Oleh:Sujono sa’id
Saya(penulis) meninggalkan asrama tercintaku sejak tanggal 8-8-2009 untuk mengurus pendaftaran kampus. Dan ke esokan harinya, saya mengikuti test tepatnya pada tanggal 9 agustus2009. Empat jam setelah test sayapun dinyatakan lulus, ke esokan harinya saya mengurus pendaftaran ulang di fakultas yang akan menjadi tempat saya menuntut ilmu yaitu fakultas hukum universitas Indonesia timur. Setelah itu, saya dan adik saya mengurus KRS dan setelah 3 hari kemudian, saya melaksanakan puasa nazar atas kelulusan saya selama sehari sebagai rasa syukur saya kepada Allah.
Setelah semua urusan saya selesai, sayapun bertolak ke Selayar pada tanggal 17 agustus 2009 untuk menjalani ibadah puasa bersama dengan keluarga dan saya berada di sana selama sebulan. Setelah sebulan saya di Selayar, saya balik kembali ke Makassar pada tanggal 5-10-2009. Setelah sampai di Makassar, ke esokan harinya saya bertolak ke kampus untuk melihat-lihat jadwal dan melihat ruang kuliah yang akan menjadi tempat kuliah saya sejak awal sampai akhir kelak bersama dengan teman-teman saya. Ke esokan harinya tanggal 6 10-2009, saya langsung mengikuti kuliah perdana mata pelajaran Bahasa Indonesia yang hari itu baru memberikan aturan main atau kontrak kuliah.
Setelah selesai mengikuti kontrak kuliah, saya langsung mengikuti rangkaian daripada Latihan dasar kepemimpinan yang sudah menjadi pengganti daripada Operasi pengenalan Kampus(OSPEK) dan waktu itu yang mengisi kegiatan adalah kanda Anas batara yang merupakan ketua Panitia pelaksana daripada Latihan ke Mahasiswaan tersebut. Saya ter identivikasi sebagai seorang Tunanetra ketika saya mengikuti pengisian biodata dari panitia setelah beberapa hari kemudian sayapun mengikuti pengukuhan selama 2 hari. Pengukuhan tersebut berlangsung pada tanggal 10 Oktober.
Hari pertama pengukuhan, saya bersama dengan teman-teman sekelas dilepas dari kelas C 9 vakultas hukum menuju aula kampus 4 tepatnya pada lantai 5 bersama seluruh mahasiswa baru dari berbagai vakultas seperti Hukum,Sospol, Mipa, FKM, dan vakultas lain-lain.
Acara dihadiri oleh Badan eksekutif Mahasiswa dari berbagai vakultas, Presiden mahasiswa UIT, Pembantu Rektor 3 UIT, Mukhtar tompo alumni UIT yang sekarang ini telah menjadi anggota DPRD yang memperoleh kesempatan untuk membawakan orasi ilmiah yang menjadi bagian dari acara pengukuhan mahasiswa baru. Setelah seluruh acara pembukaan selesai, kamipun mengikuti acara covi break.
Setelah pengukuhan selesai, saya pulang ke rumah dengan kondisi sangat capek dan itulah awal dari perkembangan saya sebagai mahasiswa baru yang baru saja mengalami masa transisi. Awal mula saya tinggal ngekos bersama dengan adik saya beserta dengan teman-temannya, saya sangat belum menguasai medan lokasi perkuliahan, sehingga saya sering menjadi parasut bagi teman-teman adik saya. Tetapi setelah saya menguasai medan perkuliahan, sayapun akhirnya tidak bergantung lagi kepada mereka. Saya masuk kuliah menurut jadwal pukul 11.00, sedangkan adik saya dan teman-temannya masuk pukul 8 pagi, sebelum saya tahu jalanan ke kampus, saya sering ikut mereka, tetapi setelah saya tahu persis jalanan ke kampus saya akhirnya lebih terlambat sedikit dari mereka. Saya mau cerita sedikit tentang kondisi kos adik saya, utamanya tentang perlakuan dari teman kos dari adik saya sangat baik kepada saya selaku tunanetra, mereka juga sering memberikan motifasi kepada saya agar tidak dount dengan kenyataan yang telah Allah berikan kepada saya, dari motifasi mereka, saya telah memperoleh inspirasi untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi dari hari kemarin.
Yang mereka berikan, bukanlah hanya sekedar motifasi, tetapi yang mereka berikan juga adalah solusi tentang permasalahan saya sesuai dengan kemampuan mereka untuk membantu saya. Sedangkan di kampus, baik dari teman-teman Maba maupun senior juga selalu memberikan respon yang baik bagi saya selaku mahasiswa dari kalangan tunanetra bahkan mereka selalu memberikan motifasi bagi saya.
Mahasiswa yang akrab dengan saya selama di kampus adalah Ketua tingkat di kelas saya, saya sangat suka dengan kepribadian dari ketua tingkat saya. Keperibadiannya bahkan selalu membuat saya untuk melakukan fleshbak ke masalalu saya dengan sosok Aulia susantri yang kini juga telah menjadi seorang mahasiswa. Bagi saya, aulia adalah sosok yang inspiratif dia tidak pernah akan hilang dari ingatan saya, tetapi kalau orang-orang yang akan meneruskan keperibadian Aulia sangat banyak.
Di kampus, saya lebih dikenal dengan julu kan Master of English, karena kepasihan saya dalam melakukan komunikasi dengan menggunakan bahasa inggris. Saya tidak menyangka, kalau ketika saya berbicara dengan menggunakan bahasa inggris, akan membuat teman-teman saya yang sebenarnya dulu punya potensi tentang bahasa inggris dank arena sesuatu tertidur dan kini potensi itu muncul lagi, dengan metode yang saya gunakan yaitu metode praktikum atau langsung bercakap dengan mereka.
Bahkan ada salah satu di antara mereka namanya adalah Endang kurnia asal dari Mammuju. Saya ketahui bahwa Endang ternyata memiliki kemampuan dalam berbahasa inggris ketika saya makan bersama dengan dia. Kalimat yang ia ucapkan pertama kali adalah kalimat yang sering digunakan oleh seseorang yang akan memulai pidato bahasa inggrisnya secara spontan ketika saya mendengarnya saya langsung berkata” Endang! Jangan bohongi saya, kamu pasti juara satu lombapidato bahasa inggris”.
Sejak itu, saya dan endang dalam berkomunikasi lebih sering menggunakan bahasa inggris sebagai bahasa rahasia setiap ada hal yang akan saya bicarakan dengannya agar tidak diketahui oleh teman-teman saya di kampus. Bahkan dengan seringnya saya menggunakan bahasa inggris, saya akhirnya pernah dipergoki oleh seorang dosen dan akhirnya sang dosen tersebut juga sering menggunakan bahasa inggris saat saya ditemui ole beliau pada momen perkuliahan.
Itulah sedikit tentang apa yang saya alami di dunia baru saya, mudah-mudahan saya akan menjadi sosok yang lebih baik lagi ketimbang sebelumnya. Sebelum saya memasuki lingkungan baru saya, begitu banyak kenangan saya selama saya di Yapti, kenangan saya yang tidak akan mungkin saya lupakan adalah kenangan saya ketika bersama dengan Aulia susantri sosok wanita inspiratif.
Saya juga pu nya banyak kenangan bersama dengan teman-teman relawan atau dikenal dengan istilah mitra bakti yang bertugas melakukan pendampingan terhadap kaum tunanetra dalam berbagai kegiatan baik kegiatan akademik maupun non akademik yaitu membacakan buku matapelajaran mereka, membacakan mereka buku yang akan menambah wawasan luar mereka, dan kegiatan non akademik yang lebih cenderung ber orientasi pada kegiatan activity dayly seperti minta diantar untuk beli buku di Gramedia, minta diantar untuk membeli sesuatu dan kegiatan lain yang dipersamakan dengan itu. Saya punya kenangan yang paling berkesan dengan mereka yang aktif mendampingi saya antara lain seperti Kanda Mustakim, Awaluddin, Eprilia Eka saputri(Evi), dan kanda Nurhaeda.
Hal yang berkesan adalah ketika saya didampingi oleh kanda Mustakim adalah canda dan tawa setiap kali mendampingi saya dalamhal memberikan ilmunya kepada saya tentang organisasi. Hal yang berkesan dengan Awaluddin adalah ketika saya meminta beliau untuk mendampingi saya kata yang lebih sering menjadi jawabannya adalah “belajarmako!”, sedangkan ketika saya didampingi oleh Evi padasaat ia membacakan saya sebuah buku yang berjudul Be emotionally intelegence adalah saat saya dibacakan sebuah isi buku tentang menjadi pribadi yang insulteble ia tiba-tiba mengakui hal-hal yang telah lama menjadi kebiasaan buruknya dan sertamerta menangis dan berjanji tidak akan membiarkan kebiasaan tersebut tinggal dalam dirinya, karena ia sadar jika dipelihara akan membuat kwalitas hidupnya menurun. Sedangkan ketika saya didampingi oleh kanda Nurhaida, saya lebih banyak belajar kepada beliau tentang banyak hal mengenai bahasa inggris, dan saya kini sangat terbantu dengannya.
Seperti itulah kenangan-kenangan terindah saya selama 6 tahun di Yapti, semoga bantuan mereka akan bermanfaat sampai akhir hayat mereka dan mereka akan memperoleh amal jariah mereka.
Tampilkan postingan dengan label Auto Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Auto Biografi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 26 Maret 2010
Sabtu, 08 Agustus 2009
Selamat tinggal Yaptiku
Oleh:Sujono sa’id
Tanggal 21 juli tahun 2003, saya pertama kali tinggal di yapti untuk melanjutkan pendidikan saya di tingkat SMP. Masuknya saya di Yapti saat itu banyak memperoleh perubahan, kalau dulu waktu masih di bulukkumba masih memikirkan bahwa sebagai seorang tunanetra selalu harus memperoleh perlakuan khusus dan harus orang yang memiliki keahlian yang luar biasa pula, sekarang ini semua itu telah berubah.
Selama keberadaan saya di Yapti, saya telah mampu untuk berorganisasi, meskipun saya sadar bahwa saya masih punya banyak kekurangan di sana sini. Selama di Yapti, saya juga telah mengerti bagai mana kita menjadi seorang penulis. Selama di yapti, saya juga sangat banyak memperoleh pelajaran tentang kehidupan kita ini.
Selama keberadaan saya di yapti, saya sudah tahu banyak hal, dan intinya, yapti telah banyak membentuk tunanetra yang tadinya berada dalam kegelapan menuju ke jalan yang terang benderang. Jadi, meskipun mata ini telah gelap, tetapi akan selalu ada cahaya di sana sini, akan selalu ada kebahagiaan di sana sini, tetapi dengan keberadaan saya di yapti saya telah banyak belajar tentang banyak hal karena saya memperoleh banyak motivasi baik internal yang kemudian juga ditunjang oleh factor external.
Saya tidak tahu mengapa saya dapat mengerti arti kehidupan ini padahal saya tidak pernah belajar hidup secara ko kurikuler, saya tidak pernah belajar di sekolah, tetapi saya sering belajar lewat smart fm the spirit of Indonesia. Selain itu, orang-orang yang telah sering mengajarkan tentang kehidupan kepada saya adalah kanda hamzah yamin.
Tetapi, semua itu telah berakhir dan saya sekarang akan meninggalkan Yapti, saya takut kalau selama saya di rumah sang adik saya tidak memperoleh kebahagiaan saya seperti di yapti, saya takut kalau di rumah yang nantinya akan saya tinggali, akan menghambat saya untuk beribada ke pada allah, tetapi saya rasa semua itu akan mudah ketika saya mau memperolehnya, karena di sana kalau iman tidak kuat maka hancurlah saya. Tetapi, saya akan memohon kepada allah rab yang maha melindungi.
Mudah-mudahan, selama saya tinggal di rumah kos, saya mampu untuk tegar dalam menghadapi masalah demi masalah. Saya sadar bahwa yapti adalah tempat untuk menempuh pendidikan, dengan adanya peristiwa ini saya kembali teringat kepada tulisan yang telah dibuat oleh kanda aulia yang berjudul berakhir sudah yang bercerita tentang mahasiswa baru yang dikenal dengan istilah pahlawan muda atau yong hero.
Saya memang punya banyak teman di kos, tetapi sangat sedikit yang mampu memberikan saya spirit, kebanyakan dari mereka akan lebih sering memanfaatkan saya, bayangkan, ketika saya mau mendaftar di universitas, ketika dia tahu kalau saya adalah seorang tunanetra dia langsung membesarkan hati saya dengan memberikan banyak contoh. Hanya dialah yang membesarkan hati saya ketika saya dalam keadaan gundah.
Di rumah kos adik saya, sangat jauh dari sarana ibadah, jadi kayaknyasih saya akan lebih sering shalat di rumah, tetapi mudah-mudahan, dengan tinggalnya saya di luar area yapti, saya dapat beribadah dengan ibadah yang lebih baik lagi. Dengan beradanya saya di luar yapti, saya akan menjadi orang yang tidak akan membebani orang yang ada di sekitar saya. Saya memiliki cita-cita tidak ingin hanya mengambil manfaat dari orang lain, tetapi saya akan memberi manfaat dari apa yang telah saya peroleh dari orang lain. Selamat tinggal yaptiku, terima kasih yaptiku engkau telah memperbaiki diriku, engkau yang telah membentuk diriku menjadi seorang pelajar yang memiliki bobot yang tinggi.
Tanggal 21 juli tahun 2003, saya pertama kali tinggal di yapti untuk melanjutkan pendidikan saya di tingkat SMP. Masuknya saya di Yapti saat itu banyak memperoleh perubahan, kalau dulu waktu masih di bulukkumba masih memikirkan bahwa sebagai seorang tunanetra selalu harus memperoleh perlakuan khusus dan harus orang yang memiliki keahlian yang luar biasa pula, sekarang ini semua itu telah berubah.
Selama keberadaan saya di Yapti, saya telah mampu untuk berorganisasi, meskipun saya sadar bahwa saya masih punya banyak kekurangan di sana sini. Selama di Yapti, saya juga telah mengerti bagai mana kita menjadi seorang penulis. Selama di yapti, saya juga sangat banyak memperoleh pelajaran tentang kehidupan kita ini.
Selama keberadaan saya di yapti, saya sudah tahu banyak hal, dan intinya, yapti telah banyak membentuk tunanetra yang tadinya berada dalam kegelapan menuju ke jalan yang terang benderang. Jadi, meskipun mata ini telah gelap, tetapi akan selalu ada cahaya di sana sini, akan selalu ada kebahagiaan di sana sini, tetapi dengan keberadaan saya di yapti saya telah banyak belajar tentang banyak hal karena saya memperoleh banyak motivasi baik internal yang kemudian juga ditunjang oleh factor external.
Saya tidak tahu mengapa saya dapat mengerti arti kehidupan ini padahal saya tidak pernah belajar hidup secara ko kurikuler, saya tidak pernah belajar di sekolah, tetapi saya sering belajar lewat smart fm the spirit of Indonesia. Selain itu, orang-orang yang telah sering mengajarkan tentang kehidupan kepada saya adalah kanda hamzah yamin.
Tetapi, semua itu telah berakhir dan saya sekarang akan meninggalkan Yapti, saya takut kalau selama saya di rumah sang adik saya tidak memperoleh kebahagiaan saya seperti di yapti, saya takut kalau di rumah yang nantinya akan saya tinggali, akan menghambat saya untuk beribada ke pada allah, tetapi saya rasa semua itu akan mudah ketika saya mau memperolehnya, karena di sana kalau iman tidak kuat maka hancurlah saya. Tetapi, saya akan memohon kepada allah rab yang maha melindungi.
Mudah-mudahan, selama saya tinggal di rumah kos, saya mampu untuk tegar dalam menghadapi masalah demi masalah. Saya sadar bahwa yapti adalah tempat untuk menempuh pendidikan, dengan adanya peristiwa ini saya kembali teringat kepada tulisan yang telah dibuat oleh kanda aulia yang berjudul berakhir sudah yang bercerita tentang mahasiswa baru yang dikenal dengan istilah pahlawan muda atau yong hero.
Saya memang punya banyak teman di kos, tetapi sangat sedikit yang mampu memberikan saya spirit, kebanyakan dari mereka akan lebih sering memanfaatkan saya, bayangkan, ketika saya mau mendaftar di universitas, ketika dia tahu kalau saya adalah seorang tunanetra dia langsung membesarkan hati saya dengan memberikan banyak contoh. Hanya dialah yang membesarkan hati saya ketika saya dalam keadaan gundah.
Di rumah kos adik saya, sangat jauh dari sarana ibadah, jadi kayaknyasih saya akan lebih sering shalat di rumah, tetapi mudah-mudahan, dengan tinggalnya saya di luar area yapti, saya dapat beribadah dengan ibadah yang lebih baik lagi. Dengan beradanya saya di luar yapti, saya akan menjadi orang yang tidak akan membebani orang yang ada di sekitar saya. Saya memiliki cita-cita tidak ingin hanya mengambil manfaat dari orang lain, tetapi saya akan memberi manfaat dari apa yang telah saya peroleh dari orang lain. Selamat tinggal yaptiku, terima kasih yaptiku engkau telah memperbaiki diriku, engkau yang telah membentuk diriku menjadi seorang pelajar yang memiliki bobot yang tinggi.
Rabu, 05 Agustus 2009
Akhirnya mendaftar juga
Oleh:Sujono sa’id
Hari ini, saya sudah mendaftar di salah satu fakultas faforit saya di universitas Indonesia timur yaitu jurusan hukum. Dan insya allah saya akan mengikuti tes pada tanggal 10 agustus. Saya akhirnya sadar bahwa kuliah lebih berat dari pada sekolah. Tetapi saya mau menjalaninya dulu mudah-mudahan saya tidak mengalami kesulitan.
Saya sadar, bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan yang kita ikuti, semakin tinggi pula tantangan yang akan saya hadapi, tetapi disinilah saya dituntut untuk mengamalkan apa yang telah saya pelajari selama ini melalui smart fm, manakah aplikasi dari smart wishtdem dari andrie wongso, mana aplikasi dari materi smart emotion dari antoni diomartin, mana aplikasi dari smart happiness dari arfan pradiansyah.
Semua itu saya sudah dituntut oleh alam untuk mengamalkannya, semoga saya dalam keadaan selalu dalam keadaan bahagia. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk mengamalkan semua apa yang saya pelajari selama saya memperoleh selama saya liburan beberapa bulan terakhir ini. Tetapi semoga apa yang saya bayingkan tidak terjadi.
Setelah mendaftar ulang kalau seandainya saya lulus, maka saya akan meluncur ke kabupaten selayar, untuk menemui ayah dan ibu saya untuk memperoleh petua-petua untuk menjalani perkuliahan nanti. Saya di selayar mungkin hanya 3 minggu dulu, setelah itu saya ke makassar lagi untuk mengikuti kuliah iftita setelah itu, saya kembali lagi ke selayar selama mungkin kurang lebih seminggu di sana untuk silaturrahim.
Semoga semua itu dapat berjalan dengan lancer dan saya mampu untuk menjalani hidup di dunia luar, inilah mungkin saatnya saya untuk bergabung di masyarakat dan sebagai langgkah awal, saya mungkin akan bergabung di kalangan maha siswa dan maha siswi dulu, setelah itu, saya akan mampu untuk bergabung di masyarakat luas.
Saya tahu kalau yapti adalah tempat pembinaan dimana kita tidak mungkin tinggal membatu disana, tetapi kita akan keluar pada periode tertentu, karena ketika kita keluar dari yapti dan berhasil, insya allah kita akan menjadi orang-orang yang sukses. Selain sukses, kita juga tidak akan merugi karena kita sudah mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga kita. Kita juga tidak boleh bergantung pada keluarga terusmenerus, tetapi akanlah lebih baik ketika kita keluar yapti dengan berhasil membuat mereka tergantung, itu adalah sebuah kebanggaan bagi kita sebagai seorang binaan yapti.
Tetapi akanlah sangat memalukan, ketika kita keluar dari yapti dengan keadaan sangat gagal, karena kita belum mampu untuk membiayai diri kita sendiri, belum mampu untuk membuat mereka tergantung kepada kita itulah semua yang harus di perhatikan.
Setelah kuliah nanti saya harus lebih banyak mengenali lebih dalam tentang seperti apasih lingkungan baru yang ada di kampus?, seperti apasih rasanya selama menjalani kuliah?, dan seperti apasih susah dan senangnya ketika kita menjadi seorang mahasiswa semua itu akan terjawab ketika saya kuliah nanti, semua itu akan terjawab setelah saya mendaftar dan akhirnya dinyatakan sudah lulus. Selama kuliah nanti, saya juga akan memperlihatkan kepada semua orang yang saya kenal bahwa saya juga mampu. Semoga Allah memberi saya kekuatan untuk melakukannya amin. Saya sangat berterima kasih kepada Ayah dan ibu saya, serta bersyukur kepada tuhan, karena saya memperoleh anugerah yang menurut saya sangatlah luar biasa, karena saya memperoleh kesempatan untuk kuliah dan didukung oleh adik, dan semua keluarga saya.
Hari ini, saya sudah mendaftar di salah satu fakultas faforit saya di universitas Indonesia timur yaitu jurusan hukum. Dan insya allah saya akan mengikuti tes pada tanggal 10 agustus. Saya akhirnya sadar bahwa kuliah lebih berat dari pada sekolah. Tetapi saya mau menjalaninya dulu mudah-mudahan saya tidak mengalami kesulitan.
Saya sadar, bahwa semakin tinggi jenjang pendidikan yang kita ikuti, semakin tinggi pula tantangan yang akan saya hadapi, tetapi disinilah saya dituntut untuk mengamalkan apa yang telah saya pelajari selama ini melalui smart fm, manakah aplikasi dari smart wishtdem dari andrie wongso, mana aplikasi dari materi smart emotion dari antoni diomartin, mana aplikasi dari smart happiness dari arfan pradiansyah.
Semua itu saya sudah dituntut oleh alam untuk mengamalkannya, semoga saya dalam keadaan selalu dalam keadaan bahagia. Oleh karena itu, saya akan mencoba untuk mengamalkan semua apa yang saya pelajari selama saya memperoleh selama saya liburan beberapa bulan terakhir ini. Tetapi semoga apa yang saya bayingkan tidak terjadi.
Setelah mendaftar ulang kalau seandainya saya lulus, maka saya akan meluncur ke kabupaten selayar, untuk menemui ayah dan ibu saya untuk memperoleh petua-petua untuk menjalani perkuliahan nanti. Saya di selayar mungkin hanya 3 minggu dulu, setelah itu saya ke makassar lagi untuk mengikuti kuliah iftita setelah itu, saya kembali lagi ke selayar selama mungkin kurang lebih seminggu di sana untuk silaturrahim.
Semoga semua itu dapat berjalan dengan lancer dan saya mampu untuk menjalani hidup di dunia luar, inilah mungkin saatnya saya untuk bergabung di masyarakat dan sebagai langgkah awal, saya mungkin akan bergabung di kalangan maha siswa dan maha siswi dulu, setelah itu, saya akan mampu untuk bergabung di masyarakat luas.
Saya tahu kalau yapti adalah tempat pembinaan dimana kita tidak mungkin tinggal membatu disana, tetapi kita akan keluar pada periode tertentu, karena ketika kita keluar dari yapti dan berhasil, insya allah kita akan menjadi orang-orang yang sukses. Selain sukses, kita juga tidak akan merugi karena kita sudah mampu menghidupi diri sendiri dan keluarga kita. Kita juga tidak boleh bergantung pada keluarga terusmenerus, tetapi akanlah lebih baik ketika kita keluar yapti dengan berhasil membuat mereka tergantung, itu adalah sebuah kebanggaan bagi kita sebagai seorang binaan yapti.
Tetapi akanlah sangat memalukan, ketika kita keluar dari yapti dengan keadaan sangat gagal, karena kita belum mampu untuk membiayai diri kita sendiri, belum mampu untuk membuat mereka tergantung kepada kita itulah semua yang harus di perhatikan.
Setelah kuliah nanti saya harus lebih banyak mengenali lebih dalam tentang seperti apasih lingkungan baru yang ada di kampus?, seperti apasih rasanya selama menjalani kuliah?, dan seperti apasih susah dan senangnya ketika kita menjadi seorang mahasiswa semua itu akan terjawab ketika saya kuliah nanti, semua itu akan terjawab setelah saya mendaftar dan akhirnya dinyatakan sudah lulus. Selama kuliah nanti, saya juga akan memperlihatkan kepada semua orang yang saya kenal bahwa saya juga mampu. Semoga Allah memberi saya kekuatan untuk melakukannya amin. Saya sangat berterima kasih kepada Ayah dan ibu saya, serta bersyukur kepada tuhan, karena saya memperoleh anugerah yang menurut saya sangatlah luar biasa, karena saya memperoleh kesempatan untuk kuliah dan didukung oleh adik, dan semua keluarga saya.
Kamis, 30 Juli 2009
Tertunda hanya sampai hari ini
Oleh:Sujono sa’id
Hari ini, Kamis tanggal 31 Juli 2009 adalah sebuah peristiwa yang menurut saya adalah peristiwa yang sacral, karena hari ini masa-masa SMUku telah berakhir meskipun dengan harus lewat jenjang paket c. Karena saya rasa bagaimanapun, saya telah lulus dari pada tidak sama sekali. Tadi siang, tepat pada pukul 11.00, didampingi oleh pak Subu selaku kepala panti mengantar saya ke dinas kota untuk mengecek pengumuman.
Ditengah perjalanan, saya selalu dalam keadaan optimis, karena saya tahu kalau ini adalah sebuah pertanda bahwa saya akan mengakhiri penantian saya yang telah berakhir, ketertundaan akan kelulusan saya telah terjawab bahwa sampai hari inilah batasnya. Sesampai di dinas kota, saya disuruh menunggu oleh pak Subu, tetapi karena antrian begitu padat, maka saya dibawa ke goa untuk jalan-jalan ke sekolahnya orang cantik yaitu julukan dari mifta yang merupakan anak dari pak subu.
Se kembalinya dari goa, saya kembali ke dinas pendidikan kota, dan setiba di sana, saya hanya menunggu sebentar dan kartu ujian di ambil oleh beliau. Beliau bersama mifta masuk ke ruangan untuk mengecek pengumuman saya. Setelah mereka berdua keluar, saya sempat dikerjain sama si mifta(orang cantik) dia mengatakan “nya! Ka’jono tida’luluski” saya juga sempat kaget dan paksubu langsung mengatakan “ lihat ini kodenya” saya langsung mengatakan bahwa saya tidak mampu untuk melihatnya.
Setelah itu, beliaupun mengatakan bahwa saya lulus dan si mifta kegirangan dan mengatakan “ satu kosong untuk ka’jono”. Sayapun tertawa gembira saat itu. Setelah semua selesai, saya bersama pak subu melaksanakan shalat duhur. Setelah itu, kamipun pulang ke asrama dengan penuh kegembiraan karena saya telah lulus hari ini.
Kabar inipun saya sampaikan kepada ibu saya, ayah saya dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa dengan kelulusan ini saya tidak boleh terlalu larut karena saya tahu kalau masa-masa berikutnya masih panjang karena mungkin di masa-masa kuliah kita akan menghadapi hambatan yang begitu berat apalagi saya adalah tunanetra.
Tetapi, intinya saya merasa bahwa perjalanan saya di bangku SMU kini telah usai, semoga saya mampu untuk melangkah ke jenjang berikutnya, dan saya mungkin akan berhadapan dengan lingkungan yang baru di universitas Indonesia timur. Saya selalu di hantui oleh tulisan dari kanda aulia blogger asal aceh yang telah mengatakan bahwa ketika kita berada di awal-awal maka kita belum tahu siapa diri kita, seperti itulah dengan kelulusan di SMU bukanlah hal yang menggembirakan, karena dengan kelulusan ini saya masih belum memperoleh pekerjaan, dan juga masa depan saya untuk hidup mandiri.
Selama kuliah, mungkin akan membebani kedua orang tua saya, tetapi meskipun demikian, saya akan mengusahakan agar skil saya utamanya dalam hal menulis, akan saya improve agar paling tidak saya sudah mampu meringankan beban orang tua saya. Malam ini, saya telah membayangkan bagaimana bahagianya ibu saya, bahagianya ayah saya, dan orang-orang yang sangat saya kasihi dengan kelulusan saya hari ini.
Ketika saya dibonceng oleh pak subu, saya kembali teringat akan pengurusan kepindahan saya dariSMU 4 makassar mulai dari SMU4 dan berakhir di rumah ibu evi yuliati. Dan setelah dua tahun berselang, saya kembali di temani oleh pak subu tetapi sekmennya sudah berbeda bukan lagi mengurus nilai, bukan lagi mengurus kepindahan, tetapi sudah untuk mengecek hasil akhir dari apa yang telah saya nanti-nanti selama ini.
Hari ini, Kamis tanggal 31 Juli 2009 adalah sebuah peristiwa yang menurut saya adalah peristiwa yang sacral, karena hari ini masa-masa SMUku telah berakhir meskipun dengan harus lewat jenjang paket c. Karena saya rasa bagaimanapun, saya telah lulus dari pada tidak sama sekali. Tadi siang, tepat pada pukul 11.00, didampingi oleh pak Subu selaku kepala panti mengantar saya ke dinas kota untuk mengecek pengumuman.
Ditengah perjalanan, saya selalu dalam keadaan optimis, karena saya tahu kalau ini adalah sebuah pertanda bahwa saya akan mengakhiri penantian saya yang telah berakhir, ketertundaan akan kelulusan saya telah terjawab bahwa sampai hari inilah batasnya. Sesampai di dinas kota, saya disuruh menunggu oleh pak Subu, tetapi karena antrian begitu padat, maka saya dibawa ke goa untuk jalan-jalan ke sekolahnya orang cantik yaitu julukan dari mifta yang merupakan anak dari pak subu.
Se kembalinya dari goa, saya kembali ke dinas pendidikan kota, dan setiba di sana, saya hanya menunggu sebentar dan kartu ujian di ambil oleh beliau. Beliau bersama mifta masuk ke ruangan untuk mengecek pengumuman saya. Setelah mereka berdua keluar, saya sempat dikerjain sama si mifta(orang cantik) dia mengatakan “nya! Ka’jono tida’luluski” saya juga sempat kaget dan paksubu langsung mengatakan “ lihat ini kodenya” saya langsung mengatakan bahwa saya tidak mampu untuk melihatnya.
Setelah itu, beliaupun mengatakan bahwa saya lulus dan si mifta kegirangan dan mengatakan “ satu kosong untuk ka’jono”. Sayapun tertawa gembira saat itu. Setelah semua selesai, saya bersama pak subu melaksanakan shalat duhur. Setelah itu, kamipun pulang ke asrama dengan penuh kegembiraan karena saya telah lulus hari ini.
Kabar inipun saya sampaikan kepada ibu saya, ayah saya dan lain sebagainya. Saya sadar bahwa dengan kelulusan ini saya tidak boleh terlalu larut karena saya tahu kalau masa-masa berikutnya masih panjang karena mungkin di masa-masa kuliah kita akan menghadapi hambatan yang begitu berat apalagi saya adalah tunanetra.
Tetapi, intinya saya merasa bahwa perjalanan saya di bangku SMU kini telah usai, semoga saya mampu untuk melangkah ke jenjang berikutnya, dan saya mungkin akan berhadapan dengan lingkungan yang baru di universitas Indonesia timur. Saya selalu di hantui oleh tulisan dari kanda aulia blogger asal aceh yang telah mengatakan bahwa ketika kita berada di awal-awal maka kita belum tahu siapa diri kita, seperti itulah dengan kelulusan di SMU bukanlah hal yang menggembirakan, karena dengan kelulusan ini saya masih belum memperoleh pekerjaan, dan juga masa depan saya untuk hidup mandiri.
Selama kuliah, mungkin akan membebani kedua orang tua saya, tetapi meskipun demikian, saya akan mengusahakan agar skil saya utamanya dalam hal menulis, akan saya improve agar paling tidak saya sudah mampu meringankan beban orang tua saya. Malam ini, saya telah membayangkan bagaimana bahagianya ibu saya, bahagianya ayah saya, dan orang-orang yang sangat saya kasihi dengan kelulusan saya hari ini.
Ketika saya dibonceng oleh pak subu, saya kembali teringat akan pengurusan kepindahan saya dariSMU 4 makassar mulai dari SMU4 dan berakhir di rumah ibu evi yuliati. Dan setelah dua tahun berselang, saya kembali di temani oleh pak subu tetapi sekmennya sudah berbeda bukan lagi mengurus nilai, bukan lagi mengurus kepindahan, tetapi sudah untuk mengecek hasil akhir dari apa yang telah saya nanti-nanti selama ini.
Rabu, 29 Juli 2009
Mudah-mudahan hanya sampai besok
Oleh:Sujono sa’id
Al-hamdulillah, tadi sore saya telah memperoleh kepastian tentang kapan?, dan dimana? Pengumuman paket c di adakan dan akan di lihat. Kepastian ini saya peroleh tadi sore ketika saya menghubungi teman saya pia telephon, ia mengatakan bahwa besok pastimi pengumuman untuk ujian kita. Saat itu, saya merasa sangat gembira.
Mengapa saya sangat gembira?, karena saya berharap mudah-mudahan hanya sampai besok kelulusan saya tertunda, mudah-mudahan hanya sampai besok saya menyimpan seribu Tanya, dan mudah-mudahan besok saya akan memperoleh kebahagiaan saya meskipun sifatnya hanyalah sementara saja, karena masih ada jalan yang panjang. Lagi-lagi saya teringat akan statmen dari kanda Aulia blogger asal aceh.
Apa nakana kanda Aulia? Nakana ketika kita masih berada di masa awal dalam menjalankan suatu amanah atau hal-hal lain yang dipersamakan dengan itu, maka itu masih belum bisa ditentukan apa yang akan terjadi apakah kita akan bahagia?, sedih? Atau bagai mana?, dan bagaimana?. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi orang yang bahagia karena tetapi jadilah orang yang bahagia meskipun yang artinya bahagia karena dapat sesuatu, dan bahagia meskipun ditimpah oleh sesuatu dalam dirinya.
Tapi, intinya saya saat ini lagi-lagi dalam keadaan optimis, karena saya telah memperoleh tanda-tanda ketika saya telah selesai mengikuti ulangan paket c, mudah-mudahan itu benarlah adanya, sebab ketika saya memperoleh tanda-tanda, tanda-tanda itu selalu menjadi sebuah kenyataan, saya tidak tahu apakah inilah kelebihan yang telah tuhan berikan, karena saya setiap melawan apa yang telah menjadi perasaan saya, saya selalu dihantui dengan perasaan tersebut, tetapi ini saya kira tidak mungkin terjadi tanpa pertolongan tuhan, dan campur tangan orang tua, serta bantuan teman.
Inilah janji Allah dalam al-quran, yang juga sangat relevan dengan konsep yang di ajarkan oleh guru saya indonesia’s happiness trainer yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh kenikmatan, maka tanyakan mengapa harus saya? Tetapi ketika memperoleh kesedihan, tanyakan apa yang akan tuhan berikan kepada kita?. Hal tersebut, sangat cocok dengan ajaran agama yang mengatakan bahwa ketika engkau dalam keadaan susah tidak mungkin kamu diberikan cobaan ketika kamu tidak mampu untuk menjalaninya.
Tetapi mudah-mudahan, besok saya lulus dan boleh mengikuti test di universitas, dan mudah-mudahan saya mampu untuk menjalani apa yang telah menjadi mekanisme dalam perkuliahan, karena saya sudah punya pengalaman saat saya masih SMU tiga tahun yang lalu, apalagi sekarang saya sebagai tunanetra telah memiliki kemajuan seperti dapat menggunakan labtob untuk menuliskan tugas-tugas saya di ruang kuliah.
Dan saya juga berharap agar kelulusan ini dapat membuat mama saya menjadi orang yang paling bahagia dan saya juga berharap agar masa depan saya dapat tercapai meskipun saya tidak sesukses siapa tetapi paling tidak saya mampu untuk hidup mandiri kelak, memperoleh kpekerjaan yang layak, dan mampu menikah dengan wanita idaman yang sekarang ini saya belum punya, tetapi saya tetap punya kreteria bahwa wanita idaman yang saya inginkan adalah seorang wanita yang memiliki intelegensi, memiliki kecerdasan emotional, dan memiliki kecerdasan spiritual. Yangmana saya maksudkan kecerdasan intelegensi seperti mampu ber bahasa inggris, latar belakangnya adalah IPA waktu SMU dulu, mampu menjadi motivator ketika saya gundah, dan dekat dengan tuhan, dan mampu untuk membimbing saya menjadi orang dekat pada tuhan.
Al-hamdulillah, tadi sore saya telah memperoleh kepastian tentang kapan?, dan dimana? Pengumuman paket c di adakan dan akan di lihat. Kepastian ini saya peroleh tadi sore ketika saya menghubungi teman saya pia telephon, ia mengatakan bahwa besok pastimi pengumuman untuk ujian kita. Saat itu, saya merasa sangat gembira.
Mengapa saya sangat gembira?, karena saya berharap mudah-mudahan hanya sampai besok kelulusan saya tertunda, mudah-mudahan hanya sampai besok saya menyimpan seribu Tanya, dan mudah-mudahan besok saya akan memperoleh kebahagiaan saya meskipun sifatnya hanyalah sementara saja, karena masih ada jalan yang panjang. Lagi-lagi saya teringat akan statmen dari kanda Aulia blogger asal aceh.
Apa nakana kanda Aulia? Nakana ketika kita masih berada di masa awal dalam menjalankan suatu amanah atau hal-hal lain yang dipersamakan dengan itu, maka itu masih belum bisa ditentukan apa yang akan terjadi apakah kita akan bahagia?, sedih? Atau bagai mana?, dan bagaimana?. Oleh karena itu, janganlah kita menjadi orang yang bahagia karena tetapi jadilah orang yang bahagia meskipun yang artinya bahagia karena dapat sesuatu, dan bahagia meskipun ditimpah oleh sesuatu dalam dirinya.
Tapi, intinya saya saat ini lagi-lagi dalam keadaan optimis, karena saya telah memperoleh tanda-tanda ketika saya telah selesai mengikuti ulangan paket c, mudah-mudahan itu benarlah adanya, sebab ketika saya memperoleh tanda-tanda, tanda-tanda itu selalu menjadi sebuah kenyataan, saya tidak tahu apakah inilah kelebihan yang telah tuhan berikan, karena saya setiap melawan apa yang telah menjadi perasaan saya, saya selalu dihantui dengan perasaan tersebut, tetapi ini saya kira tidak mungkin terjadi tanpa pertolongan tuhan, dan campur tangan orang tua, serta bantuan teman.
Inilah janji Allah dalam al-quran, yang juga sangat relevan dengan konsep yang di ajarkan oleh guru saya indonesia’s happiness trainer yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh kenikmatan, maka tanyakan mengapa harus saya? Tetapi ketika memperoleh kesedihan, tanyakan apa yang akan tuhan berikan kepada kita?. Hal tersebut, sangat cocok dengan ajaran agama yang mengatakan bahwa ketika engkau dalam keadaan susah tidak mungkin kamu diberikan cobaan ketika kamu tidak mampu untuk menjalaninya.
Tetapi mudah-mudahan, besok saya lulus dan boleh mengikuti test di universitas, dan mudah-mudahan saya mampu untuk menjalani apa yang telah menjadi mekanisme dalam perkuliahan, karena saya sudah punya pengalaman saat saya masih SMU tiga tahun yang lalu, apalagi sekarang saya sebagai tunanetra telah memiliki kemajuan seperti dapat menggunakan labtob untuk menuliskan tugas-tugas saya di ruang kuliah.
Dan saya juga berharap agar kelulusan ini dapat membuat mama saya menjadi orang yang paling bahagia dan saya juga berharap agar masa depan saya dapat tercapai meskipun saya tidak sesukses siapa tetapi paling tidak saya mampu untuk hidup mandiri kelak, memperoleh kpekerjaan yang layak, dan mampu menikah dengan wanita idaman yang sekarang ini saya belum punya, tetapi saya tetap punya kreteria bahwa wanita idaman yang saya inginkan adalah seorang wanita yang memiliki intelegensi, memiliki kecerdasan emotional, dan memiliki kecerdasan spiritual. Yangmana saya maksudkan kecerdasan intelegensi seperti mampu ber bahasa inggris, latar belakangnya adalah IPA waktu SMU dulu, mampu menjadi motivator ketika saya gundah, dan dekat dengan tuhan, dan mampu untuk membimbing saya menjadi orang dekat pada tuhan.
Selasa, 28 Juli 2009
Pengumuman yang belum pasti
Oleh:Sujono sa’id
Hari ini, Selasa 28-7-2009, saya semakin gelisa, karena saya sudah yakin betul kalau saya akan lulus. Tetapi masalahnya saya belum tahu kapan pengumuman akan berlangsung, sebab ada beberapa opsi seperti tanggal 30 menurut informasi dari Abdulrahman gusdur teman saya, 4 Agustus fersi Wilda teman saya, dan ada juga tanggal 2 Agustus fersi Anhar teman saya. Saya rasa, kalau saya pengumuman, kemudian belum ada ruang untuk kuliah tahun ini, maka saya rasa tidak masalah mungkin tahun depan atau ada peluang kerja yang akan membuat saya mampu membiayai diri saya.
Sejak 2 hari ini, saya sering mencari informasi lewat berbagai sumber yang saya tahu dan saya kenal, tetapi saya rasa kalau pengumuman itu tertunda sampai agustus, saya rasa tidak masalah karena saya rasa kalau saya sudah memperoleh lapangan kerja, maka insya allah, saya akan mampu untuk memperoleh masa depan saya.
Selain pengumuman yang kapan pastinya, saya juga belum tahu dimana saya akan melihatnya, apakah saya akan mengeceknya di dinas pendidikan, atau di Koran, atau di tempat lain. Tetapi saya yakin kalau saya mempunyai peluang yang sangat besar untuk lulus, karena saya merasa bahwa inilah saatnya kelulusan saya tertunda.
Terkadang, selama penantian ini, saya selalu dalam keadaan gelisah, tetapi sya selalu mencoba untuk menanamkan kebahagiaan dengan mengamalkan ajaran yang di ajarkan dalam sebuah konsep yang tergabung dalam 7 rumus untuk memperoleh kebahagiaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah the7 low’s of happiness.
Salah satu dari the7lows of happiness, yang saya amalkan ajarannya adalah kesederhanaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah simplysity atau dikenal dengan artian kesederhanaan. Kesederhanaan yang saya maksud adalah kesederhanaan dalam memikirkan segala sesuatu yang menjadi problem dalam kehidupan saya contohnya, ketika tahun ini saya belum dapat kesempatan untuk kuliah, karena pendaftaran sudah tutup tapi pengumuman baru keluar, maka saya tidak usah kuliah dulu, bahkan kalau dalam waktu setahun tetapi saya dapat kerja yang layak, maka saya ngga’ usah kuliah lagi tinggal ngurusin bisnis. Saya rasa ini adalah hal yang simple.
Simplysity ini, adalah konsep ajaran the7low’s of happiness yang ke 3, bahkan salah satu dari konsep inilah yang membuat saya tidak setres ketika saya tidak lulus waktu ujian nasional karena saya mengamalkan beberapa konsep yaitu syukur, sabar, dan saya juga mencoba untuk menyederhanakan fikiran dalam mencari solusinya.
Saya kira, dalam hidup ini, kita tidak boleh membuat hidup kita ini menjadi susah tetapi buatlah hidup kita dalam keadaan sederhana, selalu optimis, dan selalu siap dalam menghadapi resiko yang akan bermunculan saat mengambil tindakan. Olehnya itu, saya kira ketika fikiran kita selalu fleksibel, maka hidup kita akan dalam keadaan bahagia.
Mudah-mudahan, besok sore, saya akan memperoleh titik terang tentang kapan dan dimana saya akan melihat hasil ujian saya, dan tentu saya berharap agar pengumuman tersebut adalah jawaban dari pertanyaan saya tentang sampai kapan kelulusan saya tertunda. Saya juga memohon semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk menjalani perkuliahan dengan jurusan yang telah saya pilih selama saya menjalani perkuliahan, jadi mama saya senang, saya senang, dan saya juga hidup bahagia adalah harapan saya dan tentu harapan setiap orang yang mempunyai keinginan untuk itu.
Hari ini, Selasa 28-7-2009, saya semakin gelisa, karena saya sudah yakin betul kalau saya akan lulus. Tetapi masalahnya saya belum tahu kapan pengumuman akan berlangsung, sebab ada beberapa opsi seperti tanggal 30 menurut informasi dari Abdulrahman gusdur teman saya, 4 Agustus fersi Wilda teman saya, dan ada juga tanggal 2 Agustus fersi Anhar teman saya. Saya rasa, kalau saya pengumuman, kemudian belum ada ruang untuk kuliah tahun ini, maka saya rasa tidak masalah mungkin tahun depan atau ada peluang kerja yang akan membuat saya mampu membiayai diri saya.
Sejak 2 hari ini, saya sering mencari informasi lewat berbagai sumber yang saya tahu dan saya kenal, tetapi saya rasa kalau pengumuman itu tertunda sampai agustus, saya rasa tidak masalah karena saya rasa kalau saya sudah memperoleh lapangan kerja, maka insya allah, saya akan mampu untuk memperoleh masa depan saya.
Selain pengumuman yang kapan pastinya, saya juga belum tahu dimana saya akan melihatnya, apakah saya akan mengeceknya di dinas pendidikan, atau di Koran, atau di tempat lain. Tetapi saya yakin kalau saya mempunyai peluang yang sangat besar untuk lulus, karena saya merasa bahwa inilah saatnya kelulusan saya tertunda.
Terkadang, selama penantian ini, saya selalu dalam keadaan gelisah, tetapi sya selalu mencoba untuk menanamkan kebahagiaan dengan mengamalkan ajaran yang di ajarkan dalam sebuah konsep yang tergabung dalam 7 rumus untuk memperoleh kebahagiaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah the7 low’s of happiness.
Salah satu dari the7lows of happiness, yang saya amalkan ajarannya adalah kesederhanaan atau dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah simplysity atau dikenal dengan artian kesederhanaan. Kesederhanaan yang saya maksud adalah kesederhanaan dalam memikirkan segala sesuatu yang menjadi problem dalam kehidupan saya contohnya, ketika tahun ini saya belum dapat kesempatan untuk kuliah, karena pendaftaran sudah tutup tapi pengumuman baru keluar, maka saya tidak usah kuliah dulu, bahkan kalau dalam waktu setahun tetapi saya dapat kerja yang layak, maka saya ngga’ usah kuliah lagi tinggal ngurusin bisnis. Saya rasa ini adalah hal yang simple.
Simplysity ini, adalah konsep ajaran the7low’s of happiness yang ke 3, bahkan salah satu dari konsep inilah yang membuat saya tidak setres ketika saya tidak lulus waktu ujian nasional karena saya mengamalkan beberapa konsep yaitu syukur, sabar, dan saya juga mencoba untuk menyederhanakan fikiran dalam mencari solusinya.
Saya kira, dalam hidup ini, kita tidak boleh membuat hidup kita ini menjadi susah tetapi buatlah hidup kita dalam keadaan sederhana, selalu optimis, dan selalu siap dalam menghadapi resiko yang akan bermunculan saat mengambil tindakan. Olehnya itu, saya kira ketika fikiran kita selalu fleksibel, maka hidup kita akan dalam keadaan bahagia.
Mudah-mudahan, besok sore, saya akan memperoleh titik terang tentang kapan dan dimana saya akan melihat hasil ujian saya, dan tentu saya berharap agar pengumuman tersebut adalah jawaban dari pertanyaan saya tentang sampai kapan kelulusan saya tertunda. Saya juga memohon semoga Allah memberikan saya kekuatan untuk menjalani perkuliahan dengan jurusan yang telah saya pilih selama saya menjalani perkuliahan, jadi mama saya senang, saya senang, dan saya juga hidup bahagia adalah harapan saya dan tentu harapan setiap orang yang mempunyai keinginan untuk itu.
Minggu, 26 Juli 2009
Temukan titik terang
Oleh:Sujono sa’id
Alhamdulillah, semalam saya telah bertatap muka dengan mama saya. Apa yang menjadi hasil dari pembicaraan saya semalam, telah menjadi titik terang dan tentu keputusan yang telah dibawa oleh mama saya adalah hasil dari musyawarah dengan ayah saya, tante saya, dan lain-lain sebagainya. Pertemuan yang berlangsung di ruangan higher education Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia semalam telah memperoleh beberapa butir kesepakatan dan sebelumnya juga kembali terjadi perdebatan yang a lot.
Agenda yang sempat dibicarakan adalah mengenai mengapa saya tidak dibiarkan kuliah di unismu karena menurut adik saya, ongkos mobil terlalu mahal, dan harus 3 kali naik mobil. Setelah itu, saya angkat bicara dan tidak menyetujui apa yang sempat menjadi alas an dari adik saya. Setelah itu saya memberikan pandangan bahwa apa yang dikatakan itu sangatlah salah karena saya mendeskripsikan fakta bahwa kalau saya naik mobil ke kampus unismu kan lewat jalanan ke mallengkerikan jadi saya dari Yapti hanya dua kali pete-pete, karena saya dari Yapti ke masjid raya kemudian ambil mobil pete-pete jurusan Mallengkeri. Setelah itu, barulah mereka paham akan penjelasan saya.
Ternyata muncul lagi masalah baru, masalahnya papa saya, tante saya, dan beberapa om saya tidak menghendaki kalau saya ke unismu ngga’tau apa alasannya, tetapi karena saya masih menghargai mama, yang juga ingin menghargai papa, sebagai suaminya, dan om saya sebagai bagian dari rumpun keluarga, maka saya mengambil keputusan ini meskipun saya tahu kalau teman-teman saya dari korps pertuni akan tidak terlalu setuju dengan langkah ini, tetapi saya rasa inilah resiko yang harus saya hadapi.
Ada juga masalah lain yang sempat di angkat seperti labtob, sekarang adik saya sudah dibelikan dan saya juga bisa pakai labtop tersebut untuk mengerjakan tugas saya dan tinggal di instali jaws sebagai program yang akan mendukung kegiatan saya, selain itu skenner juga telah di siapkan sehingga, saya sudah dapat mengerjakan tugas-tugas saya tanpa harus ke Yapti untuk mengerjakannya, tetapi kalau mau informasi di internet, maka saya baru ke Yapti lagi atau kalau saya mau jalan-jalan saja barang kali.
Selain alas an aksesibilitas, saya juga tidak di izinkan untuk tinggal di Yapti lagi karena papa saya tidak akan mengizinkan saya kuliah kalau saya tidak mtinggal di rumah yang sudah ada di Daya mangga tiga. Saya sebenarnya sudah siap-siap untuk tidak kuliah, tetapi adik saya malah takut kalau suatu masa saya dituntut oleh papa saya dan saya malah menyalahkan papa saya jadi saya disuruh untuk kuliah saja tahun ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, juga membahas tentang usaha agar saya mampu untuk melihat kembali dengan menggunakan kacamata, tetapi saya sudah berkeras, dan sudah bicara baik-baik untuk menolak secara halus, dan hamper-hampir lagi saya marah dibuatnya, tetapi saya merasa bahwa hal ini tidak boleh di selesaikan secara emosional, jadi saya mencoba untuk bertutur yang baik dengan konsideran saya sesuai dengan kemampuan saya. Dan al-hamdulillah berhasil.
Intinya, pertemuan di higher education room Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, adalah hal yang sangat berkesan meskipun terkesan sangat a lot. Pertemuan tersebut berakhir dengan kata-kata perpisahan dan meminta maaf yang dimulai dari saya yang kemudian saya memperoleh tanggapan balik dari mama saya. Intinya, pertemuan semalam sangatlah berkesan. Saya juga sangat berterima kasih kepada tante saya yang sudah mau ambil bagian dalam mengurusi perkuliahan. Artinya mereka punya awayr.
Alhamdulillah, semalam saya telah bertatap muka dengan mama saya. Apa yang menjadi hasil dari pembicaraan saya semalam, telah menjadi titik terang dan tentu keputusan yang telah dibawa oleh mama saya adalah hasil dari musyawarah dengan ayah saya, tante saya, dan lain-lain sebagainya. Pertemuan yang berlangsung di ruangan higher education Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia semalam telah memperoleh beberapa butir kesepakatan dan sebelumnya juga kembali terjadi perdebatan yang a lot.
Agenda yang sempat dibicarakan adalah mengenai mengapa saya tidak dibiarkan kuliah di unismu karena menurut adik saya, ongkos mobil terlalu mahal, dan harus 3 kali naik mobil. Setelah itu, saya angkat bicara dan tidak menyetujui apa yang sempat menjadi alas an dari adik saya. Setelah itu saya memberikan pandangan bahwa apa yang dikatakan itu sangatlah salah karena saya mendeskripsikan fakta bahwa kalau saya naik mobil ke kampus unismu kan lewat jalanan ke mallengkerikan jadi saya dari Yapti hanya dua kali pete-pete, karena saya dari Yapti ke masjid raya kemudian ambil mobil pete-pete jurusan Mallengkeri. Setelah itu, barulah mereka paham akan penjelasan saya.
Ternyata muncul lagi masalah baru, masalahnya papa saya, tante saya, dan beberapa om saya tidak menghendaki kalau saya ke unismu ngga’tau apa alasannya, tetapi karena saya masih menghargai mama, yang juga ingin menghargai papa, sebagai suaminya, dan om saya sebagai bagian dari rumpun keluarga, maka saya mengambil keputusan ini meskipun saya tahu kalau teman-teman saya dari korps pertuni akan tidak terlalu setuju dengan langkah ini, tetapi saya rasa inilah resiko yang harus saya hadapi.
Ada juga masalah lain yang sempat di angkat seperti labtob, sekarang adik saya sudah dibelikan dan saya juga bisa pakai labtop tersebut untuk mengerjakan tugas saya dan tinggal di instali jaws sebagai program yang akan mendukung kegiatan saya, selain itu skenner juga telah di siapkan sehingga, saya sudah dapat mengerjakan tugas-tugas saya tanpa harus ke Yapti untuk mengerjakannya, tetapi kalau mau informasi di internet, maka saya baru ke Yapti lagi atau kalau saya mau jalan-jalan saja barang kali.
Selain alas an aksesibilitas, saya juga tidak di izinkan untuk tinggal di Yapti lagi karena papa saya tidak akan mengizinkan saya kuliah kalau saya tidak mtinggal di rumah yang sudah ada di Daya mangga tiga. Saya sebenarnya sudah siap-siap untuk tidak kuliah, tetapi adik saya malah takut kalau suatu masa saya dituntut oleh papa saya dan saya malah menyalahkan papa saya jadi saya disuruh untuk kuliah saja tahun ini.
Dalam pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam, juga membahas tentang usaha agar saya mampu untuk melihat kembali dengan menggunakan kacamata, tetapi saya sudah berkeras, dan sudah bicara baik-baik untuk menolak secara halus, dan hamper-hampir lagi saya marah dibuatnya, tetapi saya merasa bahwa hal ini tidak boleh di selesaikan secara emosional, jadi saya mencoba untuk bertutur yang baik dengan konsideran saya sesuai dengan kemampuan saya. Dan al-hamdulillah berhasil.
Intinya, pertemuan di higher education room Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, adalah hal yang sangat berkesan meskipun terkesan sangat a lot. Pertemuan tersebut berakhir dengan kata-kata perpisahan dan meminta maaf yang dimulai dari saya yang kemudian saya memperoleh tanggapan balik dari mama saya. Intinya, pertemuan semalam sangatlah berkesan. Saya juga sangat berterima kasih kepada tante saya yang sudah mau ambil bagian dalam mengurusi perkuliahan. Artinya mereka punya awayr.
Mau kuliah malah bingung
Oleh:Sujono sa’id
Kemarin, sabtu 25-7-2009, tepatnya pada pukul 12 lewat, saya menerima telephon dari mama saya, dalam pembicaraan saya dihadapkan pada beberapa pilihan. Sebenarnya, saya sudah mau kuliah di UIT, tetapi papa saya malah melarang saya untuk kuliah di sana karena dengan kalau saya kuliah disana ketika adik saya di drop out, maka saya juga akan keluar. Setelah itu saya kasi alternatip kalau saya mau kuliah di unismu, tetapi katanya adik saya saya akan mengeluarkan banyak biaya transport tasi tetapi kalau di unismu jurusan sosiologi yang saya idam-idamkan saya akan dapatkan.
Saya akhirnya mencoba menawarkan agar saya kuliah di universitas 45, tetapi eh berhitung lagi katanya mahal. Saya tunjukkan universitas 45, karena saya rasa tidak jauh-jauh amat. Tetapi malah dihitung lagi dari segi financial, mereka malah mengatakan kalau saya ngga usah kuliah tahun ini, tetapi saya malah mengatakan kalau saya sudah tidak kuliah, malah saya udah ngga’tinggal di Yapti lagi untuk beberapa tahun.
Setelah itu, saya malah merasa pusing dengan pilihan ini, saya malah mengatakan kalau orang tua saya terlalu perhitungan banget, saya aja selalu di gituin? Tetapi saya selalu meronta-ronta untuk keluar dari yang namanya belenggu di mana saya dapat berkuliah hanya Allah saja yang mampu menentukannya melalui waktu serta kondisi yang akan menjadi peluang. Saya malah mau mengatakan bahwa itulah keunggulan orang-orang yang tidak sesuai dengan akidah kita karena mereka begitu dapat peluang, langsung di sergap tidak sama dengan kita yang penuh dengan konsideran.
Saya tidak mengerti disatu sisi, mama saya selalu tidak mau mengalah, dan akhirnya selalu menyalahkan saya. Dan sayalah selalu dianggap sebagai anak yang pembangkang. Saya tahu kalau syurga di telapak kaki ibu, tetapi saya rasa saya tidaklah seperti sebuah boneka yang gampang di permainkan karena meskipun mama saya adalah orang yang patut untuk di patuhi sesuai dengan ajaran agama, tetapi kalau begitu modelnya maka akan menyiksa dirinya sendiri. Tetapi saya rasa Allah maha pengampun, dia jugalah yang paling tahu apa yang ada dalam hati saya, saya juga tahu kalau saya tidak punya maksud untuk menyakiti hati orang tua saya tapi saya kembalikan semuanya kepada Allah, karena dialah yang tahu akan segala apa yang ada di hati saya.
Terkadang, saya merasa sekarang saya sudah besar, okey kalau mama saya memberikan saran, tetapi kalau menurut saya sudah tidak bisa, maka harusnya dia ngga’ usa memaksakan kehendaknya, jangan-jangan saya nanti mengulangi tragedy yang telah pernah menimpa saya waktu saya masih SMU dulu. Inilah yang tidak dapat saya hindari, saya juga tidak mau menggunakan emosi saya dalam bertindak karena ketika saya mengandalkan emosi saya dalam bertindak, maka akan membahayakan diri saya.
Sekarang saya sudah tahu apa yang menjadi infect dari apa yang telah beliau perbuat karena saya banyak belajar dari apa yang telah menjadi peristiwa yang menurut saya sangat menyakitkan, saya merasa seharusnya mama saya juga introspeksi diridong jangan saya melulu yang introspeksi diri. Tetapi sekali lagi saya hanya mau mengatakan kalau Alla lah yang mengetahui bahwa perbuatan saya melawan orang tua saya adalah dosa atau bukan, karena saya juga ingin membahagiakan orang tua, saya juga ingin memperoleh kebahagiaan dari orang tua saya. Tetapi kalau modelnya begitu saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat. Sekarang, saya sedang memikirkan apa yang akan saya lakukan, karena sekarang kelulusan paket c masih tergolong bias , wallahua’lam.
Kemarin, sabtu 25-7-2009, tepatnya pada pukul 12 lewat, saya menerima telephon dari mama saya, dalam pembicaraan saya dihadapkan pada beberapa pilihan. Sebenarnya, saya sudah mau kuliah di UIT, tetapi papa saya malah melarang saya untuk kuliah di sana karena dengan kalau saya kuliah disana ketika adik saya di drop out, maka saya juga akan keluar. Setelah itu saya kasi alternatip kalau saya mau kuliah di unismu, tetapi katanya adik saya saya akan mengeluarkan banyak biaya transport tasi tetapi kalau di unismu jurusan sosiologi yang saya idam-idamkan saya akan dapatkan.
Saya akhirnya mencoba menawarkan agar saya kuliah di universitas 45, tetapi eh berhitung lagi katanya mahal. Saya tunjukkan universitas 45, karena saya rasa tidak jauh-jauh amat. Tetapi malah dihitung lagi dari segi financial, mereka malah mengatakan kalau saya ngga usah kuliah tahun ini, tetapi saya malah mengatakan kalau saya sudah tidak kuliah, malah saya udah ngga’tinggal di Yapti lagi untuk beberapa tahun.
Setelah itu, saya malah merasa pusing dengan pilihan ini, saya malah mengatakan kalau orang tua saya terlalu perhitungan banget, saya aja selalu di gituin? Tetapi saya selalu meronta-ronta untuk keluar dari yang namanya belenggu di mana saya dapat berkuliah hanya Allah saja yang mampu menentukannya melalui waktu serta kondisi yang akan menjadi peluang. Saya malah mau mengatakan bahwa itulah keunggulan orang-orang yang tidak sesuai dengan akidah kita karena mereka begitu dapat peluang, langsung di sergap tidak sama dengan kita yang penuh dengan konsideran.
Saya tidak mengerti disatu sisi, mama saya selalu tidak mau mengalah, dan akhirnya selalu menyalahkan saya. Dan sayalah selalu dianggap sebagai anak yang pembangkang. Saya tahu kalau syurga di telapak kaki ibu, tetapi saya rasa saya tidaklah seperti sebuah boneka yang gampang di permainkan karena meskipun mama saya adalah orang yang patut untuk di patuhi sesuai dengan ajaran agama, tetapi kalau begitu modelnya maka akan menyiksa dirinya sendiri. Tetapi saya rasa Allah maha pengampun, dia jugalah yang paling tahu apa yang ada dalam hati saya, saya juga tahu kalau saya tidak punya maksud untuk menyakiti hati orang tua saya tapi saya kembalikan semuanya kepada Allah, karena dialah yang tahu akan segala apa yang ada di hati saya.
Terkadang, saya merasa sekarang saya sudah besar, okey kalau mama saya memberikan saran, tetapi kalau menurut saya sudah tidak bisa, maka harusnya dia ngga’ usa memaksakan kehendaknya, jangan-jangan saya nanti mengulangi tragedy yang telah pernah menimpa saya waktu saya masih SMU dulu. Inilah yang tidak dapat saya hindari, saya juga tidak mau menggunakan emosi saya dalam bertindak karena ketika saya mengandalkan emosi saya dalam bertindak, maka akan membahayakan diri saya.
Sekarang saya sudah tahu apa yang menjadi infect dari apa yang telah beliau perbuat karena saya banyak belajar dari apa yang telah menjadi peristiwa yang menurut saya sangat menyakitkan, saya merasa seharusnya mama saya juga introspeksi diridong jangan saya melulu yang introspeksi diri. Tetapi sekali lagi saya hanya mau mengatakan kalau Alla lah yang mengetahui bahwa perbuatan saya melawan orang tua saya adalah dosa atau bukan, karena saya juga ingin membahagiakan orang tua, saya juga ingin memperoleh kebahagiaan dari orang tua saya. Tetapi kalau modelnya begitu saya tidak tahu lagi apa yang harus saya perbuat. Sekarang, saya sedang memikirkan apa yang akan saya lakukan, karena sekarang kelulusan paket c masih tergolong bias , wallahua’lam.
Jumat, 10 Juli 2009
Ter inspirasi untuk ngefacebook
Oleh:Sujono sa’id
Facebook adalah media social networking, karena melalui tempat ini kita dapat bersilaturrahmi dengan teman, shering, dan lain-lain sebagainya. Sebenarnya, facebook sudah lama saya dengar, tetapi baru tertarik ketika saya sering menemui teman-teman saya di luaran sana cerita tentang facebook dengan bangganya memperkenalkan temannya. Ternyata selama ini saya hanya kenal Yahoo masenger saja untuk cheting.
Akhirnya keinginan saya memuncak sejak saya pernah menjadi pembicara di Amerikan English school ketika saya mengikuti debat bahasa inggris dengan tema internet is the leding source and knowledge depelofment in society today.
Akhirnya, sayapun memikirkan bagai mana caranya agar bisa main facebook juga, ternyata setelah saya pelajari, agak susah-susah gampang. Di satu sisi, facebook betul sudah aksesible bagi kaum tunanetra, tetapi lagi-lagi masih ada hal-hal tertentu yang belum dapat dibaca oleh jaws seperti tempat cheting, dan memasukkan kode, kecuali dibantu dengan web fisum, karena saya kalau mau meng add member untuk memasukkan kode membutuhkan teman yang non tunanetra, tetapi dengan bantuan web fisum sekarang ngga’lagi, karena sudah sangat terbantu oleh web fisum.
Akhirnya setelah ujian nasional, saya minta di buatkan facebook pada teman saya, diapun memenuhi keinginan saya dan akhirnya pada tanggal 16-7-2009, facebook sayapun saya loundcin dengan memberikan komentar kepada teman lama saya yang sangat saya andalkan. Kemudian saya belajar membuat mine saya di dinding facebook.
Setelah itu, saya kemudian mencari member untuk berbagi di facebook al-hamdulillah, sudah ada kurang lebih 20 an member dan mulai dari penulis buku mencari jejak amarah, sampai dengan teman-teman saya di organisasi saya termasuk juga teman saya yang sekarang ini sedang kuliah di Amerika. Di facebook, saya selalu memperoleh info yang bermanfaat seperti tentang shalat, puasa, politik, social, dan hal yang masih santer sampai sekarang yaitu tentang general election alias pemilihan umum.
Tetapi, saya melihat ada juga member yang cerita tentang kucingnya yang suka mengganggu, ada juga yang cerita tentang yang nggak bermanfaat, tetapi itulah facebook hanya tempat buat nulis karangan pendek jadi saya juga sedikit agak malas, tetapi akhirnya saya menemukan ide untuk menulis di facebook kalau yang saya tulis haruslah memprofokasi member saya, dan harusnya yang saya tulis adalah hal yang informative.
Terkadang, saya kalau buka facebook, saya hanya tertawa sendiri, karena tulisan-tulisan itu, tetapi terkadang saya juga kasi komen kalau ada yang memprofokasi saya seperti semalam, saya membaca tulisan dari mba’ inka tentang siapa yang di untungkan kalau SBY yang menjadi the winner of election, saya juga ngasi jawaban.
Tetapi, janganlah juga kita terlena dengan keberadaan facebook, karena dengan keberadaannya, kita akan rusak olehnya baik dari segi mental maupun dari segi wawasan serta fisik kenapa terkadang kalau ada yang main facebook, sudah tidak nyari lagi informasi di tempat lain, karena mereka sudah cheting dengan si do’I mungkin atau dengansiapa, dari segi fisik, kita juga akan menjadi sakit karena lewat tengah malam baru tidur, dan lain sebagainya. Tetapi, semua itu terpulang kembali ke kita. Saya mau ngucapin terima kasih buat ka’neni, yang udah mau jadi member saya, aulia, ka’ nursyam, ka’made, dan kakanda-kakandaku yang lain hanya ini yang dapat ku sampaikan sebagai rasa penghargaan saya buat kalian semuanya yang tiada pernah terhenti.
Facebook adalah media social networking, karena melalui tempat ini kita dapat bersilaturrahmi dengan teman, shering, dan lain-lain sebagainya. Sebenarnya, facebook sudah lama saya dengar, tetapi baru tertarik ketika saya sering menemui teman-teman saya di luaran sana cerita tentang facebook dengan bangganya memperkenalkan temannya. Ternyata selama ini saya hanya kenal Yahoo masenger saja untuk cheting.
Akhirnya keinginan saya memuncak sejak saya pernah menjadi pembicara di Amerikan English school ketika saya mengikuti debat bahasa inggris dengan tema internet is the leding source and knowledge depelofment in society today.
Akhirnya, sayapun memikirkan bagai mana caranya agar bisa main facebook juga, ternyata setelah saya pelajari, agak susah-susah gampang. Di satu sisi, facebook betul sudah aksesible bagi kaum tunanetra, tetapi lagi-lagi masih ada hal-hal tertentu yang belum dapat dibaca oleh jaws seperti tempat cheting, dan memasukkan kode, kecuali dibantu dengan web fisum, karena saya kalau mau meng add member untuk memasukkan kode membutuhkan teman yang non tunanetra, tetapi dengan bantuan web fisum sekarang ngga’lagi, karena sudah sangat terbantu oleh web fisum.
Akhirnya setelah ujian nasional, saya minta di buatkan facebook pada teman saya, diapun memenuhi keinginan saya dan akhirnya pada tanggal 16-7-2009, facebook sayapun saya loundcin dengan memberikan komentar kepada teman lama saya yang sangat saya andalkan. Kemudian saya belajar membuat mine saya di dinding facebook.
Setelah itu, saya kemudian mencari member untuk berbagi di facebook al-hamdulillah, sudah ada kurang lebih 20 an member dan mulai dari penulis buku mencari jejak amarah, sampai dengan teman-teman saya di organisasi saya termasuk juga teman saya yang sekarang ini sedang kuliah di Amerika. Di facebook, saya selalu memperoleh info yang bermanfaat seperti tentang shalat, puasa, politik, social, dan hal yang masih santer sampai sekarang yaitu tentang general election alias pemilihan umum.
Tetapi, saya melihat ada juga member yang cerita tentang kucingnya yang suka mengganggu, ada juga yang cerita tentang yang nggak bermanfaat, tetapi itulah facebook hanya tempat buat nulis karangan pendek jadi saya juga sedikit agak malas, tetapi akhirnya saya menemukan ide untuk menulis di facebook kalau yang saya tulis haruslah memprofokasi member saya, dan harusnya yang saya tulis adalah hal yang informative.
Terkadang, saya kalau buka facebook, saya hanya tertawa sendiri, karena tulisan-tulisan itu, tetapi terkadang saya juga kasi komen kalau ada yang memprofokasi saya seperti semalam, saya membaca tulisan dari mba’ inka tentang siapa yang di untungkan kalau SBY yang menjadi the winner of election, saya juga ngasi jawaban.
Tetapi, janganlah juga kita terlena dengan keberadaan facebook, karena dengan keberadaannya, kita akan rusak olehnya baik dari segi mental maupun dari segi wawasan serta fisik kenapa terkadang kalau ada yang main facebook, sudah tidak nyari lagi informasi di tempat lain, karena mereka sudah cheting dengan si do’I mungkin atau dengansiapa, dari segi fisik, kita juga akan menjadi sakit karena lewat tengah malam baru tidur, dan lain sebagainya. Tetapi, semua itu terpulang kembali ke kita. Saya mau ngucapin terima kasih buat ka’neni, yang udah mau jadi member saya, aulia, ka’ nursyam, ka’made, dan kakanda-kakandaku yang lain hanya ini yang dapat ku sampaikan sebagai rasa penghargaan saya buat kalian semuanya yang tiada pernah terhenti.
UJIAN AKHIR TINGGAL MENGHITUNG HARI
Oleh:Sujono sa’id
Al-hamdulillah, karena saya hari ini tepatnya pada tanggal 16-3-2009 saya masih dapat meng expresikan kegembiraan saya meskipun saya sedang dirundung oleh kesedihan, serta ditimpa oleh kesibukan untuk mengikuti ujian akhir nasional.
Di satu sisi saya sangat berbahagia, karena saya akan menammatkan pendidikan saya di SMU tetapi saya juga merasa sangat sedih, sebab saya harus melakukan kerja keras untuk melewati tantangan yang sangatlah berat, namun keyakinan saya tetap tumbuh bahwa saya akan tetap mampu untuk melewati tantangan demi tantangan.
Hal yang sering saya lakukan untuk kematangan persiapan ujian saya adalah mencari referensi, di internet, jika ada, membuka-buka kembali buku-buku pelajaran yang ada, mengikuti les di sekolah, dan berlatih soal-soal yang diujikan, serta berpasrah diri kepada Allah dan memohon maaf kepada kedua orang tua di kampung.
Saya tahu kalau doa orang tua adalah doa yang di ijabah oleh Allah, karena saya percaya bahwa doa orang tua sangat membantu sebab terbukti selama saya jauh dari orang tua, saya tidak pernah memperoleh kesusahan dalam menjalani kehidupan ini.
Dalam menghadapi ujian kali inipun saya juga masih memperoleh kekuatan dan seolah-olah saya memperoleh bisikan-bisikan kalau saya akan sangat berpeluang untuk lulus insya allah, semangat belajar saya juga sangat tinggi untuk menghadapi uan kali ini. Saya tahu kalau saya adalah manusia yang tidak pintar seperti manusia yang lainnya tetapi dengan modal kemauan, serta potensi yang ada dalam diri saya maka saya meyakini kalau saya mampu meraih sukses bahkan saya tidak punya cita-cita yang tinggi amat meskipun agama, dan motifator kita menginginkan kita bercita-cita setinggi langit tetapi, saya hanya ingin menjadi orang yang tidak bergantung pada orang lain.
Ujian akhir ibarat manusia yang sudah meninggal hanya di antar sampai ke kuburan sedangkan pengantarnya akan kembali kerumah, maksudnya kita sekarang ini sebelum ujian masih sering memperoleh bimbingan dari guru tetapi setelah proses ujian berlangsung, kita tidak memperoleh bantuan lagi dari guru tetapi hanya dibantu oleh skil atau wawasan dalam hal ini adalah materi yang didapat selama les.
Tahun ini, guru tidak akan mau lagi membantu kita, karena mereka sudah memperoleh efek jerah atas peristiwa SMU Tridarma dan Kartika candra kirana yang kini guru dan kepala sekolahnya dip roses ke meja hijau. Tahun ini pengawasan untuk Uan pun di perketat karena yang datang untuk mengawas adalah Dosen dari Unhas, Unem, dan team indefenden, jadi tidak adalagi yang akan membantu kita selain diri, orang tua, dan pertolongan Allah karena pengawasan sudah semakin diperketat tahun ini.
Saya kembali dihantui oleh tulisan dari kakanda Al-ustaz Aulia dalam blognya yang diberi judul pertanggung jawaban, dalam tulisannya beliau mengatakan bahwa ketika kita sudah berada di penghujung tahun, penghujung periode, atau penghujung waktu untuk kita untuk mengemban amanah kita akan tahu siapa diri kita sebenarnya, bahkan beliau kembali mengingatkan kita kepada firman Allah yang berisi demi waktu asar sesungguhnya manusia adalah orang yang merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yaitu orang yang mampu me manage waktunya dalam banyak hal. Semoga Allah membimbing saya menuju jalan yang ia kehendaki dan semoga saya dapat lulus dan maju ke perguruan tinggi untuk menempuh bangku kuliah amien.
Al-hamdulillah, karena saya hari ini tepatnya pada tanggal 16-3-2009 saya masih dapat meng expresikan kegembiraan saya meskipun saya sedang dirundung oleh kesedihan, serta ditimpa oleh kesibukan untuk mengikuti ujian akhir nasional.
Di satu sisi saya sangat berbahagia, karena saya akan menammatkan pendidikan saya di SMU tetapi saya juga merasa sangat sedih, sebab saya harus melakukan kerja keras untuk melewati tantangan yang sangatlah berat, namun keyakinan saya tetap tumbuh bahwa saya akan tetap mampu untuk melewati tantangan demi tantangan.
Hal yang sering saya lakukan untuk kematangan persiapan ujian saya adalah mencari referensi, di internet, jika ada, membuka-buka kembali buku-buku pelajaran yang ada, mengikuti les di sekolah, dan berlatih soal-soal yang diujikan, serta berpasrah diri kepada Allah dan memohon maaf kepada kedua orang tua di kampung.
Saya tahu kalau doa orang tua adalah doa yang di ijabah oleh Allah, karena saya percaya bahwa doa orang tua sangat membantu sebab terbukti selama saya jauh dari orang tua, saya tidak pernah memperoleh kesusahan dalam menjalani kehidupan ini.
Dalam menghadapi ujian kali inipun saya juga masih memperoleh kekuatan dan seolah-olah saya memperoleh bisikan-bisikan kalau saya akan sangat berpeluang untuk lulus insya allah, semangat belajar saya juga sangat tinggi untuk menghadapi uan kali ini. Saya tahu kalau saya adalah manusia yang tidak pintar seperti manusia yang lainnya tetapi dengan modal kemauan, serta potensi yang ada dalam diri saya maka saya meyakini kalau saya mampu meraih sukses bahkan saya tidak punya cita-cita yang tinggi amat meskipun agama, dan motifator kita menginginkan kita bercita-cita setinggi langit tetapi, saya hanya ingin menjadi orang yang tidak bergantung pada orang lain.
Ujian akhir ibarat manusia yang sudah meninggal hanya di antar sampai ke kuburan sedangkan pengantarnya akan kembali kerumah, maksudnya kita sekarang ini sebelum ujian masih sering memperoleh bimbingan dari guru tetapi setelah proses ujian berlangsung, kita tidak memperoleh bantuan lagi dari guru tetapi hanya dibantu oleh skil atau wawasan dalam hal ini adalah materi yang didapat selama les.
Tahun ini, guru tidak akan mau lagi membantu kita, karena mereka sudah memperoleh efek jerah atas peristiwa SMU Tridarma dan Kartika candra kirana yang kini guru dan kepala sekolahnya dip roses ke meja hijau. Tahun ini pengawasan untuk Uan pun di perketat karena yang datang untuk mengawas adalah Dosen dari Unhas, Unem, dan team indefenden, jadi tidak adalagi yang akan membantu kita selain diri, orang tua, dan pertolongan Allah karena pengawasan sudah semakin diperketat tahun ini.
Saya kembali dihantui oleh tulisan dari kakanda Al-ustaz Aulia dalam blognya yang diberi judul pertanggung jawaban, dalam tulisannya beliau mengatakan bahwa ketika kita sudah berada di penghujung tahun, penghujung periode, atau penghujung waktu untuk kita untuk mengemban amanah kita akan tahu siapa diri kita sebenarnya, bahkan beliau kembali mengingatkan kita kepada firman Allah yang berisi demi waktu asar sesungguhnya manusia adalah orang yang merugi kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh yaitu orang yang mampu me manage waktunya dalam banyak hal. Semoga Allah membimbing saya menuju jalan yang ia kehendaki dan semoga saya dapat lulus dan maju ke perguruan tinggi untuk menempuh bangku kuliah amien.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
TIDAK TAHU MAU NULIS APA
Oleh:Sujono sa’id
Malam ini tepatnya tanggal 11-6-2009, saya sedang berada di depan computer tetapi saya nggak tahu mau nulis apa karena reverensinya lagi kurang, sekarang ini saya lebih banyak ngambil reverensi di internet, karena di sana kita tahu sebagai leding source and knowledge depelophment bagi masyarakat hari ini di tengah masyarakat.
Selain itu, saya juga nggak bisa nulis kayaknyasih saya lagi kurang ide karena maklumlah saya adalah kelas 3 yang lagi nunggu pengumuman yang akan tiba pada hari sabtu tanggal 13-6-2009. Itulah yang membuat saya tidak tahu mau nulis apa. Dari pada saya nggak nulis, lebih baik saya nulis aja yang penting jadilah bagus tidaknya perkara nanti ajalah karena sekecil apapun ide yang kita tuliskan pasti bermanfaat.
Sudahlah kurang reverensi, internet bermasalah, dan lain sebagainya yang menggerogoti fikirn saya, saya tetap mau nyoba nulis, karena nulis bagi saya adalah ajang buat latihan, siapa tahu saya jadi makhluk yang terkenal karena tulisannya kan udah sangat luar biasa banget ya. Dari pada saya nelephon cewek yang nggak pernah aku temuin, mendingan nulis baguslah itu kan nggak ngerugiin saya dan yang lainnya.
Enak jugaya curhat lewat tulisan, nggak jauh beda dengan chetting pake yahoo messenger, facebook, friendster, dan media jejaring social network lainnya, pokoknya curhat lewat tulisan seru deh karena kita mau bilang apa aja boleh. Itulah gunanya setiap situs punya mailis atau dikenal dengan singkatan mailing list, sehingga kita boleh nyampain opini, sapaan, dan pesan kita lewat tulisan dan lewat milis juga kita mempunyai kesempatan buat ngerangkai kata-kata menjadi sebuah pesan atau yang lain.
Kalau ngomongin masalah ini, saya teringat akan sebuah cerita yang berjudul ketika cinta bertasbih, di dalamnya ada tokoh utama namanya khairul azzam dan adiknya Ayatul husna. Selama khairul azzam berada di kairo mesir, ia selalu mengirim surat kepada adiknya Ayatul khusna. Setiap surat selalu dibalas oleh ayatul khusna, karena seringnya menerima surat dari kakaknya, husna akhirnya lebih terlatih.
Akhirnya, apa yang terjadi saudara-saudara? Bola masuk gawang, dan akhirnya husna berhasil menulis berbagai karya dan memperoleh penghargaan saudara saudara!. Ya! Itulah husna yang sering membalas surat bukan pake email, tetapi dikirim lewat pos, tetapi kok bisaya?, jawabannya adalah berasal dari happiness atau kesenangan saudara-saudara, kalau kesenangan nggak ada maka ngak ada yang jadi saya kira.
Tiga puluh menit sudah berlalu saudara-saudara, PSM kini memperoleh nilai kosong-kosong, dan deltras nggak tau berapaya?, maaf saya kaya reporter bola because this is part of my happiness of my life. Sekarang, saya sudah hanyut dengan cara nulis saya yang lagi gilanya saudara-saudara dan besok atau lusa mungkin udah nggak di kampong kawa tetapi di degradasi ke kampong dadi saudara-saudara.
Ya!, inilah saya yang selalu mau dikata hebat, wah, dan brilian, ternyata nggak punya apa-apa hanya punya bodi kurus, dan muka yang nggak tampan pula, aduh! Acian de yayo gila, lebih gila dari pasien kampong dadi nggak tau mau dikasi obat apaya?, tetapi intinya curhat lewat tulisan adalah curhat yang paling baguslah menurut saya.
Munculnya kasus tentang keluhan mba Prita mulia sari, nggak bikin saya berenti nulis karena tulisan saya nggak bakalan jadi penghuni email, facebook, blog dan lain-lain tetapi Cuma jadi peng huni flashdis aja entah kapan dia bakal jadi penghuni facebook atau email, hanya waktu dan usahalah yang bakal ngejawab hal ini, itu kata saya.
Kalau tulisan saya jadi penghuni flashdis, siapa yang bakal nangkap saya ngak ada biar orang dari polsekta delapan nggak bakalan nangkap saya dan mudah-mudahan nggak akan pernah saya tinggal di bui selama hidup saya. Kalau disuruh milih si, saya mending tinggal di hotel angrek delia ketimbang menjadi penghuni bui.
Tetapi, saya juga sedih bangat dengan munculnya kasus mba prita, karena dia adalah seorang ibu, yang kedua anaknya masih kecil, dan yang ketiga, tulisannya Cuma curhat, bukan kritik. Okey lah, saya faham kalau beliau dituntut oleh pihak omni karena pihak omni nggak tau yang mana kritikan dan yang mana keluhan, tetapi mudah-mudahan mba prita nggak dihukum tetapi yang di hukum adalah omni.
Setau saya, kelompok, atau individu yang baik, adalah ketika mendapat sorotan harusnya memberikan klarifikasi maksudnya kalau keluhan itu benar, maka minta maaf dan optimalkan pelayanan, dan kalau tidak benar, maka yakinkan publikdong kalau apa yang di keluhkan itu tidak benar dan itu betul-betul kelalaian yang tidak sengaja.
Ini bukan kata-kata saya, tetapi ini adalah ilmu kepemimpinan yang di ajarkan oleh endru nugroho, pakar kepemimpinan yang sering tokshow di smart FM. Selain itu juga nggak jauh-jauh amat kaitannya dengan seorang tunanetra yang tidak dikasi surat keterangan berbadan sehat yang karena dokter tidak tau membedakan sakit dan cacat.
Tetapi, dokter tersebut tidak memenjarakan tunanetra yang bersangkutan tetapi malah diberikan perlakuan yang baik. Justru itulah sebaik-baik respon. Terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita bukan memberikan respon yang jelek.
Selain itu, kehati-hatian juga sangat di butuhkan dalam menulis, karena itu juga sangat berpeluang memberikan mudharat bagi saya secara peribadi. Ngomongin mailis, dan dunia maya secara umum, saya teringat akan tulisan kanda Aulia yang bercerita tentang fungsi dunia maya beliau berkelakar dengan kalimat blog, adalah madia mulai dari media diskusi, pemersatu, silaturrahim, sampai tempat ajang saling menjatuhkan.
Tetapi, saya kira, ketika kita menjadikan media yang ada di dunia maya sebagai tempat terjadinya hal-hal positif siapapun nggak bakal meng halangi kita. Aduh! Saya udah capek nulis, tetapi saya kira kalau saya ikutin kemauan saya, maka saya bakal jadi orang gagal, bukan orang yang akan berhasil seperti orang-orang yang lain.
Selama saya mampu nulis maka saya bakal nulis, tetapi kalau saya udah nggak mampu buat nulis, maka saya nggak bakal nulis lagi, artinya kalau saya masih hidup maka saya akan mengisi hidup saya buat nulis, tetapi kalau saya udah mati berarti aku udah nggak boleh nulis lagi okey!. Semoga dalam hidup ini kita jadi orang yang paling bahagia bukan orang yang paling sengsara tetapi nggakpapa kalau sengsaranya membawa nikmat bukan nikmat membawa sengsara bagi kita selaku manusia di dunia ini.
Sekarang sudah jam sepuluh, karena sudah jam sepuluh, saya udah mau berhenti curhat, karena saya udah mau tidur besok harus bangun subu karena kalau bangun dan shalat subuh saya akan memperoleh banyak energi positif dan saya akan memiliki optimisme yang tinggi seperti workshop yang diadakan oleh mister happy yang berjudul installing optimisme pada hari jumat tanggal 24-6-2009 di Jakarta.
Andainya saya punya uang banyak, maka saya mau ikut workshop tersebut kan jumat pagi kira-kira jam delapan berangkat ke Jakarta dan workshopnya pukul 16.00, berarti pulangnya boleh berangkat malam sekitar pukul tujuh malam waktu Jakarta, tetapi sayang saya tidak punya uang yang cukup, jadi bagi saya cukup dengarin kicauan mister happy lewat acara smart happiness besok pagi di radio smart FM bersama Dania agata. Aduh! Saya udah capek, jadi saya rasa udah cukup dan udah mau tidur dan bermimpi.
Malam ini tepatnya tanggal 11-6-2009, saya sedang berada di depan computer tetapi saya nggak tahu mau nulis apa karena reverensinya lagi kurang, sekarang ini saya lebih banyak ngambil reverensi di internet, karena di sana kita tahu sebagai leding source and knowledge depelophment bagi masyarakat hari ini di tengah masyarakat.
Selain itu, saya juga nggak bisa nulis kayaknyasih saya lagi kurang ide karena maklumlah saya adalah kelas 3 yang lagi nunggu pengumuman yang akan tiba pada hari sabtu tanggal 13-6-2009. Itulah yang membuat saya tidak tahu mau nulis apa. Dari pada saya nggak nulis, lebih baik saya nulis aja yang penting jadilah bagus tidaknya perkara nanti ajalah karena sekecil apapun ide yang kita tuliskan pasti bermanfaat.
Sudahlah kurang reverensi, internet bermasalah, dan lain sebagainya yang menggerogoti fikirn saya, saya tetap mau nyoba nulis, karena nulis bagi saya adalah ajang buat latihan, siapa tahu saya jadi makhluk yang terkenal karena tulisannya kan udah sangat luar biasa banget ya. Dari pada saya nelephon cewek yang nggak pernah aku temuin, mendingan nulis baguslah itu kan nggak ngerugiin saya dan yang lainnya.
Enak jugaya curhat lewat tulisan, nggak jauh beda dengan chetting pake yahoo messenger, facebook, friendster, dan media jejaring social network lainnya, pokoknya curhat lewat tulisan seru deh karena kita mau bilang apa aja boleh. Itulah gunanya setiap situs punya mailis atau dikenal dengan singkatan mailing list, sehingga kita boleh nyampain opini, sapaan, dan pesan kita lewat tulisan dan lewat milis juga kita mempunyai kesempatan buat ngerangkai kata-kata menjadi sebuah pesan atau yang lain.
Kalau ngomongin masalah ini, saya teringat akan sebuah cerita yang berjudul ketika cinta bertasbih, di dalamnya ada tokoh utama namanya khairul azzam dan adiknya Ayatul husna. Selama khairul azzam berada di kairo mesir, ia selalu mengirim surat kepada adiknya Ayatul khusna. Setiap surat selalu dibalas oleh ayatul khusna, karena seringnya menerima surat dari kakaknya, husna akhirnya lebih terlatih.
Akhirnya, apa yang terjadi saudara-saudara? Bola masuk gawang, dan akhirnya husna berhasil menulis berbagai karya dan memperoleh penghargaan saudara saudara!. Ya! Itulah husna yang sering membalas surat bukan pake email, tetapi dikirim lewat pos, tetapi kok bisaya?, jawabannya adalah berasal dari happiness atau kesenangan saudara-saudara, kalau kesenangan nggak ada maka ngak ada yang jadi saya kira.
Tiga puluh menit sudah berlalu saudara-saudara, PSM kini memperoleh nilai kosong-kosong, dan deltras nggak tau berapaya?, maaf saya kaya reporter bola because this is part of my happiness of my life. Sekarang, saya sudah hanyut dengan cara nulis saya yang lagi gilanya saudara-saudara dan besok atau lusa mungkin udah nggak di kampong kawa tetapi di degradasi ke kampong dadi saudara-saudara.
Ya!, inilah saya yang selalu mau dikata hebat, wah, dan brilian, ternyata nggak punya apa-apa hanya punya bodi kurus, dan muka yang nggak tampan pula, aduh! Acian de yayo gila, lebih gila dari pasien kampong dadi nggak tau mau dikasi obat apaya?, tetapi intinya curhat lewat tulisan adalah curhat yang paling baguslah menurut saya.
Munculnya kasus tentang keluhan mba Prita mulia sari, nggak bikin saya berenti nulis karena tulisan saya nggak bakalan jadi penghuni email, facebook, blog dan lain-lain tetapi Cuma jadi peng huni flashdis aja entah kapan dia bakal jadi penghuni facebook atau email, hanya waktu dan usahalah yang bakal ngejawab hal ini, itu kata saya.
Kalau tulisan saya jadi penghuni flashdis, siapa yang bakal nangkap saya ngak ada biar orang dari polsekta delapan nggak bakalan nangkap saya dan mudah-mudahan nggak akan pernah saya tinggal di bui selama hidup saya. Kalau disuruh milih si, saya mending tinggal di hotel angrek delia ketimbang menjadi penghuni bui.
Tetapi, saya juga sedih bangat dengan munculnya kasus mba prita, karena dia adalah seorang ibu, yang kedua anaknya masih kecil, dan yang ketiga, tulisannya Cuma curhat, bukan kritik. Okey lah, saya faham kalau beliau dituntut oleh pihak omni karena pihak omni nggak tau yang mana kritikan dan yang mana keluhan, tetapi mudah-mudahan mba prita nggak dihukum tetapi yang di hukum adalah omni.
Setau saya, kelompok, atau individu yang baik, adalah ketika mendapat sorotan harusnya memberikan klarifikasi maksudnya kalau keluhan itu benar, maka minta maaf dan optimalkan pelayanan, dan kalau tidak benar, maka yakinkan publikdong kalau apa yang di keluhkan itu tidak benar dan itu betul-betul kelalaian yang tidak sengaja.
Ini bukan kata-kata saya, tetapi ini adalah ilmu kepemimpinan yang di ajarkan oleh endru nugroho, pakar kepemimpinan yang sering tokshow di smart FM. Selain itu juga nggak jauh-jauh amat kaitannya dengan seorang tunanetra yang tidak dikasi surat keterangan berbadan sehat yang karena dokter tidak tau membedakan sakit dan cacat.
Tetapi, dokter tersebut tidak memenjarakan tunanetra yang bersangkutan tetapi malah diberikan perlakuan yang baik. Justru itulah sebaik-baik respon. Terhadap sesuatu yang terjadi di sekitar kita bukan memberikan respon yang jelek.
Selain itu, kehati-hatian juga sangat di butuhkan dalam menulis, karena itu juga sangat berpeluang memberikan mudharat bagi saya secara peribadi. Ngomongin mailis, dan dunia maya secara umum, saya teringat akan tulisan kanda Aulia yang bercerita tentang fungsi dunia maya beliau berkelakar dengan kalimat blog, adalah madia mulai dari media diskusi, pemersatu, silaturrahim, sampai tempat ajang saling menjatuhkan.
Tetapi, saya kira, ketika kita menjadikan media yang ada di dunia maya sebagai tempat terjadinya hal-hal positif siapapun nggak bakal meng halangi kita. Aduh! Saya udah capek nulis, tetapi saya kira kalau saya ikutin kemauan saya, maka saya bakal jadi orang gagal, bukan orang yang akan berhasil seperti orang-orang yang lain.
Selama saya mampu nulis maka saya bakal nulis, tetapi kalau saya udah nggak mampu buat nulis, maka saya nggak bakal nulis lagi, artinya kalau saya masih hidup maka saya akan mengisi hidup saya buat nulis, tetapi kalau saya udah mati berarti aku udah nggak boleh nulis lagi okey!. Semoga dalam hidup ini kita jadi orang yang paling bahagia bukan orang yang paling sengsara tetapi nggakpapa kalau sengsaranya membawa nikmat bukan nikmat membawa sengsara bagi kita selaku manusia di dunia ini.
Sekarang sudah jam sepuluh, karena sudah jam sepuluh, saya udah mau berhenti curhat, karena saya udah mau tidur besok harus bangun subu karena kalau bangun dan shalat subuh saya akan memperoleh banyak energi positif dan saya akan memiliki optimisme yang tinggi seperti workshop yang diadakan oleh mister happy yang berjudul installing optimisme pada hari jumat tanggal 24-6-2009 di Jakarta.
Andainya saya punya uang banyak, maka saya mau ikut workshop tersebut kan jumat pagi kira-kira jam delapan berangkat ke Jakarta dan workshopnya pukul 16.00, berarti pulangnya boleh berangkat malam sekitar pukul tujuh malam waktu Jakarta, tetapi sayang saya tidak punya uang yang cukup, jadi bagi saya cukup dengarin kicauan mister happy lewat acara smart happiness besok pagi di radio smart FM bersama Dania agata. Aduh! Saya udah capek, jadi saya rasa udah cukup dan udah mau tidur dan bermimpi.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
TIADA HARI TANPA KESIBUKAN
Oleh:Sujono sa’id
Saya sangat bersyukur, sebab saya(penulis) masih kuat untuk mengisi hari-hari saya dengan beragam agenda apakah agenda sebagai pelajar, penulis, musisi pada band, dan sebagai manusia yang harus memenuhi kebutuhan saya. Sangat jarang saya memiliki waktu untuk pulang ke rumah keluarga, ke kampung aja hanya 2(Dua) tahun sekali.
Namun, dibalik kesibukan yang menyelimuti saya, saya juga tidak melupakan aktifitas saya sebagai seorang pelajar. Saya akan cerita sedikit tentang kegiatan saya sebagai seorang yang memiliki banyak kegiatan sejak bangun sampai tidur lagi seperti berikut ini setiap pagi tepatnya pada pukul 07 pagi, saya sudah harus berangkat sekolah, sampai dengan pukul 01-15. Setelah itu, saya harus mengerjakan PR.
Setelah shalat ashar, saya melakukan aktifitas saya selaku penulis yaitu menulis atau browsing di internet untuk mencari reverensi untuk menulis serta untuk mencari hal-hal yang dapat saya jadikan sebagai sebuah pelajaran baik di sekolah maupun dirumah. Malamnya saya kembali melaksanakan kegiatan saya sebagai seorang siswa untuk belajar. Itulah agenda rutin yang sering saya lakukan setiap harinya.
Tapi, beberapa minggu terakhir mulai dari minggu pertama desember sampaidengan minggu terakhir di bulan desember yang bertepatan dengan akhir tahun 2008, saya(penulis) diperhadapkan dengan agenda sebagai orang yang memiliki beragam kapasitas. Tanggal 6(enam) Desember, saya harus melaksanakan sebuah agenda sebagai musisi sekaligus sebagai pelajar yaitu mengikuti acara festifal Band di SMU negeri 2(dua) Makassar, hari itu alhamdulillah, saya sedang liburan mengingat hari itu adalah 2(dua) hari lagi idul adha jadi nggak jadi bebanlah buat saya secara peribadi.
Tanggal 11(Sebelas) desember, saya lagi-lagi diperhadapkan dengan sebuah agenda yaitu harus mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh teman-teman maha siswi Unhas yaitu diskusi tentang pendidikan inklusi, pemutaran film documenter, dan penyerahan bingkisan kepada binaan Yapti yang memasukkan karya tulis di perpustakaan Bakti Makassar, karena saat itu adalah agenda untuk kapasitas saya sebagai penulis yang harus saya jalankan mulai dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 malam.
Tanggal13-12-2008, saya kembali diperhadapkan dengan sebuah agenda sebagai musisi dan pelajar untuk mengikuti acara gren final festifal band yang merupakan tindak lanjut dari agenda saya pada tanggal 6 desember, karena band yang merupakan tempat saya sebagai musisi masuk dalam sepuluh besar mulai dari pukul 19.30 sampai dengan pukul 23 nggak tahu lewat berapa, tapi tentang kegiatan ini akan saya buatkan tulisan.
Keesokan harinya, tepatnya tanggal 14 desember saya kebetulan hari itu agak terlambat bangun, ternyata tiba-tiba saya harus menghadiri acara ulang tahun Waspana yang ke 16 di Aula auditorium panti asuhan al-kairat bersama-sama dengan teman-teman binaan Yapti, saya juga nggak nyangka kalau saya harus mengikuti agenda tersebut padahal hal tersebut tidak saya rencanakan sebelumnya. Kemudian keesokan harinya, tanggal 15 Desember, saya sebagai pelajar harus menjalani sebuah perhelatan akbar yang berlangsung sekali dalam 6 bulan yaitu ujian Smester selama tujuh hari di sekolah.
Sepulang sekolah, tepatnya pada tanggal 20-12-2008, tepatnya pada jam sepuluh pagi saya langsung tertidur pulas karena saya udah capek banget karena aktifitas yang mengakibatkan saya harus kehilangan jadwal untuk tidur siang dan bangun jam 3 akhirnya saya lupa makan siang, tetapi saat itu saya ternyata tidak merasa kelaparan. Tapi, saya tidak pernah tidur siang selama smester, karena saya harus me refiu kembali materi ujian yang di ujikan di sekolah sejak selesai ulangan sampai malam harinya.
Tapi ke esokan harinya, saya ternyata lagi free, tetapi malamnya, saya dijadwalkan mengikuti rapat panti guna Yapti Makassar yang sudah menjadi agenda bulanan bagi setiap warga binaan Yapti. Keesokan harinya tepatnya hari senin tanggal 22-Desember, saya harus mengikuti rapat panitia pelaksana peringatan tahun baru islam.
Tapi, alhamdulillah, hari selasa Malam tepatnya pada tanggal 23-desember 2008 saya kembali menulis dan menuangkan rasa yang telah terpendam selama beberapa hari karena begitu padatnya agenda. Sementara saya menulis, tiba-tiba ponsel saya berdering ternyata setelah saya jawab yaitu telephon dari sang ibu saya mengenal beliau dari caranya mengucapkan salam serta suara beliau yang sering terngiang-ngiang every time every our. Dalam pembicaraan beliau, beliau hanya menanyakan perkembangan saya.
Selain agenda di atas, masih banyak agenda yang sudah menunggu saya seperti pada tanggal 24-desember, di sekolah saya dan seluruh siswa kelas 3 akan melaksanakan traiout yang menurut jadwal berlangsungpada pukul 7.30 pagi di SMU Datukribandang. Hari Sabtu tanggal 27-desember, saya menurut jadwal harus mengikuti rapat pembentukan pengurus persatuan Tunanetra Indonesia kota makassar masabakti 2008-2013, pada bulan januari, saya harus mempersiapkan diri saya untuk menyambut loundcing lascar net, sebuah situs yang akan menjadi media bagi tunanetra sul-sel. Tapi meskipun saya banyak agenda, saya tetap tidak lupa menjalankan sebuah program yang sudah di jadwalkan oleh Allah sebagai seorang muslim yaitu shalat 5(lima)waktu.
Tapi dengan banyaknya agenda yang melilit saya, saya tidak mengeluh tapi malah bersyukur bisa melebihi pejabat yang juga sering padat dalam hal jadwal, dan saya kira bahwa agenda yang kita miliki akan terus bertambah, dan agenda kita akan habis ketika nafas sudah di kerongkongan, maka ketika kita mempunyai kesempatan untuk bekerja, maka kerjakanlah hal-hal yang bermanfaat dalam hidup ini agar kita menjadi manusia yang berdaya guna dan dapat melaju ke sebuah gerbang yaitu gerbang sukses.
Dulu, ketika saya masih SMP, saya tidak terlalu banyak agenda, karena tuntutan yang dipenuhi masih kurang, tetapi setelah SMU agenda sudah semakin banyak, itu berarti, kita sudah mengetahui siapasih diri kita, melalui potensi yang kita miliki, dan saatnya kita harus belajar dan memegang teguh kepercayaan yang diberikan kepada kita, sebab ketahuilah, bahwa modal yang paling berharga adalah kepercayaan orang lain.
Sekarang tahun 2008 sudah diambang pintu, dan sudah hamper meninggalkan kita, mari refleksi diri kita sudah banyak kah hal-hal yang bermanfaat yang telah kita lakukan, kalau kita masih merasa banyak yang masih perlu di perbaiki, maka perbaikilah di masa yang akan datang, karena hari kemarin adalah pengalaman, hari esok adalah harapan, dan hari ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua.
Jadilah kita sebagai manusia yang selalu bersyukur kepada Allah, zat yang telah memberikan nikmat yaitu waktu yang harus digunakan untuk berbuat yang terbaik, jika hari ini agenda kita berhasil, kita harus sadar bahwa itu adalah kehendak Allah, dan hari ini agenda kita gagal itupun adalah kehendak Allah, tetapi jangan selalu meng kambing hitamkan tuhan ketika kita ternyata sembrono dalam menjalankan rencana yang telah disusun secara matang dan sistematis serta telah melalui sebuah kajian mendalam.
Saya sangat bersyukur, sebab saya(penulis) masih kuat untuk mengisi hari-hari saya dengan beragam agenda apakah agenda sebagai pelajar, penulis, musisi pada band, dan sebagai manusia yang harus memenuhi kebutuhan saya. Sangat jarang saya memiliki waktu untuk pulang ke rumah keluarga, ke kampung aja hanya 2(Dua) tahun sekali.
Namun, dibalik kesibukan yang menyelimuti saya, saya juga tidak melupakan aktifitas saya sebagai seorang pelajar. Saya akan cerita sedikit tentang kegiatan saya sebagai seorang yang memiliki banyak kegiatan sejak bangun sampai tidur lagi seperti berikut ini setiap pagi tepatnya pada pukul 07 pagi, saya sudah harus berangkat sekolah, sampai dengan pukul 01-15. Setelah itu, saya harus mengerjakan PR.
Setelah shalat ashar, saya melakukan aktifitas saya selaku penulis yaitu menulis atau browsing di internet untuk mencari reverensi untuk menulis serta untuk mencari hal-hal yang dapat saya jadikan sebagai sebuah pelajaran baik di sekolah maupun dirumah. Malamnya saya kembali melaksanakan kegiatan saya sebagai seorang siswa untuk belajar. Itulah agenda rutin yang sering saya lakukan setiap harinya.
Tapi, beberapa minggu terakhir mulai dari minggu pertama desember sampaidengan minggu terakhir di bulan desember yang bertepatan dengan akhir tahun 2008, saya(penulis) diperhadapkan dengan agenda sebagai orang yang memiliki beragam kapasitas. Tanggal 6(enam) Desember, saya harus melaksanakan sebuah agenda sebagai musisi sekaligus sebagai pelajar yaitu mengikuti acara festifal Band di SMU negeri 2(dua) Makassar, hari itu alhamdulillah, saya sedang liburan mengingat hari itu adalah 2(dua) hari lagi idul adha jadi nggak jadi bebanlah buat saya secara peribadi.
Tanggal 11(Sebelas) desember, saya lagi-lagi diperhadapkan dengan sebuah agenda yaitu harus mengikuti sebuah acara yang diadakan oleh teman-teman maha siswi Unhas yaitu diskusi tentang pendidikan inklusi, pemutaran film documenter, dan penyerahan bingkisan kepada binaan Yapti yang memasukkan karya tulis di perpustakaan Bakti Makassar, karena saat itu adalah agenda untuk kapasitas saya sebagai penulis yang harus saya jalankan mulai dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 19.00 malam.
Tanggal13-12-2008, saya kembali diperhadapkan dengan sebuah agenda sebagai musisi dan pelajar untuk mengikuti acara gren final festifal band yang merupakan tindak lanjut dari agenda saya pada tanggal 6 desember, karena band yang merupakan tempat saya sebagai musisi masuk dalam sepuluh besar mulai dari pukul 19.30 sampai dengan pukul 23 nggak tahu lewat berapa, tapi tentang kegiatan ini akan saya buatkan tulisan.
Keesokan harinya, tepatnya tanggal 14 desember saya kebetulan hari itu agak terlambat bangun, ternyata tiba-tiba saya harus menghadiri acara ulang tahun Waspana yang ke 16 di Aula auditorium panti asuhan al-kairat bersama-sama dengan teman-teman binaan Yapti, saya juga nggak nyangka kalau saya harus mengikuti agenda tersebut padahal hal tersebut tidak saya rencanakan sebelumnya. Kemudian keesokan harinya, tanggal 15 Desember, saya sebagai pelajar harus menjalani sebuah perhelatan akbar yang berlangsung sekali dalam 6 bulan yaitu ujian Smester selama tujuh hari di sekolah.
Sepulang sekolah, tepatnya pada tanggal 20-12-2008, tepatnya pada jam sepuluh pagi saya langsung tertidur pulas karena saya udah capek banget karena aktifitas yang mengakibatkan saya harus kehilangan jadwal untuk tidur siang dan bangun jam 3 akhirnya saya lupa makan siang, tetapi saat itu saya ternyata tidak merasa kelaparan. Tapi, saya tidak pernah tidur siang selama smester, karena saya harus me refiu kembali materi ujian yang di ujikan di sekolah sejak selesai ulangan sampai malam harinya.
Tapi ke esokan harinya, saya ternyata lagi free, tetapi malamnya, saya dijadwalkan mengikuti rapat panti guna Yapti Makassar yang sudah menjadi agenda bulanan bagi setiap warga binaan Yapti. Keesokan harinya tepatnya hari senin tanggal 22-Desember, saya harus mengikuti rapat panitia pelaksana peringatan tahun baru islam.
Tapi, alhamdulillah, hari selasa Malam tepatnya pada tanggal 23-desember 2008 saya kembali menulis dan menuangkan rasa yang telah terpendam selama beberapa hari karena begitu padatnya agenda. Sementara saya menulis, tiba-tiba ponsel saya berdering ternyata setelah saya jawab yaitu telephon dari sang ibu saya mengenal beliau dari caranya mengucapkan salam serta suara beliau yang sering terngiang-ngiang every time every our. Dalam pembicaraan beliau, beliau hanya menanyakan perkembangan saya.
Selain agenda di atas, masih banyak agenda yang sudah menunggu saya seperti pada tanggal 24-desember, di sekolah saya dan seluruh siswa kelas 3 akan melaksanakan traiout yang menurut jadwal berlangsungpada pukul 7.30 pagi di SMU Datukribandang. Hari Sabtu tanggal 27-desember, saya menurut jadwal harus mengikuti rapat pembentukan pengurus persatuan Tunanetra Indonesia kota makassar masabakti 2008-2013, pada bulan januari, saya harus mempersiapkan diri saya untuk menyambut loundcing lascar net, sebuah situs yang akan menjadi media bagi tunanetra sul-sel. Tapi meskipun saya banyak agenda, saya tetap tidak lupa menjalankan sebuah program yang sudah di jadwalkan oleh Allah sebagai seorang muslim yaitu shalat 5(lima)waktu.
Tapi dengan banyaknya agenda yang melilit saya, saya tidak mengeluh tapi malah bersyukur bisa melebihi pejabat yang juga sering padat dalam hal jadwal, dan saya kira bahwa agenda yang kita miliki akan terus bertambah, dan agenda kita akan habis ketika nafas sudah di kerongkongan, maka ketika kita mempunyai kesempatan untuk bekerja, maka kerjakanlah hal-hal yang bermanfaat dalam hidup ini agar kita menjadi manusia yang berdaya guna dan dapat melaju ke sebuah gerbang yaitu gerbang sukses.
Dulu, ketika saya masih SMP, saya tidak terlalu banyak agenda, karena tuntutan yang dipenuhi masih kurang, tetapi setelah SMU agenda sudah semakin banyak, itu berarti, kita sudah mengetahui siapasih diri kita, melalui potensi yang kita miliki, dan saatnya kita harus belajar dan memegang teguh kepercayaan yang diberikan kepada kita, sebab ketahuilah, bahwa modal yang paling berharga adalah kepercayaan orang lain.
Sekarang tahun 2008 sudah diambang pintu, dan sudah hamper meninggalkan kita, mari refleksi diri kita sudah banyak kah hal-hal yang bermanfaat yang telah kita lakukan, kalau kita masih merasa banyak yang masih perlu di perbaiki, maka perbaikilah di masa yang akan datang, karena hari kemarin adalah pengalaman, hari esok adalah harapan, dan hari ini adalah kesempatan yang sangat berharga bagi kita semua.
Jadilah kita sebagai manusia yang selalu bersyukur kepada Allah, zat yang telah memberikan nikmat yaitu waktu yang harus digunakan untuk berbuat yang terbaik, jika hari ini agenda kita berhasil, kita harus sadar bahwa itu adalah kehendak Allah, dan hari ini agenda kita gagal itupun adalah kehendak Allah, tetapi jangan selalu meng kambing hitamkan tuhan ketika kita ternyata sembrono dalam menjalankan rencana yang telah disusun secara matang dan sistematis serta telah melalui sebuah kajian mendalam.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
TANGISAN YANG PERTAMA
Oleh:Sujono sa’id
Tanggal 21-2-1989 tangisan yang pertama saya terdengar, sebab seperti itulah setiap bayi yang lahir karena mungkin harus berhadapan dengan amanah yang harus ia jalankan ketika ia terlahir ke dunia ini. Dengan kehadiran saya semua keluarga entah dari ayah maupun ibu, nenek, dan kakek sayapun gembira atas kehadiran saya. Atas kelahiran saya maka nenek yang merupakan ibu dari ibu saya memberi saya nama Sujono sa’id.
Akhirnya suatu waktu, saya sedang disusukan oleh ibu saya dan beliau menemukan bintik putih di kedua mata saya yang ditandai dengan expresi yang selalu ingin melihat dunia membuat kedua orang tua saya terdorong memeriksakan temuan beliau kepada dokter, akhirnya sayapun saat itu dipastikan sudah dalam kondisi tunanetra. Setelah saya berusia 7 bulan, saya dibawah ke makassar untuk menjalani operasi. Sesampainya di makassar, saya seyogyanya dirujuk ke Jakarta untuk operasi.
Tetapi secara tiba-tiba, ada salah satu keluarga dari orang tua saya yang secara tiba-tiba mencegah dan mempertemukan orang tua saya dengan Dokter umar. Akhirnya keberangkatan ke Jakarta sudah siap tetapi dinyatakan batal saat itu dan operasinya hanya di makassar saja. Setelah operasi, hasilnya sedikit memuaskan karena saya sudah sempat melihat cahaya dan seisi dunia meskipun saya masih belum mengenal dunia sekeliling.
Dua tahun kemudian, saya kembali menjalani operasi lagi untuk kesempurnaan mata saya dan masih berada dibawah penanganan dokter umar. Akhirnya ketika saya sudah berusia kira-kira 8 tahun, saya menjalani operasi terakhir di makassar.
Setelah itu, orang tua saya ternyata tidak putus harapan, mereka selalu mengikutkan saya di sekolah mereka belajar dengan teman-teman yang awas, meskipun saya tidak mampu menulis dan hanya jadi pendengar saja. Karena guru tidak tahu lagi harus berlaku apa terhadap saya, maka kedua orang tua saya memperoleh saran untuk memasukkan saya ke SLB tetapi masalahnya saya yang tidak mau karena takut pisah dari mereka, pisah dari teman-teman, dan pisah dari rumah yang merupakan tempat tinggal saya. Saat itu, hari-hari saya di isi dengan lebih bannyak menangis, dimarahi, dan lebih banyak memperoleh perlakuan kasar dari ayah saya tetapi ibu saya tetap membimbing saya dengan penuh cinta kasih hari-hari saya pada masa itu dipenuhi dengan kedukaan, memang ada keceriaan tetapi sangatlah sedikit keceriaan yang terpancar di raut muka saya, ditambah lagi saat itu saya tidak punya daya dan belum mampu ber upaya.
Kita tinggalkan cerita tentang masa kecil dan sebelum saya bersekolah, saya juga ingin menceritakan tentang akibat kebutaan yang saya alami nah masalah akibat kebutaan saya, ada dua hal yang mengakibatkan dan keduanya juga menjadi hal yang controversial tetapi ternyata logis penyebab pertama kebutaan yang saya alami karena factor gen karena saya adalah anak dari hasil kawin sepupu satu kali antara papa dan mama saya.
Untuk alas an ini, ternyata setelah saya teliti meskipun temuan saya masih bersifat hipotesis, itu adalah hal yang relative. Memang ada seorang anak yang memiliki kemampuan yang berbeda dan bukan hanya dari segi fisual tetapi dari segi keterbelakangan mental, tidak sempurnanya anggota tubuh, dan lain sebagainya itu adalah factor hasil dari perkawinan sepupu tetapi banyak juga yang melakukan perkawinan sepupu yang ternyata keturunannya baik-baik saja tidak kurang sedikitpun. Alasan yang kedua adalah pengaruh obat. Memang, ketika ibu saya hamil dan mengandung saya beliau sering sakit-sakitan, sehingga sering disuntik dan minum obat.
Tanggal 21-2-1989 tangisan yang pertama saya terdengar, sebab seperti itulah setiap bayi yang lahir karena mungkin harus berhadapan dengan amanah yang harus ia jalankan ketika ia terlahir ke dunia ini. Dengan kehadiran saya semua keluarga entah dari ayah maupun ibu, nenek, dan kakek sayapun gembira atas kehadiran saya. Atas kelahiran saya maka nenek yang merupakan ibu dari ibu saya memberi saya nama Sujono sa’id.
Akhirnya suatu waktu, saya sedang disusukan oleh ibu saya dan beliau menemukan bintik putih di kedua mata saya yang ditandai dengan expresi yang selalu ingin melihat dunia membuat kedua orang tua saya terdorong memeriksakan temuan beliau kepada dokter, akhirnya sayapun saat itu dipastikan sudah dalam kondisi tunanetra. Setelah saya berusia 7 bulan, saya dibawah ke makassar untuk menjalani operasi. Sesampainya di makassar, saya seyogyanya dirujuk ke Jakarta untuk operasi.
Tetapi secara tiba-tiba, ada salah satu keluarga dari orang tua saya yang secara tiba-tiba mencegah dan mempertemukan orang tua saya dengan Dokter umar. Akhirnya keberangkatan ke Jakarta sudah siap tetapi dinyatakan batal saat itu dan operasinya hanya di makassar saja. Setelah operasi, hasilnya sedikit memuaskan karena saya sudah sempat melihat cahaya dan seisi dunia meskipun saya masih belum mengenal dunia sekeliling.
Dua tahun kemudian, saya kembali menjalani operasi lagi untuk kesempurnaan mata saya dan masih berada dibawah penanganan dokter umar. Akhirnya ketika saya sudah berusia kira-kira 8 tahun, saya menjalani operasi terakhir di makassar.
Setelah itu, orang tua saya ternyata tidak putus harapan, mereka selalu mengikutkan saya di sekolah mereka belajar dengan teman-teman yang awas, meskipun saya tidak mampu menulis dan hanya jadi pendengar saja. Karena guru tidak tahu lagi harus berlaku apa terhadap saya, maka kedua orang tua saya memperoleh saran untuk memasukkan saya ke SLB tetapi masalahnya saya yang tidak mau karena takut pisah dari mereka, pisah dari teman-teman, dan pisah dari rumah yang merupakan tempat tinggal saya. Saat itu, hari-hari saya di isi dengan lebih bannyak menangis, dimarahi, dan lebih banyak memperoleh perlakuan kasar dari ayah saya tetapi ibu saya tetap membimbing saya dengan penuh cinta kasih hari-hari saya pada masa itu dipenuhi dengan kedukaan, memang ada keceriaan tetapi sangatlah sedikit keceriaan yang terpancar di raut muka saya, ditambah lagi saat itu saya tidak punya daya dan belum mampu ber upaya.
Kita tinggalkan cerita tentang masa kecil dan sebelum saya bersekolah, saya juga ingin menceritakan tentang akibat kebutaan yang saya alami nah masalah akibat kebutaan saya, ada dua hal yang mengakibatkan dan keduanya juga menjadi hal yang controversial tetapi ternyata logis penyebab pertama kebutaan yang saya alami karena factor gen karena saya adalah anak dari hasil kawin sepupu satu kali antara papa dan mama saya.
Untuk alas an ini, ternyata setelah saya teliti meskipun temuan saya masih bersifat hipotesis, itu adalah hal yang relative. Memang ada seorang anak yang memiliki kemampuan yang berbeda dan bukan hanya dari segi fisual tetapi dari segi keterbelakangan mental, tidak sempurnanya anggota tubuh, dan lain sebagainya itu adalah factor hasil dari perkawinan sepupu tetapi banyak juga yang melakukan perkawinan sepupu yang ternyata keturunannya baik-baik saja tidak kurang sedikitpun. Alasan yang kedua adalah pengaruh obat. Memang, ketika ibu saya hamil dan mengandung saya beliau sering sakit-sakitan, sehingga sering disuntik dan minum obat.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SUKSES BERSAMA HYPERBAND
Oleh:Sujono sa’id
Alhamdulillah, sebab pada minggu pertama di bulan desember adalah sebuah peristiwa yang sacral bagi kami selaku personil dari hyperband dan saya sendiri secara pribadi. Saat itu tepatnya pada tanggal 4 Desember 2008, berlangsung sebuah acara yaitu Tebs musik competition di SMU negeri 2 Makassar. Saat itu, peserta yang ikut ambil bagian adalah sekitar 35 band band pelajar salah satunya adalah hyper sebagai band tempat penulis menjalani penggalian potensi diri khususnya dibidang musik.
Saya beserta teman-teman berangkat dari asrama Yapti tepat pada pukul 13 lewat, dan alhamdulillah setibanya disana, acara telah dimulai, sambil menunggu tampil, saya dan seluruh personil hyper membandingkan penampilan antara band yang satu dan band yang lain dengan membandingkan alat musik masing masing, kalau saya membandingkan skil yang saya miliki dalam hal memainkan bas dengan band yang lain sangat berbeda, begitupun dengan Niko, dan Fadli mereka juga membandingkan cara bermain gitar, dan keyboard sangat membuat mereka sangat merasa tertantang sekali.
Saya dan teman-teman memperkirakan kalau kompetisi akan berakhir tepat pada waktu magrib, tetapi ternyata kenyataan yang kami dapati lain, sebenarnya, setelah magrib, hujan turun dan membasahi pelataran SMU negeri 2 Makassar. Untungnya kami dari hyper dan semua peserta berlindung di teras depan kelas bangunan SMUnegeri 2 Makassar, sehingga terlindung dari guyuran hujan, semua peralatan seperti kabel-kabel telanjang semuanya basah, sehingga panitia mengadakan breaving dengan band yang belum tampil untuk membahas penundaan tampilan mereka, tetapi manager dari hyperband meminta agar tidak usa dilakukan penundaan tetapi diadakan di tempat lain.
Setelah itu, kamipun berjalan kaki dari SMU negeri 2 Makassar ke sebuah studio musik untuk melanjutkan kompetisi musik, di tengah perjalanan kamipun diguyur hujan, peralatan yang kami bawa sempat dibasahi oleh air hujan, dan akhirnya al-hamdulillah kami tiba di arena kompetisi dengan selamat. Sesampai disana, ternyata kami harus menunggu beberapa band yang tampil, perut saya sudah mulai keroncongan, tetapi semangatlah yang membuat rasa lapar saya menjadi hilang dan sabar menunggu.
Akhirnya setelah beberapa lama, hyperpun memperoleh giliran untuk tampil saya dan seluruh teman-teman masuk ke dalam studio untuk tampil, tetapi sesampai di dalam studio setiap peserta harus membuka sepatu, setelah itu, masuklah kami ke dalam. Meskipun demikian, tampilan kami mendapatkan apresiet yang begitu tinggi.
Setelah keluar dari studio, sayapun mengambil sepatu yang saya gunakan akhirnya karena gelap, sayapun capek dan mati rasa, sehingga sepatu yang saya gunakan tertukar sebelah, ya! Yang saya gunakan sama-sama puti, tetapi ternyata ada perbedaan sedikit, hal itupun saya ketahui ketika saya mengecek kembali keberadaan sepatu tersebut. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, berdasarkan hasil audisi, hyper berhasil masuk sebagai finalis untuk maju ke babak berikutnya dan manggung dif ajar Tivi. Akhirnya, kamipun mempersiapkan diri untuk ikut di babak berikutnya.
Akhirnya pada tanggal 13 Desember, tepatnya pada jam 7 malam di studio fajar TV kamipun mengikuti babak penentuan untuk memperoleh juara 1,2, dan 3. Saat manggung dif ajar, setiap pemain dari hyper telah meminta agar permainan mereka di saksikan apakah langsung di graham pena atau lewat layarkaca, ada beberapa teman yang langsung datang ke grahapena dan keluarga saya hanya menonton lewat layer kaca di rumah masing-masing. Dari asrama Yapti, saya dan teman-teman dari hyper berangkat sekitar pukul enam lewat, setibanya disana, kami langsung ke belakang panggung.
Beberapa saat kemudian, saya mengambil phonsel saya dan mengirimkan SMS kepada tante saya tentang keberadaan saya di lokasi lomba, akhirnya satu jam kemudian, kamipun bersiap-siap untuk tampil di atas panggung, setelah mempersiapkan alat-alat demi kelancaran performans, tepuk tangan penonton membanjiri arena lomba.
Suasana semakin riuh, ketika sang fokalis dan saya selaku basis saling silang berjalan di atas panggung dan saya juga sekali-sekali melambaikan tangan saya kepada seluruh audiens. Setelah tampil, kami kembali turun ke belakang panggung, setelah sampai di belakang panggung, sayapun membuka phonsel saya yang tidak aktif saat tampil. Setelah phonsel saya buka, ternyata tante saya menghubungi saya dan sayapun menjawab telphon dari sang tante yang masuk pada malam itu.
Isi pembicaraan sang tante adalah menginformasikan bahwa tampilan saya menurut nya sangat bagus, dan beliau ternyata nonton di layarkaca tidak sendiri tetapi disaksikan oleh sepupu-sepupu saya, kami sempat berbincang selama beberapa menit lewat phonsel sembari saya di giring dari belakang panggung menuju depan panggung.
Setelah sang tante menutup telphonnya, sayapun menerima SMS dari Evi teman saya, dia dalam SMSnya mengatakan bahwa diantara band yang tampil bandtami yang paling keren kak jono, saat itu saya sangat merasa malu-malu dikitlah dibilangi keren.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pemenangpun diumumkan, dan setelah juara tiga diumumkan, kamipun sempat putus asa karena kami hanya berharap bakal dapat juara tigaji kodong, ternyata kenyataannya lain kami dapat juara dua, sungguh ini adalah hasil dari perjuangan kami dan ternyata tidak sia-sia saya dan teman-teman hijrah dari SMU dua ke studio untuk audisi dalam keadaan hujan dan berlapar-lapar pada malam audisi, dari graham pena kami pulang dengan membawa kegembiraan.
Setelah saya berada di atas pete-pete, sayapun kembali mengirimkan informasi tentang keberhasilan kami memperoleh juara dua ke tante saya, dan teman-teman saya dengan menggunakan SMS dan mendapat balasan yang sangat positif, saya( penulis) sadar bahwa memperoleh kemenangan dan mempertahankan kemenangan sama sulitnya, sehingga kami merasa tidak harus berhenti sampai di sini, masih banyak harus kami tingkatkan utamanya intensitas latihan, dan skil dari kami-kami sebagai personil.
Saya rasa nggakpapa saya terlambat membuat tulisan ini, yang penting saya tulis ketimbang nggak dan saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya masih dapat menulis dan mengembangkan potensi selain dalam dunia menulis tetapi saya juga tidak lupa berterima kasi kepada sang ibu yang telah memberikan doanya, saya tahu bahwa doa seorang ibu di ijabah oleh Allah, sehingga keberhasilan saya yang saya raih membuat saya selalu teringat pada ibu saya di kampung tempat saya di besarkan dan berkembang.
Alhamdulillah, sebab pada minggu pertama di bulan desember adalah sebuah peristiwa yang sacral bagi kami selaku personil dari hyperband dan saya sendiri secara pribadi. Saat itu tepatnya pada tanggal 4 Desember 2008, berlangsung sebuah acara yaitu Tebs musik competition di SMU negeri 2 Makassar. Saat itu, peserta yang ikut ambil bagian adalah sekitar 35 band band pelajar salah satunya adalah hyper sebagai band tempat penulis menjalani penggalian potensi diri khususnya dibidang musik.
Saya beserta teman-teman berangkat dari asrama Yapti tepat pada pukul 13 lewat, dan alhamdulillah setibanya disana, acara telah dimulai, sambil menunggu tampil, saya dan seluruh personil hyper membandingkan penampilan antara band yang satu dan band yang lain dengan membandingkan alat musik masing masing, kalau saya membandingkan skil yang saya miliki dalam hal memainkan bas dengan band yang lain sangat berbeda, begitupun dengan Niko, dan Fadli mereka juga membandingkan cara bermain gitar, dan keyboard sangat membuat mereka sangat merasa tertantang sekali.
Saya dan teman-teman memperkirakan kalau kompetisi akan berakhir tepat pada waktu magrib, tetapi ternyata kenyataan yang kami dapati lain, sebenarnya, setelah magrib, hujan turun dan membasahi pelataran SMU negeri 2 Makassar. Untungnya kami dari hyper dan semua peserta berlindung di teras depan kelas bangunan SMUnegeri 2 Makassar, sehingga terlindung dari guyuran hujan, semua peralatan seperti kabel-kabel telanjang semuanya basah, sehingga panitia mengadakan breaving dengan band yang belum tampil untuk membahas penundaan tampilan mereka, tetapi manager dari hyperband meminta agar tidak usa dilakukan penundaan tetapi diadakan di tempat lain.
Setelah itu, kamipun berjalan kaki dari SMU negeri 2 Makassar ke sebuah studio musik untuk melanjutkan kompetisi musik, di tengah perjalanan kamipun diguyur hujan, peralatan yang kami bawa sempat dibasahi oleh air hujan, dan akhirnya al-hamdulillah kami tiba di arena kompetisi dengan selamat. Sesampai disana, ternyata kami harus menunggu beberapa band yang tampil, perut saya sudah mulai keroncongan, tetapi semangatlah yang membuat rasa lapar saya menjadi hilang dan sabar menunggu.
Akhirnya setelah beberapa lama, hyperpun memperoleh giliran untuk tampil saya dan seluruh teman-teman masuk ke dalam studio untuk tampil, tetapi sesampai di dalam studio setiap peserta harus membuka sepatu, setelah itu, masuklah kami ke dalam. Meskipun demikian, tampilan kami mendapatkan apresiet yang begitu tinggi.
Setelah keluar dari studio, sayapun mengambil sepatu yang saya gunakan akhirnya karena gelap, sayapun capek dan mati rasa, sehingga sepatu yang saya gunakan tertukar sebelah, ya! Yang saya gunakan sama-sama puti, tetapi ternyata ada perbedaan sedikit, hal itupun saya ketahui ketika saya mengecek kembali keberadaan sepatu tersebut. Tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur, berdasarkan hasil audisi, hyper berhasil masuk sebagai finalis untuk maju ke babak berikutnya dan manggung dif ajar Tivi. Akhirnya, kamipun mempersiapkan diri untuk ikut di babak berikutnya.
Akhirnya pada tanggal 13 Desember, tepatnya pada jam 7 malam di studio fajar TV kamipun mengikuti babak penentuan untuk memperoleh juara 1,2, dan 3. Saat manggung dif ajar, setiap pemain dari hyper telah meminta agar permainan mereka di saksikan apakah langsung di graham pena atau lewat layarkaca, ada beberapa teman yang langsung datang ke grahapena dan keluarga saya hanya menonton lewat layer kaca di rumah masing-masing. Dari asrama Yapti, saya dan teman-teman dari hyper berangkat sekitar pukul enam lewat, setibanya disana, kami langsung ke belakang panggung.
Beberapa saat kemudian, saya mengambil phonsel saya dan mengirimkan SMS kepada tante saya tentang keberadaan saya di lokasi lomba, akhirnya satu jam kemudian, kamipun bersiap-siap untuk tampil di atas panggung, setelah mempersiapkan alat-alat demi kelancaran performans, tepuk tangan penonton membanjiri arena lomba.
Suasana semakin riuh, ketika sang fokalis dan saya selaku basis saling silang berjalan di atas panggung dan saya juga sekali-sekali melambaikan tangan saya kepada seluruh audiens. Setelah tampil, kami kembali turun ke belakang panggung, setelah sampai di belakang panggung, sayapun membuka phonsel saya yang tidak aktif saat tampil. Setelah phonsel saya buka, ternyata tante saya menghubungi saya dan sayapun menjawab telphon dari sang tante yang masuk pada malam itu.
Isi pembicaraan sang tante adalah menginformasikan bahwa tampilan saya menurut nya sangat bagus, dan beliau ternyata nonton di layarkaca tidak sendiri tetapi disaksikan oleh sepupu-sepupu saya, kami sempat berbincang selama beberapa menit lewat phonsel sembari saya di giring dari belakang panggung menuju depan panggung.
Setelah sang tante menutup telphonnya, sayapun menerima SMS dari Evi teman saya, dia dalam SMSnya mengatakan bahwa diantara band yang tampil bandtami yang paling keren kak jono, saat itu saya sangat merasa malu-malu dikitlah dibilangi keren.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya pemenangpun diumumkan, dan setelah juara tiga diumumkan, kamipun sempat putus asa karena kami hanya berharap bakal dapat juara tigaji kodong, ternyata kenyataannya lain kami dapat juara dua, sungguh ini adalah hasil dari perjuangan kami dan ternyata tidak sia-sia saya dan teman-teman hijrah dari SMU dua ke studio untuk audisi dalam keadaan hujan dan berlapar-lapar pada malam audisi, dari graham pena kami pulang dengan membawa kegembiraan.
Setelah saya berada di atas pete-pete, sayapun kembali mengirimkan informasi tentang keberhasilan kami memperoleh juara dua ke tante saya, dan teman-teman saya dengan menggunakan SMS dan mendapat balasan yang sangat positif, saya( penulis) sadar bahwa memperoleh kemenangan dan mempertahankan kemenangan sama sulitnya, sehingga kami merasa tidak harus berhenti sampai di sini, masih banyak harus kami tingkatkan utamanya intensitas latihan, dan skil dari kami-kami sebagai personil.
Saya rasa nggakpapa saya terlambat membuat tulisan ini, yang penting saya tulis ketimbang nggak dan saya sangat bersyukur kepada Allah karena saya masih dapat menulis dan mengembangkan potensi selain dalam dunia menulis tetapi saya juga tidak lupa berterima kasi kepada sang ibu yang telah memberikan doanya, saya tahu bahwa doa seorang ibu di ijabah oleh Allah, sehingga keberhasilan saya yang saya raih membuat saya selalu teringat pada ibu saya di kampung tempat saya di besarkan dan berkembang.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SIAP MENERIMA KONSEKUENSI
Oleh:Sujono sa’id
Al-hamdulillah, saya sudah mengikuti proses ujian nasional. Dan sekarang saya hanya menunggu pengumuman, hari ini tepatnya pada tanggal 2 juni tepatnya setelah saya selesai makan malam, saya menerima telephon dari Mama saya di kampung.
Dalam pembicaraan antara saya dan mama saya, beliau menanyakan kapan pengumuman saya menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui. Setelah itu beliau mengatakan bagaimana firasat saya saya tetap mengatakan bahwa saya kemungkinan besar tidak lulus ujian karena secara realita saya merasa tidak mampu menjawab soal geografi dan ekonomi. Beliau juga sempat menceritakan kembali kepada saya tentang usaha adik saya yang menurut kesimpulan mereka saya tidak menerima usahanya.
Saya menjelaskan kepadanya bahwa bukan berarti saya tidak mau menerima usaha dari adik saya, tetapi saya tidak mau karena saya tidak mempunyai kesempatan untuk menghafalkannya karena saya bukanlah satu unit computer, akhirnya beliaupun mengatakan bahwa saya doakan kamu agar hati dari guru-guru kamu tergerak hatinya untuk meluluskan kamu seratus persen, saya katakan bahwa janganlah kita bwerharap bahwa saya akan lulus karena guru-guru hanya mengantar soal-soal ke bagian pemeriksaan untuk di simpan dan di periksa dengan system konputerisasi.
Tetapi saya tetap berharap kalau saya dapat lulus dari SMU Datukribandang, karena saya juga telah melakukan berbagai usaha ketika saya mengikuti ujian nasional tahun ini, tetapi seandainya saja saya tidak lulus, maka saya akan mencari kesempatan supaya kelulusan saya yang tertunda entah kapan saya dapat menjawabnya.
Saya tahu, bahwa kelulusan saya secara realita sangat kecil, maka seandainya itu terjadi maka saya bernasar untuk puasa barang sehari saja, karena saya tahu bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah zat yang mengatur apa yang terjadi dalam kehidupan baik di masa yang lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang insya allah.
Saya sudah banyak belajar dari pengalaman saya dalam mengalami kegagalan sekecil apapun, sehingga saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman saya yang paling berharga seandainya itu harus terjadi, tetapi saya hanya dapat berharap agar itu tidaklah terjadi bagi saya cukuplah saya mengalami apa yang terjadi di SMU negeri 4 makassar.
Saya ter inspirasi dari bapak Salikul hadi, seorang guru Geografi di sekolah saya, beliau mengatakan bahwa bagi kita yang merasa pintar, haruslah hati-hati karena hal tersebut juga bisa menjadi cambuk bagi kita sedangkan yang merasa dirinya tidak terlalu tinggi intelegensinya, maka paculah diri kalian semoga kalian mampu memetikhasilnya.
Saya juga ingin kembali mengulangi apa yang menjadi statemen dari pembawa acara Smart happiness yang mengatakan bahwa janganlah anda mengukur sendiri apa yang telah anda kerjakan, tetapi yang menentukan baik atau tidaknya pekerjaan kita adalah nasib kita bukan yang lain hal ini beliau katakan saat membawakan acara smart happiness saya tidak tahu dengan topic apa dan pada hari jummat tanggal berapa.
Seorang manusia hanya berencana dan berusaha, dan yang menentukan segalanya adalah Allah meskipun yang memeriksa adalah panitia dari dinas kota makassar misalnya, tetapi jika allah berkehendak lain, maka saya rasa dia akan menggerakkan hati dari panitia ujian dinas kota untuk membuat kebijakan-kebijakan, atau yang ternyata jawaban kita yang dianggap salah oleh diri kita menjadi jawaban yang benar menurut kunci jawaban yang telah dibuat oleh pembuat soal ujian nasional di Makassar.
Al-hamdulillah, saya sudah mengikuti proses ujian nasional. Dan sekarang saya hanya menunggu pengumuman, hari ini tepatnya pada tanggal 2 juni tepatnya setelah saya selesai makan malam, saya menerima telephon dari Mama saya di kampung.
Dalam pembicaraan antara saya dan mama saya, beliau menanyakan kapan pengumuman saya menjawab sesuai dengan apa yang saya ketahui. Setelah itu beliau mengatakan bagaimana firasat saya saya tetap mengatakan bahwa saya kemungkinan besar tidak lulus ujian karena secara realita saya merasa tidak mampu menjawab soal geografi dan ekonomi. Beliau juga sempat menceritakan kembali kepada saya tentang usaha adik saya yang menurut kesimpulan mereka saya tidak menerima usahanya.
Saya menjelaskan kepadanya bahwa bukan berarti saya tidak mau menerima usaha dari adik saya, tetapi saya tidak mau karena saya tidak mempunyai kesempatan untuk menghafalkannya karena saya bukanlah satu unit computer, akhirnya beliaupun mengatakan bahwa saya doakan kamu agar hati dari guru-guru kamu tergerak hatinya untuk meluluskan kamu seratus persen, saya katakan bahwa janganlah kita bwerharap bahwa saya akan lulus karena guru-guru hanya mengantar soal-soal ke bagian pemeriksaan untuk di simpan dan di periksa dengan system konputerisasi.
Tetapi saya tetap berharap kalau saya dapat lulus dari SMU Datukribandang, karena saya juga telah melakukan berbagai usaha ketika saya mengikuti ujian nasional tahun ini, tetapi seandainya saja saya tidak lulus, maka saya akan mencari kesempatan supaya kelulusan saya yang tertunda entah kapan saya dapat menjawabnya.
Saya tahu, bahwa kelulusan saya secara realita sangat kecil, maka seandainya itu terjadi maka saya bernasar untuk puasa barang sehari saja, karena saya tahu bahwa semua itu adalah anugerah dari Allah zat yang mengatur apa yang terjadi dalam kehidupan baik di masa yang lalu, sekarang, dan di masa yang akan datang insya allah.
Saya sudah banyak belajar dari pengalaman saya dalam mengalami kegagalan sekecil apapun, sehingga saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman saya yang paling berharga seandainya itu harus terjadi, tetapi saya hanya dapat berharap agar itu tidaklah terjadi bagi saya cukuplah saya mengalami apa yang terjadi di SMU negeri 4 makassar.
Saya ter inspirasi dari bapak Salikul hadi, seorang guru Geografi di sekolah saya, beliau mengatakan bahwa bagi kita yang merasa pintar, haruslah hati-hati karena hal tersebut juga bisa menjadi cambuk bagi kita sedangkan yang merasa dirinya tidak terlalu tinggi intelegensinya, maka paculah diri kalian semoga kalian mampu memetikhasilnya.
Saya juga ingin kembali mengulangi apa yang menjadi statemen dari pembawa acara Smart happiness yang mengatakan bahwa janganlah anda mengukur sendiri apa yang telah anda kerjakan, tetapi yang menentukan baik atau tidaknya pekerjaan kita adalah nasib kita bukan yang lain hal ini beliau katakan saat membawakan acara smart happiness saya tidak tahu dengan topic apa dan pada hari jummat tanggal berapa.
Seorang manusia hanya berencana dan berusaha, dan yang menentukan segalanya adalah Allah meskipun yang memeriksa adalah panitia dari dinas kota makassar misalnya, tetapi jika allah berkehendak lain, maka saya rasa dia akan menggerakkan hati dari panitia ujian dinas kota untuk membuat kebijakan-kebijakan, atau yang ternyata jawaban kita yang dianggap salah oleh diri kita menjadi jawaban yang benar menurut kunci jawaban yang telah dibuat oleh pembuat soal ujian nasional di Makassar.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SEMBARI MENUNGGU PENGUMUMAN
Oleh: Sujono sa’id
Ujian nasional sudah berlalu, setelah itu urusan sekolah udah nggak ada lagi, kini saya lebih banyak tinggal di asrama untuk menunggu pengumuman, tetapi al-hamdulillah, kini saya sudah bisa melakukan hal-hal yang sudah lama tidak pernah saya lakukan setiap hari. Dulu, saya bangun pagi pas di masjid lagi adzan, tetapi selama saya sekolah di SMU, saya sering bangun setelah satujam selesai shalat subhu.
Mengapa demikian? Karena kalau saya bangun pada waktu subhu, saya mengantuk di sekolah, tetapi selama saya tidak lagi di tuntut untuk konsen di sekolah, saya sudah sering beberapa kali ikut jamaah subu, dan tidur sampai jam enam lewat. Setelah itu, saya turun ke ruangan makan untuk sarapan pagi, tepat jam tujuh saya mandi pagi sampai setengah delapan, setelah setengah delapan, saya menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat duha di Musallah Yapti sebanyak dua rakaat.
Setelah shalat Duha, saya kembali ke lantai dua asrama Yapti tepatnya di kamar tidur saya untuk mendengarkan acara-acara di Smart FM seperti pada hari senin saya sering ikuti Wisthem and motivation seris dari andre wongsow jam delapan pagi sampai jam sembilan pagi, pada jam yang sama saya juga sering mengikuti acara seperti Smart emotion pada hari Kamis, dan Smart happiness setiap hari jumat oleh Arfan pradiansyah.
Setiap saya mendengarkan acara kesayangan saya yang telah saya sebutkan diatas, saya juga selingi dengan minum teh setelah itu, tepat pada pukul 9.00, saya tinggalkan kamar saya di lantai dua menuju secretariat persatuan Tunanetra Indonesia untuk melakukan hal-hal lain seperti membaca-baca buku yang telah dicetak dalam bentuk Braille, bagi saya hal ini adalah hal yang patut untuk saya syukuri, karena saya masih dapat mengatur waktu saya dan tidak lupa mempergunakan waktu saya untuk ibadah sunnah karna saya tahu kalau ibadah sunnah mempermudah rezeki.
Setelah jam sepuluh, saya sempatkan diri saya untuk berdiskusi dengan teman-teman yang membutuhkan ilmu saya seperti Fajrin seorang siswa kelas 2 SLB-A Yapti tingkat SD, dan Muliati seorang siswi kelas 2 SMP-SLBA- Yapti, diskusi tersebut saya lakukan bersama-sama dengan mereka selama satu jam setelah itu saya kembali ke kamar untuk menanti waktu shalat Dhuhur di masjid, setelah shalat dzuhur, saya melakukan kegiatan tidur siang. Setelah bangun sorenya, saya melakukan kebiasaan saya yaitu mencari reverensi untuk menulis, cerama, dan lain-lain di internet itung-itung kalau internet juga adalah media informasi supaya kita tidaklah ketinggalan.
Dari apa yang saya ceritakan di atas, saya merasa harus mempergunakan masa penantian ini dengan sebaik-baiknya dan tidakboleh hal ini saya sia-siakan karena saya nanti akan menyesal dan saya fakir kalau penyesalan tidak pernah di awal tetapi selalu berada di akhir sebuah proses bukankah hal ini juga kita dapatkan dalam surah wal-asri.
Semoga, masa-masa penantian ini adalah masa-masa yang menyenangkan, dan semoga pula setelah pengumuman nanti hasil yang keluar akan membuat saya menjadi orang yang sangat senang tetapi belum tentu bahagia, karena masih ada perjalanan panjang yang harus saya lewati, tetapi ketika saya tidak lulus, maka semoga saya di kuatkan oleh Allah untuk menanggung cobaan ini dan memperoleh sesuatu yang telah di rahasiakan oleh sang khalik(outer) karena saya tahu bahwa tidak mungkin tuhan mencoba saya ketika saya tidak mampu untuk menanggung cobaan yang di berikan olehnya.
Ujian nasional sudah berlalu, setelah itu urusan sekolah udah nggak ada lagi, kini saya lebih banyak tinggal di asrama untuk menunggu pengumuman, tetapi al-hamdulillah, kini saya sudah bisa melakukan hal-hal yang sudah lama tidak pernah saya lakukan setiap hari. Dulu, saya bangun pagi pas di masjid lagi adzan, tetapi selama saya sekolah di SMU, saya sering bangun setelah satujam selesai shalat subhu.
Mengapa demikian? Karena kalau saya bangun pada waktu subhu, saya mengantuk di sekolah, tetapi selama saya tidak lagi di tuntut untuk konsen di sekolah, saya sudah sering beberapa kali ikut jamaah subu, dan tidur sampai jam enam lewat. Setelah itu, saya turun ke ruangan makan untuk sarapan pagi, tepat jam tujuh saya mandi pagi sampai setengah delapan, setelah setengah delapan, saya menyempatkan diri untuk melaksanakan shalat duha di Musallah Yapti sebanyak dua rakaat.
Setelah shalat Duha, saya kembali ke lantai dua asrama Yapti tepatnya di kamar tidur saya untuk mendengarkan acara-acara di Smart FM seperti pada hari senin saya sering ikuti Wisthem and motivation seris dari andre wongsow jam delapan pagi sampai jam sembilan pagi, pada jam yang sama saya juga sering mengikuti acara seperti Smart emotion pada hari Kamis, dan Smart happiness setiap hari jumat oleh Arfan pradiansyah.
Setiap saya mendengarkan acara kesayangan saya yang telah saya sebutkan diatas, saya juga selingi dengan minum teh setelah itu, tepat pada pukul 9.00, saya tinggalkan kamar saya di lantai dua menuju secretariat persatuan Tunanetra Indonesia untuk melakukan hal-hal lain seperti membaca-baca buku yang telah dicetak dalam bentuk Braille, bagi saya hal ini adalah hal yang patut untuk saya syukuri, karena saya masih dapat mengatur waktu saya dan tidak lupa mempergunakan waktu saya untuk ibadah sunnah karna saya tahu kalau ibadah sunnah mempermudah rezeki.
Setelah jam sepuluh, saya sempatkan diri saya untuk berdiskusi dengan teman-teman yang membutuhkan ilmu saya seperti Fajrin seorang siswa kelas 2 SLB-A Yapti tingkat SD, dan Muliati seorang siswi kelas 2 SMP-SLBA- Yapti, diskusi tersebut saya lakukan bersama-sama dengan mereka selama satu jam setelah itu saya kembali ke kamar untuk menanti waktu shalat Dhuhur di masjid, setelah shalat dzuhur, saya melakukan kegiatan tidur siang. Setelah bangun sorenya, saya melakukan kebiasaan saya yaitu mencari reverensi untuk menulis, cerama, dan lain-lain di internet itung-itung kalau internet juga adalah media informasi supaya kita tidaklah ketinggalan.
Dari apa yang saya ceritakan di atas, saya merasa harus mempergunakan masa penantian ini dengan sebaik-baiknya dan tidakboleh hal ini saya sia-siakan karena saya nanti akan menyesal dan saya fakir kalau penyesalan tidak pernah di awal tetapi selalu berada di akhir sebuah proses bukankah hal ini juga kita dapatkan dalam surah wal-asri.
Semoga, masa-masa penantian ini adalah masa-masa yang menyenangkan, dan semoga pula setelah pengumuman nanti hasil yang keluar akan membuat saya menjadi orang yang sangat senang tetapi belum tentu bahagia, karena masih ada perjalanan panjang yang harus saya lewati, tetapi ketika saya tidak lulus, maka semoga saya di kuatkan oleh Allah untuk menanggung cobaan ini dan memperoleh sesuatu yang telah di rahasiakan oleh sang khalik(outer) karena saya tahu bahwa tidak mungkin tuhan mencoba saya ketika saya tidak mampu untuk menanggung cobaan yang di berikan olehnya.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SEBUAH COBAAN DALAM KEHIDUPAN
Oleh:Sujono sa’id
Suatu malam tepatnya tanggal 3-11-2008, saya mendapatkan dua macam cobaan yaitu tidak ter instalnya CD Drifer skenner yang sering saya gunakan untuk memasukkan buku pelajaran saya ke dalam sebuah computer yang kemudian say abaca dengan menggunakan jaws, mengapa? Sebab saya merasa lebih efektif jika saya belajar dengan bantuan jaws ketimbang belajar dengan menggunakan tape, sebab merekam satu bab dalam sebuah buku sangat membutuhkan waktu yang sangat lama apalagi bab berikutnya.
Cobaan yang kedua adalah flash dis yang saya gunakan terjangkiti firus, sehingga sebahagian data saya hilang, dan sebahagian lagi sedang diusahakan untuk ditolong. Ketika saya menulis karya ini, lagi-lagi saya teringat akan tulisan kanda Wenny aulia yang bercerita tentang seseorang yang hanya tinggal meratapi nasibnya di depan computer karena data penting yang ada di komputernya hilang semua.
Dari kasus yang saya alami, saya kembali harus belajar dan sadar bahwa kehidupan ini ibarat sebuah roda terkadang kita harus di atas, terkadang kita harus di bawah, dan terkadang pula kita harus di samping. Namun, saya yakin bahwa dibalik kegagalan saya untuk meng sken buku, serta ketidak mampuan Bung Fadli dalam menolong flashdis yang saya akan gunakan, saya akan memperoleh sesuatu yang mungkin lebih baik dan akan membuat saya lebih gembira insya Allah mabrur.
Tapi bukan berarti bahwa saya dan bung Fadli sudah tidak berusaha lagi, sebab kami tahu bahwa senjata yang paling ampuh adalah kemauan untuk mencoba dan mencoba lagi. Dari kasus ini, saya mungkin harus belajar untuk bersikap lebih bijak, dan harus mengamalkan materi problem solving yang saya dapatkan waktu pengkaderan.
Seperti inilah rumus Dunia yang sering dinyanyikan oleh bung Haji roma irama yang mengatakan bahwa ketika sesuatu itu pernah kita miliki, kemudian hilang karena suatu sebab, maka hal itu adalah hal yang sangat menyedihkan. Tetapi dari kasus ini, saya sangat yakin bahwa cinta tidak harus memiliki bagaimana cinta kita terhadap Barang kita ternyata kita tidak harus memiliki, tetapi harus siap kehilangan barang yang kita punya.
Setitik harapan yang saya ingin tuangkan dalam tulisan ini semoga Allah melalui bung Fadli mampu menyelamatkan flashdis saya, begitupun juga semoga Allah melalui bung Fandi akan kembali mempermudah saya dalam meng sken buku-buku pelajaran yang saya pelajari karena tidak lama lagi saya akan mengakhiri periode kesiswaan saya.
Tapi saya tidak ingin menjadi orang cengeng seperti sosok yang digambarkan oleh Kanda Wenny aulia yang hanya mampu meratapi nasibnya di depan computer, ternyata menulis juga adalah bagian dari pelampiasan atas kesedihan saya akan cobaan ini mungkinkah saya akan menjadi orang yang sabar atau menjadi orang yang cengeng.
Kayaknya, kalau jadi orang cengeng, nggak mau ah tapi jadi orang sabar, bijak, mampu menyelesaikan masalah, serta mampu menjalani kehidupan yang kerasnya seperti kerasnya susu di pasaran gara-gara mudahnya kacang menembus pasar, tentu saya akan lebih jago karena mampu menerobos kerikil-kerikil tajam ketimbang kacang yang hanya mampu menembus pasar yang dapat meredam kerasnya kehidupan yang sekeras susu.
Sorry, kalau saya nulisnya agak jorok sedikit, karena bagi saya adalah happy is verry importen for our life, maksudnya kebahagiaan sangat penting bagi kehidupan kita, sebab meskipun kita kaya tetapi tidak bahagia sama saja dengan sebuah kebohongan..
Suatu malam tepatnya tanggal 3-11-2008, saya mendapatkan dua macam cobaan yaitu tidak ter instalnya CD Drifer skenner yang sering saya gunakan untuk memasukkan buku pelajaran saya ke dalam sebuah computer yang kemudian say abaca dengan menggunakan jaws, mengapa? Sebab saya merasa lebih efektif jika saya belajar dengan bantuan jaws ketimbang belajar dengan menggunakan tape, sebab merekam satu bab dalam sebuah buku sangat membutuhkan waktu yang sangat lama apalagi bab berikutnya.
Cobaan yang kedua adalah flash dis yang saya gunakan terjangkiti firus, sehingga sebahagian data saya hilang, dan sebahagian lagi sedang diusahakan untuk ditolong. Ketika saya menulis karya ini, lagi-lagi saya teringat akan tulisan kanda Wenny aulia yang bercerita tentang seseorang yang hanya tinggal meratapi nasibnya di depan computer karena data penting yang ada di komputernya hilang semua.
Dari kasus yang saya alami, saya kembali harus belajar dan sadar bahwa kehidupan ini ibarat sebuah roda terkadang kita harus di atas, terkadang kita harus di bawah, dan terkadang pula kita harus di samping. Namun, saya yakin bahwa dibalik kegagalan saya untuk meng sken buku, serta ketidak mampuan Bung Fadli dalam menolong flashdis yang saya akan gunakan, saya akan memperoleh sesuatu yang mungkin lebih baik dan akan membuat saya lebih gembira insya Allah mabrur.
Tapi bukan berarti bahwa saya dan bung Fadli sudah tidak berusaha lagi, sebab kami tahu bahwa senjata yang paling ampuh adalah kemauan untuk mencoba dan mencoba lagi. Dari kasus ini, saya mungkin harus belajar untuk bersikap lebih bijak, dan harus mengamalkan materi problem solving yang saya dapatkan waktu pengkaderan.
Seperti inilah rumus Dunia yang sering dinyanyikan oleh bung Haji roma irama yang mengatakan bahwa ketika sesuatu itu pernah kita miliki, kemudian hilang karena suatu sebab, maka hal itu adalah hal yang sangat menyedihkan. Tetapi dari kasus ini, saya sangat yakin bahwa cinta tidak harus memiliki bagaimana cinta kita terhadap Barang kita ternyata kita tidak harus memiliki, tetapi harus siap kehilangan barang yang kita punya.
Setitik harapan yang saya ingin tuangkan dalam tulisan ini semoga Allah melalui bung Fadli mampu menyelamatkan flashdis saya, begitupun juga semoga Allah melalui bung Fandi akan kembali mempermudah saya dalam meng sken buku-buku pelajaran yang saya pelajari karena tidak lama lagi saya akan mengakhiri periode kesiswaan saya.
Tapi saya tidak ingin menjadi orang cengeng seperti sosok yang digambarkan oleh Kanda Wenny aulia yang hanya mampu meratapi nasibnya di depan computer, ternyata menulis juga adalah bagian dari pelampiasan atas kesedihan saya akan cobaan ini mungkinkah saya akan menjadi orang yang sabar atau menjadi orang yang cengeng.
Kayaknya, kalau jadi orang cengeng, nggak mau ah tapi jadi orang sabar, bijak, mampu menyelesaikan masalah, serta mampu menjalani kehidupan yang kerasnya seperti kerasnya susu di pasaran gara-gara mudahnya kacang menembus pasar, tentu saya akan lebih jago karena mampu menerobos kerikil-kerikil tajam ketimbang kacang yang hanya mampu menembus pasar yang dapat meredam kerasnya kehidupan yang sekeras susu.
Sorry, kalau saya nulisnya agak jorok sedikit, karena bagi saya adalah happy is verry importen for our life, maksudnya kebahagiaan sangat penting bagi kehidupan kita, sebab meskipun kita kaya tetapi tidak bahagia sama saja dengan sebuah kebohongan..
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SAYA PASTI BISA!
Oleh:Sujono sa’id
Alhamdulillah, saya sudah 4 tahun di organisasi, jabatan yang saya duduki juga semakin tinggi, pengalaman organisasikupun sudah semakin banyak, tetapi bukan berarti itu sudah merupakan hal yang pas pada diri saya sebagai seorang organisatoris. Sebelumnya, saya mau cerita dulu pengalaman organisasi saya selama bersekolah sejak SMP sampai di SMU sejak kelas 1 SMP, saya aktif berorganisasi di masjid kompleks Yapti sendiri sebagai sekretaris, setelah naik kelas dua SMP, saya sudah mulai aktiv di kepanitiaan dalam berbagai kegiatan diPertuni karena kebetulan saat itu adalah muscab.
Setelah Muscab, pada tahun yang sama, saya diangkat sebagai Ketua bidang Seni dan olah raga Pertuni kota Makassar, setelah setahun kemudian, karena sebahagian warga muslim di Yapti menganggap kinerja saya kurang baik di Mushallah maka saya di berhentikan dari jabatan saya sebagai sekretaris dan kemudian saya di turunkan menjadi sekretaris bidang Tarbia di musallah tersebut, saat itu kinerja saya semakin meningkat.
Tahun 2006, saya diangkat sebagai pengurus DPD pertuni sulawesi selatan dan menjabat sebagai kepala bidang inventaris dan peralatan kantor, ternyata kinerjanya tidak optimal, pada tahun yang sama saya juga lagi-lagi diangkat sebagai anggota SDI ikatan remaja muhammadiah Tallo, pada tahun 2009 ini, akhirnya sayapun di angkat menjadi wakil sekretaris DPD persatuan Tunanetra Indonesia sulawesi selatan.
Saat-saat menjabat sebagai wakil sekretaris pertuni, saya merasa tidak terlalu kesusahan, tetapi setelah beberapa lama saya berada di zona nyaman ini, saya ternyata diperhadapkan dengan sebuah soal yang luarbiasa susahnya bagi yang tidak memiliki keinginan untuk belajar, sebab ketua pertuni sulsel tidak mengangkat seseorang sebagai pengurus ketika ia tidak memiliki kemauan untuk belajar banyak hal, sebab yang beliau cari bukan orang yang sudah pintar, bukan orang yang berpengaruh, tetapi orang-orang yang memiliki kemauan untuk belajar dan menjelajahi potensi yang dimilikinya.
Waktu awal-awal saya menjadi wakil sekretaris, saya merasa bahwa pekerjaan wakil sekretaris sangat gampang hanya ngisi jurnal, menghubungi pengurus kalau bakal ada meting, dan membuat surat resmi seperti undangan, ucapan terima kasih, nota kesepahaman dan sebagainya. Saat saya di suruh membuat surat ucapan terima kasih ke BKKI, surat tersebut saya rasa sangat gampang, tetapi meskipun saya ragu akan kemampuan saya dalam membuat surat, ternyata setelah saya tanyakan kembali ternyata surat yang saya buat sudah sampai di meja pengurus BKKI tanpa editing.
Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi saya, begitu juga ketika saya disuruh untuk membuat undangan acara peringatan tahun baru islam 1430 hijriah yang dibawah kordinasi sebuah kepanitiaan yang di bentuk oleh pengurus Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, setelah jadi, saya serahkan kepada sekretaris panitia, setelah semua undangan beredar, saya kembali menanyakan hal tersebut ternyata surat itu lagi-lagi sudah di edarkan mereka tidak membuat atau merubah sedikitpun isi redaksi undangan yang saya buat, karena menurut hasil koreksi dari team korektor sudah layak edar. saat itu saya lagi-lagi kagetnya bukan kepalang.
Eh! Tetapi setelah saya di suruh membuat M O U, saya membuat dengan konsep yang saya pakai dan saya buat sendiri, tetapi setelah saya buat, M O U itu ternyata di tolak dan harus saya perbaiki, sehingga malam ini, tanggal 26-5-2009 saat saya menuliskan curahan hati saya tentang hal ini saya kembali melakukan perombakan meskipun saya agak sedikit marah tetapi karena kemauan, dan spirit serta impianlah sehingga semua itu saya mau lakukan, mengapa? Karena awal mula saya masuk di organisasi pertuni, saya melihat beberapa pengurus yang memiliki prestasi dan dijuluki sebagai pengurus yang memiliki kwalivikasi untuk menjadi pengurus di pusat.
Apa yang saya lihat dari dia yang saya lihat dari dia adalah kemampuan dalam membuat berbagai jenis surat, tern of reverence (tor), pers rilis, dan lain-lain sebagainya sehingga saya juga memiliki keinginan untuk menjadi seperti dia, sebab ketika saya seperti dia, maka saya akan di cari-cari oleh banyak orang maupun lembaga.
Terkadang, ketika saya diperhadapkan dengan pekerjaan sesulit ini, saya langsung ber angan-angan ingin seperti orang yang saya sebutkan di atas, dia adalah kanda Yehezkiel parudani, kanda Makmurkam, kanda Hamzah yamin, dan lain sebagainya.
Tapi, saya tidak mungkin seperti kak Yehezkiel yang selain mampu membuat surat, ia juga mempunyai kelebihan dalam hal lobby dengan beberapa pejabat, sehingga dengan kontribusi beliau, urusan organisasi menjadi serba lancer, begitupun dengan urusan konsolidasi kanda yehezkiel juga mampu untuk itu, jadi kalau saya jadi sosok yang akan mengambil legazy dari kanda Yehezkiel ya paling tidak saya mampu mengkonsep, dan mampu untuk urusan konsolidasi nggak usa mampu untuk lobby.
Itulah tadi tentang vigor-vigur pertuni yang sempat saya bahas, tetapi ternyata setelah saya duduk di kelas satu di SMU4 makassar, saya bertemu lagi dengan Aulia susantri seorang aktivis organisasi yang pernah menjadi orang nomor dua alias sekretaris umum di Dewan anak Makassar periode 2005-2006, yang kemudian setelah naik di kelas dua, ia ternyata terpilih menjadi ketua osis di SMU negeri 4 Makassar.
Dari situlah, saya berfikir, mungkin selama Aulia berada di dewan anak Makassar, kinerjanya sebagai sekretaris sangat baik sehingga dia punya bekal untuk menjadi ketua Osis di SMU 4 makassar. Melihat prestasi Aulia, saya kembali teringat akan kak Yehezkiel parudani yang juga sama luar biasanya dengan Aulia susantri.
Dan ternyata selain dua nama yang saya sebutkan di atas, ternyata ada generasi baru yang sama hebatnya yaitu saudara Fadli ismail yang sekarang ini sedang menjadi atasan saya di DPD pertuni sulawesi selatan sampai akhir periode.
Saya rasa impian saya untuk bisa seperti Aulia, dan kanda Yehezkiel parudani akan tercapai ketika saya mampu dan mau untuk mencoba mewujudkan impian ini, dan inilah barang kali saatnya saya menjadi kak Yen, dan ini pulalah saatnya saya menjadi Aulia, karena saya tidak dapat seperti mereka-mereka kalau M O U saja saya tidak mau coba rubah, jadi saya rasa kalau besok harus di rubah lagi ya! Itu bukanlah masalah.
Ke esokan harinya, tepat pada tanggal 27 Mei, pukul 11 lewat, M O U sudah dibacakan kepada kanda Makmur, dari hasil penilaian kanda makmur nota kerja sama kesepahaman ini sudah di anggap layak untuk di sahkan pada rapat koordinasi pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 yang kemudian di bawa ke dua lembaga tersebut. Sehingga hari ini saya merasa sudah mewujudkan impian saya menjadi kak Yehezkiel, Aulia, Fadli ismail dan sosok orang nomor dua organisasi lainnya, semua ini karena saya mencoba untuk menjadi orang yang berkomitmen, bukan hanya menjadi tukang mimpi. Saya selalu memegang sebuah prinsip yang berhasil saya rumuskan berawal dari keseringannya saya menyia-nyiakan kepercayaan orang lain maka muncullah prinsip hidup saya yaitu ketika saya dipercaya karena bodoh, maka saya harus belajar, tetapi kalau di percaya karena cerdas berarti prestasi saya sangat di butuhkan oleh siapa saja yang membutuhkannya.
Alhamdulillah, saya sudah 4 tahun di organisasi, jabatan yang saya duduki juga semakin tinggi, pengalaman organisasikupun sudah semakin banyak, tetapi bukan berarti itu sudah merupakan hal yang pas pada diri saya sebagai seorang organisatoris. Sebelumnya, saya mau cerita dulu pengalaman organisasi saya selama bersekolah sejak SMP sampai di SMU sejak kelas 1 SMP, saya aktif berorganisasi di masjid kompleks Yapti sendiri sebagai sekretaris, setelah naik kelas dua SMP, saya sudah mulai aktiv di kepanitiaan dalam berbagai kegiatan diPertuni karena kebetulan saat itu adalah muscab.
Setelah Muscab, pada tahun yang sama, saya diangkat sebagai Ketua bidang Seni dan olah raga Pertuni kota Makassar, setelah setahun kemudian, karena sebahagian warga muslim di Yapti menganggap kinerja saya kurang baik di Mushallah maka saya di berhentikan dari jabatan saya sebagai sekretaris dan kemudian saya di turunkan menjadi sekretaris bidang Tarbia di musallah tersebut, saat itu kinerja saya semakin meningkat.
Tahun 2006, saya diangkat sebagai pengurus DPD pertuni sulawesi selatan dan menjabat sebagai kepala bidang inventaris dan peralatan kantor, ternyata kinerjanya tidak optimal, pada tahun yang sama saya juga lagi-lagi diangkat sebagai anggota SDI ikatan remaja muhammadiah Tallo, pada tahun 2009 ini, akhirnya sayapun di angkat menjadi wakil sekretaris DPD persatuan Tunanetra Indonesia sulawesi selatan.
Saat-saat menjabat sebagai wakil sekretaris pertuni, saya merasa tidak terlalu kesusahan, tetapi setelah beberapa lama saya berada di zona nyaman ini, saya ternyata diperhadapkan dengan sebuah soal yang luarbiasa susahnya bagi yang tidak memiliki keinginan untuk belajar, sebab ketua pertuni sulsel tidak mengangkat seseorang sebagai pengurus ketika ia tidak memiliki kemauan untuk belajar banyak hal, sebab yang beliau cari bukan orang yang sudah pintar, bukan orang yang berpengaruh, tetapi orang-orang yang memiliki kemauan untuk belajar dan menjelajahi potensi yang dimilikinya.
Waktu awal-awal saya menjadi wakil sekretaris, saya merasa bahwa pekerjaan wakil sekretaris sangat gampang hanya ngisi jurnal, menghubungi pengurus kalau bakal ada meting, dan membuat surat resmi seperti undangan, ucapan terima kasih, nota kesepahaman dan sebagainya. Saat saya di suruh membuat surat ucapan terima kasih ke BKKI, surat tersebut saya rasa sangat gampang, tetapi meskipun saya ragu akan kemampuan saya dalam membuat surat, ternyata setelah saya tanyakan kembali ternyata surat yang saya buat sudah sampai di meja pengurus BKKI tanpa editing.
Itu adalah hal yang sangat luar biasa bagi saya, begitu juga ketika saya disuruh untuk membuat undangan acara peringatan tahun baru islam 1430 hijriah yang dibawah kordinasi sebuah kepanitiaan yang di bentuk oleh pengurus Yayasan pembinaan tunanetra Indonesia, setelah jadi, saya serahkan kepada sekretaris panitia, setelah semua undangan beredar, saya kembali menanyakan hal tersebut ternyata surat itu lagi-lagi sudah di edarkan mereka tidak membuat atau merubah sedikitpun isi redaksi undangan yang saya buat, karena menurut hasil koreksi dari team korektor sudah layak edar. saat itu saya lagi-lagi kagetnya bukan kepalang.
Eh! Tetapi setelah saya di suruh membuat M O U, saya membuat dengan konsep yang saya pakai dan saya buat sendiri, tetapi setelah saya buat, M O U itu ternyata di tolak dan harus saya perbaiki, sehingga malam ini, tanggal 26-5-2009 saat saya menuliskan curahan hati saya tentang hal ini saya kembali melakukan perombakan meskipun saya agak sedikit marah tetapi karena kemauan, dan spirit serta impianlah sehingga semua itu saya mau lakukan, mengapa? Karena awal mula saya masuk di organisasi pertuni, saya melihat beberapa pengurus yang memiliki prestasi dan dijuluki sebagai pengurus yang memiliki kwalivikasi untuk menjadi pengurus di pusat.
Apa yang saya lihat dari dia yang saya lihat dari dia adalah kemampuan dalam membuat berbagai jenis surat, tern of reverence (tor), pers rilis, dan lain-lain sebagainya sehingga saya juga memiliki keinginan untuk menjadi seperti dia, sebab ketika saya seperti dia, maka saya akan di cari-cari oleh banyak orang maupun lembaga.
Terkadang, ketika saya diperhadapkan dengan pekerjaan sesulit ini, saya langsung ber angan-angan ingin seperti orang yang saya sebutkan di atas, dia adalah kanda Yehezkiel parudani, kanda Makmurkam, kanda Hamzah yamin, dan lain sebagainya.
Tapi, saya tidak mungkin seperti kak Yehezkiel yang selain mampu membuat surat, ia juga mempunyai kelebihan dalam hal lobby dengan beberapa pejabat, sehingga dengan kontribusi beliau, urusan organisasi menjadi serba lancer, begitupun dengan urusan konsolidasi kanda yehezkiel juga mampu untuk itu, jadi kalau saya jadi sosok yang akan mengambil legazy dari kanda Yehezkiel ya paling tidak saya mampu mengkonsep, dan mampu untuk urusan konsolidasi nggak usa mampu untuk lobby.
Itulah tadi tentang vigor-vigur pertuni yang sempat saya bahas, tetapi ternyata setelah saya duduk di kelas satu di SMU4 makassar, saya bertemu lagi dengan Aulia susantri seorang aktivis organisasi yang pernah menjadi orang nomor dua alias sekretaris umum di Dewan anak Makassar periode 2005-2006, yang kemudian setelah naik di kelas dua, ia ternyata terpilih menjadi ketua osis di SMU negeri 4 Makassar.
Dari situlah, saya berfikir, mungkin selama Aulia berada di dewan anak Makassar, kinerjanya sebagai sekretaris sangat baik sehingga dia punya bekal untuk menjadi ketua Osis di SMU 4 makassar. Melihat prestasi Aulia, saya kembali teringat akan kak Yehezkiel parudani yang juga sama luar biasanya dengan Aulia susantri.
Dan ternyata selain dua nama yang saya sebutkan di atas, ternyata ada generasi baru yang sama hebatnya yaitu saudara Fadli ismail yang sekarang ini sedang menjadi atasan saya di DPD pertuni sulawesi selatan sampai akhir periode.
Saya rasa impian saya untuk bisa seperti Aulia, dan kanda Yehezkiel parudani akan tercapai ketika saya mampu dan mau untuk mencoba mewujudkan impian ini, dan inilah barang kali saatnya saya menjadi kak Yen, dan ini pulalah saatnya saya menjadi Aulia, karena saya tidak dapat seperti mereka-mereka kalau M O U saja saya tidak mau coba rubah, jadi saya rasa kalau besok harus di rubah lagi ya! Itu bukanlah masalah.
Ke esokan harinya, tepat pada tanggal 27 Mei, pukul 11 lewat, M O U sudah dibacakan kepada kanda Makmur, dari hasil penilaian kanda makmur nota kerja sama kesepahaman ini sudah di anggap layak untuk di sahkan pada rapat koordinasi pada hari Sabtu tanggal 30 Mei 2009 yang kemudian di bawa ke dua lembaga tersebut. Sehingga hari ini saya merasa sudah mewujudkan impian saya menjadi kak Yehezkiel, Aulia, Fadli ismail dan sosok orang nomor dua organisasi lainnya, semua ini karena saya mencoba untuk menjadi orang yang berkomitmen, bukan hanya menjadi tukang mimpi. Saya selalu memegang sebuah prinsip yang berhasil saya rumuskan berawal dari keseringannya saya menyia-nyiakan kepercayaan orang lain maka muncullah prinsip hidup saya yaitu ketika saya dipercaya karena bodoh, maka saya harus belajar, tetapi kalau di percaya karena cerdas berarti prestasi saya sangat di butuhkan oleh siapa saja yang membutuhkannya.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SAMPAI KAPAN KELULUSAN INI TERTUNDA?
Oleh:Sujono sa’id
Setiap sesuatu yang kita inginkan, pasti berakhir dengan dua kemungkinan tercapai atau tertunda sampai waktu yang telah di tentukan. Begitu juga dengan kelulusan setiap siswa/siswi SMU yang tahun ini mengikuti ujian nasional pasti ingin lulus.
Apa yang menjadi indikasi bahwa mereka semua ingin lulus?, mereka ber usaha dengan mengikuti les, les yang mereka ikuti bukan hanya di sekolah tetapi mereka juga ikut les di tempat lain seperti Jils, Gama college, dan bimbingan belajar lainnya.
Dalam ujian nasional, semua persiapan sudah dilakukan, tetapi setelah pengumuman muncul ternyata mereka-mereka yang namanya dan nomor testnya tidak tercantum kelulusannya harus tertunda sampai mereka memperoleh ruang untuk menjawab hal itu. Ruang yang mereka gunakan pun beragam ada yang ikut paket C kalau ada, dan ada juga yang ikut ujian nasional tahun berikutnya, dan lain-lain.
Yaps!, seperti itulah juga yang saya hadapi tak ubahnya dengan mereka, saya juga tidak lulus, dan al-hamdulillah, ada ruang bagi saya dan teman-teman saya untuk menjawab kapan kelulusan ini tertunda. Saya tahu kalau saya tidak lulus pada tanggal 16 Juni, yang kemudian saya sikapi dengan penuh kesabaran dan penuh ikhtiar.
Akhirnya, pada tanggal 23-6-2009, sayapun mengikuti ujian paket C bersama dengan teman-teman saya di sekolah yang kebetulan tidak lulus yang berjumlah 46 orang. Tanggal 3 pagi, tepatnya pada pukul 8.00 saya mengambil nomor tes di sekolah, kemudian setelah itu pukul 11.30 saya berangkat ke lokasi ujian di SMP 2 makassar.
Sebelumnya, saya mampir dulu di SMU 16 dengan tujuan untuk menyerahkan raport dari teman saya M. Fadli, sesampainya saya di SMU 16 yang merupakan lokasi ujian paket C bagi anak IPA yang nggak lulus saya bertemu dengan teman-teman saya dari IRM seperti Hasanah dan saya lupa yang lainnya tetapi mereka semua kenal sayakok. Setelah itu, saya dan kak Nursyam meninggalkan SMU 16 menuju SMP 2 Makassar untuk mencari ruangan saya, ternyata saya harus ke SD Sudirman untuk mencari ruangan saya. Sesampainya di SD Sudirman, sayapun mencari ruangan saya.
Sementara mencari ruangan saya di lantai satu, terdengar suara perempuan yang memanggil-manggil saya dari lantai atas sekolah tersebut, sayapun tidak menghiraukannya karena saya tetap pada urusan saya yaitu mencari ruangan untuk ujian. Setelah itu, naiklah saya ke lantai Tiga SD Sudirman, akirnya saya menemukan ruangan tempat saya untuk ujian, dan ternyata yang lebih mengagetkan lagi ruangan tempat saya untuk ujian di dalam selain saya juga ada teman-teman saya dari Datri sendiri.
Dari situlah, saya menemukan tempat yang menjadi sumber suara yang memanggil-manggil saya di lantai 3 sekolah tersebut. Setelah itu, sayapun menunggu waktu masuk, hari pertama sangatlah menyenangkan karena ujiannya nggak susah-susah amatkok. Setelah pelajaran ke Dua pada hari ke dua, saya di dampingi oleh Kanda mutia, dengan mata pelajaran bidang studi Sosiologi dan Geografi.
Selama ujian, saya selalu memperoleh kunci jawaban dan selalu benarlah adanya, karena selalu di cocokkan sebelum di lingkari. Begitulah yang terjadi sampai dengan hari terakhir. Setelah ujian selesai, saya sangat meyakini kalau saya sudah memiliki peluang yang amatlah besar untuk memperoleh jawaban saya bahwa kelulusan saya hanya tertunda beberapa bulan saja paling tidak setelah ikut paket C kali iniya. Akhirnya, saya sudah nggak was-was lagi setelah ikut ujian paket C pada tahun ini makasi ya Allah.
Setiap sesuatu yang kita inginkan, pasti berakhir dengan dua kemungkinan tercapai atau tertunda sampai waktu yang telah di tentukan. Begitu juga dengan kelulusan setiap siswa/siswi SMU yang tahun ini mengikuti ujian nasional pasti ingin lulus.
Apa yang menjadi indikasi bahwa mereka semua ingin lulus?, mereka ber usaha dengan mengikuti les, les yang mereka ikuti bukan hanya di sekolah tetapi mereka juga ikut les di tempat lain seperti Jils, Gama college, dan bimbingan belajar lainnya.
Dalam ujian nasional, semua persiapan sudah dilakukan, tetapi setelah pengumuman muncul ternyata mereka-mereka yang namanya dan nomor testnya tidak tercantum kelulusannya harus tertunda sampai mereka memperoleh ruang untuk menjawab hal itu. Ruang yang mereka gunakan pun beragam ada yang ikut paket C kalau ada, dan ada juga yang ikut ujian nasional tahun berikutnya, dan lain-lain.
Yaps!, seperti itulah juga yang saya hadapi tak ubahnya dengan mereka, saya juga tidak lulus, dan al-hamdulillah, ada ruang bagi saya dan teman-teman saya untuk menjawab kapan kelulusan ini tertunda. Saya tahu kalau saya tidak lulus pada tanggal 16 Juni, yang kemudian saya sikapi dengan penuh kesabaran dan penuh ikhtiar.
Akhirnya, pada tanggal 23-6-2009, sayapun mengikuti ujian paket C bersama dengan teman-teman saya di sekolah yang kebetulan tidak lulus yang berjumlah 46 orang. Tanggal 3 pagi, tepatnya pada pukul 8.00 saya mengambil nomor tes di sekolah, kemudian setelah itu pukul 11.30 saya berangkat ke lokasi ujian di SMP 2 makassar.
Sebelumnya, saya mampir dulu di SMU 16 dengan tujuan untuk menyerahkan raport dari teman saya M. Fadli, sesampainya saya di SMU 16 yang merupakan lokasi ujian paket C bagi anak IPA yang nggak lulus saya bertemu dengan teman-teman saya dari IRM seperti Hasanah dan saya lupa yang lainnya tetapi mereka semua kenal sayakok. Setelah itu, saya dan kak Nursyam meninggalkan SMU 16 menuju SMP 2 Makassar untuk mencari ruangan saya, ternyata saya harus ke SD Sudirman untuk mencari ruangan saya. Sesampainya di SD Sudirman, sayapun mencari ruangan saya.
Sementara mencari ruangan saya di lantai satu, terdengar suara perempuan yang memanggil-manggil saya dari lantai atas sekolah tersebut, sayapun tidak menghiraukannya karena saya tetap pada urusan saya yaitu mencari ruangan untuk ujian. Setelah itu, naiklah saya ke lantai Tiga SD Sudirman, akirnya saya menemukan ruangan tempat saya untuk ujian, dan ternyata yang lebih mengagetkan lagi ruangan tempat saya untuk ujian di dalam selain saya juga ada teman-teman saya dari Datri sendiri.
Dari situlah, saya menemukan tempat yang menjadi sumber suara yang memanggil-manggil saya di lantai 3 sekolah tersebut. Setelah itu, sayapun menunggu waktu masuk, hari pertama sangatlah menyenangkan karena ujiannya nggak susah-susah amatkok. Setelah pelajaran ke Dua pada hari ke dua, saya di dampingi oleh Kanda mutia, dengan mata pelajaran bidang studi Sosiologi dan Geografi.
Selama ujian, saya selalu memperoleh kunci jawaban dan selalu benarlah adanya, karena selalu di cocokkan sebelum di lingkari. Begitulah yang terjadi sampai dengan hari terakhir. Setelah ujian selesai, saya sangat meyakini kalau saya sudah memiliki peluang yang amatlah besar untuk memperoleh jawaban saya bahwa kelulusan saya hanya tertunda beberapa bulan saja paling tidak setelah ikut paket C kali iniya. Akhirnya, saya sudah nggak was-was lagi setelah ikut ujian paket C pada tahun ini makasi ya Allah.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
SAMBUT TAHUN BARU ISLAM DI YAPTI
Oleh:Sujono sa’id
Al-hamdulillah, sebab saya masih dapat menyambut satu muharram 1430 hijriah, itu berarti saya masih memperoleh umur yang panjang, maka selayaknyalah saya menggunakan umur saya untuk memperbuat kebajikan. Tanggal 29 Desember tepatnya pada hari senin, saya bersama seluruh binaan Yapti merayakan tahun baru islam dengan mengadakan kegiatan malam penyambutan tahun baru hijriah dalam bentuk dialog.
Dialog ini di adakan di areal kampus mini Yapti yang kemudian dihadiri oleh seluruh binaan Yapti, beberapa guru, kepala panti guna Yapti, serta seluruh tunanetra di makassar yang sempat hadir di tempat tersebut. Dalam dialog tersebut menampilkan dua orang pembicara yaitu kakanda hamsani kuddus dan kanda Syaharuddin daming.
Kanda hamsani kuddus membahas masalah bagaimana menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, sedangkan kanda Syaharuddin daming membahas masalah bagaimana menghadapi tantangan bagi ummat muslim yang semakin kompleks, dan mempersiapkan diri setiap muslim untuk menjadi protector bagi muslim yang tidak berdaya untuk memproteksi diri mereka, sungguh kita akan menjadi orang yang dimuliakan.
Suasana diskusi berjalan tertib, tetapi antusias peserta menurut tinjauan saya sangat kurang apalagi saat kanda Syaharuddin daming menyajikan makalahnya karena beliau lebih banyak mengeluarkan istilah ilmiah karena sebahagian peserta yang hadir adalah binaan panti asuhan yang sebenarnya belum siap untuk berhadapan dengan pembicara seperti beliau, tetapi canda tawa dari kanda Syaharudddin daming membuat suasana sedikit lebih hidup. Setelah diskusi, dilanjutkan dengan pemutaran film.
Film yang diputar adalah mengaku rasul, dalam film tersebut menceritakan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sang rasul palsu seperti pernikahan tanpa wali yang berlaku bagi dirinya saja dan tidak berlaku bagi pengikutnya, namun menurut penuturan sang rasul palsu bahwa dirinya akan menantikan wahyu yang berisikan jalan agar masyarakat biasa juga dapat menikahkan dirinya sendiri.
Jadi, berdasarkan tinjauan saya, maka saya menyimpulkan bahwa sosok orang tersebut seperti penentu kebijakan yang sedang menyusun kebijakan yang sedang dalam penggodokan. Setelah pemutaran film, dilanjutkan dengan shalat tahajjut dan zikir bersama, setelah semua rangkaian acara berakhir, saya dan seluruh binaan Yapti kembali ke kamar untuk beristirahat malam aduh! Ternyata capek jugaya apalagi saya nggak tidur siang seharian, karena saya adalah bagian dari panitia penyelenggara kegiatan tersebut.
Diselah-selah acara, panitia menyediakan konsumsi yaitu Pisang goring hangat dan Sara’ba yaitu minuman yang di buat dari jahe. Karena Sara’ba sangatpanas, ditambah lagi rasanya sangat pedis, saya merasa sungguh tersiksa tetapi habis juga.
Setelah ke esokan harinya, saya ternyata terlambat bangun, karena saya sangat kecapean setelah saya mengecek jam di phonsel saya ternyata sudah jam 10 lewat. Setelah bangun, saya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan sarapan pagi serta minum the hangat. Setelah itu, saya mengirimkan ucapan selamat tahun baru islam lewat SMS ke nomor-keluarga, dan teman dengan menggunakan dua bahasa yaitu Indonesia dan bahasa inggris. Ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa Indonesia saya kirim kepada kedua orang tua saya, kepada Adik Yuyun sepupu saya Mega teman saya, dan Evi teman saya. Sedangkan ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa inggris saya kirim kepada kak nursyam dan kepada magfirah yang juga teman saya.
Setelah lama kemudian, saya menerima satu persatu balasan dari mereka yang paling pertama membalas SMS saya adalah Evi, yang kemudian disusul oleh Yuyun sepupu saya kemudian sore harinya saya juga menerima balasan SMS dari orang tua saya
Saya merasa bahwa tahun baru islam kali ini lebih inda ketimbang tahun baru sebelumnya, namun saya juga seharusnya sadar tentang sudah berapa banyak waktu yang saya buang, sudah pernahkah saya mempergunakan waktu saya untuk kebaikan di dunia ini. Seharusnya saya bertanya kepada diri saya akankah saya kembali dipertemukan dengan satu muharram tahun depan karena ajal akan setiap waktu merenggut kita.
Melalui bulan muharam ini, seharusnya menjadi manusia yang istikomah, serta mengikuti hidup rasulullah seperti akhlak beliau kepada orang tua khususnya paman, akhlak beliau yang rendah diri, akhlak beliau dalam memimpin, dan masih banyak lagi.
Bagaimana kita mengikuti beliau? Tentu saja dengan cara memperbanyak mengikuti kajian, serta memper banyak membaca buku-buku dan tulisan tentang sejarah hidup, serta sejarah perjuangan beliau, sebab dengan belajar dari masa lalu kita akan mampu menjadi manusia yang sedikit lebih maju. Bukankah hari kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah kesempatan, serta hari esok adalah harapan yang akan diraih.
Tapi karena saya sering membaca tulisan-tulisan tentang potret manusia yang ternyata telah berhasil mencontoh rasul, yang sering saya temukan di www. Eramuslim, www.Aulia87.wordpress, dan lain-lain sebagainya, selain itu, saya juga sering bertanya kepada teman-teman saya yang sering mengikuti majelis ilmu sehingga saya mampu memperkaya wawasan tentang keislaman dan wawasan tentang keilmuan secara umum.
Terakhir saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Allah sebab saya dapat menyelesaikan tulisan ini meskipun saya sempat diperhadapkan dengan berbagai hambatan selama menulis artikel ini seperti firus, dan beberapa gangguan lain tetapi sadarlah saya bahwa ketika Allah tidak berkehendak tidak mungkin saya akan berhasil menyelesaikan agenda saya pada hari ini dan hati sayapun sudah sangat puas.
Al-hamdulillah, sebab saya masih dapat menyambut satu muharram 1430 hijriah, itu berarti saya masih memperoleh umur yang panjang, maka selayaknyalah saya menggunakan umur saya untuk memperbuat kebajikan. Tanggal 29 Desember tepatnya pada hari senin, saya bersama seluruh binaan Yapti merayakan tahun baru islam dengan mengadakan kegiatan malam penyambutan tahun baru hijriah dalam bentuk dialog.
Dialog ini di adakan di areal kampus mini Yapti yang kemudian dihadiri oleh seluruh binaan Yapti, beberapa guru, kepala panti guna Yapti, serta seluruh tunanetra di makassar yang sempat hadir di tempat tersebut. Dalam dialog tersebut menampilkan dua orang pembicara yaitu kakanda hamsani kuddus dan kanda Syaharuddin daming.
Kanda hamsani kuddus membahas masalah bagaimana menjadikan masa lalu sebagai pelajaran, sedangkan kanda Syaharuddin daming membahas masalah bagaimana menghadapi tantangan bagi ummat muslim yang semakin kompleks, dan mempersiapkan diri setiap muslim untuk menjadi protector bagi muslim yang tidak berdaya untuk memproteksi diri mereka, sungguh kita akan menjadi orang yang dimuliakan.
Suasana diskusi berjalan tertib, tetapi antusias peserta menurut tinjauan saya sangat kurang apalagi saat kanda Syaharuddin daming menyajikan makalahnya karena beliau lebih banyak mengeluarkan istilah ilmiah karena sebahagian peserta yang hadir adalah binaan panti asuhan yang sebenarnya belum siap untuk berhadapan dengan pembicara seperti beliau, tetapi canda tawa dari kanda Syaharudddin daming membuat suasana sedikit lebih hidup. Setelah diskusi, dilanjutkan dengan pemutaran film.
Film yang diputar adalah mengaku rasul, dalam film tersebut menceritakan penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh sang rasul palsu seperti pernikahan tanpa wali yang berlaku bagi dirinya saja dan tidak berlaku bagi pengikutnya, namun menurut penuturan sang rasul palsu bahwa dirinya akan menantikan wahyu yang berisikan jalan agar masyarakat biasa juga dapat menikahkan dirinya sendiri.
Jadi, berdasarkan tinjauan saya, maka saya menyimpulkan bahwa sosok orang tersebut seperti penentu kebijakan yang sedang menyusun kebijakan yang sedang dalam penggodokan. Setelah pemutaran film, dilanjutkan dengan shalat tahajjut dan zikir bersama, setelah semua rangkaian acara berakhir, saya dan seluruh binaan Yapti kembali ke kamar untuk beristirahat malam aduh! Ternyata capek jugaya apalagi saya nggak tidur siang seharian, karena saya adalah bagian dari panitia penyelenggara kegiatan tersebut.
Diselah-selah acara, panitia menyediakan konsumsi yaitu Pisang goring hangat dan Sara’ba yaitu minuman yang di buat dari jahe. Karena Sara’ba sangatpanas, ditambah lagi rasanya sangat pedis, saya merasa sungguh tersiksa tetapi habis juga.
Setelah ke esokan harinya, saya ternyata terlambat bangun, karena saya sangat kecapean setelah saya mengecek jam di phonsel saya ternyata sudah jam 10 lewat. Setelah bangun, saya langsung masuk ke kamar mandi untuk mandi dan sarapan pagi serta minum the hangat. Setelah itu, saya mengirimkan ucapan selamat tahun baru islam lewat SMS ke nomor-keluarga, dan teman dengan menggunakan dua bahasa yaitu Indonesia dan bahasa inggris. Ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa Indonesia saya kirim kepada kedua orang tua saya, kepada Adik Yuyun sepupu saya Mega teman saya, dan Evi teman saya. Sedangkan ucapan selamat tahun baru islam dalam bahasa inggris saya kirim kepada kak nursyam dan kepada magfirah yang juga teman saya.
Setelah lama kemudian, saya menerima satu persatu balasan dari mereka yang paling pertama membalas SMS saya adalah Evi, yang kemudian disusul oleh Yuyun sepupu saya kemudian sore harinya saya juga menerima balasan SMS dari orang tua saya
Saya merasa bahwa tahun baru islam kali ini lebih inda ketimbang tahun baru sebelumnya, namun saya juga seharusnya sadar tentang sudah berapa banyak waktu yang saya buang, sudah pernahkah saya mempergunakan waktu saya untuk kebaikan di dunia ini. Seharusnya saya bertanya kepada diri saya akankah saya kembali dipertemukan dengan satu muharram tahun depan karena ajal akan setiap waktu merenggut kita.
Melalui bulan muharam ini, seharusnya menjadi manusia yang istikomah, serta mengikuti hidup rasulullah seperti akhlak beliau kepada orang tua khususnya paman, akhlak beliau yang rendah diri, akhlak beliau dalam memimpin, dan masih banyak lagi.
Bagaimana kita mengikuti beliau? Tentu saja dengan cara memperbanyak mengikuti kajian, serta memper banyak membaca buku-buku dan tulisan tentang sejarah hidup, serta sejarah perjuangan beliau, sebab dengan belajar dari masa lalu kita akan mampu menjadi manusia yang sedikit lebih maju. Bukankah hari kemarin adalah pengalaman, hari ini adalah kesempatan, serta hari esok adalah harapan yang akan diraih.
Tapi karena saya sering membaca tulisan-tulisan tentang potret manusia yang ternyata telah berhasil mencontoh rasul, yang sering saya temukan di www. Eramuslim, www.Aulia87.wordpress, dan lain-lain sebagainya, selain itu, saya juga sering bertanya kepada teman-teman saya yang sering mengikuti majelis ilmu sehingga saya mampu memperkaya wawasan tentang keislaman dan wawasan tentang keilmuan secara umum.
Terakhir saya ingin mengucapkan puji dan syukur kepada Allah sebab saya dapat menyelesaikan tulisan ini meskipun saya sempat diperhadapkan dengan berbagai hambatan selama menulis artikel ini seperti firus, dan beberapa gangguan lain tetapi sadarlah saya bahwa ketika Allah tidak berkehendak tidak mungkin saya akan berhasil menyelesaikan agenda saya pada hari ini dan hati sayapun sudah sangat puas.
Label:
Auto Biografi,
Karya tulis,
Kumpulan artikel,
My Book
Langganan:
Postingan (Atom)
