Tampilkan postingan dengan label uto Biografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label uto Biografi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 Juli 2009

DITUNDA DAN DITUNDA LAGI

Oleh: Sujono sa’id

Hari ini, tanggal 13-6-2009, pukul 08.00, saya berkunjung ke sekolah, ketika saya tiba di sekolah, saya langsung bertemu dengan teman-teman saya. Setelah bertemu dengan teman-teman saya, saya memperoleh informasi kalau pengumuman di tunda lagi.

Saya dan beberapa teman sangat merasa kecewa, karena pihak sekolah meminta agar semua siswa kelas tiga baik IPA maupun IPS untuk berkunjung ke sekolah, sesampai di sekolah saya sempat menjumpai pak hasan seorang guru BK yang kerjaannya setiap hari nyuruh siswa untuk jalan jongkok setiap siswa terlambat ke sekolah.

Selama kurang lebih sebulan saya tidak ke sekolah, saya langsung melepaskan kerinduan saya kepada teman-teman saya dan teman cewak saya yang kini sudah jadi pacar orang lain, aduh! Sungguh kasihan deh saya karena belum dapat bagian.

Selain itu, saya sempat menanyakan kepada teman saya bagaimana system penilaian dalam ujian nasional kelak? Salah seorang teman saya menjawab bahwa nilai-nilai yang ada akan di akumulasi. Ternyata apa yang dikatakan oleh Evi saat saya hubungi lewat telephon benarlah adanya karena dia juga sempat mengatakan kalau nilai-nilai kelulusan di akumulasi, makanya lanjut Evi kita sering mendengar bapak/dan ibu guru selalu mengirimkan nilai-nilai yang ada ke dinas pendidikan sebagai bahan pertimbangan. Teman saya melanjutkan bahwa kita tidak usah bersedih, karena kita sudah pasti lulus, kalau ada yang kamu rasa tidak memuaskan maka jangan kecewa.

Ya!, apa yang di katakan oleh Evi sangatlah benar, karena ada beberapa guru di sekolah saya juga sering-sering mengirimkan nilai-nilai siswanya ke dinas pendidikan kota makassar, makanya sekarang sudah tidak ada lagi sistim remedial jangankan remedial mengulangpun sudah tidak ada lagi, karena nilai dari dinaslah yang akan di akumulasi ke dalam buku raport yang akan dibagi kepada kita nantinya.

Penyebab di tundanya pengumuman adalah ditunggunya beberapa kabupaten yang memiliki masalah teknis dalam pelaksanaan ujian seperti soal yang bocor, kalau saya fakir-fikir, soal yang bocor kok harus di uji ulangsih? Bukannya di temple aja? Ban yang bocor aja ditempel apa bedanya dengan soal yang bocor tadi?.

Tapi intinya saya berharap lulus kalau pengumuman nanti supaya saya bisa ngelamar anak orang pasca kuliah bukan ngelamar anak kerbau. Setelah pukul satu siang, saya langsung menerima sekian ribu SMS yang masuk ke ponsel saya untung setelah say abaca langsung saya hapus kalau tidak bisa-bisa HP saya hang.

Rata-rata SMS tersebut menanyakan kapansi pengumuman?, gimana apa udah lulus?, dan lain sebagainya. Saya menjawab pertanyaan tersebut dengan jawaban bahwa pengumuman ditunda dan ditunda lagi entah sampai kapan. Ada teman saya sempat berkelakar kalau pengumuman di tunda sampai tahun depan, saya bilang cocoklah! Kalau pengumuman ditunda sampai tahun depan karena tahun depan masih ada yang uan.

Kalau masih ada yang uan, saya berharap bukanlah saya dan teman-teman saya, tetapi kelas tiga yang baru naik tahun inilah yang uan bukan main, kita sudah berusaha selama tiga tahun, kok harus uan tahun depan? Kasian dong kita. Kalau presiden yang harus nambah kesempatan kan wajarbanget, karena banyak waktu banyak kesempatan tetapi kalau saya yang harus ngulang selama setahun kapan kuliahnya atukang?. Saya juga sempat menanggapi statemen dari teman saya bahwa prediksi sekian orang tidak lulus, saya bilang biar berapa yang penting bukan saya nggak masalahla itu.

DIALOG PEMUDA DI MAKASSAR GOLDEN HOTEL

Oleh:Sujono sa’id

Kamis tanggal 2-7-2009, waktu itu udah setengah tuju pagi lewat tapi saya masih tiduran di ranjang. Tiba-tiba, saya ditemui oleh kanda hamzah dan meminta saya untuk menjadi delegasi pertuni buat ngikuti dialog pemuda di makassar golden hotel.

Dialog tersebut diadain sama FPMP (Forum pemerhati masalah perempuan) dan Iri( internasional republican institute), serta Komplit(komunitas pemuda lintas partai. Dialog tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, dan kelompok nelayan dan lain-lain sebagainya.

Menurut undangan yang kami terima, acara bakal dimulai pada pukul delapan tigapuluh, tetapi karena undangan belum tiba semua, maka barulah dimulai sekitar pukul sepuluh lewat. Saya berangkat dari Yapti kira-kira sekitar pukul 9 tepat.

Sesampai disana, kami langsung menemui panitia bagian Regis trasi untuk melapor setelah itu, kami dipersilahkan untuk mengambil jata Covi break saya bersama teman saya dari Pertuni menyantap Covi break dengan hikmat sambil memperhatikan suasana hotel. Setelah menikmati covi Break, saya bersama teman saya masuk ke ruangan meting untuk mencari kursi yang masih kosong dan menempatinya.

Sesampainya di dalam, sembari menunggu, kami menikmati iringan musik daerah yang menyajikan lagu-lagu daerah sembari panitia membenahi kesiapan acara tersebut, acara di awali dengan opening ceremony oleh Bu Zohra ketua FPMP. Yang kemudian dilanjutkan dengan dialog babak pertama dengan tema pemberantasan diskriminasi dari berbagai pihak dan juga kepada berbagai pihak pula dengan topik mengangkat tiga issu oleh tiga pembicara pula. Pembicara yang tampil semuanya dari komunitas pemuda lintas partai dan juga meng hadirkan bapak alwi rahman sebagai penanggap.

The first speaker yaitu kanda yang saya lupa –lupa namanya mengangkat tentang perlakuan diskriminasi di dunia pendidikan, kemudian thesecon speaker yaitu seorang cewek cantik dari komplit pula yaitu kanda zohra yang nama belakangnya saya gak lupa lupa karena moderator kurang jelas artikulasinya mengangkat perlakuan diskriminasi terhadap kaum perempuan, the therth speaker yaitu kanda asratillah saya kenal banget cara bicaranya serta suaranya kalau beliau dulu adalah senior saya di PW IRM.

Thetherth speaker yaitu kanda Asratillah seorang pembicara yang sudah sangat saya kenal nama dan suaranya karena beliau adalah senior saya di Pimpinan wilayah Ikatan remaja muhammadiah periode 2005-2007 membahas issu tentang kemiskinan yang sudah tentu mengangkat tentang kondisi perekonomian di Negara kita sekarang ini di Indonesia, kalau saya melihat pembicara ketiga, sangat cocok membahas masalah ini, karena di IRM juga dulu beliau sering membahas tentang surah al-ma’un.

Saat dialog berlangsung, saya agak tergelitik, karena saya kok seorang laki-laki juga disuruh menghadiri acara dialog tentang masalah perempuan tapi itu bukanlah sebuah masalah karena masalah perempuan bukan hanya untuk FPMP dan urusan kaum perempuan saja, tetapi itu juga harus menjadi lahan garapan saya sebagai laki-laki karena mama saya adalah perempuan, pacar dan isteri saya juga pasti perempuan dan topic yang di angkat bukan hanya masalah perempuan saja adakok isu lain. The first speaker mengangkat contoh diskriminasi dalam dunia pendidikan seperti ketidak adilan dalam penentuan ujian nasional yang hanya menentukan nilai pada ujian nasional saja. Bukan ditentukan dengan akumulasi dari nilai harian yang diberikan oleh guru di sekolah. Sehingga banyak yang seharusnya lulus ujian ternyata tidak lulus dalam ujian nasional justru yang tidak memperoleh nilai harian sedikitpun karena malas masuk sekolah yang justru lulus dalam ujian nasional itulah yang digambarkan sebagai contoh diskriminasi dalam dunia pendidikan serta hal lain dalam dunia pendidikan.

Sedangkan the second speaker membahas tentang issu diskriminasi terhadap kaum perempuan dan yang menjadi paparan beliau adalah tentang kwota 30 persen DPR bagi perempuan dan the last speaker membahas tentang system ekonomi Indonesia yang menurutnya sangatlah diskriminatif serta tingginya angka kemiskinan di Negara kita.

Menurut the last speaker, banyaknya masyarakat miskin bukan karena etos kerjanya yang rendah melainkan system perekonomian yang membuat mereka menjadi miskin pembicara ke tiga atau the last speaker mencontohkan seorang penjual tape yang memiliki kesungguhan dalam bekerja tetapi tetap dengan hasil yang itu-itu saja.

Dalam tanggapan dari bapak Alwi rahman beliau membuka kembali fikiran kita serta meluruskan kembali apa yang menjadi paparan dari the first speaker sampai dengan the last speaker. Setelah itu dilanjutkan dengan tanggapan dari audience.

Setelah semua audience memberikan rewort kepada the speaker, seluruh peserta menuju meja makansiang yang terletak di depan ruang meting. Saya dituntun menuju meja makan dan mengambil nasi dan beragam lauk mulai dari ayam dan yang dipersamakan dengan itu, setelah makan siang saya diajak untuk berjalan-jalan mengelilingi hotel dan menikmati pemandangan hotel yang berada pas di sekitar pantai losari bahkan di belakang teras tempat saya dan beberapa peserta istirahat adalah pantai losari dan tidak jauh dari pemandangan yang indah, saking indahnya ada yang sempat memotret pemandangan tersebut dengan fasilitas kamera dari handphonnya.

Setelah beberapa menit saya ber istirahat, saya kembali ke ruang meting untuk mengikuti dialog tentang program kerja dari 3 capres dan cawapres dari sulawesi selatan team sukses dari bu mega untuk sulsel adalah ibu lita sedangkan team sukses untuk SBY adalah bapak ni’matullah, dan team sukses JKwin adalah saya lupa namanya.

Saat dialog tersebut, suasana di ruangan semakin panas karena dari team sukses ada yang sempat dibuat panas oleh statemen audience yang saling menjatuhkan ada yang membuat statemen yang memojokkan JK, ada juga yang memojokkan SBY.

Sistem dialog yang diatur oleh moderator pada saat itu adalah pertama setelah team sukses menyampaikan visi dan misi dari idolanya, audience langsung memberikan klarifikasi bukan bertanya contohnya team sukses nomor satu menyampaikan visi dan missi sang idolanya setelah itu audience memberikan klarifikasi begitupun dengan nomor dua dan seterusnya barulah setelah itu dibuka babak berikutnya dimana audience diberi kesempatan untuk bertanya dan menanggapi.

Pada babak ke dua inilah suasana menjadi semakin a lot karena peristiwa yang saya deskripsikan tadi. Setelah dialog babak kedua berlangsung kamipun mengikuti deklarasi menentang diskriminasi dari berbagai pihak yang team deklarasinya adalah FPMP, Pertuni, Nasiatul aisiah(NA), Komplit, dan semua organisasi yang hadir.

Setelah semuanya berakhir, saya dan teman saya chek out dari hotel karena memang nggak bermalam di tempat tersebut, setelah itu saya kembali ke Yapti dengan penuh kebahagiaan bercampur capek karena saat itu saya kurang tidur malamnya sayapun tertidur pulas. Inilah agenda saya pada tanggal dua kemarin tunggu agenda berikutnya dengan cerita dari saya mohon maaf kalau ada yang saya sampaikan tidak mendetil yang penting ada yang saya sampaikan dalam tulisan ini thanks for all.

CITA-CITA YANG TERTUNDA

Oleh:Sujono Sa’id

Selasa 16-6-2009, saya menerima pengumuman, ternyata apa yang telah saya prediksi benarlah adanya. Pukul 7.30, saya tiba di sekolah sesampainya saya di sekolah, saya langsung menemui seorang guru yang kemudian mencocokkan nomor ujian saya dengan daftar pengumuman yang ada, akhirnya jelaslah semua bahwa saya tidak lulus.

Mendengar hal itu, saya akhirnya menerima dengan lapang dada, bahkan saya sempat bercanda dengan teman-teman saya. Kemudian, saya mengirimkan SMS kepada keluarga saya, sepupu saya dan orang tua saya terutama. Responnyapun beeragam, ada yang menanyakan kenapa kamu bilang al-hamdulillah?, ada yang mengatakan kalau saya bercanda nggak serius, tetapi saya berusahakan meyakinkan mereka dengan cara saya.

Setelah SMS saya kirim ke phonsel mama saya, ponsel pun berdering, saya menjawab panggilan yang masuk di ponsel saya membuka pembicaraan, mama saya bertanya kenapa kamu bilang Alhamdulillah padahal kamu nggak lulus, saya hanya bilang kalau mama sendirilah yang ngajarin saya untuk menerima apa adanya.

Setelah beberapa menit kemudian pasca pengumuman, saya melihat ada peluang untuk memperoleh apa yang menjadi cita-cita saya yaitu lulus dalam pelaksanaan ujian meskipun itu hanya paket C, tetapi yang penting kalau masih ada ruang untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, saya fakir tidaklah masalah bagi saya.

Setelah memenuhi persyaratan yang telah ditentukan seperti nomor test, dan foto untuk kartu ujian, sayapun kembali ke Asrama Yapti untuk meng expresikan kesyukuran saya pada hari itu, karena saya sudah lulus meskipun tertunda entah kapan baru lulus benerran, karena meskipun sudah paket C belum tentu lulus juga.

Inilah saatnya saya meng aplikasikan materi-materi yang saya peroleh dari pakar kecerdasan yang sering saya ikuti matakuliahnya di masa-masa penantian ini, seperti Andriewongso, Antonidiomartin, Arvanpradiansyah, dan lain-lain sebagainya yang telah memberikan berbagai wejangan-wejangan lewat smart FM selama liburan.

Saya tidak mengira, kalau kejadian yang sangat ber sejarah di 16 juni ini, belum dapat menjadi penutup dari auto biografi saya yang sedianya sudah akan saya bukukan, ternyata harus menunggu lembar-lembar lainnya untuk menutup auto biografi saya untuk shesion pertama, karena kalau saya jadi kuliah, saya akan membuat auto biografi shetion2, tetapi saya rasa biarlah semua itu terjadi kalau itu sudah harus terjadi.

Setelah sampai di sekolah, kita tinggalkan cerita tentang saya, sekarang kita melaju ke cerita teman-temanku yang ternyata senasib dengan saya. Mereka juga memiliki beragam expresi ada yang menangis, ada yang biasa-biasa aja, dan ada yang merasa ada campur antara haru dan sedi, malu serta putus asa, tetapi setelah peluang untuk memperoleh cita-citanya yang tertunda, hati merekapun ibarat rumah yang di sinari lilin kehidupan, merekapun bersyukur karena mungkin ini adalah ujian baginya.

Saya yakin, dibalik apa yang menimpa saya, ada janji Allah, sesuai dengan pernyataannya yang berbunyi bahwa saya tidak mungkin menurunkan cobaan bagi hambaku ketika mereka tidak mampu untuk menjalani apa yang telah dibebankan padanya, yang kemudian dikembangkan oleh Arvan pradiansyah yang mengatakan bahwa ketika kita memperoleh sesuatu yang tidak menyenangkan, maka yakinlah tuhan akan memberikan sesuatu yang terbaik bagi kita. Itupun semua sudah terbukti.

CITA-CITA MAU JADI TRAINER

Oleh: Sujono sa’id

Setiap manusia yang lahir ke dunia ini memiliki cita-cita, seperti mau jadi guru, penulis, musisi, public speaker, dan lain sebagainya. Dan untuk mewujudkan semua itu saya kira sudah harus kita lakukan berbagai usaha sejak kita masih kecil. Saya mau cerita kapan saya mulai mempunyai keinginan bercita-cita menjadi trainer.

Cita-cita ini muncul ketika saya sering mendengarkan para trainer yang sering mengisi acara smart FM dengan berbagai program acara seperti Smart wishthem and motivation oleh pak Andrie wongso, Smart bisnis dengan pak james
Q, Smart emotion dengan pak Antonny dio martin, Smart happiness dengan mas arvan pradiansyah, dan mas prie GS serta mas Yakop esra dengan acara smart karakter, dan mas Nanang kosim Yusuf dalam acara smart a wayrness, eh! Hamper lupa ada juga mas Tommy sia wira dalam acara Smart nero languistik programing.

Kalau sayasih, maunya jadi trainer dalam hal apa saja kecuali smart karakter, Smart bisnis, dan smart NLP, karena saya tidak punya bakat di bidang psikologi. Tetapi kalau mau disuruh bawain acara Smart happiness, Smart emotion, dan Smart wishthem and motivation saya juga maukok apalagi smart a wayrness dan acara yang membuat kita jadi orang bijak seperti yang di bawain ama Mas prie GS tiap malam sabtu.

Sebenarnya, kalau saya melihat para trainer yang sering memberikan training di organisasi-organisasi yang pernah saya masuki seperti IRM, Pertuni, dan media training lainnya, sangat gampang, tetapi ketika saya membaca tulisan yang berjudul Sertivikasi Trayner langsung putus semangat saya untuk jadi trainer. Tapi semangat saya kembali membara ketika saya menanyakan hal-hal yang memenuhi syarat untuk jadi trainer.

Hal dan persyaratan untuk jadi trainer ini saya tanyakan kepada Kanda makmurkam ternyata sangat sederhana sekali cukup dengan cara memperkaya diri dengan wawasan, dan belajar di berbagai training center seperti HR excelensy, Institut for leadership and life management, dan rumah kesadaran.

Sebagai bentuk wujud keinginan saya untuk menjadi seorang trainer, saya menjadikan kesempatan saya untuk mengajar ikra kepada kaum tunanetra yang juga adalah senasib saya di Mushallah tarbiatul ittihadul ummah sebagai ajang untuk perwujudan impian saya karena saya tidak mau jadi seorang tukang mimpi saya mau jadi seorang pemimpi karena pemimpi adalah sosok manusia yang punya pandangan jauh.

Saya juga sempat menanyakan gimana kalau seorang tunanetra total menjadi Trayner? Sementara menurut yang saya lihat, seorang trainer harus selalu berdiri dari tempatnya untuk menemui audiensnya dan menjalin interaksi.

Beliau mengatakan saya kira sangatlah gampang ka nada informannya yang akan memberikan gambaran tentang kondisi audiens di lokasi training yang di adakan. Saya sempat tanyakan lagi gimana kalau seorang tunanetra total jadi seorang motivator? Sementara mereka terbatas dari segi boddy languages?, beliau mengatakan itu bukanlah masalah apalagi motivasinya hanya diberikan dalam bentuk seminar bukan training.

Dari hasil curhat saya yang berlangsung pada hari Jumat 12-6-2009, di Pertuni Sulsel, saya akhirnya memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi seorang trainer dan beliau menyarankan kepada saya untuk memvisualisasikan apa yang telah menjadi keinginan saya setiap pagi dengan menanamkan dalam diri saya bahwa saya mau jadi trainer, saya mau jadi trainer, dan saya mau jadi trainer, jadi terekam di bawah sadar.