiap situs punya mailis atau dikenal dengan singkatan mailing list, sehingga kita boleh nyampain opini, sapaan, dan pesan kita lewat tulisan dan lewat milis juga kita mempunyai kesempatan buat ngerangkai kata-kata menjadi sebuah pesan atau yang lain.

Kalau ngomongin masalah ini, saya teringat akan sebuah cerita yang berjudul ketika cinta bertasbih, di dalamnya ada tokoh utama namanya khairul azzam dan adiknya Ayatul husna. Selama khairul azzam berada di kairo mesir, ia selalu mengirim surat kepada adiknya Ayatul khusna. Setiap surat selalu dibalas oleh ayatul khusna, karena seringnya menerima surat dari kakaknya, husna akhirnya lebih terlatih.

Akhirnya, apa yang terjadi saudara-saudara? Bola masuk gawang, dan akhirnya husna berhasil menulis berbagai karya dan memperoleh penghargaan saudara saudara!. Ya! Itulah husna yang sering membalas surat bukan pake email, tetapi dikirim lewat pos, tetapi kok bisaya?, jawabannya adalah berasal dari happiness atau kesenangan saudara-saudara, kalau kesenangan nggak ada maka ngak ada yang jadi saya kira.

Tiga puluh menit sudah berlalu saudara-saudara, PSM kini memperoleh nilai kosong-kosong, dan deltras nggak tau berapaya?, maaf saya kaya reporter bola because this is part of my happiness of my life. Sekarang, saya sudah hanyut dengan cara nulis saya yang lagi gilanya saudara-saudara dan besok atau lusa mungkin udah nggak di kampong kawa tetapi di degradasi ke kampong dadi saudara-saudara.

Ya!, inilah saya yang selalu mau dikata hebat, wah, dan brilian, ternyata nggak punya apa-apa hanya punya bodi kurus, dan muka yang nggak tampan pula, aduh! Acian de yayo gila, lebih gila dari pasien kampong dadi nggak tau mau dikasi obat apaya?, tetapi intinya curhat lewat tulisan adalah curhat yang paling baguslah menurut saya.

Munculnya kasus tentang keluhan mba Prita mulia sari, nggak bikin saya berenti nulis karena tulisan saya nggak bakalan jadi penghuni email, facebook, blog dan lain-lain tetapi Cuma jadi peng huni flashdis aja entah kapan dia bakal jadi penghuni facebook atau email, hanya waktu dan usahalah yang bakal ngejawab hal ini, itu kata saya.

Kalau tulisan saya jadi penghuni flashdis, siapa yang bakal nangkap saya ngak ada biar orang dari polsekta delapan nggak bakalan nangkap saya dan mudah-mudahan nggak akan pernah saya tinggal di bui selama hidup saya. Kalau disuruh milih si, saya mending tinggal di hotel angrek delia ketimbang menjadi penghuni bui.

Tetapi, saya juga sedih bangat dengan munculnya kasus mba prita, karena dia adalah seorang ibu, yang kedua anaknya masih kecil, dan yang ketiga, tulisannya Cuma curhat, bukan kritik. Okey lah, saya faham kalau beliau dituntut oleh pihak omni karena pihak omni nggak tau yang mana kritikan dan yang mana keluhan, tetapi mudah-mudahan mba prita nggak dihukum tetapi yang di hukum adalah omni.

Setau saya, kelompok, atau individu yang baik, adalah ketika mendapat sorotan harusnya memberikan klarifikasi maksudnya kalau keluhan itu benar, maka minta maaf dan optimalkan pelayanan, dan kalau tidak benar, maka yakinkan publikdong kalau apa yang di keluhkan itu tidak benar dan itu betul-betul kelalaian yang tidak sengaja.

Ini bukan kata-kata saya, tetapi ini adalah ilmu kepemimpinan yang di ajarkan oleh endru nugroho, pakar kepemimpinan yang sering tokshow di smart FM. Selain itu juga nggak jauh-jauh amat kaitannya dengan seorang tunanetra yang tidak dikasi surat keterangan berbadan sehat yang karena dokter tidak tau membedakan sakit dan cacat.

Tetapi, dokter tersebut tidak memenjarakan tunanetra yang bersangkutan tetapi malah diberikan perlakuan yang baik. Justru itulah sebaik-baik respon. Terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita bukan memberikan respon yang jelek.

Selain itu, kehati-hatian juga sangat di butuhkan dalam menulis, karena itu juga sangat berpeluang memberikan mudharat bagi saya secara peribadi. Ngomongin mailis, dan dunia maya secara umum, saya teringat akan tulisan kanda Aulia yang bercerita tentang fungsi dunia maya beliau berkelakar dengan kalimat blog, adalah madia mulai dari media diskusi, pemersatu, silaturrahim, sampai tempat ajang saling menjatuhkan.

Tetapi, saya kira, ketika kita menjadikan media yang ada di dunia maya sebagai tempat terjadinya hal-hal positif siapapun nggak bakal meng halangi kita. Aduh! Saya udah capek nulis, tetapi saya kira kalau saya ikutin kemauan saya, maka saya bakal jadi orang gagal, bukan orang yang akan berhasil seperti orang-orang yang lain.

Selama saya mampu nulis maka saya bakal nulis, tetapi kalau saya udah nggak mampu buat nulis, maka saya nggak bakal nulis lagi, artinya kalau saya masih hidup maka saya akan mengisi hidup saya buat nulis, tetapi kalau saya udah mati berarti aku udah nggak boleh nulis lagi okey!. Semoga dalam hidup ini kita jadi orang yang paling bahagia bukan orang yang paling sengsara tetapi nggakpapa kalau sengsaranya membawa nikmat bukan nikmat membawa sengsara bagi kita selaku manusia di dunia ini.

Sekarang sudah jam sepuluh, karena sudah jam sepuluh, saya udah mau berhenti curhat, karena saya udah mau tidur besok harus bangun subu karena kalau bangun dan shalat subuh saya akan memperoleh banyak energi positif dan saya akan memiliki optimisme yang tinggi seperti workshop yang diadakan oleh mister happy yang berjudul installing optimisme pada hari jumat tanggal 24-6-2009 di Jakarta.

Andainya saya punya uang banyak, maka saya mau ikut workshop tersebut kan jumat pagi kira-kira jam delapan berangkat ke Jakarta dan workshopnya pukul 16.00, berarti pulangnya boleh berangkat malam sekitar pukul tujuh malam waktu Jakarta, tetapi sayang saya tidak punya uang yang cukup, jadi bagi saya cukup dengarin kicauan mister happy lewat acara smart happiness besok pagi di radio smart FM bersama Dania agata. Aduh! Saya udah capek, jadi saya rasa udah cukup dan udah mau tidur dan bermimpi.

TIADA HARI TANPA KESIBUKAN

Oleh:Sujono sa’id

Saya sangat bersyukur, sebab saya(penulis) masih kuat untuk mengisi hari-hari saya dengan beragam agenda apakah agenda sebagai pelajar, penulis, musisi pada band, dan sebagai manusia yang harus memenuhi kebutuhan saya. Sangat jarang saya memiliki waktu untuk pulang ke rumah keluarga, ke kampung aja hanya 2(Dua) tahun sekali.

Namun, dibalik kesibukan yang menyelimuti saya, saya juga tidak melupakan aktifitas saya sebagai seorang pelajar. Saya akan cerita sedikit tentang kegiatan saya sebagai seorang yang memiliki banyak kegiatan sejak bangun sampai tidur lagi seperti berikut ini setiap pagi tepatnya pada pukul 07 pagi, saya sudah harus berangkat sekolah, sampai dengan pukul 01-15. Setelah itu, saya harus mengerjakan PR.

Setelah shalat ashar, saya melakukan aktifitas saya selaku penulis yaitu menulis atau browsing di internet untuk mencari reverensi untuk menulis serta untuk mencari hal-hal yang dapat saya jadikan sebagai sebuah pelajaran baik di sekolah maupun dirumah. Malamnya saya kembali melaksanakan kegiatan saya sebagai seorang siswa untuk belajar. Itulah agenda rutin yang sering saya lakukan setiap harinya.

Tapi, beberapa minggu terakhir mulai dari minggu pertama desember sampaidengan minggu terakhir di bulan desember yang bertepatan dengan akhir tahun 2008, saya(penulis) diperhadapkan dengan agenda sebagai orang yang memiliki beragam kapasitas. Tanggal 6(enam) Desember, saya harus melaksanakan sebuah agenda sebagai musisi sekaligus sebagai pelajar yaitu mengikuti acara festifal Band di SMU negeri 2(dua) Makassar, hari itu alhamdulillah, saya sedang liburan mengingat hari itu adalah 2(dua) hari lagi idul adha jadi nggak jadi bebanlah buat saya secara peribadi.

Tanggal 11(Sebelas) desember, saya lagi-lagi diperhadapkan dengan sebuah agenda yaitu harus mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh teman-teman maha siswi Unhas yaitu diskusi tentang pendidikan inklusi, pemutaran film documenter, dan penyerahan bingkisan kepada binaan Yapti yang memasukkan karya tulis di perpustakaan Bakti Makassar, karena saat itu adalah agenda untuk kapasitas saya sebagai penulis yang harus saya jalankan mulai dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 malam.

Tanggal13-12-2008, saya kembali diperhadapkan dengan sebuah agenda sebagai musisi dan pelajar untuk mengikuti acara gren final festifal band yang merupakan tindak lanjut dari agenda saya pada tanggal 6 desember, karena band yang merupakan tempat saya sebagai musisi masuk dalam sepuluh besar mulai dari pukul 19.30 sampai dengan pukul 23 nggak tahu lewat berapa, tapi tentang kegiatan ini akan saya buatkan tulisan.

Keesokan harinya, tepatnya tanggal 14 desember saya kebetulan hari itu agak terlambat bangun, ternyata tiba-tiba saya harus menghadiri acara ulang tahun Waspana yang ke 16 di Aula auditorium panti asuhan al-kairat bersama-sama dengan teman-teman binaan Yapti, saya juga nggak nyangka kalau saya harus mengikuti agenda tersebut padahal hal tersebut tidak saya rencanakan sebelumnya. Kemudian keesokan harinya, tanggal 15 Desember, saya sebagai pelajar harus menjalani sebuah perhelatan akbar yang berlangsung sekali dalam 6 bulan yaitu ujian Smester selama tujuh hari di sekolah.

Sepulang sekolah, tepatnya pada tanggal 20-12-2008, tepatnya pada jam sepuluh pagi saya langsung tertidur pulas karena saya udah capek banget karena aktifitas yang mengakibatkan saya harus kehilangan jadwal untuk tidur siang dan bangun jam 3 akhirnya saya lupa makan siang, tetapi saat itu saya ternyata tidak merasa kelaparan. Tapi, saya tidak pernah tidur siang selama smester, karena saya harus me refiu kembali materi ujian yang di ujikan di sekolah sejak selesai ulangan sampai malam harinya.

Tapi ke esokan harinya, saya ternyata lagi free, tetapi malamnya, saya dijadwalkan mengikuti rapat panti guna Yapti Makassar yang sudah menjadi agenda bulanan bagi setiap warga binaan Yapti. Keesokan harinya tepatnya hari senin tanggal 22-Desember, saya harus mengikuti rapat panitia pelaksana peringatan tahun baru islam.

Tapi, alhamdulillah, hari selasa Malam tepatnya pada tanggal 23-desember 2008 saya kembali menulis dan menuangkan rasa yang telah terpendam selama beberapa hari karena begitu padatnya agenda. Sementara saya menulis, tiba-tiba ponsel saya berdering ternyata setelah saya jawab yaitu telephon dari sang ibu saya mengenal beliau dari caranya mengucapkan salam serta suara beliau yang sering terngiang-ngiang every time every our. Dalam pembicaraan beliau, beliau hanya menanyakan perkembangan saya.

Selain agenda di atas, masih banyak agenda yang sudah menunggu saya seperti pada tanggal 24-desember, di sekolah saya dan seluruh siswa kelas 3 akan melaksanakan traiout yang menurut jadwal berlangsungpada pukul 7.30 pagi di SMU Datukribandang. Hari Sabtu tanggal 27-desember, saya menurut jadwal harus mengikuti rapat pembentukan pengurus persatuan Tunanetra Indonesia kota makassar masabakti 2008-2013, pada bulan januari, saya harus mempersiapkan diri saya untuk menyambut loundcing lascar net, sebuah situs yang akan menjadi media bagi tunanetra sul-sel. Tapi meskipun saya banyak agenda, saya tetap tidak lupa menjalankan sebuah program yang sudah di jadwalkan oleh Allah sebagai seorang muslim yaitu shalat 5(lima)waktu.

Tapi dengan banyaknya agenda yang melilit saya, saya tidak mengeluh tapi malah bersyukur bisa melebihi pejabat yang juga sering padat dalam hal jadwal, dan saya kira bahwa agenda yang kita miliki akan terus bertambah, dan agenda kita akan habis ketika nafas sudah di kerongkongan, maka ketika kita mempunyai kesempatan untuk bekerja, maka kerjakanlah hal-hal yang bermanfaat dalam hidup ini agar kita menjadi manusia yang berdaya guna dan dapat melaju ke sebuah gerbang yaitu gerbang sukses.

Dulu, ketika saya masih SMP, saya tidak terlalu banyak agenda, karena tuntutan yang dipenuhi masih kurang, tetapi setelah SMU agenda sudah semakin banyak, itu berarti, kita sudah mengetahui siapasih diri kita, melalui potensi yang kita miliki, dan saatnya kita harus belajar dan memegang teguh kepercayaan yang diberikan kepada kita, sebab ketahuilah, bahwa modal yang paling berharga adalah kepercayaan orang lain.

Sekarang tahun 2008 sudah diambang pintu, dan sudah hamper meninggalkan kita, mari refleksi diri kita sudah banyak kah hal-hal yang bermanfaat yang telah kita lakukan, kalau kita masih merasa banyak yang masih perlu di perbaiki, maka perbaikilah di masa yang akan datang, karena hari kemarin adalah pengalaman, hari esok adalah harapan, dan hari ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua.

Jadilah kita sebagai manusia yang selalu bersyukur kepada Allah, zat yang telah memberikan nikmat yaitu waktu yang harus digunakan untuk berbuat yang terbaik, jika hari ini agenda kita berhasil, kita harus sadar bahwa itu adalah kehendak Allah, dan hari ini agenda kita gagal itupun adalah kehendak Allah, tetapi jangan selalu meng kambing hitamkan tuhan ketika kita ternyata sembrono dalam menjalankan rencana yang telah disusun secara matang dan sistematis serta telah melalui sebuah kajian mendalam.

TANGISAN YANG PERTAMA

Oleh:Sujono sa’id

Tanggal 21-2-1989 tangisan yang pertama saya terdengar, sebab seperti itulah setiap bayi yang lahir karena mungkin harus berhadapan dengan amanah yang harus ia jalankan ketika ia terlahir ke dunia ini. Dengan kehadiran saya semua keluarga entah dari ayah maupun ibu, nenek, dan kakek sayapun gembira atas kehadiran saya. Atas kelahiran saya maka nenek yang merupakan ibu dari ibu saya memberi saya nama Sujono sa’id.

Akhirnya suatu waktu, saya sedang disusukan oleh ibu saya dan beliau menemukan bintik putih di kedua mata saya yang ditandai dengan expresi yang selalu ingin melihat dunia membuat kedua orang tua saya terdorong memeriksakan temuan beliau kepada dokter, akhirnya sayapun saat itu dipastikan sudah dalam kondisi tunanetra. Setelah saya berusia 7 bulan, saya dibawah ke makassar untuk menjalani operasi. Sesampainya di makassar, saya seyogyanya dirujuk ke Jakarta untuk operasi.

Tetapi secara tiba-tiba, ada salah satu keluarga dari orang tua saya yang secara tiba-tiba mencegah dan mempertemukan orang tua saya dengan Dokter umar. Akhirnya keberangkatan ke Jakarta sudah siap tetapi dinyatakan batal saat itu dan operasinya hanya di makassar saja. Setelah operasi, hasilnya sedikit memuaskan karena saya sudah sempat melihat cahaya dan seisi dunia meskipun saya masih belum mengenal dunia sekeliling.

Dua tahun kemudian, saya kembali menjalani operasi lagi untuk kesempurnaan mata saya dan masih berada dibawah penanganan dokter umar. Akhirnya ketika saya sudah berusia kira-kira 8 tahun, saya menjalani operasi terakhir di makassar.

Setelah itu, orang tua saya ternyata tidak putus harapan, mereka selalu mengikutkan saya di sekolah mereka belajar dengan teman-teman yang awas, meskipun saya tidak mampu menulis dan hanya jadi pendengar saja. Karena guru tidak tahu lagi harus berlaku apa terhadap saya, maka kedua orang tua saya memperoleh saran untuk memasukkan saya ke SLB tetapi masalahnya saya yang tidak mau karena takut pisah dari mereka, pisah dari teman-teman, dan pisah dari rumah yang merupakan tempat tinggal saya. Saat itu, hari-hari saya di isi dengan lebih bannyak menangis, dimarahi, dan lebih banyak memperoleh perlakuan kasar dari ayah saya tetapi ibu saya tetap membimbing saya dengan penuh cinta kasih hari-hari saya pada masa itu dipenuhi dengan kedukaan, memang ada keceriaan tetapi sangatlah sedikit keceriaan yang terpancar di raut muka saya, ditambah lagi saat itu saya tidak punya daya dan belum mampu ber upaya.

Kita tinggalkan cerita tentang masa kecil dan sebelum saya bersekolah, saya juga ingin menceritakan tentang akibat kebutaan yang saya alami nah masalah akibat kebutaan saya, ada dua hal yang mengakibatkan dan keduanya juga menjadi hal yang controversial tetapi ternyata logis penyebab pertama kebutaan yang saya alami karena factor gen karena saya adalah anak dari hasil kawin sepupu satu kali antara papa dan mama saya.

Untuk alas an ini, ternyata setelah saya teliti meskipun temuan saya masih bersifat hipotesis, itu adalah hal yang relative. Memang ada seorang anak yang memiliki kemampuan yang berbeda dan bukan hanya dari segi fisual tetapi dari segi keterbelakangan mental, tidak sempurnanya anggota tubuh, dan lain sebagainya itu adalah factor hasil dari perkawinan sepupu tetapi banyak juga yang melakukan perkawinan sepupu yang ternyata keturunannya baik-baik saja tidak kurang sedikitpun. Alasan yang kedua adalah pengaruh obat. Memang, ketika ibu saya hamil dan mengandung saya beliau sering sakit-sakitan, sehingga sering disuntik dan minum obat.

SUKSES BERSAMA HYPERBAND

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, sebab pada minggu pertama di bulan desember adalah sebuah peristiwa yang sacral bagi kami selaku personil dari hyperband dan saya sendiri secara pribadi. Saat itu tepatnya pada tanggal 4 Desember 2008, berlangsung sebuah acara yaitu Tebs musik competition di SMU negeri 2 Makassar. Saat itu, peserta yang ikut ambil bagian adalah sekitar 35 band band pelajar salah satunya adalah hyper sebagai band tempat penulis menjalani penggalian potensi diri khususnya dibidang musik.

Saya beserta teman-teman berangkat dari asrama Yapti tepat pada pukul 13 lewat, dan alhamdulillah setibanya disana, acara telah dimulai, sambil menunggu tampil, saya dan seluruh personil hyper membandingkan penampilan antara band yang satu dan band yang lain dengan membandingkan alat musik masing masing, kalau saya membandingkan skil yang saya miliki dalam hal memainkan bas dengan band yang lain sangat berbeda, begitupun dengan Niko, dan Fadli mereka juga membandingkan cara bermain gitar, dan keyboard sangat membuat mereka sangat merasa tertantang sekali.

Saya dan teman-teman memperkirakan kalau kompetisi akan berakhir tepat pada waktu magrib, tetapi ternyata kenyataan yang kami dapati lain, sebenarnya, setelah magrib, hujan turun dan membasahi pelataran SMU negeri 2 Makassar. Untungnya kami dari hyper dan semua peserta berlindung di teras depan kelas bangunan SMUnegeri 2 Makassar, sehingga terlindung dari guyuran hujan, semua peralatan seperti kabel-kabel telanjang semuanya basah, sehingga panitia mengadakan breaving dengan band yang belum tampil untuk membahas penundaan tampilan mereka, tetapi manager dari hyperband meminta agar tidak usa dilakukan penundaan tetapi diadakan di tempat lain.

Setelah itu, kamipun berjalan kaki dari SMU negeri 2 Makassar ke sebuah studio musik untuk melanjutkan kompetisi musik, di tengah perjalanan kamipun diguyur hujan, peralatan yang kami bawa sempat dibasahi oleh air hujan, dan akhirnya al-hamdulillah kami tiba di arena kompetisi dengan selamat. Sesampai disana, ternyata kami harus menunggu beberapa band yang tampil, perut saya sudah mulai keroncongan, tetapi semangatlah yang membuat rasa lapar saya menjadi hilang dan sabar menunggu.

Akhirnya setelah beberapa lama, hyperpun memperoleh giliran untuk tampil saya dan seluruh teman-teman masuk ke dalam studio untuk tampil, tetapi sesampai di dalam studio setiap peserta harus membuka sepatu, setelah itu, masuklah kami ke dalam. Meskipun demikian, tampilan kami mendapatkan apresiet yang begitu tinggi.

Setelah keluar dari studio, sayapun mengambil sepatu yang saya gunakan akhirnya karena gelap, sayapun capek dan mati rasa, sehingga sepatu yang saya gunakan tertukar sebelah, ya! Yang saya gunakan sama-sama puti, tetapi ternyata ada perbedaan sedikit, hal itupun saya ketahui ketika saya mengecek kembali keberadaan sepatu tersebut. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, berdasarkan hasil audisi, hyper berhasil masuk sebagai finalis untuk maju ke babak berikutnya dan manggung dif ajar Tivi. Akhirnya, kamipun mempersiapkan diri untuk ikut di babak berikutnya.

Akhirnya pada tanggal 13 Desember, tepatnya pada jam 7 malam di studio fajar TV kamipun mengikuti babak penentuan untuk memperoleh juara 1,2, dan 3. Saat manggung dif ajar, setiap pemain dari hyper telah meminta agar permainan mereka di saksikan apakah langsung di graham pena atau lewat layarkaca, ada beberapa teman yang langsung datang ke grahapena dan keluarga saya hanya menonton lewat layer kaca di rumah masing-masing. Dari asrama Yapti, saya dan teman-teman dari hyper berangkat sekitar pukul enam lewat, setibanya disana, kami langsung ke belakang panggung.

Beberapa saat kemudian, saya mengambil phonsel saya dan mengirimkan SMS kepada tante saya tentang keberadaan saya di lokasi lomba, akhirnya satu jam kemudian, kamipun bersiap-siap untuk tampil di atas panggung, setelah mempersiapkan alat-alat demi kelancaran performans, tepuk tangan penonton membanjiri arena lomba.

Suasana semakin riuh, ketika sang fokalis dan saya selaku basis saling silang berjalan di atas panggung dan saya juga sekali-sekali melambaikan tangan saya kepada seluruh audiens. Setelah tampil, kami kembali turun ke belakang panggung, setelah sampai di belakang panggung, sayapun membuka phonsel saya yang tidak aktif saat tampil. Setelah phonsel saya buka, ternyata tante saya menghubungi saya dan sayapun menjawab telphon dari sang tante yang masuk pada malam itu.

Isi pembicaraan sang tante adalah menginformasikan bahwa tampilan saya menurut nya sangat bagus, dan beliau ternyata nonton di layarkaca tidak sendiri tetapi disaksikan oleh sepupu-sepupu saya, kami sempat berbincang selama beberapa menit lewat phonsel sembari saya di giring dari belakang panggung menuju depan panggung.

Setelah sang tante menutup telphonnya, sayapun menerima SMS dari Evi teman saya, dia dalam SMSnya mengatakan bahwa diantara band yang tampil bandtami yang paling keren kak jono, saat itu saya sangat merasa malu-malu dikitlah dibilangi keren.

Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pemenangpun diumumkan, dan setelah juara tiga diumumkan, kamipun sempat putus asa karena kami hanya berharap bakal dapat juara tigaji kodong, ternyata kenyataannya lain kami dapat juara dua, sungguh ini adalah hasil dari perjuangan kami dan ternyata tidak sia-sia saya dan teman-teman hijrah dari SMU dua ke studio untuk audisi dalam keadaan hujan dan berlapar-lapar pada malam audisi, dari graham pena kami pulang dengan membawa kegembiraan.

Setelah saya berada di atas pete-pete, sayapun kembali mengirimkan informasi tentang keberhasilan kami memperoleh juara dua ke tante saya, dan teman-teman saya dengan menggunakan SMS dan mendapat balasan yang sangat positif, saya( penulis) sadar bahwa memperoleh kemenangan dan mempertahankan kemenangan sama sulitnya, sehingga kami merasa tidak harus berhenti sampai di sini, masih banyak harus kami tingkatkan utamanya intensitas latihan, dan skil dari kami-kami sebagai personil.

Saya rasa nggakpapa saya terlambat membuat tulisan ini, yang penting saya tulis ketimbang nggak dan saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya masih dapat menulis dan mengembangkan potensi selain dalam dunia menulis tetapi saya juga tidak lupa berterima kasi kepada sang ibu yang telah memberikan doanya, saya tahu bahwa doa seorang ibu di ijabah oleh Allah, sehingga keberhasilan saya yang saya raih membuat saya selalu teringat pada ibu saya di kampung tempat saya di besarkan dan berkembang.

SIAP MENERIMA KONSEKUENSI

Oleh:Sujono sa’id

Al-hamdulillah, saya sudah mengikuti proses ujian nasional. Dan sekarang saya hanya menunggu pengumuman, hari ini tepatnya pada tanggal 2 juni tepatnya setelah saya selesai makan malam, saya menerima telephon dari Mama saya di kampung.

Dalam pembicaraan antara saya dan mama saya, beliau menanyakan kapan pengumuman saya menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui. Setelah itu beliau mengatakan bagaimana firasat saya saya tetap mengatakan bahwa saya kemungkinan besar tidak lulus ujian karena secara realita saya merasa tidak mampu menjawab soal geografi dan ekonomi. Beliau juga sempat menceritakan kembali kepada saya tentang usaha adik saya yang menurut kesimpulan mereka saya tidak menerima usahanya.

Saya menjelaskan kepadanya bahwa bukan berarti saya tidak mau menerima usaha dari adik saya, tetapi saya tidak mau karena saya tidak mempunyai kesempatan untuk menghafalkannya karena saya bukanlah satu unit computer, akhirnya beliaupun mengatakan bahwa saya doakan kamu agar hati dari guru-guru kamu tergerak hatinya untuk meluluskan kamu seratus persen, saya katakan bahwa janganlah kita bwerharap bahwa saya akan lulus karena guru-guru hanya mengantar soal-soal ke bagian pemeriksaan untuk di simpan dan di periksa dengan system konputerisasi.

Tetapi saya tetap berharap kalau saya dapat lulus dari SMU Datukribandang, karena saya juga telah melakukan berbagai usaha ketika saya mengikuti ujian nasional tahun ini, tetapi seandainya saja saya tidak lulus, maka saya akan mencari kesempatan supaya kelulusan saya yang tertunda entah kapan saya dapat menjawabnya.

Saya tahu, bahwa kelulusan saya secara realita sangat kecil, maka seandainya itu terjadi maka saya bernasar untuk puasa barang sehari saja, karena saya tahu bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah zat yang mengatur apa yang terjadi dalam kehidupan baik di masa yang lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang insya allah.

Saya sudah banyak belajar dari pengalaman saya dalam mengalami kegagalan sekecil apapun, sehingga saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman saya yang paling berharga seandainya itu harus terjadi, tetapi saya hanya dapat berharap agar itu tidaklah terjadi bagi saya cukuplah saya mengalami apa yang terjadi di SMU negeri 4 makassar.

Saya ter inspirasi dari bapak Salikul hadi, seorang guru Geografi di sekolah saya, beliau mengatakan bahwa bagi kita yang merasa pintar, haruslah hati-hati karena hal tersebut juga bisa menjadi cambuk bagi kita sedangkan yang merasa dirinya tidak terlalu tinggi intelegensinya, maka paculah diri kalian semoga kalian mampu memetikhasilnya.

Saya juga ingin kembali mengulangi apa yang menjadi statemen dari pembawa acara Smart happiness yang mengatakan bahwa janganlah anda mengukur sendiri apa yang telah anda kerjakan, tetapi yang menentukan baik atau tidaknya pekerjaan kita adalah nasib kita bukan yang lain hal ini beliau katakan saat membawakan acara smart happiness saya tidak tahu dengan topic apa dan pada hari jummat tanggal berapa.

Seorang manusia hanya berencana dan berusaha, dan yang menentukan segalanya adalah Allah meskipun yang memeriksa adalah panitia dari dinas kota makassar misalnya, tetapi jika allah berkehendak lain, maka saya rasa dia akan menggerakkan hati dari panitia ujian dinas kota untuk membuat kebijakan-kebijakan, atau yang ternyata jawaban kita yang dianggap salah oleh diri kita menjadi jawaban yang benar menurut kunci jawaban yang telah dibuat oleh pembuat soal ujian nasional di Makassar.

SEMBARI MENUNGGU PENGUMUMAN

Oleh: Sujono sa’id

Ujian nasional sudah berlalu, setelah itu urusan sekolah udah nggak ada lagi, kini saya lebih banyak tinggal di asrama untuk menunggu pengumuman, tetapi al-hamdulillah, kini saya sudah bisa melakukan hal-hal yang sudah lama tidak pernah saya lakukan setiap hari. Dulu, saya bangun pagi pas di masjid lagi adzan, tetapi selama saya sekolah di SMU, saya sering bangun setelah satujam selesai shalat subhu.

Mengapa demikian? Karena kalau saya bangun pada waktu subhu, saya mengantuk di sekolah, tetapi selama saya tidak lagi di tuntut untuk konsen di sekolah, saya sudah sering beberapa kali ikut jamaah subu, dan tidur sampai jam enam lewat. Setelah itu, saya turun ke ruangan makan untuk sarapan pagi, tepat jam tujuh saya mandi pagi sampai setengah delapan, setelah setengah delapan, saya menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat duha di Musallah Yapti sebanyak dua rakaat.

Setelah shalat Duha, saya kembali ke lantai dua asrama Yapti tepatnya di kamar tidur saya untuk mendengarkan acara-acara di Smart FM seperti pada hari senin saya sering ikuti Wisthem and motivation seris dari andre wongsow jam delapan pagi sampai jam sembilan pagi, pada jam yang sama saya juga sering mengikuti acara seperti Smart emotion pada hari Kamis, dan Smart happiness setiap hari jumat oleh Arfan pradiansyah.

Setiap saya mendengarkan acara kesayangan saya yang telah saya sebutkan diatas, saya juga selingi dengan minum teh setelah itu, tepat pada pukul 9.00, saya tinggalkan kamar saya di lantai dua menuju secretariat persatuan Tunanetra Indonesia untuk melakukan hal-hal lain seperti membaca-baca buku yang telah dicetak dalam bentuk Braille, bagi saya hal ini adalah hal yang patut untuk saya syukuri, karena saya masih dapat mengatur waktu saya dan tidak lupa mempergunakan waktu saya untuk ibadah sunnah karna saya tahu kalau ibadah sunnah mempermudah rezeki.

Setelah jam sepuluh, saya sempatkan diri saya untuk berdiskusi dengan teman-teman yang membutuhkan ilmu saya seperti Fajrin seorang siswa kelas 2 SLB-A Yapti tingkat SD, dan Muliati seorang siswi kelas 2 SMP-SLBA- Yapti, diskusi tersebut saya lakukan bersama-sama dengan mereka selama satu jam setelah itu saya kembali ke kamar untuk menanti waktu shalat Dhuhur di masjid, setelah shalat dzuhur, saya melakukan kegiatan tidur siang. Setelah bangun sorenya, saya melakukan kebiasaan saya yaitu mencari reverensi untuk menulis, cerama, dan lain-lain di internet itung-itung kalau internet juga adalah media informasi supaya kita tidaklah ketinggalan.

Dari apa yang saya ceritakan di atas, saya merasa harus mempergunakan masa penantian ini dengan sebaik-baiknya dan tidakboleh hal ini saya sia-siakan karena saya nanti akan menyesal dan saya fakir kalau penyesalan tidak pernah di awal tetapi selalu berada di akhir sebuah proses bukankah hal ini juga kita dapatkan dalam surah wal-asri.

Semoga, masa-masa penantian ini adalah masa-masa yang menyenangkan, dan semoga pula setelah pengumuman nanti hasil yang keluar akan membuat saya menjadi orang yang sangat senang tetapi belum tentu bahagia, karena masih ada perjalanan panjang yang harus saya lewati, tetapi ketika saya tidak lulus, maka semoga saya di kuatkan oleh Allah untuk menanggung cobaan ini dan memperoleh sesuatu yang telah di rahasiakan oleh sang khalik(outer) karena saya tahu bahwa tidak mungkin tuhan mencoba saya ketika saya tidak mampu untuk menanggung cobaan yang di berikan olehnya.

SEBUAH COBAAN DALAM KEHIDUPAN

Oleh:Sujono sa’id

Suatu malam tepatnya tanggal 3-11-2008, saya mendapatkan dua macam cobaan yaitu tidak ter instalnya CD Drifer skenner yang sering saya gunakan untuk memasukkan buku pelajaran saya ke dalam sebuah computer yang kemudian say abaca dengan menggunakan jaws, mengapa? Sebab saya merasa lebih efektif jika saya belajar dengan bantuan jaws ketimbang belajar dengan menggunakan tape, sebab merekam satu bab dalam sebuah buku sangat membutuhkan waktu yang sangat lama apalagi bab berikutnya.

Cobaan yang kedua adalah flash dis yang saya gunakan terjangkiti firus, sehingga sebahagian data saya hilang, dan sebahagian lagi sedang diusahakan untuk ditolong. Ketika saya menulis karya ini, lagi-lagi saya teringat akan tulisan kanda Wenny aulia yang bercerita tentang seseorang yang hanya tinggal meratapi nasibnya di depan computer karena data penting yang ada di komputernya hilang semua.

Dari kasus yang saya alami, saya kembali harus belajar dan sadar bahwa kehidupan ini ibarat sebuah roda terkadang kita harus di atas, terkadang kita harus di bawah, dan terkadang pula kita harus di samping. Namun, saya yakin bahwa dibalik kegagalan saya untuk meng sken buku, serta ketidak mampuan Bung Fadli dalam menolong flashdis yang saya akan gunakan, saya akan memperoleh sesuatu yang mungkin lebih baik dan akan membuat saya lebih gembira insya Allah mabrur.

Tapi bukan berarti bahwa saya dan bung Fadli sudah tidak berusaha lagi, sebab kami tahu bahwa senjata yang paling ampuh adalah kemauan untuk mencoba dan mencoba lagi. Dari kasus ini, saya mungkin harus belajar untuk bersikap lebih bijak, dan harus mengamalkan materi problem solving yang saya dapatkan waktu pengkaderan.

Seperti inilah rumus Dunia yang sering dinyanyikan oleh bung Haji roma irama yang mengatakan bahwa ketika sesuatu itu pernah kita miliki, kemudian hilang karena suatu sebab, maka hal itu adalah hal yang sangat menyedihkan. Tetapi dari kasus ini, saya sangat yakin bahwa cinta tidak harus memiliki bagaimana cinta kita terhadap Barang kita ternyata kita tidak harus memiliki, tetapi harus siap kehilangan barang yang kita punya.

Setitik harapan yang saya ingin tuangkan dalam tulisan ini semoga Allah melalui bung Fadli mampu menyelamatkan flashdis saya, begitupun juga semoga Allah melalui bung Fandi akan kembali mempermudah saya dalam meng sken buku-buku pelajaran yang saya pelajari karena tidak lama lagi saya akan mengakhiri periode kesiswaan saya.

Tapi saya tidak ingin menjadi orang cengeng seperti sosok yang digambarkan oleh Kanda Wenny aulia yang hanya mampu meratapi nasibnya di depan computer, ternyata menulis juga adalah bagian dari pelampiasan atas kesedihan saya akan cobaan ini mungkinkah saya akan menjadi orang yang sabar atau menjadi orang yang cengeng.

Kayaknya, kalau jadi orang cengeng, nggak mau ah tapi jadi orang sabar, bijak, mampu menyelesaikan masalah, serta mampu menjalani kehidupan yang kerasnya seperti kerasnya susu di pasaran gara-gara mudahnya kacang menembus pasar, tentu saya akan lebih jago karena mampu menerobos kerikil-kerikil tajam ketimbang kacang yang hanya mampu menembus pasar yang dapat meredam kerasnya kehidupan yang sekeras susu.

Sorry, kalau saya nulisnya agak jorok sedikit, karena bagi saya adalah happy is verry importen for our life, maksudnya kebahagiaan sangat penting bagi kehidupan kita, sebab meskipun kita kaya tetapi tidak bahagia sama saja dengan sebuah kebohongan..

SAYA PASTI BISA!

Oleh:Sujono sa’id

Alhamdulillah, saya sudah 4 tahun di organisasi, jabatan yang saya duduki juga semakin tinggi, pengalaman organisasikupun sudah semakin banyak, tetapi bukan berarti itu sudah merupakan hal yang pas pada diri saya sebagai seorang organisatoris. Sebelumnya, saya mau cerita dulu pengalaman organisasi saya selama bersekolah sejak SMP sampai di SMU sejak kelas 1 SMP, saya aktif berorganisasi di masjid kompleks Yapti sendiri sebagai sekretaris, setelah naik kelas dua SMP, saya sudah mulai aktiv di kepanitiaan dalam berbagai kegiatan diPertuni karena kebetulan saat itu adalah muscab.

Setelah Muscab, pada tahun yang sama, saya diangkat sebagai Ketua bidang Seni dan olah raga Pertuni kota Makassar, setelah setahun kemudian, karena sebahagian warga muslim di Yapti menganggap kinerja saya kurang baik di Mushallah maka saya di berhentikan dari jabatan saya sebagai sekretaris dan kemudian saya di turunkan menjadi sekretaris bidang Tarbia di musallah tersebut, saat itu kinerja saya semakin meningkat.

Tahun 2006, saya diangkat sebagai pengurus DPD pertuni sulawesi selatan dan menjabat sebagai kepala bidang inventaris dan peralatan kantor, ternyata kinerjanya tidak optimal, pada tahun yang sama saya juga lagi-lagi diangkat sebagai anggota SDI ikatan remaja muhammadiah Tallo, pada tahun 2009 ini, akhirnya sayapun di angkat menjadi wakil sekretaris DPD persatuan Tunanetra Indonesia sulawesi selatan.

Saat-saat menjabat sebagai wakil sekretaris pertuni, saya merasa tidak terlalu kesusahan, tetapi setelah beberapa lama saya berada di zona nyaman ini, saya ternyata diperhadapkan dengan sebuah soal yang luarbiasa susahnya bagi yang tidak memiliki keinginan untuk belajar, sebab ketua pertuni sulsel tidak mengangkat seseorang sebagai pengurus ketika ia tidak memiliki kemauan untuk belajar banyak hal, sebab yang beliau cari bukan orang yang sudah pintar, bukan orang yang berpengaruh, tetapi orang-orang yang memiliki kemauan untuk belajar dan menjelajahi potensi yang dimilikinya.

Waktu awal-awal saya menjadi wakil sekretaris, saya merasa bahwa pekerjaan wakil sekretaris sangat gampang hanya ngisi jurnal, menghubungi pengurus kalau bakal ada meting, dan membuat surat resmi seperti undangan, ucapan terima kasih, nota kesepahaman dan sebagainya. Saat saya di suruh membuat surat ucapan terima kasih ke BKKI, surat tersebut saya rasa sangat gampang, tetapi meskipun saya ragu akan kemampuan saya dalam membuat surat, ternyata setelah saya tanyakan kembali ternyata surat yang saya buat sudah sampai di meja pengurus BKKI tanpa editing.

Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi saya, begitu juga ketika saya disuruh untuk membuat undangan acara peringatan tahun baru islam 1430 hijriah yang dibawah kordinasi sebuah kepanitiaan yang di bentuk oleh pengurus Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, setelah jadi, saya serahkan kepada sekretaris panitia, setelah semua undangan beredar, saya kembali menanyakan hal tersebut ternyata surat itu lagi-lagi sudah di edarkan mereka tidak membuat atau merubah sedikitpun isi redaksi undangan yang saya buat, karena menurut hasil koreksi dari team korektor sudah layak edar. saat itu saya lagi-lagi kagetnya bukan kepalang.

Eh! Tetapi setelah saya di suruh membuat M O U, saya membuat dengan konsep yang saya pakai dan saya buat sendiri, tetapi setelah saya buat, M O U itu ternyata di tolak dan harus saya perbaiki, sehingga malam ini, tanggal 26-5-2009 saat saya menuliskan curahan hati saya tentang hal ini saya kembali melakukan perombakan meskipun saya agak sedikit marah tetapi karena kemauan, dan spirit serta impianlah sehingga semua itu saya mau lakukan, mengapa? Karena awal mula saya masuk di organisasi pertuni, saya melihat beberapa pengurus yang memiliki prestasi dan dijuluki sebagai pengurus yang memiliki kwalivikasi untuk menjadi pengurus di pusat.

Apa yang saya lihat dari dia yang saya lihat dari dia adalah kemampuan dalam membuat berbagai jenis surat, tern of reverence (tor), pers rilis, dan lain-lain sebagainya sehingga saya juga memiliki keinginan untuk menjadi seperti dia, sebab ketika saya seperti dia, maka saya akan di cari-cari oleh banyak orang maupun lembaga.

Terkadang, ketika saya diperhadapkan dengan pekerjaan sesulit ini, saya langsung ber angan-angan ingin seperti orang yang saya sebutkan di atas, dia adalah kanda Yehezkiel parudani, kanda Makmurkam, kanda Hamzah yamin, dan lain sebagainya.

Tapi, saya tidak mungkin seperti kak Yehezkiel yang selain mampu membuat surat, ia juga mempunyai kelebihan dalam hal lobby dengan beberapa pejabat, sehingga dengan kontribusi beliau, urusan organisasi menjadi serba lancer, begitupun dengan urusan konsolidasi kanda yehezkiel juga mampu untuk itu, jadi kalau saya jadi sosok yang akan mengambil legazy dari kanda Yehezkiel ya paling tidak saya mampu mengkonsep, dan mampu untuk urusan konsolidasi nggak usa mampu untuk lobby.

Itulah tadi tentang vigor-vigur pertuni yang sempat saya bahas, tetapi ternyata setelah saya duduk di kelas satu di SMU4 makassar, saya bertemu lagi dengan Aulia susantri seorang aktivis organisasi yang pernah menjadi orang nomor dua alias sekretaris umum di Dewan anak Makassar periode 2005-2006, yang kemudian setelah naik di kelas dua, ia ternyata terpilih menjadi ketua osis di SMU negeri 4 Makassar.

Dari situlah, saya berfikir, mungkin selama Aulia berada di dewan anak Makassar, kinerjanya sebagai sekretaris sangat baik sehingga dia punya bekal untuk menjadi ketua Osis di SMU 4 makassar. Melihat prestasi Aulia, saya kembali teringat akan kak Yehezkiel parudani yang juga sama luar biasanya dengan Aulia susantri.

Dan ternyata selain dua nama yang saya sebutkan di atas, ternyata ada generasi baru yang sama hebatnya yaitu saudara Fadli ismail yang sekarang ini sedang menjadi atasan saya di DPD pertuni sulawesi selatan sampai akhir periode.

Saya rasa impian saya untuk bisa seperti Aulia, dan kanda Yehezkiel parudani akan tercapai ketika saya mampu dan mau untuk mencoba mewujudkan impian ini, dan inilah barang kali saatnya saya menjadi kak Yen, dan ini pulalah saatnya saya menjadi Aulia, karena saya tidak dapat seperti mereka-mereka kalau M O U saja saya tidak mau coba rubah, jadi saya rasa kalau besok harus di rubah lagi ya! Itu bukanlah masalah.

Ke esokan harinya, tepat pada tanggal 27 Mei, pukul 11 lewat, M O U sudah dibacakan kepada kanda Makmur, dari hasil penilaian kanda makmur nota kerja sama kesepahaman ini sudah di anggap layak untuk di sahkan pada rapat koordinasi pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 yang kemudian di bawa ke dua lembaga tersebut. Sehingga hari ini saya merasa sudah mewujudkan impian saya menjadi kak Yehezkiel, Aulia, Fadli ismail dan sosok orang nomor dua organisasi lainnya, semua ini karena saya mencoba untuk menjadi orang yang berkomitmen, bukan hanya menjadi tukang mimpi. Saya selalu memegang sebuah prinsip yang berhasil saya rumuskan berawal dari keseringannya saya menyia-nyiakan kepercayaan orang lain maka muncullah prinsip hidup saya yaitu ketika saya dipercaya karena bodoh, maka saya harus belajar, tetapi kalau di percaya karena cerdas berarti prestasi saya sangat di butuhkan oleh siapa saja yang membutuhkannya.

SAMPAI KAPAN KELULUSAN INI TERTUNDA?

Oleh:Sujono sa’id

Setiap sesuatu yang kita inginkan, pasti berakhir dengan dua kemungkinan tercapai atau tertunda sampai waktu yang telah di tentukan. Begitu juga dengan kelulusan setiap siswa/siswi SMU yang tahun ini mengikuti ujian nasional pasti ingin lulus.

Apa yang menjadi indikasi bahwa mereka semua ingin lulus?, mereka ber usaha dengan mengikuti les, les yang mereka ikuti bukan hanya di sekolah tetapi mereka juga ikut les di tempat lain seperti Jils, Gama college, dan bimbingan belajar lainnya.

Dalam ujian nasional, semua persiapan sudah dilakukan, tetapi setelah pengumuman muncul ternyata mereka-mereka yang namanya dan nomor testnya tidak tercantum kelulusannya harus tertunda sampai mereka memperoleh ruang untuk menjawab hal itu. Ruang yang mereka gunakan pun beragam ada yang ikut paket C kalau ada, dan ada juga yang ikut ujian nasional tahun berikutnya, dan lain-lain.

Yaps!, seperti itulah juga yang saya hadapi tak ubahnya dengan mereka, saya juga tidak lulus, dan al-hamdulillah, ada ruang bagi saya dan teman-teman saya untuk menjawab kapan kelulusan ini tertunda. Saya tahu kalau saya tidak lulus pada tanggal 16 Juni, yang kemudian saya sikapi dengan penuh kesabaran dan penuh ikhtiar.

Akhirnya, pada tanggal 23-6-2009, sayapun mengikuti ujian paket C bersama dengan teman-teman saya di sekolah yang kebetulan tidak lulus yang berjumlah 46 orang. Tanggal 3 pagi, tepatnya pada pukul 8.00 saya mengambil nomor tes di sekolah, kemudian setelah itu pukul 11.30 saya berangkat ke lokasi ujian di SMP 2 makassar.

Sebelumnya, saya mampir dulu di SMU 16 dengan tujuan untuk menyerahkan raport dari teman saya M. Fadli, sesampainya saya di SMU 16 yang merupakan lokasi ujian paket C bagi anak IPA yang nggak lulus saya bertemu dengan teman-teman saya dari IRM seperti Hasanah dan saya lupa yang lainnya tetapi mereka semua kenal sayakok. Setelah itu, saya dan kak Nursyam meninggalkan SMU 16 menuju SMP 2 Makassar untuk mencari ruangan saya, ternyata saya harus ke SD Sudirman untuk mencari ruangan saya. Sesampainya di SD Sudirman, sayapun mencari ruangan saya.

Sementara mencari ruangan saya di lantai satu, terdengar suara perempuan yang memanggil-manggil saya dari lantai atas sekolah tersebut, sayapun tidak menghiraukannya karena saya tetap pada urusan saya yaitu mencari ruangan untuk ujian. Setelah itu, naiklah saya ke lantai Tiga SD Sudirman, akirnya saya menemukan ruangan tempat saya untuk ujian, dan ternyata yang lebih mengagetkan lagi ruangan tempat saya untuk ujian di dalam selain saya juga ada teman-teman saya dari Datri sendiri.

Dari situlah, saya menemukan tempat yang menjadi sumber suara yang memanggil-manggil saya di lantai 3 sekolah tersebut. Setelah itu, sayapun menunggu waktu masuk, hari pertama sangatlah menyenangkan karena ujiannya nggak susah-susah amatkok. Setelah pelajaran ke Dua pada hari ke dua, saya di dampingi oleh Kanda mutia, dengan mata pelajaran bidang studi Sosiologi dan Geografi.

Selama ujian, saya selalu memperoleh kunci jawaban dan selalu benarlah adanya, karena selalu di cocokkan sebelum di lingkari. Begitulah yang terjadi sampai dengan hari terakhir. Setelah ujian selesai, saya sangat meyakini kalau saya sudah memiliki peluang yang amatlah besar untuk memperoleh jawaban saya bahwa kelulusan saya hanya tertunda beberapa bulan saja paling tidak setelah ikut paket C kali iniya. Akhirnya, saya sudah nggak was-was lagi setelah ikut ujian paket C pada tahun ini makasi ya Allah.

SAMBUT TAHUN BARU ISLAM DI YAPTI

Oleh:Sujono sa’id

Al-hamdulillah, sebab saya masih dapat menyambut satu muharram 1430 hijriah, itu berarti saya masih memperoleh umur yang panjang, maka selayaknyalah saya menggunakan umur saya untuk memperbuat kebajikan. Tanggal 29 Desember tepatnya pada hari senin, saya bersama seluruh binaan Yapti merayakan tahun baru islam dengan mengadakan kegiatan malam penyambutan tahun baru hijriah dalam bentuk dialog.

Dialog ini di adakan di areal kampus mini Yapti yang kemudian dihadiri oleh seluruh binaan Yapti, beberapa guru, kepala panti guna Yapti, serta seluruh tunanetra di makassar yang sempat hadir di tempat tersebut. Dalam dialog tersebut menampilkan dua orang pembicara yaitu kakanda hamsani kuddus dan kanda Syaharuddin daming.

Kanda hamsani kuddus membahas masalah bagaimana menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, sedangkan kanda Syaharuddin daming membahas masalah bagaimana menghadapi tantangan bagi ummat muslim yang semakin kompleks, dan mempersiapkan diri setiap muslim untuk menjadi protector bagi muslim yang tidak berdaya untuk memproteksi diri mereka, sungguh kita akan menjadi orang yang dimuliakan.

Suasana diskusi berjalan tertib, tetapi antusias peserta menurut tinjauan saya sangat kurang apalagi saat kanda Syaharuddin daming menyajikan makalahnya karena beliau lebih banyak mengeluarkan istilah ilmiah karena sebahagian peserta yang hadir adalah binaan panti asuhan yang sebenarnya belum siap untuk berhadapan dengan pembicara seperti beliau, tetapi canda tawa dari kanda Syaharudddin daming membuat suasana sedikit lebih hidup. Setelah diskusi, dilanjutkan dengan pemutaran film.

Film yang diputar adalah mengaku rasul, dalam film tersebut menceritakan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sang rasul palsu seperti pernikahan tanpa wali yang berlaku bagi dirinya saja dan tidak berlaku bagi pengikutnya, namun menurut penuturan sang rasul palsu bahwa dirinya akan menantikan wahyu yang berisikan jalan agar masyarakat biasa juga dapat menikahkan dirinya sendiri.

Jadi, berdasarkan tinjauan saya, maka saya menyimpulkan bahwa sosok orang tersebut seperti penentu kebijakan yang sedang menyusun kebijakan yang sedang dalam penggodokan. Setelah pemutaran film, dilanjutkan dengan shalat tahajjut dan zikir bersama, setelah semua rangkaian acara berakhir, saya dan seluruh binaan Yapti kembali ke kamar untuk beristirahat malam aduh! Ternyata capek jugaya apalagi saya nggak tidur siang seharian, karena saya adalah bagian dari panitia penyelenggara kegiatan tersebut.

Diselah-selah acara, panitia menyediakan konsumsi yaitu Pisang goring hangat dan Sara’ba yaitu minuman yang di buat dari jahe. Karena Sara’ba sangatpanas, ditambah lagi rasanya sangat pedis, saya merasa sungguh tersiksa tetapi habis juga.

Setelah ke esokan harinya, saya ternyata terlambat bangun, karena saya sangat kecapean setelah saya mengecek jam di phonsel saya ternyata sudah jam 10 lewat. Setelah bangun, saya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan sarapan pagi serta minum the hangat. Setelah itu, saya mengirimkan ucapan selamat tahun baru islam lewat SMS ke nomor-keluarga, dan teman dengan menggunakan dua bahasa yaitu Indonesia dan bahasa inggris. Ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa Indonesia saya kirim kepada kedua orang tua saya, kepada Adik Yuyun sepupu saya Mega teman saya, dan Evi teman saya. Sedangkan ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa inggris saya kirim kepada kak nursyam dan kepada magfirah yang juga teman saya.

Setelah lama kemudian, saya menerima satu persatu balasan dari mereka yang paling pertama membalas SMS saya adalah Evi, yang kemudian disusul oleh Yuyun sepupu saya kemudian sore harinya saya juga menerima balasan SMS dari orang tua saya

Saya merasa bahwa tahun baru islam kali ini lebih inda ketimbang tahun baru sebelumnya, namun saya juga seharusnya sadar tentang sudah berapa banyak waktu yang saya buang, sudah pernahkah saya mempergunakan waktu saya untuk kebaikan di dunia ini. Seharusnya saya bertanya kepada diri saya akankah saya kembali dipertemukan dengan satu muharram tahun depan karena ajal akan setiap waktu merenggut kita.

Melalui bulan muharam ini, seharusnya menjadi manusia yang istikomah, serta mengikuti hidup rasulullah seperti akhlak beliau kepada orang tua khususnya paman, akhlak beliau yang rendah diri, akhlak beliau dalam memimpin, dan masih banyak lagi.

Bagaimana kita mengikuti beliau? Tentu saja dengan cara memperbanyak mengikuti kajian, serta memper banyak membaca buku-buku dan tulisan tentang sejarah hidup, serta sejarah perjuangan beliau, sebab dengan belajar dari masa lalu kita akan mampu menjadi manusia yang sedikit lebih maju. Bukankah hari kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah kesempatan, serta hari esok adalah harapan yang akan diraih.

Tapi karena saya sering membaca tulisan-tulisan tentang potret manusia yang ternyata telah berhasil mencontoh rasul, yang sering saya temukan di www. Eramuslim, www.Aulia87.wordpress, dan lain-lain sebagainya, selain itu, saya juga sering bertanya kepada teman-teman saya yang sering mengikuti majelis ilmu sehingga saya mampu memperkaya wawasan tentang keislaman dan wawasan tentang keilmuan secara umum.

Terakhir saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Allah sebab saya dapat menyelesaikan tulisan ini meskipun saya sempat diperhadapkan dengan berbagai hambatan selama menulis artikel ini seperti firus, dan beberapa gangguan lain tetapi sadarlah saya bahwa ketika Allah tidak berkehendak tidak mungkin saya akan berhasil menyelesaikan agenda saya pada hari ini dan hati sayapun sudah sangat puas.

RENTETAN AGENDA PENTING

Oleh:Sujono sa’id

Setiap hari kita dihadapkan dengan beragam agenda, dan setiap agenda membutuhkan persiapan untuk menyambutnya. Dan dari persiapan yang kita lakukan, akan menjadi salah satu implikasi akan keberhasilan agenda yang kita lakukan, dan dari keberhasilan itu, akan menjadi penentu akan baik atau buruknya nasib kita, sukses atau gagalnya kita dan sebagainya, semua kembali berpulang kepada kita sebagai pelaksana.

Agenda yang saya maksud adalah agenda pribadi saya sebagai siswa yaitu sebagai berikut, pada tanggal 23-29/3-2009, saya dan seluruh siswa SMU Datukribandang yang sudah duduk di kelas 3 akan mengikuti smester, setelah itu tepatnya pada tanggal 30 Maret akan dilanjutkan dengan ujian praktek sampai dengan 4 april, kemudian pada tanggal 6-4-2009 sampai dengan 8-4-2009 adalah ujian akhir sekolah, tanggal 16-4-2009 adalah penentuan apakah kita layak untuk maju selangkah lagi untuk ikut uan yang jatuh pada tanggal 20-24-2009 sebagai puncak perjuangan.

Setelah saya harus melalui agenda-agenda tersebut, maka saya tentu saja akan mengetahui sukses atau tidaknya saya dalam memperjuangkan diri untuk menuntut ilmu selama 3 tahun. Dan untuk menjawab hal tersebut, tergantung dari bagaimana saya mempersiapkan agenda-agenda sacral diatas yaitu tentu saja dengan belajar.

Bulan-bulan awal dimana saya akan melakukan persiapan, sedikit tidak berdaya, sebab tidak tersedianya fasilitas computer yang dihubungkan dengan skener yang sering saya gunakan untuk mempelajari materi pelajaran yang telah membuat semua nilai saya tidak ada yang tidak tuntas, sehingga tidak terlalu merepotkan orang lain.

Setelah memasuki bulan ke dua, maka sayapun kembali dapat bernafas lega sebab semua yang saya keluhkan sudah terpenuhi, sehingga saya tidak lagi harus berkelu kesah. Saya sering mendapati informasi tentang pelaksanaan teknis dari agenda-agenda tersebut di atas utamanya agenda uan, saya tidaklah terlalu takut, sebab saya sadar bahwa Allah akan selalu bersama dengan saya yang selalu berusaha untuk mempersiapkan segalanya dan setelah itu saya akan menyerahkan hasil usaha saya kepadanya.

Selain persiapan yang dilakukan oleh siswa secara individu, maka guru-guru di sekolah pun sudah membantu kami untuk melakukan persiapan atau dikenal dengan istilah bimbel yang dikenal dengan nama pengayaan atau juga dengan nama les.

Saya sadar, bahwa ketika saya banyak membuang-buang waktu saya, maka saya akan memperoleh peluang untuk gagal, sebab orang yang bekerja keras saja berpeluang untuk gagal, meskipun sangat kecil tetapi orang yang tidak pernah berusaha pastilah akan mengalami kegagalan, saya teringat akan sebuah tulisan yang dibuat oleh kanda Aulia blogger asal Aceh yang berjudul Pertanggung jawaban, yang isinya juga meng isyaratkan kepada kita bagaimana manaimplikasi yang akan muncul jika tidak mengefisienkan waktu.

Selama ini, siswa dan siswi selalu memperoleh bala bantuan dari penyelenggara ujian utamanya para kepala sekolah, tetapi setelah terbongkarnya sebuah kasus permainan cantik yang dilakukan oleh beberapa oknum sekolah swasta, sehingga membuat guru-guru di sekolah saya serba ketakutan. Saya menyambut hal ini secara positip sebab akan membuat saya untuk tidak terlalu cengeng dan banyak berharap.

Meskipun saya ditimpa oleh kesibukan yang padatnya bukan main, saya juga tetap browsing di internet, menulis, untuk diri saya sendiri daripada di pendam mendingan di keluarin aja biar enak gitulo!, supaya ketahuan ama orang lain juga.

Perjuangan selama 3 tahun yang lalu, sangatlah sia-sia kalau saya tidak lulus tahun ini, maka usaha demi usaha haruslah saya tempu dan saya tidak akan pernah mudah nenyerah, terkadang saya merasa fesimis tetapi ketika saya belajar, maka saya sedikit agak tergibur karena saat itu saya yakin bahwa saya akan lulus. Sebagai seorang muslim, saya hanya memiliki satu pegangan yaitu Allah sebagai zat yang akan menggerakkan hati orang-orang yang ia kehendaki, dan diapyulalah, yang akan menolong manusia yang ia kehendaki setiap manusia telah ditentukan nasibnya oleh Allah, meskipun mereka harus berusaha, sebab sesuai dengan firman Allah bahwa tidaklah aku merubah nasib seseorang ketika ia tidak mau merubahnya.

PERASAAN YANG TAK BOLEH HILANG

Oleh:Sujono sa’id

Sejak hari pertama les atau dikenal dengan nama lain Pengayaan, saya kembali mempelajari pelajaran kelas 1 SMU sebagai persiapan untuk ujian nasional kelak. Yang di leskan adalah materi ujian nasional saja seperti Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi dan Akuntansi, Geografi serta sosiologi.

Semua materi les atau pengayaan, pada umumnya dimulai dari materi yang pernah di ajarkan pada kelas 1, dan 2 sejak merefew kembali pelajaran di sekolah, saya teringat kembali pada masa-masa di mana saya baru duduk di kelas 1, masa di mana saat itu adalah saat-saat yang sangat menyenangkan utamanya ketika bersama dengan orang-orang yang kita sangat agung-agungkan, saya merasa kembali memperoleh semangat baru sehingga meskipun fikiran saya mengarah ke SMU negeri 4, tetapi saya tetap konsen dengan materi les yang di berikan setiap kali mengikuti les sebab tidaklah membuat konsentrasi saya terganggu, bahkan saya semakin menghayati materi les yang diberikan.

Salah satu diantara sekian banyak kenangan yang terrefew kembali lagi-lagi adalah kenangan bersama Aulia Susantri sebagai sahabat yang selalu membantu saya dalam mengikuti proses belajar mengajar utamanya dalam mempelajari pelajaran Bahasa inggris, sejak itu saya merasa bahwa perasaan ini tidak boleh hilang dari benak saya meskipun saya sudah akan mengikuti ujian pada tahun ini insya Allah.

Selain kenangan bersama dengan sosok gadis cantik dan berprestasi yang satu ini, kenangan SMU negeri 4 yang kembali terrefew di benak saya adalah kenangan di mana saya aktif sebagai pengurus mushallah di tempat tersebut, masa-masa itu juga tak kalah indahnya, namun masa-masa itu rasanya tidaklah saya ingin lupakan biarlah masa-masa itu menjadi motifasi bagi saya untuk memacu diri menuju kea rah yang lebih baik, bukan kea rah yang akan membuat saya menitikkan airmata saat mengenang kembali.

Selain kenangan bersama dengan sesama siswa, saya juga memiliki beberapa kenangan khususnya kenangan bersama dengan seorang guru bimbingan konseling sebut saja dia adalah pak rahim, beliau adalah guru SMU negeri 4 makassar yang telah lama menginjak masa pension, tetapi beliau masih mengabdikan dirinya di sekolah tersebut. Kesan yang paling membekas adalah kesan ketika beliau sering memanggil saya untuk masuk ke ruangan beliau untuk minum the bersama beliau di ruangan BK.

Ketika saya mengikuti les di sekolah, semua kenangan- kenangan yang saya sebutkan di atas kembali terrefew sehingga saya merasa perasaan bahagia saya tidak ingin hilangkan mudah-mudahan perasaan ini akan membuat saya melangkah lebih baik dan terarah menuju gerbang ke suksesan, dan saya hanya mampu berharap semoga orang-orang yang telah banyak berjasa dalam menolong saya seperti Aulia meperoleh kedudukan yang layak kelak, serta pasangan hidup yang mampu melindunginya.

Saya juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua anak IPA SMU negeri 4 makassar yang telah memberikan sugesti kepada saya untuk tetap memiliki keinginan untuk menjalani hidup meskipun dalam keadaan seperti ini, mudah-mudahan mereka tetap dalam lindungan Allah dan juga memperoleh hidup yang layak.

Sebuah harapan yang saya timbulkan mudah-mudahan akan membantu saya untuk memasuki gerbang kelulusan, dan dapat menduduki bangku kuliah, sebenarnya, saya juga selama mengikuti les, sangat ketakutan menghadapi uan yang sudah tinggal menghitung hari, karena saya merasa tidak siap. Tetapi, ketakutan tersebut telah saya tepis dengan berbagai usaha. Saya juga sangat berterima kasih kepada higher education, yang telah banyak membantu saya sehingga nilai-nilai saya tuntas semua.

Ternyata saya sadar, kalau kepindahan saya ke SMU Datukribandang akan membawa sebuah hikmah tersendiri, sebab seandainya tidak, maka akan banyak kejadian yang akan menimpah saya mulai dari sulitnya saya ketika tidak punya uang.

Sebuah kenangan ketika saya harus menjadi topic perhatian dan menjadi buah bibir jelek saat mau pindah dari SMU negeri 4 Makassar ke SMU datuk ribandang, mendapat respon yang kurang senang dari berbagai pihak, namun saya ternyata selalu mendapatkan harapan untuk menjadi lebih maju dan lebih baik dari sebelumnya.

Kini, alhamdulillah, saya telah mempersiapkan diri saya untuk memasuki ujian, mudah-mudahan saya lulus dengan happy ending, bukan lulus dengan sad ending. Kenangan demi kenangan tidak akan saya lupakan, bahkan lewat kenangan ini saya ingin belajar, sebab saya telah memiliki sebuah slogan yaitu belajar dari peristiwa.

PELATIHAN DA’WA MUSHALLAH

Oleh:Sujono sa’id

Tanggal 16 sore, pengurus mushallah tarbiatul ittihadul ummah ngadain pelatihan da’wa buat binaan yang baru mau belajar bicara di depan public. Pelatihan tersebut di buka pada sore hari pukul 16.00 waktu Indonesia tengah dengan jumlah peserta sekitar 13 orang dengan dua orang instruktur inti yaitu Fadli sebagai master dan saya sebagai anggota instruktur. Setelah pembukaan, Fadli selaku master langsung ngadain kontrak belajar, malam harinya saya langsung dikasi jadwal untuk membawakan materi self konvidens dengan kemampuan yang saya miliki dan ternyata cara saya membawa materi dianggap berkesan oleh sebahagian audience meskipun masih ada kekurangannyalo!.

Ke esokan harinya tepat pada jam sebelas siang, saya kembali menghendel training tersebut sebagai fasilitator yang mendampingi kanda makmur yang kebetulan disuruh bawa materi tentang teknik presentasi dan penyusunan bahan cerama. Setelah makan siang, saya kembali mendampingi peserta dengan materi praktik penyusunan materi cerama dengan metode peserta dibagi menjadi atas beberapa kelompok.

Saat itu, kesabaran saudara Fadli dan saya sebagai orang yang memiliki cita-cita jadi trainer haruslah teruji karena ketika keinginan kita sebagai fasilitator dalam training tidak singkronise dengan keinginan peserta maka peserta akan memprotes. Tetapi ternyata Fadli berhasil mengatasi masalah tersebut dengan pendekatan emosional.

Jam lima sore, Giliran kanda Bilal ngebawain materi tentang pentingnya da’wa, karena salah satu dasar yang menjadi pemikiran terselenggaranya pelatihan ini adalah alas an sebahagian binaan Yapti yang nggak mau cerama karena belum merasa pantas. Malamnya, saya dan fadli kembali mendampingi mereka dengan memberikan materi tentang menyusun konsep cerama secara autodidak lagi-lagi peserta dibagi menjadi dua kelompok saya mendampingi kelompok perempuan dan fadli mendampingi kelompok laki-laki. Saat itu karena saya merasa kelelahan, karena nggak sempat tidur siang.

Akibatnya, saya kehilangan kreativitas, tetapi semua itu kembali bisa teratasi dengan bantuan dari Fadli sebagai master of training sehingga saya kembali mampu membawakan materi dengan baik, materi yang saya bawakan dalam bentuk diskusi teknisnya adalah saya suruh mereka berdiskusi kemudian ada yang memberikan tanggapan dan hasil dari tanggapan atas mereka ditulis oleh salah satu dari mereka yang menjadi notulis saat saya menghendel mereka, ada yang ketika saya kasi kesempatan buat bicara dia nggak mampu bahkan dia mengatakan saya nggak bisa, lagi-lagi saya kembali dituntut untuk menjadi orang yang harus kembali belajar menjadi trainer.

Ada pula dari mereka yang akhirnya menyadari bahwa seperti inilah ketika kita disuruh menyusun konsep ceramah secara autodidak dan peserta tersebut mampu menghendel teman-temannya yang tadinya nggak mau bicara subhanallah, ini adalah anugerah dari Allah bagi saya yaitu berupa sebuah inspirasi dari seorang peserta training.

Ke esokan harinya hari ke tiga, pada waktu pukul 14 siang, saya nggak sempat masuk ngedampingi Fadli karena saya kecapean banget habis ngurusin sesuatu di sekolah maka saya SMS Fadli dengan isi SMS yaitu minta izinnya. Tetapi ternyata kenyataannya lain, Fadli tidak membaca SMS saya sehingga ketika peserta sudah masuk saya malah di miskol-miskol oleh peserta. Setelah saya terbangun, saya melihat ada panggilan nggak terjawab langsung saya panggil ternyata yang miskol adalah Syamsuddin salah satu peserta. Setelah itu saya telephon Fadli, setelah saya menelephon fadli barulah ia lihat SMS yang masuk di HPnya tentang pemberitahuan saya tentang ketidak masukan saya siang itu saya baru masuk pada sore harinya untuk kembali bawa materi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam berda’wa dengan materi dalam bentuk teori dan Tanya jawab dengan peserta yang hadir dalam pelatihan tersebut, al-hamdulillah lumayan.

Setelah saya membawa materi, semua peserta diberi materi evaluasi tahap 1, dimana mereka di uji sampai dimana kemampuan mereka dalam menyerap materi yang diberikan, setelah itu mereka juga memperoleh materi dari kanda hamzah tentang orgensi da’wa yang membahas banyak hal. Setelah Shalat magrib, semua peserta dan saya selaku instruktur menyempatkan diri untuk makan malam karena mereka bakal masuk lagi ba’da isya dengan dua materi dan dilanjutkan dengan penutupan setelah jam sepuluh malam.

Setelah jam delapan malam, peserta kembali memperoleh evaluasi tahap dua yang kemudian menjadi evaluasi tahap akhir pada malam itu. Setelah itu, saya dan fadli kembali memberikan materi bagaimana menyusun persiapan sebelum tampil. Fadli yang menggantikan saya mendampingi perempuan, dan saya mendampingi peserta laki-laki.

Sembari mendampingi mereka, leher ini rasanya kering banget, saya sempat berkelakar oh… nggak ada konsumsi karena nggak ada panitia perempuan dalam pelatihan ini. Baru beberapa detik saya ngucapin statemen itu, salah seorang panitia masuk mushallah menghidangkan konsumsi kepada peserta pelatihan saat itu.

Setelah tugas mereka selesai, saya persilahkan mereka untuk menikmati hidangan dari panitia bersama-sama dengan saya. Setelah itu, saya mempersilahkan mereka tampil ke depan untuk mempresentasikan ceramah mereka tanpa naskah al-hamdulillah ternyata mereka semua mampu untuk melaksanakan hal ini begitupun dengan peserta perempuan.

Setelah semua selesai, saya memandu acara penutupan yang kemudian mempersilahkan ketua musallah memberikan sambutan sekaligus menutup jalannya pelatihan tersebut. Akhirnya, makasi yarab, engkau telah memberikan kesempatan kepada saya untukmenjadi seorang trainer, semoga semua itu dapatlah tercapai.

Tidak ada yang tidak mungkin ketika saya mau untuk berusaha se agresif mungkin, tetapi kalau saya tidak mempunyai usaha, maka saya nggak mungkin berhasil meskipun hanya jadi trainer di lokasi sendiri tetapi saya yakin! Kalau saya bakal jadi trainer di berbagai tempat meskipun itu membutuhkan waktu lama untuk mencapainya.

LIMA HARI PENENTU LANGKAH KE DEPAN

Oleh: Sujono sa’id

Hari Senin tepatnya pada tanggal 20( Duapuluh) april 2009, adalah momen bersejarah dimana saya adalah satu-satunya dari Tunanetra siswa SMU Datukribandang yang mengikuti Ujian nasional. Hari itu, saya terlambat tiba di sekolah karena saya harus menunggu pendamping yang baru tiba di Sekretariat Pertuni, sambil menunggu saya menerima telephon dari salah seorang panitia ujian yang memberitahukan kalau pengisian biodata sudah di mulai, akhirnya setelah saya menutup telephon, saya dan pendamping saya waktu itu adalah kanda Muhammad Nursyam berangkat ke sekolah.

Setibanya di sekolah, saya langsung di jemput oleh panitia yang tadi menelephon di HP saya, dan meminta agar pendamping saya dalam hal ini adalah kak Nursam untuk tidak mendampingi saya dan biarlah pihak sekolah yang mendampingi saya pada hari itu karena itu adalah permintaan dari pengawas sekolah lain yang kebetulan ditugasi untuk mengawas di SMU Datukribandang. Akhirnya, sayapun masuk ke ruang guru yang merupakan tempat saya untuk menjalani ujian nasional beserta panitia yang mendampingi saya hari itu, di sana sudah siap beberapa team pemantau indevenden.

Selain itu, juga ada beberapa panitia local dari guru SMU Datukribandang beserta Kepsek SMU Datukribandang, beberapa pengawas dari SMU 4, dan koordinator pengawas ujian. Pada saat itu, saya merasa gemetaran ketika saya akan menjawab soal karena saya merasa bahwa saya tidak dapat menjawab soal Bahasa Indonesia dengan baik sebagai satu dari 6 mata pelajaran yang di ujikan saat itu. Setelah saya menjawab kira-kira 6 nomor, saya harus mencari kamar mandi buat buang air kecil karena saya pada saat itu mengalami tekanan psikologis, maklumlah ini baru pertama kali buat saya.

Soal demi soal saya harus analisa, sehingga tidak dibaca hanya sekali tetapi harus di baca berkali-kali bahkan, saat ujian berlangsung ternyata saya tidak menduga kalau ada wartawan dari dua media cetak yang mengambil gambar saat soal di bacakan, saya saat itu sangat merasa istimewa, selain keistimewaan itu, saya kembali depertemukan oleh Allah dengan Ibu Evi Yuliati sosok yang membantu perjuangan saya untuk menjadi perintis tunanetra pertama yang bersekolah di SMU negeri 4 Makassar.

Ketika waktu istirahat karena pada saat itu ada dua mata pelajaran yang diujikan, saya menyempatkan diri saya untuk bercaakap-cakap dengan beliau tentang banyak hal. Setelah bel tanda istirahat berbunyi, sayapun keluar dari ruangguru karena ruangguru tempat saya mengikuti ujian akan ditempati untuk ber istirahat oleh panitia ujian, pengawas, dan pemantau independent selama jam istirahat berlangsung.

Ketika saya berada di depan ruangan guru, saya langsung didekati oleh wartawan kedeua media tersebut sambil melakukan wawancara seputar pelaksanaan ujian bagi Tunanetra yang sedang menjalani ujian di sekolah umum seperti sekolah tempat saya menempu pendidikan, sambil saya di interfew teman teman sayapun melihat lihat saya ngobrol dengan teman-teman wartawan saat itu kemudian salah seorang guru yang merupakan panitia ujian mengatakan “ tauana masuki di TV” ujarnya.

Setelah beberapa menit kemudian, bel untuk masuk kembali di pukul, sayapun kembali ke ruangan guru yang merupakan tempat saya untuk menjalani ujian nasional saat itu, saya akan mengikuti ujian sosiologi. Saat ujian sosiologi, saya harus nenjawab soal sebanyak empat puluh nomor alhamdulillah, saya yakin akan jawaban saya yang saya isi di LJK tidak semuanya benar tetapi untuk ujian sosiologi saya rasa lebih 20 benar. Setelah saya mengikuti ujian sosiologi, panitia lagi-lagi kasihan terhadap panitia ujian yang mendampingi saya dalam mengisikan lembaran jawaban serta membacakan soal, karena harus di baca berkali-kali salah seorang pemantau independent mengatakan saya sangat sedih melihat kejadian seperti ini, lebih baik biarlah dia membawa pendamping sendiri seperti Pak Doktor Syaharuddin alumni pertama SMU Datukribandang. Setelah beberapa hari kemudian, kepsek SMU Datukribandang meminta agar hari-hari selanjutnya saya membawa pendamping sendiri dari asrama.

Ke esokan harinya, tepatnya pada hari Selasa, saya akan mengikuti ujian Bahasa inggris dengan dua sesi yaitu menjawab soal dalam bentuk listening dan reading test. Setibanya saya di sekolah pada hari ke dua, saya langsung dibawah ke ruangan duapuluh enam yang merupakan ruangan tempat saya melaksanakan ujian untk bergabung dengan teman-teman saya mengikuti ujian listening karena keterbatasan tape sebagai media.

Saat ujian akan di mulai, kanda Nurhaeda yang merupakan pendamping saya saat itu masuk ke ruangan duapuluh enam untuk mendampingi saya mengikuti ujian listening dengan menggunakan kaset, setelah 15 nomor soal listening selesai saya jawab, sayapun pindah ke ruangan guru untuk menyelesaikan soal sesi kedua yaitu reading test.

Sesampai di ruang guru, telah siap seorang panitia ujian yang akan membantu melingkari LJK dan kanda nurhaeda hanya mendampingi saya untuk membaca soal-soal tersebut, semua soal bahasa inggris berhasil saya jawab, saat itu Ibu Evi Yuliati juga turut kagum akan kemampuan saya dalam berbahasa inggris meskipun saya merasa masih sangatlah terbatas dalam hal tersebut, tetapi ketika itu ia kembali memutar memori saya ke masa lalu dimana saya memiliki kenangan bersama dengan Aulia Susantri.

Saat itu, saya ditanya “juara berapa kamu waktu porseni di SMU 4?” saya menjawab “juara tiga bu” selanjutnya beliau berkata “ oh! Yang juara satu saat itu adalah Aulia juga dari kelas satu Sembilan temanmu” sayapun kembali menimpali “ya! Benarbu saya memang banyak belajar dari Aulia tentang Bahasa inggris serta mengambil banyak motifasi darinya” setelah itu beliau bercerita kepada seorang panitia dari SMU 4 bahwa saya mampu berbahasa inggris karena termotifasi oleh Aulia.

Alhamdulillah, beliau juga telah mengetahui kalau saya juga sangat kagum akan kehadiran sosok Aulia sebagai sosok yang inspiring, hari itu Aulia menjadi topic pembicaraan saya dengan Bu evi, dan pengawas lain dari SMU negeri 4 makassar.

Singkat cerita, tibalah saya pada hari ke 4 ujian nasional, saat itu saya mengikuti ujian Geografi, saat mengikuti ujian Geografi saya sangat kesusahan dalam menjawab soal, karena soal yang banyak naik adalah soal dalam bentuk gambar dan perhitungan, tetapi ada Dua gambar yang berhasil saya analisa dan akhirnya saya jawab juga.

Akhirnya, tibalah pada hari terakhir, ujian nasional, tiba-tiba saya lagi-lagi mengalami kesulitan saat itu karena saya mengikuti ujian matapelajaran Ekonomi yang di dalamnya ada banyak gambar, table, dan perhitungan yang saya sendiri sangat kesusahan untuk menjawabnya. Hari jumat malam, sayapun membuat prediksi bahwa kemungkinan saya untuk lulus sangatlah kecil, karena secara realita saya melihat, tetapi saya serahkan semuanya kepada Allah dan tinggallah saya untuk menunggu pengumuman.

Tulisan ini akan saya tutup dengan sebuah perkataan yang sering menjadi doa saya setiap sujud terakhir saya yaitu ketika Allah menghendaki saya untuk tidak lulus tahun ini maka mudah-mudahan saya diberikan kekuatan, tetapi ketika saya lulus maka saya akan sangatlah bersyukur akan kehadiratnya, yang telah memberi saya nikmatnya.

KESAN IKUT CONTEST LAGALIGO

Oleh:Sujono sa’id

Kontest Lagaligo adalah ajang dimana teman-teman yang aktif menulis dib log seperti blogspot, wordpress, dan situs-situs yang tempat para penulis di dunia maya menuangkan tulisannya bertaruh untuk memeriahkan lomba ini. Kontest ini di ikuti oleh 20 orang peserta, salah satunya adalah blogger andalan saya yaitu kanda Wennyaulia.

Setiap peserta yang ikut dalam lomba ini harus memuat karya tentang budaya, dan memasang banner lagaligo dib log masing-masing. Saat itu, tepatnya pada tanggal 17 September, kanda Ahmad atau lebih akrab disapa kak made telah memasukkan blog saya sebagai peserta dalam kompetisi ini dengan terpasangnya banner lagaligo dib log saya.

Setelah kurang lebih sebulan saya menunggu, tepatnya pada tanggal 27 Oktober-2008, saya secara kebetulan mau membuka situs lagaligo dan wal-hasil saya menemukan pengumuman tentang siapa yang menjadi pemenang dalam contest ini, ternyata terpilih sekitar 3 orang yang masuk sebagai 3 nominasi terbaik yaitu kami ada 2 orang dari makassar dan seorang beautiful girl dari banyumas dan dinilai oleh 3 orang team juri.

Sore itu, setelah membaca pengumuman tersebut, sangat bahagia, karena saya tidak menyangka kalau karya tulis saya tentang budaya menjadi karya tulis terbaik, juri yang menilai adalah mas sawali, daeng arul, dan bang ahmad atau made. Mendengar kak made adalah salah satu dari 3 orang penilai, saya sempat berfikir kalau saya juara 2 karena nepotisme bukan karena profesionalisme, tetapi setelah saya mengkonfirmasi kepada kak made beliau mengatakan kalau penilaian tidak ada nepotisme.

Sebab katanya, daeng arul menilai di Palopo dan mas sawali menilai di tempat lain pula. Bahkan nanti setelah penilaian barulah diberitahukan kalau tulisan yang menjadi the second winner adalah tulisan yang dibuat oleh seorang Tunanetra. Tetapi kedua juri tersebut sempat tidak percaya dengan ucapan kak Made, tetapi kak made berusaha untuk meyakinkan ke duanya. Dari sini, saya menyimpulkan bahwa ternyata saya telah berhasil meraih sebuah prestasi yang ternyata harus saya pertahankan.

Wah! Tulisan tentang kesan saya dalam mengikuti contest ini sangat lambat saya tulis, karena saya sangat sibuk sekali pasca kegiatan tersebut mengurusi urusan sekolah, urusan tulisan, dan urusan lain-lain tetapi sangatlah saya bersyukur karena saya masih dapat menuliskan tentang kesan saya dalam mengikuti kegiatan ini sebagai ajang lomba.

Namun, dibalik kegembiraan saya, saya juga sangat bersedih, karena blog andalan saya tidak masuk dalam nominasi, padahal ketika saya membaca tulisan beliau yang berjudul upacara tunggul wulung saya sangat takut karena saya merasa bahwa tulisan beliau lebih bagus ketimbang tulisan yang saya buat ini apalagi dinilai dari isi tulisan.

Saya memilih menulis karya dengan memilih judul tulisan Potret budaya masyarakat Selayar, sebab menurut saya budaya selayar sangat menarik untuk saya kaji, tetapi bukan berarti budaya lain tidak menarik untuk dikaji tetapi saya tidak punya cukup waktu untuk meng explorasi budaya-budaya di tempat-tempat yang lain.

Tapi intinya, saya telah ikut serta dalam contest ini, tetapi orienttasi saya untuk ikut dalam contest ini adalah untuk meng efaluasi sejauh mana kemampuan saya dalam tulis-menulis, ternyata berdasarkan hasil penilaian, ternyata tulisan saya sudah layak untuk dibaca oleh public meskipun masih harus ditingkatkan lebih kea rah yang baik.

JUMAT AKHIR TAHUN YANG SANGAT BERKESAN

Oleh:Sujono sa’id

Ya! Kita tahu bahwa hari jumat adalah hari yang sangat di muliakan oleh Allah, sebab pada hariitu adalah hari bagi ummat muslim yang ingin melaksanakan shalat jumat, serta pada hari itu doa setiap hamba allah di ijabah oleh Allah. Oleh karena itu, maka saya masih dapat bersyukur karena pada jumat akhir tahun ini saya dapat mengikuti shalat jumat di mesjid yang tidak jauh dari asrama Yapti tempat saya menimba ilmu.

Rangkaian shalat jumat ada dua macam yaitu khutbah dan shalat dua rakaat. Baik shalat jumat maupun khutbah, adalah dua komponen yang sangat wajib hukumnya untuk di ikuti karena selain kita memperoleh pahala, maka kita juga akan banyak mendapatkan ilmu, dari khutbah jumat yang kita dengarkan dan kita dapat merasakan nikmatnya shalat berjamaah bersama kerabat, handai tolan, serta seluruh masyarakat sekitar tempat tinggal.

Dalam khutbah jumat, khatib banyak berbicara tentang singkronisasi antara ilmu dan iman, dalam khutbahnya sang khatib sempat menjelaskan tentang eksistensi tomas Alfa Edison, seorang penemu bola lampu yang sekarang ini telah kita nikmati hasilnya. Beliau juga sempat menerangkan tentang Aleksander Graham bel seorang penemu pesawat Telephon, ya kita tahu bahwa mereka adalah orang yang ber ilmu tapi tidak beriman. Tetapi menurut yang saya kutip dari beliau bahwa kita harus meng korelasikan antara ilmu dan iman, sebab dengan ilmu maka kita akan beriman kepada Allah.

Sedangkan dengan iman, maka kita insya Allah tidak akan salah langkah dalam menuntut ilmu dan kita akan selalu merasa diawasi oleh Allah. Selain membahas tentang korelasi antara ilmu dan iman, khatib juga membahas bagaimana efisiensi waktu dalam kehidupan kita, karena orang yang beriman adalah orang yang mampu memanage waktu.

Selain itu, khatib juga memberikan sebuah ilustrasi tentang seorang ahli bahasa dan seorang nahkoda perahu , sang ahli bahasa mengatakan bahwa pak dapatkah anda berbahasa Indonesia, Inggris, Arab, dan lain-sebagainya. Sang tukang perahu hanya menjawab Tidak, sang ahli bahasa mengatakan dengan bangganya bahwa sangatlah kita merugi ketika kita tidak mengetahui Bahasa Inggris, sebab dengan bahasa inggris kita akan dapat mempergunakan peralatan super canggi yang petunjuknya 60 persen adalah petunjuk yang berbahasa inggris. Begitu juga dengan bahasa Arab, ketika kita meninggal kelak, maka kita akan ditanya dengan bahasa arab dengan beberapa macam pertanyaan.

Tetapi, ketika perahu tersebut hamper tenggelam, sang ahli bahasa mendapatkan pertanyaan balik dapatkah bapak menyelam ketika perahu ini tenggelam sang ahli bahasa menjawab saya tidak dapat berenang. Dari ilustrasi diatas, dapat saya simpulkan bahwa ketika kita memiliki kelebihan lantas kita menyombongkan diri dengan kelebihan yang kita miliki, maka kita akan dicelakakan oleh orang yang ternyata memiliki kelebihan lain. Tetapi ketika kita malah menganggap kelebihan yang kita peroleh adalah sebuah anugerah dari Allah, maka kita akan memperoleh kemudahan setiap langkah dalam menjalani kehidupan kita, dan kita akan mampu menghargai kekurangan orang lain. Bukankah Allah telah menanamkan kelebihan dalam diri setiap manusia yang terlahir di dunia ini yang dikenal dengan istilah potensi diri yang beraneka ragam di tubuh kita.

Setelah selesai shalat jumat, saya kembali ke Asrama Yapti, yang merupakan tempat saya(penulis) untuk makan siang, setelah makansiang, sayapun kembali melaksanakan kebiasaan saya sebagai seorang yang hobi dalam hal menulis kemudian diselingi dengan browsing di internet khususnya blog faforit saya yaitu Aulia 87.

ISI HARI KEBANGKITAN NASIONAL DENGAN SEMANGAT BARU

Oleh:Sujono sa’id

20-5-2009, adalah peringatan seratus satu tahun kebangkitan nasional, hari ini saya kembali memperoleh nikmat dari ilahi karena pada waktu sehari setelah hari kebangkitan saya berkesempatan untuk menuliskan perasaan saya tentang sebuah momen yang telah saya ikuti pada tanggal 20- mei malam di Celebest confention center.

Momen yang mana yang saya maksud? Yang saya maksud adalah sebuah momen peringatan hari kebangkitan nasional yang di isi dengan kegiatan seminar dengan tema Tomorrow will be better dengan pembicara yaitu sang number one motivator siapa lagi kalau bukan Andriewongso, seorang yang menjadi alumni SDTT yang sekarang ini telah menjadi pembicara public dan selalu memberikan spirit di berbagai tempat.

Saya ikut seminar tersebut tidaklah sendiri tetapi saya bersama dengan teman-teman dari persatuan tunanetra Indonesia, kami berangkat meninggalkan asrama Yapti pada pukul 6.300 dengan menggunakan mobil dinas Yayasan pendidikan tunanetra Indonesia, sesampainya di sana kami terlambat masuk karena kami di halangi oleh kemacetan yang luarbiasa sebagaimana luarbiasanya antusiasme masyarakat yang ingin menjadi orang-orang yang lebih baik di hari esoknya dengan semangat yang baru.

Sesampainya kami di ruangan seminar, kamipun langsung mengambil tempat duduk yang paling belakang tetapi nggak belakang-belakang amatji kodong, bayangkan seminar yang saya ikuti sungguh luar biasa kenapa? Saya mau bilang luar biasa dari berbagai hal luar biasa pesertanya, karena jumlah peserta mencapai 3500 orang.

Luar biasa pematerinya, karena pematerinya adalah seorang motivator nomor satu, luar biasa materinya, dari segi penyajian, karena selain disajikan dalam bentuk teori, juga kita diperhadapkan dengan realita yang ditampilkan lewat video dan power point.

Realita yang di perlihatkan adalah realita tentang bagaimana ia ketika masih kecil dulu, serta realita tentang sebuah bukti yang mengatakan bahwa tidak ada sesuatu yang imposible ketika kita melakukan sesuatu usaha untuk merubanya menjadi very possible dengan kesungguhan, spirit, komitmen, serta kemauan dari dalam diri kita.

Mengenai materi penumbuhan spirit, menjadi seorang yang berjiwa nasionalisme, kita di putarkan sebuah lagu ibu pertiwi, saat lagu tersebut di putar, rasanya tubuh ini gemetaran karena jiwa nasionalisme saya kembali muncul, selain penumbuhan keinginan dalam diri setiap manusia, materi yang di berikan juga mengenai bagaimana kita seharusnya menata sikap terhadap kondisi bangsa ini yang luar biasa hancurnya.

Untuk materi ini, kita diputarkan sebuah lagu dari Ebit, yang bercerita tentang sebuah kejadian yang melanda dunia khususnya indonesa yang juga banyak menjadi penyebabnya adalah manusia sendiri yang kemudian ketika keganjalan ini sudah terjadi, manusia pulalah yang mengkritisi kejanggalan serta kekurangan di Negara kita.

Intinya, bagi saya apa yang telah saya hadiri semalam adalah a histori un forgettable moment, karena saat itu saya pulang dengan membawa sebuah harapan bahwa hari esok saya ingin menjadi yang terbaik kemudian keesokan harinya, lebih baik lagi dan begitu seterusnya. Setelah acara selesai, kami rombongan dari DPD pertuni kembali memperoleh sebuah kesempatan emas untuk melakukan voto bersama pak andrie. Apa yang saya tangkap dari materi semalam? Yaitu bahwa untuk merubah Indonesia menjadi lebih baik harus dengan kemauan, spirit, komitmen, dan diakhiri dengan sebuah aksi.

IKUT RAKERDA PPCI

Oleh:Sujono sa’id

Tanggal 26 Juli tahun 2008 tepat pada pukul 12.30 siang, saya meninggalkan asrama Yapti untuk mengikuti Rakerda PPCI Sul-sel di Takalar. Saya berangkat bersama beberapa orang yaitu M. Husni, M. Arifin, kanda Mursida, dan kanda Makmurkam ke secretariat PPCI sulsel untuk melakukan registrasi. Saat itu, saya mewakili Itmi( ikatan tunanetra Muslim Indonesia) bersama dengan Husni, sedangkan arifin, mewakili Pertuni yaitu Persatuan tunanetra Indonesia bersama dengan kanda Mursida.

Setibanya kami di kantor PPCI Sulsel, kamipun langsung melakukan registrasi kepada panitia daerah sebelum berangkat ke Takalar dengan menggunakan bus, tepat pada pukul 2 siang, semua peserta yang akan mengikuti rapat yang terdiri atas beberapa pengurus PPCI dari berbagai kabupaten seperti PPCI Bulukkumba, PPCI Selayar, dan masih banyak lagi yang tidak sempat saya sebutkan tetapi peserta terdiri atas 16 orang.

Setelah setengah perjalanan, saya(penulis) harus pindah dari bus ke mobil PPCI bersama dengan Pak makmum yang merupakan rekan seperjuangan saya di pelatihan MC, di mobil PPCI saya bertemu dengan seorang tuna daksa dia adalah perwakilan dari PPCI Sidrap yang ternyata harus menggunakan kursi roda, kursi rodanya di bawa ke takalar dengan bus sedangkan dia sendiri ikut di mobil PPCI. Setelah beberapa lama ternyata beliau mau buang air kecil, karena keterbatasan ruang gerak, dia membuang air kecil dengan menggunakan botol, setelah buang air kecil, botol tersebut dimasukkan kedalam kantong yang berisi dokumen panitia serta dokumen organisasi.

Lama kelamaan, air dalam botol tersebut tumpah, dan membasahi dokumen panitia yang ada di dalam kantong tersebut, setelah sampai di takalar tepatnya di arena Rakerda, kantong yang berisi dokumen panitia ini akan diturunkan, mungkin karena rada-rada malu sehingga beliau mengatakan bahwa extrajos saya tertumpah, saya tidak terima alas an beliau yang mengatakan bahwa botol tersebut berisi extrajos , sebab yang sempat tersentu oleh indera penciumman saya adalah bau air kencing dan bau kotoran.

Setelah tiba di Takalar tepatnya di Lokasi Rakerda di Wisma Asman, saya serta rombongan dari PPCI Sulsel turun dari kendaraan untuk mencari kamar penginapan yang telah ditetapkan oleh panitia untuk menginap, setelah menemukan kamar penginapan, saya menginap dikamar tersebut bersama dengan Pak Arman habib, yang merupakan guru saya di SLB A Yapti, dan pak Irwan Jabbar yang keduanya adalah pengurus PPCI Sulawesi selatan dan juga sebagai Stering komite pada kegiatan rakerda PPCI kali ini.

Setelah pukul 17.00, saya dan seluruh peserta memasuki Aula wisma Asman untuk mengikuti breaving. Saat breaving, dokumen panitia yang telah ternodai oleh air kencing inipun dibagikan, sepulang dari Aula wisma Asman, pak Armanpun bertanya kepada saya “jon apakah kamu tidak mencium bau kencing pada dokumen yang dibagikan oleh panitia tadi?” sayapun menjawab “ saya taupak mungkin itulah isi kantong-kantong yang diturunkan oleh panitia saat kita tiba tadipak karena saya mendengarkan pengakuan sang penumpang yang duduk di kursi dimana dokumen tersebut di letakkan dan ia mengaku bahwa yang tumpah adalah extrajos tapi yang tercium adalah bau kencing, mungkin itulah yang telah dibagikan oleh panitia tadi”.Setelah tiba waktu magrib, saya, pak arman, dan pak irwan melaksanakan shalat Magrib, setelah itu kamipun mengambil jata makan malam di tempat panitia bagian akomodasi, setelah itu, kamipun makan malam bertiga, sungguh indah kebersamaan.

Setelah makan malam, kamipun memasuki Aula wisma Asman kembali untuk mengikuti acara perkenalan antara panitia dan peserta dengan menggunakan berbagai fariasi, bahkan ada salah seorang peserta memperkenalkan dirinya dengan menggunakan bahasa Inggris. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan mendengarkan laporan tentang kondisi PPCI di berbagai kabupaten, organisasi anggotapun tidak ketinggalan dalam momen ini seperti pertuni, itmi, dan HWPCI. Tetapi ketika saya dari Itmi melaporkan akhirnya saya salah tingkah, sebab ketika saya sudah berada di meja stering untuk mengambil corong mikrofon untuk berbicara ternyata pak arman bicara duluan.

Akhirnya saya kembali ke tempat duduk saya dengan kondisi yang sangat salah tingkah. Disela-sela acara berlangsung, panitia tiba-tiba membawa jagung sebagai konsumsi pada malam itu, saya bersama dengan beberapa pengurus PPCI menyantap jagung tersebut sampai akhirnya kamipun betul-betul kenyang pada malam itu.

Tepat pukul 10.00 malam, rapat tentang pembahasan laporan kondisi PPCI di berbagai kabupaten telah selesai, kemudian dilanjutkan dengan acara hiburan dengan iringin elekton oleh kanda Nasra fuddin yang juga menyandang tunanetra. Saat acara hiburan, saya lagi-lagi tidak ketinggalan dalam acara ini saya menyanyikan lagu faforit saya yaitu I have a drim, mendengarkan saya menyanyi, panitia local dari Takalar sangat terheran-heran melihat saya menyanyi dengan pronon sation yang baik.

Ke esokan harinya tepat pada pukul 8.00, bupati takalar membuka acara rakerda secara resmi dengan susunan acara yaitu pembukaan oleh MC, pembacaan qalam ilahi, pidato ketua panitia, mars PPCI, pidato oleh ketua PPCI sulsel, dan pidato oleh bupati takalar yang sekaligus membuka secara resmi seluruh rangkaian kegiatan rakerda.

Acara opening ceremony berakhir pada pukul 10.00 kemudian dilanjutkan dengan kophy break selama beberapa menit. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembagian komisi, ternyata saya ditempatkan pada komisi B yang membahas kebijakan organ. Semua komisi berhasil merampungkan kerja mereka pada pukul 12 lewat, setelah selesai, seluruh peserta memasuki ruangan makan untuk melakukan santap siang bersama-sama.

Setelah itu, rapat dilanjutkan dengan pengesahan hasil-hasil sidang komisi, dan setelah memakan waktu 2 jam, hasil-hasil sidang komisi rampung dan disahkan oleh follower. Selama sidang pleno, tentang pengesahan hasil sidang komisi saya sempat tertidur di ruangan sidang karena saya malamnya kurang tidur. Setelah sidang pleno berakhir, maka berakhirlah seluruh rangkaian acara pada saat itu, dilanjutkan dengan foto bersama antara panitia dan peserta serta seluruh pengurus PPCI sulawesi selatan.

Setelah itu, sebenarnya akan dilanjutkan dengan acara clowsing ceremony, tetapi waktu tidak memungkinkan, karena sore itu hujan turun, para peserta berlarian dari aula wisma Asman menuju kamar masing-masing untuk membenahi barang-barang mereka. Sayapun melakukan hal demikian saya hanya mengambil tas ransel saya yang kemudian saya jinjing kembali ke aula. Setelah beberapa menit kemudian, seluruh peserta naik ke atas bus untuk kembali ke makassar, di perjalanan, saya banyak bercerita dengan pak Usman seorang ketua PPCI kabupaten pinrang tentang bagaimana beliau mengisi hari-harinya dalam kondisi tuna daksa, saya banyak sekali mengambil pelajaran dari beliau.

Akhirnya kami tiba di Makassar tepat pada pukul 18 sore di secretariat PPCI Sulsel, setelah istirahat selama beberapa menit, saya bersama M. Husni, Arifin, dan kanda makmur kembali ke asrama Yapti untuk istirahat dan ber aktifitas esok harinya.

HARI TERAKHIR BELAJAR DI SMESTER SATU

Oleh:Sujono sa’id

Biasanya setiap smester di sekolahan apakah itu smester satu, dan dua diakhiri dengan penyerahan laporan evaluasi belajar selama Satu smester atau dikenal dengan istilah Raport. Dari raport ini, kita dapat mengetahui sejauh mana prestasi belajar kita, yang diukur dari nilai tugas setiap mata pelajaran yang juga dilihat dari intensitas kehadiran, tingkah laku, serta nilai dari setiap guru mata pelajaran yang diberikan.

Dari sinilah kita mengetahui bagaimana tingkat prestasi yang selama ini kita miliki, jika nilai yang kita miliki hanya nilai standar saja yang selalu tercantum di raport, maka kita berarti termasuk orang yang gagal. Misalnya ketika nilai standar adalah 65, jika nilai kita sejak smester satu di kelas satu sampai dengan smester satu di kelas tiga, itu berarti kita termasuk orang yang belum belajar maksimal dan bersungguh-sungguh.

Seperti itulah diri kita dan termasuk saya(penulis) di dalamnya, tapi pada hari ini Rabu 31 Desember 2008, tepatnya pada pukul 8.00 saya tiba di sekolah untuk menerima laporan hasil evaluasi belajar selama 1 smester di sekolah tersebut. Sesampainya di sana, saya ternyata harus menunggu, karena menurut keterangan dari beberapa teman bahwa wali kelas saya akan terlambat tiba di sekolah, sehingga saya dan teman-teman harus menunggu selama dua jam, di sela-sela penantian saya, saya mengirimkan SMS kepada teman saya yaitu Evi dan Magfira, SMS yang saya kirim lagi lagi menggunakan 2 bahasa Yaitu inggris dan Indonesia. SMS berbahasa Inggris saya kirim kepada Magfira sedangkan SMS yang berbahasa Indonesia saya kirim kepada Evi dan ternyata di respon.

Setelah Dua jam menunggu, wali kelas sayapun datang dan membagikan laporan hasil belajar sementara kepada setiap siswa karena banyak nilai yang belum tuntas. Sejak mendengar statemen dari wali kelas saya perihal tersebut, saya akhirnya dekdekan, bahkan dalam hati saya bertanya-tanya apakah saya juga termasuk orang yang memiliki nilai yang tidak tuntas?, setelah nama saya dipanggil, ternyata nilai saya tuntas semua.

Setelah laporan hasil belajar dibagikan, sayapun akhirnya kembali ke asrama Yapti dengan hati yang tidak pernah berhenti untuk mengucapkan syukur kepada Allah, karena di akhir tahun 2008 ini, dan di akhir period ke siswaan saya telah membuat sesuatu yang berhasil memuaskan diri saya mulai dari nilai standar yaitu 60, 65, sampai dengan skor 80 sudah saya miliki, berarti semakin tahun semakin terjadi peningkatan.

Tetapi kalau saya kadang-kadang berfikir, saya adalah orang yang bodoh, ya mungkin di satu sisi saya dianggap pintar oleh teman-teman saya, tetapi ternyata saya tidak menduga-duga kalau saya akan memperoleh hasil belajar yang memuaskan ini. Tetapi saya ternyata masih harus mempertahankan prestasi sampai ke bangku kuliah.

Meskipun demikian, saya tidak akan melupakan kejadian yang menimpa saya di SMU negeri 4 Makassar, sejak smestersatu saya telah memperoleh aura-aura tinggal kelas, karena ditakutkan saya akan memperoleh hambatan di kelas dua, dan ternyata pada saat rapat dewan guru SMA negeri 4 Makassar, wali kelas saya mempertahankan saya agar naik kelas dengan harapan agar saya akan lebih baik lagi, dan ternyata harapan beliau telah terpenuhi, sejarah tersebut, telah saya jadikan sebagai sebuah cerminan untuk lebih maju dan menjadi siswa yang produktif bukan siswa yang kurang ajar. Dari sejarah tersebut, saya dapat menyadari bahwa kita harus memiliki future oriented atau oreientasi ke depan seperti istilah yang sering diungkapkan oleh senior saya kakanda Makmurkam saat meenjadi moderator pada acara dialog tahun baru islam di panti guna Yapti.

DITUNDA DAN DITUNDA LAGI

Oleh: Sujono sa’id

Hari ini, tanggal 13-6-2009, pukul 08.00, saya berkunjung ke sekolah, ketika saya tiba di sekolah, saya langsung bertemu dengan teman-teman saya. Setelah bertemu dengan teman-teman saya, saya memperoleh informasi kalau pengumuman di tunda lagi.

Saya dan beberapa teman sangat merasa kecewa, karena pihak sekolah meminta agar semua siswa kelas tiga baik IPA maupun IPS untuk berkunjung ke sekolah, sesampai di sekolah saya sempat menjumpai pak hasan seorang guru BK yang kerjaannya setiap hari nyuruh siswa untuk jalan jongkok setiap siswa terlambat ke sekolah.

Selama kurang lebih sebulan saya tidak ke sekolah, saya langsung melepaskan kerinduan saya kepada teman-teman saya dan teman cewak saya yang kini sudah jadi pacar orang lain, aduh! Sungguh kasihan deh saya karena belum dapat bagian.

Selain itu, saya sempat menanyakan kepada teman saya bagaimana system penilaian dalam ujian nasional kelak? Salah seorang teman saya menjawab bahwa nilai-nilai yang ada akan di akumulasi. Ternyata apa yang dikatakan oleh Evi saat saya hubungi lewat telephon benarlah adanya karena dia juga sempat mengatakan kalau nilai-nilai kelulusan di akumulasi, makanya lanjut Evi kita sering mendengar bapak/dan ibu guru selalu mengirimkan nilai-nilai yang ada ke dinas pendidikan sebagai bahan pertimbangan. Teman saya melanjutkan bahwa kita tidak usah bersedih, karena kita sudah pasti lulus, kalau ada yang kamu rasa tidak memuaskan maka jangan kecewa.

Ya!, apa yang di katakan oleh Evi sangatlah benar, karena ada beberapa guru di sekolah saya juga sering-sering mengirimkan nilai-nilai siswanya ke dinas pendidikan kota makassar, makanya sekarang sudah tidak ada lagi sistim remedial jangankan remedial mengulangpun sudah tidak ada lagi, karena nilai dari dinaslah yang akan di akumulasi ke dalam buku raport yang akan dibagi kepada kita nantinya.

Penyebab di tundanya pengumuman adalah ditunggunya beberapa kabupaten yang memiliki masalah teknis dalam pelaksanaan ujian seperti soal yang bocor, kalau saya fakir-fikir, soal yang bocor kok harus di uji ulangsih? Bukannya di temple aja? Ban yang bocor aja ditempel apa bedanya dengan soal yang bocor tadi?.

Tapi intinya saya berharap lulus kalau pengumuman nanti supaya saya bisa ngelamar anak orang pasca kuliah bukan ngelamar anak kerbau. Setelah pukul satu siang, saya langsung menerima sekian ribu SMS yang masuk ke ponsel saya untung setelah say abaca langsung saya hapus kalau tidak bisa-bisa HP saya hang.

Rata-rata SMS tersebut menanyakan kapansi pengumuman?, gimana apa udah lulus?, dan lain sebagainya. Saya menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban bahwa pengumuman ditunda dan ditunda lagi entah sampai kapan. Ada teman saya sempat berkelakar kalau pengumuman di tunda sampai tahun depan, saya bilang cocoklah! Kalau pengumuman ditunda sampai tahun depan karena tahun depan masih ada yang uan.

Kalau masih ada yang uan, saya berharap bukanlah saya dan teman-teman saya, tetapi kelas tiga yang baru naik tahun inilah yang uan bukan main, kita sudah berusaha selama tiga tahun, kok harus uan tahun depan? Kasian dong kita. Kalau presiden yang harus nambah kesempatan kan wajarbanget, karena banyak waktu banyak kesempatan tetapi kalau saya yang harus ngulang selama setahun kapan kuliahnya atukang?. Saya juga sempat menanggapi statemen dari teman saya bahwa prediksi sekian orang tidak lulus, saya bilang biar berapa yang penting bukan saya nggak masalahla itu.

DIALOG PEMUDA DI MAKASSAR GOLDEN HOTEL

Oleh:Sujono sa’id

Kamis tanggal 2-7-2009, waktu itu udah setengah tuju pagi lewat tapi saya masih tiduran di ranjang. Tiba-tiba, saya ditemui oleh kanda hamzah dan meminta saya untuk menjadi delegasi pertuni buat ngikuti dialog pemuda di makassar golden hotel.

Dialog tersebut diadain sama FPMP (Forum pemerhati masalah perempuan) dan Iri( internasional republican institute), serta Komplit(komunitas pemuda lintas partai. Dialog tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok nelayan dan lain-lain sebagainya.

Menurut undangan yang kami terima, acara bakal dimulai pada pukul delapan tigapuluh, tetapi karena undangan belum tiba semua, maka barulah dimulai sekitar pukul sepuluh lewat. Saya berangkat dari Yapti kira-kira sekitar pukul 9 tepat.

Sesampai disana, kami langsung menemui panitia bagian Regis trasi untuk melapor setelah itu, kami dipersilahkan untuk mengambil jata Covi break saya bersama teman saya dari Pertuni menyantap Covi break dengan hikmat sambil memperhatikan suasana hotel. Setelah menikmati covi Break, saya bersama teman saya masuk ke ruangan meting untuk mencari kursi yang masih kosong dan menempatinya.

Sesampainya di dalam, sembari menunggu, kami menikmati iringan musik daerah yang menyajikan lagu-lagu daerah sembari panitia membenahi kesiapan acara tersebut, acara di awali dengan opening ceremony oleh Bu Zohra ketua FPMP. Yang kemudian dilanjutkan dengan dialog babak pertama dengan tema pemberantasan diskriminasi dari berbagai pihak dan juga kepada berbagai pihak pula dengan topik mengangkat tiga issu oleh tiga pembicara pula. Pembicara yang tampil semuanya dari komunitas pemuda lintas partai dan juga meng hadirkan bapak alwi rahman sebagai penanggap.

The first speaker yaitu kanda yang saya lupa –lupa namanya mengangkat tentang perlakuan diskriminasi di dunia pendidikan, kemudian thesecon speaker yaitu seorang cewek cantik dari komplit pula yaitu kanda zohra yang nama belakangnya saya gak lupa lupa karena moderator kurang jelas artikulasinya mengangkat perlakuan diskriminasi terhadap kaum perempuan, the therth speaker yaitu kanda asratillah saya kenal banget cara bicaranya serta suaranya kalau beliau dulu adalah senior saya di PW IRM.

Thetherth speaker yaitu kanda Asratillah seorang pembicara yang sudah sangat saya kenal nama dan suaranya karena beliau adalah senior saya di Pimpinan wilayah Ikatan remaja muhammadiah periode 2005-2007 membahas issu tentang kemiskinan yang sudah tentu mengangkat tentang kondisi perekonomian di Negara kita sekarang ini di Indonesia, kalau saya melihat pembicara ketiga, sangat cocok membahas masalah ini, karena di IRM juga dulu beliau sering membahas tentang surah al-ma’un.

Saat dialog berlangsung, saya agak tergelitik, karena saya kok seorang laki-laki juga disuruh menghadiri acara dialog tentang masalah perempuan tapi itu bukanlah sebuah masalah karena masalah perempuan bukan hanya untuk FPMP dan urusan kaum perempuan saja, tetapi itu juga harus menjadi lahan garapan saya sebagai laki-laki karena mama saya adalah perempuan, pacar dan isteri saya juga pasti perempuan dan topic yang di angkat bukan hanya masalah perempuan saja adakok isu lain. The first speaker mengangkat contoh diskriminasi dalam dunia pendidikan seperti ketidak adilan dalam penentuan ujian nasional yang hanya menentukan nilai pada ujian nasional saja. Bukan ditentukan dengan akumulasi dari nilai harian yang diberikan oleh guru di sekolah. Sehingga banyak yang seharusnya lulus ujian ternyata tidak lulus dalam ujian nasional justru yang tidak memperoleh nilai harian sedikitpun karena malas masuk sekolah yang justru lulus dalam ujian nasional itulah yang digambarkan sebagai contoh diskriminasi dalam dunia pendidikan serta hal lain dalam dunia pendidikan.

Sedangkan the second speaker membahas tentang issu diskriminasi terhadap kaum perempuan dan yang menjadi paparan beliau adalah tentang kwota 30 persen DPR bagi perempuan dan the last speaker membahas tentang system ekonomi Indonesia yang menurutnya sangatlah diskriminatif serta tingginya angka kemiskinan di Negara kita.

Menurut the last speaker, banyaknya masyarakat miskin bukan karena etos kerjanya yang rendah melainkan system perekonomian yang membuat mereka menjadi miskin pembicara ke tiga atau the last speaker mencontohkan seorang penjual tape yang memiliki kesungguhan dalam bekerja tetapi tetap dengan hasil yang itu-itu saja.

Dalam tanggapan dari bapak Alwi rahman beliau membuka kembali fikiran kita serta meluruskan kembali apa yang menjadi paparan dari the first speaker sampai dengan the last speaker. Setelah itu dilanjutkan dengan tanggapan dari audience.

Setelah semua audience memberikan rewort kepada the speaker, seluruh peserta menuju meja makansiang yang terletak di depan ruang meting. Saya dituntun menuju meja makan dan mengambil nasi dan beragam lauk mulai dari ayam dan yang dipersamakan dengan itu, setelah makan siang saya diajak untuk berjalan-jalan mengelilingi hotel dan menikmati pemandangan hotel yang berada pas di sekitar pantai losari bahkan di belakang teras tempat saya dan beberapa peserta istirahat adalah pantai losari dan tidak jauh dari pemandangan yang indah, saking indahnya ada yang sempat memotret pemandangan tersebut dengan fasilitas kamera dari handphonnya.

Setelah beberapa menit saya ber istirahat, saya kembali ke ruang meting untuk mengikuti dialog tentang program kerja dari 3 capres dan cawapres dari sulawesi selatan team sukses dari bu mega untuk sulsel adalah ibu lita sedangkan team sukses untuk SBY adalah bapak ni’matullah, dan team sukses JKwin adalah saya lupa namanya.

Saat dialog tersebut, suasana di ruangan semakin panas karena dari team sukses ada yang sempat dibuat panas oleh statemen audience yang saling menjatuhkan ada yang membuat statemen yang memojokkan JK, ada juga yang memojokkan SBY.

Sistem dialog yang diatur oleh moderator pada saat itu adalah pertama setelah team sukses menyampaikan visi dan misi dari idolanya, audience langsung memberikan klarifikasi bukan bertanya contohnya team sukses nomor satu menyampaikan visi dan missi sang idolanya setelah itu audience memberikan klarifikasi begitupun dengan nomor dua dan seterusnya barulah setelah itu dibuka babak berikutnya dimana audience diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi.

Pada babak ke dua inilah suasana menjadi semakin a lot karena peristiwa yang saya deskripsikan tadi. Setelah dialog babak kedua berlangsung kamipun mengikuti deklarasi menentang diskriminasi dari berbagai pihak yang team deklarasinya adalah FPMP, Pertuni, Nasiatul aisiah(NA), Komplit, dan semua organisasi yang hadir.

Setelah semuanya berakhir, saya dan teman saya chek out dari hotel karena memang nggak bermalam di tempat tersebut, setelah itu saya kembali ke Yapti dengan penuh kebahagiaan bercampur capek karena saat itu saya kurang tidur malamnya sayapun tertidur pulas. Inilah agenda saya pada tanggal dua kemarin tunggu agenda berikutnya dengan cerita dari saya mohon maaf kalau ada yang saya sampaikan tidak mendetil yang penting ada yang saya sampaikan dalam tulisan ini thanks for all.

CITA-CITA YANG TERTUNDA

Oleh:Sujono Sa’id

Selasa 16-6-2009, saya menerima pengumuman, ternyata apa yang telah saya prediksi benarlah adanya. Pukul 7.30, saya tiba di sekolah sesampainya saya di sekolah, saya langsung menemui seorang guru yang kemudian mencocokkan nomor ujian saya dengan daftar pengumuman yang ada, akhirnya jelaslah semua bahwa saya tidak lulus.

Mendengar hal itu, saya akhirnya menerima dengan lapang dada, bahkan saya sempat bercanda dengan teman-teman saya. Kemudian, saya mengirimkan SMS kepada keluarga saya, sepupu saya dan orang tua saya terutama. Responnyapun beeragam, ada yang menanyakan kenapa kamu bilang al-hamdulillah?, ada yang mengatakan kalau saya bercanda nggak serius, tetapi saya berusahakan meyakinkan mereka dengan cara saya.

Setelah SMS saya kirim ke phonsel mama saya, ponsel pun berdering, saya menjawab panggilan yang masuk di ponsel saya membuka pembicaraan, mama saya bertanya kenapa kamu bilang Alhamdulillah padahal kamu nggak lulus, saya hanya bilang kalau mama sendirilah yang ngajarin saya untuk menerima apa adanya.

Setelah beberapa menit kemudian pasca pengumuman, saya melihat ada peluang untuk memperoleh apa yang menjadi cita-cita saya yaitu lulus dalam pelaksanaan ujian meskipun itu hanya paket C, tetapi yang penting kalau masih ada ruang untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, saya fakir tidaklah masalah bagi saya.

Setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti nomor test, dan foto untuk kartu ujian, sayapun kembali ke Asrama Yapti untuk meng expresikan kesyukuran saya pada hari itu, karena saya sudah lulus meskipun tertunda entah kapan baru lulus benerran, karena meskipun sudah paket C belum tentu lulus juga.

Inilah saatnya saya meng aplikasikan materi-materi yang saya peroleh dari pakar kecerdasan yang sering saya ikuti matakuliahnya di masa-masa penantian ini, seperti Andriewongso, Antonidiomartin, Arvanpradiansyah, dan lain-lain sebagainya yang telah memberikan berbagai wejangan-wejangan lewat smart FM selama liburan.

Saya tidak mengira, kalau kejadian yang sangat ber sejarah di 16 juni ini, belum dapat menjadi penutup dari auto biografi saya yang sedianya sudah akan saya bukukan, ternyata harus menunggu lembar-lembar lainnya untuk menutup auto biografi saya untuk shesion pertama, karena kalau saya jadi kuliah, saya akan membuat auto biografi shetion2, tetapi saya rasa biarlah semua itu terjadi kalau itu sudah harus terjadi.

Setelah sampai di sekolah, kita tinggalkan cerita tentang saya, sekarang kita melaju ke cerita teman-temanku yang ternyata senasib dengan saya. Mereka juga memiliki beragam expresi ada yang menangis, ada yang biasa-biasa aja, dan ada yang merasa ada campur antara haru dan sedi, malu serta putus asa, tetapi setelah peluang untuk memperoleh cita-citanya yang tertunda, hati merekapun ibarat rumah yang di sinari lilin kehidupan, merekapun bersyukur karena mungkin ini adalah ujian baginya.

Saya yakin, dibalik apa yang menimpa saya, ada janji Allah, sesuai dengan pernyataannya yang berbunyi bahwa saya tidak mungkin menurunkan cobaan bagi hambaku ketika mereka tidak mampu untuk menjalani apa yang telah dibebankan padanya, yang kemudian dikembangkan oleh Arvan pradiansyah yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh sesuatu yang tidak menyenangkan, maka yakinlah tuhan akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi kita. Itupun semua sudah terbukti.

CITA-CITA MAU JADI TRAINER

Oleh: Sujono sa’id

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki cita-cita, seperti mau jadi guru, penulis, musisi, public speaker, dan lain sebagainya. Dan untuk mewujudkan semua itu saya kira sudah harus kita lakukan berbagai usaha sejak kita masih kecil. Saya mau cerita kapan saya mulai mempunyai keinginan bercita-cita menjadi trainer.

Cita-cita ini muncul ketika saya sering mendengarkan para trainer yang sering mengisi acara smart FM dengan berbagai program acara seperti Smart wishthem and motivation oleh pak Andrie wongso, Smart bisnis dengan pak james
Q, Smart emotion dengan pak Antonny dio martin, Smart happiness dengan mas arvan pradiansyah, dan mas prie GS serta mas Yakop esra dengan acara smart karakter, dan mas Nanang kosim Yusuf dalam acara smart a wayrness, eh! Hamper lupa ada juga mas Tommy sia wira dalam acara Smart nero languistik programing.

Kalau sayasih, maunya jadi trainer dalam hal apa saja kecuali smart karakter, Smart bisnis, dan smart NLP, karena saya tidak punya bakat di bidang psikologi. Tetapi kalau mau disuruh bawain acara Smart happiness, Smart emotion, dan Smart wishthem and motivation saya juga maukok apalagi smart a wayrness dan acara yang membuat kita jadi orang bijak seperti yang di bawain ama Mas prie GS tiap malam sabtu.

Sebenarnya, kalau saya melihat para trainer yang sering memberikan training di organisasi-organisasi yang pernah saya masuki seperti IRM, Pertuni, dan media training lainnya, sangat gampang, tetapi ketika saya membaca tulisan yang berjudul Sertivikasi Trayner langsung putus semangat saya untuk jadi trainer. Tapi semangat saya kembali membara ketika saya menanyakan hal-hal yang memenuhi syarat untuk jadi trainer.

Hal dan persyaratan untuk jadi trainer ini saya tanyakan kepada Kanda makmurkam ternyata sangat sederhana sekali cukup dengan cara memperkaya diri dengan wawasan, dan belajar di berbagai training center seperti HR excelensy, Institut for leadership and life management, dan rumah kesadaran.

Sebagai bentuk wujud keinginan saya untuk menjadi seorang trainer, saya menjadikan kesempatan saya untuk mengajar ikra kepada kaum tunanetra yang juga adalah senasib saya di Mushallah tarbiatul ittihadul ummah sebagai ajang untuk perwujudan impian saya karena saya tidak mau jadi seorang tukang mimpi saya mau jadi seorang pemimpi karena pemimpi adalah sosok manusia yang punya pandangan jauh.

Saya juga sempat menanyakan gimana kalau seorang tunanetra total menjadi Trayner? Sementara menurut yang saya lihat, seorang trainer harus selalu berdiri dari tempatnya untuk menemui audiensnya dan menjalin interaksi.

Beliau mengatakan saya kira sangatlah gampang ka nada informannya yang akan memberikan gambaran tentang kondisi audiens di lokasi training yang di adakan. Saya sempat tanyakan lagi gimana kalau seorang tunanetra total jadi seorang motivator? Sementara mereka terbatas dari segi boddy languages?, beliau mengatakan itu bukanlah masalah apalagi motivasinya hanya diberikan dalam bentuk seminar bukan training.

Dari hasil curhat saya yang berlangsung pada hari Jumat 12-6-2009, di Pertuni Sulsel, saya akhirnya memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi seorang trainer dan beliau menyarankan kepada saya untuk memvisualisasikan apa yang telah menjadi keinginan saya setiap pagi dengan menanamkan dalam diri saya bahwa saya mau jadi trainer, saya mau jadi trainer, dan saya mau jadi trainer, jadi terekam di bawah sadar.

AULIA DAN RASA KEMANUSIAANNYA

Oleh:Sujono sa’id

Setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan telah memiliki suatu kodrat yaitu mencintai dan ingin memperoleh cinta dari sesama manusia baik secara umum maupun secara khusus dalam artian cinta kepada lawan jenis yang akhirnya menghantarkan mereka ke dunia asmara yang akhirnya terbangunlah mahligai cinta yang kemudian melatar belakangi terbentuknya keluarga sakina lewat tali perkawinan.

Dan kita juga sebagai manusia, tentu tahu bahwa diri kita adalah makhluk social yang tentu sangat membutuhkan orang lain, sebab dalam hal-hal tertentu tanpa orang lain, kita tidak akan mampu untuk memenuhi kebutuhan kita masing-masing. Begitulah perjalanan hidup saya di dunia asmara selama saya bersekolah di SMU.

Waktu itu, saya sedang duduk di kelas satu SMU dan peristiwa yang melatarbelakangi sehingga saya menggeluti dunia asmara adalah berawal dari peristiwa lab computer SMU negeri 4 makassar. Suatu sore, adalah hari dimana pertama kali saya dan teman-teman sekelas mengikuti pelajaran Komputer di sekolah. Saat itu, pak Erwin selaku guru Komputer hanya menulis di papantulis saja, sehingga untuk memperoleh materi dari beliau saya harus memperolah bantuan teman untuk membacakan tulisan yang terletak di atas papan tulis yang berwarna putih di laboratorium computer.

Menyikapi hal yang menimpa saya, maka sayapun melakukan tindakan yaitu meminta tolong kepada teman-teman saya untuk membacakan apa yang telah tertulis di atas papantulis, tetapi teman-teman saya membacanya hanya setengah-setengah. Setelah beberapa menit kemudian, saya di datangi oleh seorang teman sekelas saya yaitu seorang siswi di sekolah tersebut yang bernama Aulia susantri yang lebih akrab disapa Aulia.

Sesampainya di depan saya, diapun mengatakan saya yang akan membacakan agar kamu memperoleh materi pelajaran yang tertulis di papan tulis ujar Aulia sayapun mengatakan kalau hal ini tidaklah akan membuat kamu kerepotan, diapun kembali menjawab tidak.

Setelah lama berbincang akhirnya Auliapun duduk di samping saya lalu membacakan kepada saya materi yang tertulis di papan tulis dan saya alihkan ke dalam huruf Braille, sambil aulia membacakan materi yang saya akan alihkan ke khuruf brail, ia selalu memperhatikan saya dalam menulis dengan menggunakan reglet dengan gaya yang agak sedikit lincah, bahkan ia takut kalau alat yang saya gunakan untuk menulis melukai tangan saya, tetapi al-hamdulillah hal yang dia takutkan tidaklah terjadi saat itu.

Setelah kegiatan di lab computer, ternyata perjalanan saya dan Aulia masih berjalan terus, setelah dikelas, ternyata saya kembali bertemu dengan Aulia saat itu, dikelas yang merupakan tempat saya belajar, tepatnya pada kelas Satu sembilan SMU negeri 4 yang sekarang ini telah menjadi Lab kimia adalah saksi bisu peristiwa pertemuan lanjutan antara saya dan aulia. Ya! Aulia adalah teman sekelas saya tetapi karena sama-sama sebagai siswa baru agak lama memang baru saya kenal dia lebih dalam.

Kelas Satu sembilan memang sebagai tempat saya dan Aulia melanjutkan pertemuan pasca pertemuan di lab computer, pada pertemuan kali itu, saya dan Aulia lebih banyak ngobrol tentang expiriens saya dan expiriens dirinya selama ber sekolah di SMP tiga tahun yang silang, Aulia mengatakan bahwa selama tiga tahun lalu ia selain mengikuti pendidikan formal juga aktif sebagai pengurus di Dewan anak makassar.

Di organisasi tersebut, ia menjabat sebagai orang nomor dua atau dikenal dengan istilah sekretaris Dewan Anak makassar periode masabakti 2005-2006 di Makassar.

Ternyata cek pe-rcek dia adalah siswi yang tergolong cerdas, karena saya melihat ketika saya shering-shering tentang pelajaran, Aulia sangat cepat memahami dan ketika saya memberikan bahasa-bahasa ilmiah, Auliapun sangat cepat mengerti.

Ketika tanggal 17 Agustus 2006, saya dan Aulia sama-sama mengikuti lomba mewakili kelas Satu sembilan, saya mengikuti lomba da’I atau lomba ceramah dan Aulia mengikuti lomba Pidato bahasa Inggris, setelah juri mengumumkan hasil lomba, ternyata saya adalah juara 3 lomba da’I atau ceramah agama mewakili kelas, dan Aulia menggondol juara 1 lomba pidato bahasa Inggris. Sejak pertemuan kedua, saya dan Aulia semakin akrab, Aulia adalah tempat saya bertanya untuk memperoleh informasi.

Akhirnya sampai pada suatu hari, kebetulan saya mendapati Aulia di ikuti dari belakang oleh seorang teman laki-laki saya yang juga teman sekelas saya dan aulia. Sat itu, saya masih sering berkesimpulan bahwa ketika seseorang di ikuti oleh seorang laki-laki, berarti ia baru saja resmi saling menerima cinta dan hubungan asmara antara mereka baru pertama kali dan ternyata pada kenyataannya tidaklah demikian pada saat itu.

Setelah saya mendapati mereka sayapun mengatakan kepada Aulia “selamatya kalian telah menjadi sepasang kekasih” aulia saat itu hanya menjawab “makasi” ternyata setelah beberapa kali saya mengucapkan kata-kata itu, akhirnya Aulia naik fitam dan marah besar kepada saya, akhirnya ia dengan suara yang datar mengatakan “saya bombe’makona barang satu minggumo!” saya tidak mengindahkan worning yang diberikan oleh Aulia. Tetapi, setelah beberapa kali di worning akhirnya dia mengatakan kepada saya “siapalo?” saat mendengar kata-kata tersebut dari Aulia barulah saya sadar kalau ternyata dia telah marah atas kekurang ajaran saya yang telah mengganggunya.

Akhirnya, sejak kata-kata itu terucap dari bibir Aulia, sayapun akhirnya tidak lagi dekat dan bercakap dengan Aulia tetapi saya lebih banyak introspeksi diri bahkan saat itu saya teringat akan firman Allah yang dapat kit abaca pada surah al-zilzalaha yang berbunyi wamanya’mal misqala zarratin khairan yara wamanya’mal misqala zarratin syarrayyara’ yang artinya “ ketika kamu berbuat kebaikan, maka sebesar buah zarrapun akan memperoleh balasan, dan barang siapa yang berbuat jahat sebesar zarrapun akan memperoleh balasan”. Ternyata saya sadar bahwa setiap input, pasti ada output.

Akhirnya sebulan sudah Aulia tidak mau berteman dengan saya, selama itu, saya sangat enggan untuk menemui Aulia dan meminta maaf atas kekurangajaran saya, akhirnya tibalah pada momen idulfitri dimana saat itu sekolah juga baru dibuka, budaya setiap elemen sekolah setiap momen idul fitri adalah salam-salaman antara guru dan siswa, begitupun antara sesama siswa, setelah semua teman saya menyalami saya, sayapun ditemui oleh aulia dan mengatakan “bertemanmikina” saat itu saya sangat terharu mendengarkan statemen dari Aulia, saking terharunya saya saat itu saya menangis tetapi saya tidak memperlihatkan kesedihan saya kepada Aulia tetapi saya menahan tangis dan air mata saya di hadapan Aulia. Tangis saya membludak setelah Aulia pergi.

Jujur, setelah peristiwa itu, saya sangat kagum kepada Aulia, sebab saya telah mengerti akan arti dari apa yang disebut dengan tindakan social seperti yang diajarkan oleh guru sosiologi saya, sejak itu saya sebenarnya sangat jatuh cinta kepada Aulia atas kebaikan yang telah dia lakukan kepada saya tetapi perasaan ingin meraih hati Aulia saya tepis karena saya sadar kalau laki-laki yang sudalah tidak sempurna dari segi intelegensi dan fisik tidak mungkin menjadi pasangan hidup bagi Aulia, dan lagipula Aulia menolong saya hanya karena rasa kemanusiaan bukan karena menaru hati pada saya.

Tibalah pada masa-masa proses belajar di smester dua, saat itu, osis SMU negeri 4 makassar mengadakan kegiatan English club, lagi-lagi Aulia sempat mengajak saya untuk ikut pada kegiatan tersebut karena dia tahu kalau saya memiliki sedikit kemampuan untuk berbahasa inggris. Aulia tahu kalau saya memiliki sedikit kemampuan dalam berbahasa inggris, sebab saya sering bercakap dengan menggunakan bahasa inggris.

Ketika saya tidak mengetahui beberapa kosa kata dalam bahasa inggris, Aulialah yang selalu membantu saya, dari Aulia saya mengetahui bahwa bahasa inggris dari perlombaan adalah competition, bahasa inggris dari pemerintahan adalah gofermen. Tetapi ternyata pada saat itu, saya tidak sempat mengikuti keinginan dari Aulia sebab saya ternyata didadak untuk pulang ke asrama Yapti untuk suatu urusan.

Akhirnya, setelah penaikan kelas dua, saya ternyata harus berpisah dengan Aulia, sebab saya harus pindah dari SMU negeri 4 makassar ke SMU Datukribandang karena sesuatu hal, namun kepindahan saya tidak membuat saya melupakan Aulia begitu saja, bahkan untuk mengenang kebaikan Aulia saya telah mengabadikan nama Aulia dalam sebuah tulisan dalam bentuk cerita yang saya beri judul Bersama menuju sukses.

Al-hamdulillah, sebab ternyata dalam kondisi seperti ini, Allah masih memberikan nikmat yaitu kesempatan untuk mengarungi hidup ini, dan saya sangat bersyukur kepada Allah tuhan yang memiliki semua ilmu pengetahuan yang telah menjadikan Aulia sebagai perantara yang telah membentuk saya seperti sekarang ini.

Ya! Mungkin tanpa Aulia, saya tidak akan memperoleh catatan tentang materi pelajaran computer, mungkin juga tanpa Aulia, kemampuan saya dalam berbahasa inggris tidak akan seperti sekarang ini, tetapi itulah nikmat dari Allah yang sepatutnya saya syukuri, dan saya hanya berharap akan ada Aulia-Aulia baru yang akan mengiringi hidup saya dan mengarahkan saya kea rah yang lebih baik lagi, dan bukan Cuma saya yang menikmati hasil dari rasa kemanusiaan yang dimiliki oleh Aulia tetapi rasa kemanusiaan Aulia tersebar dan dinikmati oleh semua orang-orang yang seperti saya pada umumnya.

AULIA AND MY FACEBOOK

Oleh:Sujono sa’id

Facebook, sebagai media social networking sangat berperan penting dalam mempersatukan kita semua dalam sebuah wadah yang menjadi forum diskusi. Dalam media ini, kita sudah bisa menemukan kembali teman kita yang selama ini sudah tidak pernah kita temui, seperti itulah yang saya alami dan rasakan selama 1bulan ini.

Sejak kepindahan saya ke SMU Datukribandang, Teman baik saya Aulia susantri seorang teman yang menurut saya susahlah untuk dilupakan karena menurut saya, dia sangat inspiratif, memiliki jiwa social, dan tentu juga di sukai oleh hamper semua temannya. Sejak mendengar bahwa akhirnya ia terpilih sebagai ketua osis pada tahun 2007-2008, saya sangat bersyukur dan senang serta berterima kasih pada Allah.

Pasti sebahagian orang yang membaca tulisan ini akan berkata “ temannya yang terpilih kenapa dia yang bersyukur karena saya merasa dia adalah saudara saya juga ibaratkan ia adalah pengganti adik perempuan saya yang selama ini saya idam-idamkan.

Setelah facebook selesai di buat, saya meminta fadli teman saya untuk mencari nama Aulia susantri lewat facebook, dan ternyata setelah dilakukan penelusuran, ternyata satu-satunya nama Aulia susantri yang ada di kolom pencarian dan langsung di add.

Setelah tanggal 16 juli, facebook sayapun mulai aktif pertama kali yang saya lakukan pada saat itu adalah mengisi komentar pada kolom komentar yang berada dibawah tulisan aulia yang tertera di dinding facebook saya setelah ke esokan malamnya saya kembali membuka komentar saya dan memperoleh balasan dari Aulia.

Akhirnya, berlanjutlah sampai hari ini, ada beberapa komentarnya yang kembali membuat saya ter hentak dan kembali mem fisualisasikan kembali aulia seperti suara, postur tubuh yang saya jadikan sebagai tanda-tanda paten saya sebagai seorang tunanetra Lowfition yang pernah sekelas dengan Aulia kira-kira sekitar 3 tahun yang silang.

Kemarin, komentar yang terakhir yang menjadi balasan dari aulia adalah tentang komentar saya tentang kelakar saya dibalas dengan sebuah statemen dan sebelum statmen ia ucapkan terlebih dahulu menyebut-nyebut nama saya, sehingga ia kembali menyadarkan saya bahwa ia belum melupakan saya padahal sudah lama berpisah.

Intinya, saya sangat berterimakasih kepada teman-teman saya yang sudah membantu saya untuk membuat facebook yang akhirnya kembali mempertemukan saya dengan aulia. Saya tahu aulia tidak akan kemana-mana bahkan sekarang saya sudah membayangkan ia menjadi seorang mahasiswi berprestasi di sebuah universitas negeri.

Saya tetap berharap suatu hari saya akan memperoleh kesempatan untuk bertemu dengan Aulia sebagai sosok yang inspiratif yang ketika mengingat dirinya saya merasa memiliki semangat untuk hidup dan melakukan yang terbaik bagi diri saya, keluarga, dan masyarakat yang ada di sekitar lingkungan saya, tetapi saya masih berkeyakinan bahwa aulia tidak pernah jauh dari hati saya dan bahkan kami semakin erat lewat facebook.

Banyak orang yang heran melihat saya, karena saya terlalu meng agung-agungkan sosok yang inspiratif, karena menurut saya bukan karena saya punya keinginan, bukan tetapi saya menganggap aulia sebagai sosok yang inspiratif bagi saya dia adalah orang yang cerdas, memiliki ke pribadian yang cantik dan ber akhlak mulia menurut penilaian saya sebagai manusia yang hanya menilai dari bagian luarnya saja. Terima kasih yarab, engkau telah memberikan saya yang terbaik dengan kehadiran dari Aulia amin

ANDAI AKU SEPERTI MEREKA

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini tepatnya pada tanggal 5(lima) Januari2009, saya sempat browsing di www.dikmenum.go.id. Di dalamnya saya menemukan berbagai aktifitas pelajar SMU yang menurut saya sangat menyenangkan, itu semua dikarenakan sebuah prestasi yang menonjol, bukan karena hasil dari sebuah kemalasan yang telah ditumbuhkan dalam diri kita masing-masing. Di situs tersebut saya telah melihat anak Indonesia yang tamasya ke luar negeri karena prestasi mereka di bidang-bidang tertentu yang telah mereka tekuni.

Saat membaca berita tentang kegiatan mereka, saya sempat berandai-andai kalau seandainya saya tidak mengalami kebutaan seperti ini, mungkin saya akan memiliki kesempatan seperti mereka, tetapi hal tersebut saya tepis dan menimbulkan fikiran bijak bahwa itulah perbedaan antara saya dengan mereka, tetapi mungkin saja seandainya saya melihat seperti mereka, saya bukannya seperti mereka tetapi lebih banyak membuang-buang waktu saya dengan melakukan hal-hal yang tidak akan memunculkan faidah.

Sehingga akhirnya saya membalik statemen saya saya akhirnya mengatakan seandainya saya melihat mungkin saya akan lebih banyak menghabiskan waktu saya membodohi orang, mengibuli orang, berhura-hura tetapi tidak menimbulkan manfaat bahkan yang timbul adalah mudharat dalam diri saya. Untunngnya saya dalam kondisi yang seperti ini sehingga saya lebih banyak berada di rumah, dan lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk membaca berita yang bermanfaat bagi diri saya.

Untunglah saya dalam kondisi yang seperti ini, seandainya tidak mungkin saya tidak akan memperoleh kesempatan untuk meng introspeksi diri saya setiap hari, tidak punya kesempatan untuk mencari ilmu baik ilmu agama maupun ilmu lain di berbagai media yang telah disuguhkan kepada saya di tempat tinggal saya saat ini.

Ya! Mereka yang memperoleh kesempatan untuk berprestasi dengan segudang prestasi yang mengantarkan mereka untuk mengunjungi Negara lain, adalah orang-orang yang memiliki keperibadian yang baik, dan saya yakin mereka pasti peduli dengan orang-orang yang seperti saya yang memiliki kondisi keterbatasan dari segi mata, ke tidakmampuan berbicara, dan mendengar, ketidak sempurnaan anggota tubuh, dan perbedaan-perbedaan lainnya, pastilah mereka akan hargai dan membuat mereka bersyukur kepada Allah yang telah menciptakan mereka sebagai insan yang sempurna.

Mereka menjadi orang yang berprestasi, karena mungkin diri mereka, atau orang tua mereka telah memiliki future oriented, sehingga baik orang tua mereka telah membimbing mereka sejak kecil tentu bukan dengan cara yang kasar, tetapi orang tua mereka membimbing mereka dengan cara yang halus, sehingga dapat menjadi manusia-manusia yang handal dan andalan, serta mungkin telah tertanam dalam diri mereka tentang betapa pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan mereka sendiri.

Berdasarkan profil yang say abaca, diantara mereka ada yang cinta terhadap Matematika, karena menurut mereka matematika adalah pelajaran yang menarik dan menantang. Menurut saya, orang yang suka matematika, adalah cerminan orang-orang yang akan menuju ke gerbang kesuksesan, sebab matematika adalah ilmu pasti.

Tetapi, menurut tinjauan saya, orang yang menekuni dunia eksak, adalah orang-orang yang kaku karena mereka ber prinsip satu ditambah dengan satu sudah pasti dua dan sudah menjadi harga mati karena telah teruji kebenarannya dan itu sudah pasti berlaku sejak zaman purba sampai kita meninggalkan dunia yang panah ini. Tetapi bagi saya orang seperti ini, tidak terlalu pantas dijadikan sebagai penentu kebijakan, karena mereka adalah orang-orang yang amat kaku, mengapa saya akan memberikan ilustrasi sebagai berikut ketika seseorang ahli eksak menjadi pemerintahan dalam pemerintahannya berlaku sebuah undang-undang yang berbunyi setiap orang harus rajin shalat sesuai dengan aturan yang telah berlaku. Tetapi tiba-tiba ada orang sakit.

Lantas, si sakit shalat dalam keadaan duduk, tetapi karena sang penentu kebijakan yang ahli eksak ini adalah pemimpin yang patuh pada peraturan tertulis, sehingga dianggap hal tersebut sebagai harga mati dan tidak ada kebijak sanaan bagi yang melaksanakan meskipun dia dalam keadaan sakit, atau sudah dalam keadaan sekarat.

Tapi biarlah, ilustrasi tinggallah menjadi sebuah ilustrasi, tetapi yang terpenting adalah pada hari ini tepatnya senin tanggal 5 januari adalah hari dimana saya harus selalu menjadi orang yang lagi-lagi harus bersyukur akan nikmat Allah yang telah diberikannya kepada saya hari ini adalah dua hari terakhir dalam mengisi liburan smester, sebab pada tanggal 7, saya akan masuk sekolah lagi dan mungkin saya akan menjadi orang sibuk.

Ya!, sangat benarlah pepatah arab yang berbunyi waktu adalah pedang, yang ketika kita tidak menggunakannya maka dia akan membahayakan kita, sudah 4 hari waktu yang diberikan oleh Allah untuk saya, tetapi sudah optimalkah penggunaan yang saya lakukan, malamnya, saya kembali menuliskan buah fikiran saya untuk melengkapi catatan harian saya sebagai penulis, karena bagi saya menulis adalah hal yang terpenting, kayaknya tanpa menulis dunia serasa gelap, selain menulis adalah alat untuk transpormasi ilmu, menulis juga adalah media komunikasi dengan menggunakan pena dalam menuangkan ide atau gagasan dalam sebuah lembaran kosong dengancoretan bermakna.

Saya menulis, tidaklah sembarang menulis, sebab tulisan-tulisan yang saya buat ini, adalah media untuk mengingatkan saya akan apa yang pernah saya katakan ketika saya dalam keadaan lalai, ketika saya dalam keadaan khilaf, atau ketika saya dalam keadaan duka, kufur akan nikamatmu yarab, atau menjadi bahan refleksi setiap tahun.

Tulisan yang sering saya buat, sejak saya menulis, adalah nasihat bagi diri saya sendiri, sebab manusia yang bijak adalah manusia yang mau mengakui akan kelemahan yang ia miliki, tetapi tidak asal mengakui saja tetapi mencoba untuk melakukan perubahan dalam dirinya, sebab tidak ada yang akan melakukan perubahan selain kita.

Saya teringat akan perkataan rasulullah bahwa tidak boleh keseringan menghayal, sebab orang yang sering menghayal dan berandai-andai adalah orang yang akan menjadi teman syaitan, dan akan membuat kita tidak khusyu dalam melakukan komuni kasi kepada Allah, tetapi mari berbuat sesuatu untuk diri dan orang lain di sekitar kita.

Saya juga bisa seperti mereka yang telah menjadi orang-orang yang memperoleh segudang prestasi ketika saya belajar dengan tekun, bukan dengan memperbanyak berandai-andai, serta berpangku tangan dan pasra terhadap nasib saya dalam kehidupan.

ALHAMDULILLAH HARI INI MASIH HIDUP

Oleh:Sujono sa’id

Hari ini tanggal 27 Desember, saya(penulis) sangat bersyukur, sebab pada hari ini saya masih hidup. Saya bangun pada pukul enam lewat karena saya melaksanakan agenda sampai tengah malam, ketika saya bangun, saya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan kemudian masuk ke ruangan makan di Asrama Yapti tercinta.

Setelah sampai di ruangan makan, saya tidak makan alias sarapan pagi, karena saya merasa belum lapar. Tapi, saya hanya minum segelas teh doang. Setelah minum teh, saya langsung berangkat ke sekolah ya!, maklumlah di sekolah akhir-akhir ini udah nggak belajar lagi, karena ujian smester satu sudah berakhir tinggal tunggu raport.

Saya di sekolah beberapa menit saja karena saya hanya meninjau bagaimana kondisi sekolah saya. Setelah meninjau beberapa lama, saya kembali ke Asrama Yapti untuk kembali melakukan aktifitas saya. Ternyata sesampai di Asrama Yapti, saya sangat kelaparan, karena saya tidak terlalu suka ama makanan di dapur, maka saya minta di belikan mi goring kepada teman, setelah itu barulah saya makan alias sarapan pagi.

Setelah saya sarapan pagi, saya ternyata belum puas, so saya harus minum kopi goot day yang merupakan minuman faforit saya. Setelah itu, tepat pada pukul 10.00, saya kembali melaksanakan aktifitas saya yang sangat nggak baik kalau saya tinggalkan karena saya merasa bahwa aktifitas ini adalah media untuk menumpahkan isi hati saya yang sedang kalut. Oleh karena itu saya merasa patutlah saya bersyukur kepada Allah.

Ya! Saya harus pandai untuk bersyukur karena saya masih dapat merasakan nikmat dari Allah yaitu kesehatan, sehingga saya masih bisa ber aktifitas, sungguh nikmat Allah adalah sesuatu yang sangat berharga. Bagaimana dengan orang-orang yang sedang dirawat di rumah sakit dan mereka belum dapat mengetahui kapan penderitaan mereka berakhir?, apakah mereka akan mengakhiri kehidupan mereka dengan tutup usia?, atau mereka akan kembali sehat?, apakah mereka akan menderita berkepanjangan?.

Belum lagi masyarakat miskin yang belum sempat makan pagi? Dan kapankah mereka dapat merasakan makan pagi seperti yang kita rasakan seperti sekarang ini?. Syukurlah kita dapat makan mi goring, minum kopi goot day, dan lain sebagainya. Saya kira sangatlah cocok sebuah hadis nabi dalam kitab Bulughul maram yang membahas tentang adab yang berbunyi pandanglah orang yang dibawamu agar kamu bersyukur.

Intinya, hari ini adalah hari kebahagiaan saya, tetapi saya tidak mungkin terlena dengan kegembiraan yang saya dapatkan pada hari ini, tetapi saya harus ingat bahwa saya belum tentu dapat hidup besok pagi ya! Mungkin saja saya akan meninggal dunia besok, atau pada saat saya menulis tentang catatan saya hari ini tetapi saya tidak mau mati dulu karena saya merasa kalau amalan saya belum sempurna nanti saya tidak dapat Magfirah.

Saya akan terus menulis sebelum saya harus berhenti menulis, sebab menulis adalah media untuk curahan isi hati dan media untuk menumpahkan amarah ketika saya sedang marah, semoga Allah meridhoi kegiatan saya hari ini yang sedang saya lakukan, sebab ketika saya melakukan kegiatan lantas tidak diridhoi oleh Allah, maka saya tidak mungkin menjadi orang yang berhasil, saya yakin bahwa ketika saya menginginkan sesuatu, lantas Allah tidak menginginkan, maka saya tidak mungkin memiliki rencana yang berhasil, maka saya sangat jarang untuk kecewa ketika rencana saya sedang gagal.

AKHIR LIBUR YANG MENYENANGKAN

Oleh: Sujono sa’id

Wah!, saya sangat senang sekali sebab di akhir tahun 2008, ternyata ditutup dengan sebuah kegembiraan sebab prestasi akademik saya ternyata mengalami peningkatan. Ya! Artinya tuntas semua, liburan smester satu mulai jatuh pada tanggal 2 januari 2009. Selama liburan, saya tidak pernah keluar kota, atau pulang ke rumah keluarga seperti adik, sepupu, atau kerumah keluarga yang lain, tapi di asrama aja.
Tetapi sebelum tanggal 2 Januari, sudah dimulai dengan liburan tahun baru masehi. Malam tahun baru masehi adalah malam dimana saya pertama kali menikmati suasana yang menyenangkan dengan mengikuti acara nonton bareng yang kemudian dilanjutkan dengan baker-bakar jagung aha! Sungguh nikmat rasanya malam itu.
Malam itu, sepulang saya dari Aula kampus Yapti yang tercinta saya langsung menerima pesan pendek yang masuk ke phonsel saya yang berbunyi selamat tahun baru 2009 yang dikirim oleh Yuyun sepupu saya di kendari. Rasanya capek sekali tetapi semua itu hilang. Akhirnya pada malam itu, saya menghubungi nomor Yuyun.
Dalam pembicaraan antara saya dan Yuyun, saya menceritakan banyak hal mulai dari tentang kesehatan ibu saya di selayar, sampai ke hal-hal yang lain-lain. Ketika saya ditanya tentang planning saya selama liburan, saya hanya mengatakan kalau saya tidak kemana-mana tetapi tinggal di asrama saja karena ketika saya pulang, saya rasanya puas banget, tetapi ilmu saya akan berkurang, tetapi dia bilang jangan terlalu serius. Saya tiba-tiba membuat kesimpulan bahwa mungkin dia membayangkan kalau saya tidak pernah berhenti untuk belajar meskipun waktunya libur padahal belajar bukan hanya baca buku, tetapi buka-buka internet juga kita dapat menemukan banyak pelajaran.
Selama liburan sejak tanggal 2 januari 2009, saya memulai kegiatan liburan saya dengan mengikuti kegiatan rapat antara binaan Yapti dengan pengurus Yayasan pembinaan Tunanetra indonesia yang dipimpin oleh Bapak Saiful soleh selaku ketua Yayasan. Kemudian dilanjutkan dengan shalat jumat setelah shalat jumat, saya, melanjutkan dengan kegiatan saya yaitu browsing di internet dengan mengakses blog.
Blog yang saya akses, bukanlah blog sembarangan tetapi blog yang bisa menjadi inspirator bagi saya untuk menata kehidupan yang lebih baik. Tetapi kegiatan yang sudah terjadwal setiap harinya adalah sejak bangun adalah shalat shubhu, kemudian tidur lagi barang beberapa jam, kemudian pukul 07.00, saya menikmati sarapan pagi dan kopi goot day yang membuat saya semangat setiap hari every time dan every day.
Sekitar pukul 9.00, saya melakukan aktifitas saya kembali yaitu browsing di internet dengan membaca postingan terbaru dari kanda Mas Muliadi, Wennyaulia, Aulia87, mis Fety, dan blogger-blogger andalan yang sering saya datangi blognya. Setelah browsing barang beberapa jam, saya melaksanakan shalat duhur di mushallah Yapti, kemudian dilanjutkan dengan makan siang, setelah itu kembali ke kamar untuk mendengarkan siaran radio andalan saya yaitu radio masjid babulsalam yaitu mendengarkan cuap-cuapan penyiar andalan saya yaitu Jusdi, aifa, dan fatma.
Setelah shalat magrib, saya bersama seluruh binaan Yapti mengikuti pelajaran kiraah yaitu memperbaiki bacaan al-quran, kemudian dilanjutkan dengan sholat isya, dilanjutkan dengan makan malam bersama-sama dengan teman-teman binaan, sungguh terasa indah ketika saya memperoleh kesempatan untuk makan malam bersama.
Malamnya, saya menggunakan computer kembali untuk menulis hal-hal yang saya sempat temukan in my adfenture of the internet, tentang perasaan saya selama liburan. Dalam kegiatan menulis saya, saya sempat menyelesaikan sekitar dua tulisan dalam semalam, terkadang saya memperoleh tantangan saat menulis yaitu ngantuk. Ternyata tanpa terasa tibalah hari selasa tepatnya pada tanggal 6 Januari-2009, saya sangat bersedih, sebab saya tidak sempat melaksanakan agenda saya secara optimal, dan saya sempat kurang menerima kalau saya harus mulai bersekolah kembali pada hari rabu tanggal 7 Januari 2009. Malam Rabu, saya tidak dapat tidur karena saya memikirkan apa-apa yang saya sempat takutkan setelah masuk sekolah nanti, mungkin setelah masuk sekolah, saya sudah tidak punya waktu banyak untuk menulis karena harus mempersiapkan diri dalam menghadapi uan dan uas untuk mengakhiri hidup di SMU.
Akhirnya, keesokan harinya tepat pada tanggal 7 Januari, saya sudah kembali masuk sekolah, saya sudah harus mempersiapkan hal-hal yang harus saya siapkan untuk mengikuti ujian akhir nasional dan ujian akhir sekolah, dan ternyata saya punya waktu untuk menulis sangat sedikit hanya empat hari saja dan harus saya gunakan sebaik-baiknya, karena empat hari itu adalah nikmat ilahi yang harus saya syukuri.
Meskipun begitu, saya telah menikmati hari-hari libur yang begitu indah, meskipun hanya selama seminggu saja ketimbang tidak ada sama sekali, semoga saya mampu menyelesaikan pendidikan saya dengan prestasi yang memuaskan. Saya juga sering-sering bertanya-tanya kepada diri saya apakah saya akan lulus saat ujian?.
Tetapi saya percaya, bahwa ketika saya belajar, tidak banyak main, dan belajar bersungguh-sungguh, maka saya akan menjadi siswa yang mampu menyelesaikan pendidikan dengan nilai yang memuaskan dan mampu untuk di andalkan, bahkan ketika saya diperhadapkan dengan masa-masa terakhir seperti sekarang ini, saya teringat akan sebuah tulisan yang dibuat oleh kanda Aulia pada blognya yang berjudul berakhir sudah.
Tulisan tersebut meng isyaratkan bahwa kita harus mampu untuk memenej waktu yang telah diberikan oleh Allah, sebab sekali lagi saya katakan bahwa waktu adalah pedang yang ketika kita tidak mempergunakannya, maka waktu akan mendahului kita dan kita tahu bersama kalau waktu tidak dapat diputar kembali dan akan terus berjalan.

AGENDA TRAIOUT BERJALAN LANCER

Oleh:Sujono sa’id

Hari selasa, tanggal 23 Desember, saya(penulis) kebetulan bertandang ke sekolah untuk memperoleh informasi tentang aktifitas siswa pasca smester di sekolah. Setelah saya tiba di sekolah, tepatnya di ruangan perpustakaan, secara kebetulan teman saya menemukan sebuah pengumuman yang berisi bahwa seluruh siswa baik dari kelas tiga IPA dan IPS, harus hadir pada tanggal 24 Desember untuk mengikuti kegiatan trai out.
Setelah mendengarkan pengumuman tersebut dibacakan, saya langsung pulang ke asrama untuk mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam rangka mengikuti kegiatan traiout seperti papan landasan, dan pensil Dua B. Ke esokan harinya, sayapun tiba di sekolah tepat pada pukul 7.30, karena menurut informasi di pengumuman yang say abaca pada hari sebelumnya adalah trai out dimulai pada pukul 7.30 di sekolah.
Ternyata, kegiatan tersebut di undur 2 jam menjadi pukul 9.00. Setelah duajam kemudian, sayapun masuk ke ruangan kelas untuk mengikuti kegiatan traiout yang di selenggarakan oleh Jils (Jakarta intensif learning center). Sesampai di ruang kelas, saya duduk bersama dengan seorang teman yang membantu saya untuk menjawab soal.
Saat soal dibacakan oleh teman saya, saya merasa bahwa ternyata ujian nasional tidaklah semudah mengikuti ujian smester seperti biasanya, selama ini saya merasa bahwa materi ujian nasional yang di ujikan khusus untuk jurusan IPS sangatlah gampang, tapi setelah saya mendengarkan soal demi soal dibacakan, ternyata sulit jugalo.
Namun, meskipun saya merasa kesulitan dalam menjawab soal yang diujikan khusus untuk jurusan IPS tetapi tingkat kesulitan yang dirasakan saya fakir tidak seperti kesulitan materi ujian yang diujikan kepada siswa jurusan IPA, yang saking sulitnya ketika soal tersebut dijawab oleh seorang siswi bisa-bisa mengurangi kecantikan siswi tersebut. Saat-saat seperti itu, saya kembali teringat akan sebuah tulisan yang dibuat oleh Kanda Aulia yang mengatakan bahwa pada akhir perjuangan, kita akan menemukan siapasih diri kita, bagaimana kemampuan kita sejak pertama sampai terakhir.
Dalam tulisan tersebut, beliau juga mengingatkan kita kepada firman Allah yaitu tepatnya pada sura al-asri yang menerangkan bahwa waktu haruslah kita pergunakan sebaik-baiknya untuk belajar yang ternyata kalau saya amati tinggal 6 bulan lagi, ternyata saya harus belajar dari berbagai sumber, agar saya dapat menyelesaikan soal-soal yang diberikan kepada saya dengan nilai yang memuaskan sebab tiga tahun ditentukan oleh tiga hari, dan dalam 3 hari itu, kita akan melihat bagaimana kita mengakhiri kehidupan kita di dunia sekolah apakah kita akan mengakhiri dengan happy ending atau sad anding.
Atas pertanyaan baik atau buruknya akhir kehidupan kita di sekolah jawabannya adalah bagai mana kita mengamalkan isi firman Allah dalam surah wal asri tersebut. Selanjutnya saya juga ingin bercerita tentang bagaimana ketika saya mengikuti traiout dengan kondisi yang sangat terbatas, disebabkan karena saya adalah seorang tunanetra toh saya PD aja lagi di hadapan kakak team penguji dari Jils saat mengikuti proses yang berlangsung mulai dari pengisian biodata sampai dengan menjawab soal dengan bantuan teman. Dengan kondisi tersebut, penguji dari Jils toh tidak menanyakan keberadaan saya.
Tetapi, saya sangat bersyukur karena pertolongan Allah melalui doa ibu sebagai perantara, sehingga saya dapat mengikuti trai out dengan lancer tanpa hambatan, awalnya saya agak gerogi karena saya diperhadapkan dengan orang yang tidak perna saya hadapi.

ADA APA DENGAN 26 DESEMBER?

Hari ini, Sabtu 27 Desember-2008 saya sangat bersyukur, karena Allah masih memberikan nikmatnya kepada saya sehingga saya masih diberikan kemampuan untuk menulis. Tetapi, saya juga hari ini sangat merasa bersedih, karena saya kembali teringat kepada peristiwa pada tanggal 26 Desember-2004 yang berbarengan dengan peristiwa tsunami di Aceh. Saya teringat pada saat saya mengikuti pelatihan jurnalistik.
Dimana pada saat itu, saya dibentuk menjadi seorang penulis yang mampu berfikir kritis, kreatif, dan inofatif yang berakhir pada tanggal 26 desember 2004 di Aula Masjid Ta’mirul masajid Ikatan remaja Muhammadiah Kota makassar.
Saya tiba-tiba teringat kepada peristiwa tersebut pada saat saya sedang browsing di Blog Kanda Aulia saat itu, saya tiba-tiba menemukan tulisan yang berjudul 4 tahun yang lalu. Dengan sisa penglihatan yang sedikit ini, saya sempat memandangi sebuah foto ibu-ibu yang sedang berdoa yang ditampilkan pada postingan blog beliau.
Hari itu tepatnya pada tanggal 26-Desember, saya baru saja pulang dari aula Ta’mirul masajid untuk mengikuti pelatihan Jurnalis, saat browsing di blognya Kanda Aulia, saya sempat berkata dalam hati bahwa saya ternyata ber happy-happy diatas penderitaan orang lain, sebab acara pelatihan saat itu berakhir dengan suasana yang sangat meriah. Tepuk tangan menandai berakhirnya acara tersebut menggambarkan suasana bahagia di Aula Ta’mirul masajid saat itu. Setelah itu, sayapun pulang ke rumah.
Sesampainya di Asrama Yapti, saya mendengar bahwa aceh dan sumatera telah diluluh lantakkan oleh tsunami mayat-mayat bergelimpangan, puluhan rumah roboh, bahkan secara tiba-tiba ketika saya sedang jalan-jalan dib log kanda Aulia, suara seorang perempuan yang baru pulang dari Baitullah, terdengar menangis lewat radio Republik Indonesia yang saya dengar melalui radio saat berlibur di kampung pasca training.
Beliau menangis karena kehilangan anak ter cinta yang baru berusia 2 tahun rumah serta hartabendanyapun ia sudah tidak temukan lagi, sungguh ini adalah sebuah cobaan bagi ibu tersebut, belum lagi saat itu, gerakan aceh merdeka masih sedang meronta-ronta untuk memisahkan aceh dari kesatuan Republik Indonesia.
Sejak saat itu, keluarlah instruksi dari menteri agama untuk seluruh ummat islam untuk melaksanakan kunnut nazilah pada hari jumat yang kemudian dilanjutkan dengan shalat gaib untuk mendoakan para arwah korban meninggal di aceh semoga mereka mendapatkan posisi yang tertinggi serta memperoleh magfirah dari Allah atas dosa-dosa yang mereka lakukan selama mereka hidup di dunia ini. Empat tahun sudah aceh dilanda tsunami, empat tahun pula saya telah menekuni dunia tulis-menulis, kini saatnya bangkit.
Begitupun dengan tsunami, empat tahun sudah peristiwa tersebut telah berlalu, kini tinggallah menjadi bahan renungan tentang kekuasaan Allah serta menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia pada umumnya agar tidak menjadi anak bangsa yang suka melanggar perintah Allah serta gemar melaksanakan larangan-larangannya.
Aulia, seorang blogger asal aceh, saya belum pernah bertemu langsung dengan beliau, tetapi melalui tulisan-tulisan yang sering beliau posting memberi inspirasi bagi saya untuk mengatur kehidupan kea rah yang lebih baik, sehingga saya juga merasa bahwa penderitaan sang inspirator adalah penderitaan saya juga sebagai orang yang telah begitu banyak mengambil berjuta inspirasi dari beliau, semoga Allah memberikan ketabahan kepada beliau, dan orang yang beliau kasihi memperoleh tempat yang layak.