Senin, 04 Juli 2011
Aku akan setia padamu
Setelah aku sudah lama tidak mengunjungi blok ini karena aku merasa sudah mempunyai tempat menulis yang baru karena cepat ada yang merespon, tapi aku tetap akan menulis di dalam dirimu, karena dari dirimu aku dapat berkarya dan nantinya dirimu akan menjadi saksi akan semua perjuanganku lewat tulisan-tulisan yang telah menjadi awal dari langkah-langkah perjuangan yang telah saya lakukan meskipun sebenarnya saya belum menemukan hasil-hasil dari apayang saya sebenarnya inginkan dan harapkan. Saya meminta maaf akan segala apa yang telah saya lakukan terhadapmu wahai blogku yang telah menerlantarkanmu, berarti selama ini aku tidak menghargai fadli yang telah bersusah paya membuat semua ini dengan caraku yang sedikit memaksnya untuk membuat. Sebenarnya saya harus bersyukur, karena masih ada yang mau membantuku dalam menaikkan karierku sebagai seorang yang melakukan sebuah pekerjaan yang menyenangkan tapi berbuah profid, saya juga sangat bersyukur karena sudah mempunyai blog, dan menjadi ruang bagi saya untuk ber expresi, maafkan saya, maafkan saya, saya telah bersalah padamu. Tapi, aku berkomitmen akan selalu menuliskan apa yang dapat kutuliskan dalam dirimu.
Minggu, 27 Maret 2011
Aktivitas kuliah yang sudah mulai
Sudah seminggu saya menjalani aktivitas kuliah, kini masih banyak program-program yang telah saya lakukan dan masih adapula yang terbengkalai sampai saat ini, tapi saya fikir tidak masalah karena bukan kita yang menentukan tapi Allalah yang menjadi penentu atasnya, seperti masih ada buku-buku yang harus saya kadang-kadang bawa pulang ke rumah untuk saya suruh baca oleh sang reader setia saya juga dirumah. Selain itu, saya juga harus mengerjakan sebahagian dari program kerja organisasi di rumah saya karena mumpung masih kontrak kuliah, kalau sudah masuk pada inti kuliah kita sudah harus disibukkan oleh banyak tugas dari dosen, dan juga harus banyak-banyak membaca buku-buku yang berkaitan dengan kuliah kita apalagi kita ini kodong sebagai seorang tunanetra. Karena, kalau kita tidak banyak dibacakan atau memperoleh informasi tentang kuliah kita dalam berbagai literatur kita akan betul-betul ketinggalan dari yang lainnya. Tapi insya allah, organisasi tetap akan saya jalankan karena saya ingin menjadi jono yang profesional bukan lagi jono yang berandalan kayak dahulu kala. Sekarangkan udah tahun 2011, lakok ngga' ada perubahan yang begitu berarti kan rugi!.
Rabu, 09 Maret 2011
Akhir libur yang menyenangkan
Tanggal 5(Lima) tepatnya malam minggu, saya dibacakan sebuah buku yang berjudul the way of win yang didalamnya menjelaskan tentang bagaimana kita menjadi seorang pemenang. Minggu siang, tepatnya ketika saya pulang dari acara musorprov BPOC yang sekarang menjadi NPC, saya dibacakan sebuah buku yang lebih banyak berbicara tentang teknik dalam beracara di pengadilan sesuai dengan apa yang akan saya lakukan kelak ketika saya menjadi seorang pengacara. Malamnya saya kembali dibacakan buku oleh kakanda nasra salah seorang yang identitasnya telah saya sebutkan pada tulisan saya sebelumnya yang semalam sebelumnya membacakan saya buku the way of win tentang bagaimana indahnya pacaran setelah menika yang merupakan buku yang ia punya sendiri. Ke esokan harinya saya kembali mengisi hari-hari saya dan mungkin sampai dengan akhir liburan saya akan saya isi dengan kegiatan organisasi. Sebagai mahasiswa, selain memiliki bacaan wajib dalam hal ini diktat dari dosen, saya juga harus memiliki bacaan lain sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari maupun yang akan menjadi penunjang saya baik sebagai mahasiswa maupun sebagai orang-orang yang sangat cinta dengan ilmu yang telah Allah berikan kepada saya. Saya tidak butuh buku tetapi isinyalah yang sangat saya butuhkan. Terimakasih kepada mereka-mereka yang telah mempunyai keinginan untuk membacakan buku-buku yang sangat saya sukai. Begitu juga dengan kakanda saya nasra yang nama facebooknya nazrah pasti biza yang telah menterapi saya sehingga sedikit demi sedikit keluar dari ketergantungan dari minum kopi dan teh, yang akhir-akhir ini saya minum teh 3kali sehari kini tinggal 2kali sehari dengan cara membacakan buku kepada saya, saking larutnya saya dalam buku sayapun lupa dengan minum kopi sore hari, tapi saya berfikir saya harus keluar dari ketergantungan tersebut secara pelan-pelan. maaf pembaca antara teh dan judul dari tulisan ini tidak memiliki keterkaitan sama sekali, tapi harus saya tulis juga.
Rabu, 02 Maret 2011
tergantung cara pandang
Setelah saya mengetahui isi dari buku half full half empty, saya akhirnya kembali dapat memperbaharui carapandang saya dalam menyikapi beragam kondisi tentu dengan menyikapi secara positif bukanlah menyikapinya dengan cara yang negatif. Ada sebuah contoh kasus yang sangat menarik dimana ada dua persepsi yang memberikan sebuah pandangannya terhadap sebuah gelas yang setengahnya di isi dengan air dan setengahnya dibiarkan kosong. Saya mempelajari bagaimana kita bersikap dan memperoleh carapandang tergantung informasi apa yang sangat sering diterima oleh otak kita. Sebenarnya, sebelum half full half empty saya pelajari, sudah banyak buku-buku motifasi yang sering menjadi bacaan saya selain bacaan wajib. Saya telah mempelajari beberapa buku motifasi seperti 15 dan 16 wisdom. Selain itu, saya juga telah mempelajari smart emosion satu dan dua yang menjadi karangan dari antony diomartin. Inilah buku-buku yang telah berhasil mengubah carapandang saya terhadap setiap kondisi sehingga meskipun kondisi tersebut tidaklah nyaman bagi sebahagian orang saya tetap merasa bahwa kondisi itu adalah sebuah kondisi yang sangat nyaman. Karena bagi saya, carapandanglah yang membuat kita dapat menerima atau menolak sebuah kondisi.
Minggu, 27 Februari 2011
Apa rumusan terciptinya sebuah prinsip?
Kemarin, saya secara kebetulan latihan membuat CV atau yang jika disingkat dengan istilah curiculum vitay. Tiba-tiba saya akan menuliskan sebuah prinsip hidup dan ternyata setelah saya coba-coba gali apa yang telah menjadi sebuah cirikhas bagi diri saya ternyata prinsip hidup saya ada 3(tiga) yaitu membaca, melakukan, mengamati, dan merasakan manfaatnya. Kita mulai dari membaca, saya sudah mulai sering membaca buku-buku motifasi yang telah ditulis oleh para penceramah publik, setelah itu sayapun mencoba mengamalkannya. Setelah itu, sayapun melihat realita yang merupakan pencocokan dari informasi yang telah saya peroleh di dalamnya yang kemudian sayapun membuat sebuah hipotesis tentang kejadian yang dialaminya. Itulah yang saya sebut dengan membaca, melakukan dan mengamati. Setelah itu, sayapun merasakan apa yang menjadi manfaat dalam kehidupan yang saya rasakan sejak saya mulai membaca sampai dengan sekarang ini. Cara pandang sayapun terhadap segala sesuatu telah banyak berubah, sehingga sayapun tidak menjadi tunanetra dobel artinya sudahlah buta dari segi pandangan, sayapun buta darisegi carapandang, ini justeru akan menyusahkan hidup kita dalam keseharian kita. Itulah mengapa rakyat Indonesia banyak merasakan kekecewaan?, karena mereka terlalu memberikan espektasi yang begitu tinggi. Sehingga, ketika mereka sudah tidak nyaman dengan sebuah kondisi maka merekapun melampiaskan kekecewaan yang mereka rasakan saat ini. Itulah akibat dari cara pandang yang salah juga akan menghasilkan tindakan dan keputusan yang salah. Prinsip ini juga saya gunakan dalam menyikapi sebuah masalah dalam kehidupan ini ketika ada informasi yang saya terima itulah yang saya samakan dengan membaca, maka saya harus menindak lanjuti informasi tersebut. Setelah itu, saya sinkronise dengan realita yang terjadi apakah cocok atau tidak. Setelah itu, sayapun melakukan sebuah tindakan, jadi kesimpulannya saya tidak mudah ter profokasi oleh siapapun dalam mendengarkan sebuah informasi yang saya dapatkan dalam setiap saya bertindak.
Kamis, 24 Februari 2011
Catatan seorang Volunter
Sebelum saya meng akses blog yang sangat saya cintai ini, saya sempat membuka facebook saya. Ternyata menemukan sebuah catatan yang isinya menyarankan kepada diri setiap warga masyarakat agar memiliki wayrness atau kesadaran yang kemudian diwujudkan dalam bentuk sebuah kepedulian kepada masyarakat kecil utamanya kepada masyarakat penyandang disabilitas. Catatan tersebut saya temukan secara tidak sengaja ketika saya membuka kotak pemberitahuan saya di facebook, saya menemukan sebuah catatan yang isinya mengisyaratkan kepada masyarakat bahwa janganlah ada pengkotak kotakan diantara kita. Tulisan tersebut menurut saya adalah hal yang sangat menggugah, karena tulisan ini ditulis oleh seorang masyarakat biasa yang juga merupakan mahasiswa dari sebuah universitas ternama di Makassar. Sangat jarang bahkan izinkan saya untuk mengatakan tidak pernah kita temukan masyarakat awas yang mau menulis hal-hal yang seperti ini. Apalagi kebanyakan pemuda masih lebih sering bersikap hedonisme atau masih lebih mementingkan sikap hura-hura. Sepertinya, tulisan ini berasal dari hati sanubari yang ter-ter-ter-ter dalam, karena seorang penulis dapat diketahui isi hatinya dalam sebuah tulisan yang dirangkai dengan kata-kata yang sangat menyentuh dengan untaian kata yang indah dan menyentuh. Namun, saya hanya memohon kepada Allah, agar apa yang telah dilakukannya akan bernilai.
Senin, 21 Februari 2011
Hari menangis peribadi
Hari ini, secara fisik, usia saya telah bertambah setahun, tapi hari ini saya merasa usia saya semakin berkurang berdasarkan tinjauan agama, saya hari ini menjadikannya sebagai momen introspeksi diri serta menitipkan harapan yang tentulah disertai dengan doa. Ada beberapa teman saya yang menggunakan ulang tahunnya sebagai hari untuk hura-hura tapi saya malahan lain lagi, justeru saya sangat bersedih hari ini, karena ketika saya ditinggal oleh usia saya saya semakin menemukan gambaran akan jati diri saya yang ternyata masih harus mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Selain saya menghadiri ulangtahun teman saya yang juga dilaksanakan hari ini, saya juga menemukan di facebook saya ada sekitar 10 orang yang mengirimkan pesan dinding, adajuga kiriman SMS dari salah seorang relawan yang semalam telah memberikan kado terindahnya masuk ke ponsel saya tadi pagi dan saya baru membacanya tadi siang. Saya merasa bahwa di usia saya yang ke 24 ini haruslah saya banyak-banyak untuk membenahi diri saya untuk kedepan.
Kado dari Nasra
Semalam, tepatnya sehari sebelum saya merayakan ulangtahun, saya dibacakan buku oleh seorang volunter atas nama Nasra wati salahseorang relawan yang sekarang ini masih tercatat sebagai mahasiswa universitas Hasanuddin Jurusan promosi kesehatan dan ilmu perilaku Fakultas kesehatan masyarakat smester5. Saya merasa bahwa buku yang dibacakannya kepada saya adalah kado istimewa karena buku tersebut kembali untuk membuat saya kembali dapat mengapdet ilmu saya dan menambah pencerahan akan pandangan saya terhadap sebuah kondisi kehidupan yang dipenuhi dengan masalah yang sangat kompleks dimana kita lebih banyak saling menyalahkan. Sebenarnya pada hari jummat tanggal 18 Februari dia telah mengirimkan pesan pendek ke ponsel saya perihal buku tersebut, dan semalam ia telah menepatinya. Half full Half ampty, buku ini adalah sebuah buku motivasi yang dibuat oleh warga Indonesia sendiri, dan ada beberapa tulisan yang di bab-demi babnya sangat memberikan pelajaran yang berharga dalam menjalani kehidupan ini. Terimakasih sobat, semoga program ini akan tetap berlanjut sampai kapan pun dan dapat berlangsung di lokasi manapun juga dengan fasilitas lain.
Sabtu, 19 Februari 2011
Temu suara dengan Arnelinda
Semalam tepatnya pukul 20 waktu setempat, saya(penulis) mengadakan sebuah percakapan dengan Arnelinda seorang blogger yang juga suka menulis kayak saya. Dalam pertemuan yang singkat ini, saya hanya mempertanyakan aktivitas sehari-hari seperti sudah smester berapa? kuliah dimana? dan mengapa dia tidak mengupdet blognya?, dalam pertemuan lewat telephon yang saya lakukan selama kurang lebih limabelas sampai duapuluh menit dengan menggunakan HP senter-senter, sayapun menyepakati bahwa setelah pertemuan tersebut, saya akan diberikan kesempatan untuk mengkritisi isi blognya. Sebenarnya, sejak beberapa waktu yang lalu, sayapun telah berhasil membaca tulisan dari Arnelinda dengan judul kontrol lingkungan, sejarah perkembangan komputer, dan beberapa tulisan lainnya. intinya dalam percakapan tersebut, kamipun mengawali pembicaraan dengan sebuah perkenalan singkat, kemudian menanyakan kuliah dimana, dan sayapun langsung menuju ke poin pembicaraan. Arnelinda dalam pertemuan tersebut, mengatakan bahwa ia tidak pernah meng updet blognya lantaran ia sibuk dengan kuliahnya dan bukan hanya dalam perkuliahan kampus ia melakukan sebuah kegiatan tapi Arnelinda juga memiliki kegiatan luar di tempat lain yang memiliki korelasi dengan kegiatan akademiknya sebagai mahasiswa di luar kampus yaitu praktek. Dalam pertemuan tersebut, Linda berjanji bawa ia siap untuk dikritisi isi tulisannya, dan salut dapat bertemu dengan saya meski hanya lewat suara dan lewat status di facebook. Saya merasa bersyukur, karena saya mencoba menghubunginya kira-kira 2 hari yang lalu, tetapi tidak diangkat, setelah beberapa hari kemudian, saya mencoba menghubunginya lagi, dan kemarin malam sayapun berhasil menghubunginya.
Kamis, 17 Februari 2011
4harilagi genap 24
Izinkan saya untuk menulis sebuah refleksi yang merupakan acuan saya untuk memperbaiki diri ketika Allah masih memberikan saya sebuah kekuatan untuk menjalani hidup di usia saya yang ke 24 tahun kelak. Begitu banyak kesempatan yang harusnya buahnya sudah saya petik tahun ini, tapi seperti itulah yang terjadi dalam kehidupan ini. Masalah yang masih belum dilakukan sebuah perubahan seperti masalah cinta, sudah begitu banyak cewek yang saya kagumi, tapi ternyata saya belum mempunyai keberanian untuk mengatakannya, bahkan justeru saya terkadang saya yang didahului oleh mereka-mereka yang telah menjadi playboi kelas kakap yang sudah sering gontaganti pacar. Tapi bagi saya, hal tersebut, bukanlah merupakan hal yang sangat penting, tapi bagi saya hal yang sangat penting adalah ketika saya telah berhasil melakukan sesuatu yang membuat setiap orang yang di sekeliling saya bahagia, terpuaskan, dan sayapun tidak harus membuat orang lain susah tapi dapat mengeluarkan mereka dari sebuah kesusahan. Selain itu, setelah di usia saya yang ke 24, saya juga berharap agarsaya dapat sedikit demi sedikit tidak tergantung pada orang tuasaya dalam hal keuangan seiring usia saya sudah semakin tua. Namun, saya sudah dilucuti oleh sebuah pertanyaan apakah saya dapat hidup mandiri ketika kedua orang tua saya mendahului saya?, apakah saya sudah dapat mandiri di usia saya yang semakin dewasa?, semua itu akan terjawab ketika kesempatan itu masih ada. Ingat!, hari kemarin adalah pengalaman, hariini adalah kesempatan, dan hari esok adalah sebuah harapan yang menjadi hasil dari bagaimana kita merealisasi kesempatan yang telah tuhan berikan.
Senin, 14 Februari 2011
Pertemuan DPD Pertuni sul-sel dengan voluntary
Sore tadi, ketua DPD pertuni sul-sel mengadakan meting dengan seluruh engurus, anggota biasa, beserta dengan anggota mitrabakti mengadakan pertemuan dengan agenda yaitu perkenalan antara seluruh pengurus dan anggota biasa, serta anggota mitra. Para peserta pertemuan sangat antusias dalam mengikuti pertemuan yang berlangsung kira-kira sekitar 1 jam yang mulai sejak pukul 16.30 sampai dengan 17.30 di kantor sekretariat DPD pertuni sulsel. Tidak ada anggota yang tidak ketinggalan dalam pertemuan ini untuk menyampaikan apa yang menjadi unek-unek mereka dalam pertemuan tersebut. Mister Mark dalam arahannya mengatakan bahwa dirinya menjadi volunter karena ingin memperoleh kepuasn secra spiritual, karena meskipun gaji cukup, tapi kepuasan batiniah tidak terpuaskan maka tidak akan balance. Itulah perbedaan antara kita relawan Indonesia cuma mau bergerak kalau ada uang dari lembaga bukan menggunakan harta yang didapatkan dari usaha sendirikita. Bukankah islam sebagai agama yang dalam al-quran diklem sebagai agama yang sempurna mengajarkan bahwa harusnya kita melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan dana sendiri bukan dari orang lain sekecil apapun dalam hidup ini. Semoga dalam kehidupan ini kita selalu termotifasi untuk ke arah yang lebih baik.
Pertemuan DPD Pertuni sul-sel dengan voluntary
Sore tadi, ketua DPD pertuni sul-sel mengadakan meting dengan seluruh engurus, anggota biasa, beserta dengan anggota mitrabakti mengadakan pertemuan dengan agenda yaitu perkenalan antara seluruh pengurus dan anggota biasa, serta anggota mitra. Para peserta pertemuan sangat antusias dalam mengikuti pertemuan yang berlangsung kira-kira sekitar 1 jam yang mulai sejak pukul 16.30 sampai dengan 17.30 di kantor sekretariat DPD pertuni sulsel. Tidak ada anggota yang tidak ketinggalan dalam pertemuan ini untuk menyampaikan apa yang menjadi unek-unek mereka dalam pertemuan tersebut. Mister Mark dalam arahannya mengatakan bahwa dirinya menjadi volunter karena ingin memperoleh kepuasn secra spiritual, karena meskipun gaji cukup, tapi kepuasan batiniah tidak terpuaskan maka tidak akan balance. Itulah perbedaan antara kita relawan Indonesia cuma mau bergerak kalau ada uang dari lembaga bukan menggunakan harta yang didapatkan dari usaha sendirikita. Bukankah islam sebagai agama yang dalam al-quran diklem sebagai agama yang sempurna mengajarkan bahwa harusnya kita melakukan hal-hal yang bermanfaat dengan dana sendiri bukan dari orang lain sekecil apapun dalam hidup ini. Semoga dalam kehidupan ini kita selalu termotifasi untuk ke arah yang lebih baik.
Minggu, 13 Februari 2011
Kegiatan yang bermanfaat
Al-hamdulillah, saya sudah berada di smester4 dengan mengambil jurusan pidana. Artinya saya akan menjalani proses perkuliahaan tinggal 2 tahun lagi. Selama liburan, saya cuma ngisi liburan saya dengan menyelesaikan pekerjaan saya di organisasi di DPD pertuni sulsel. Pekerjaan saya yang saya lakukan di organisasi bukan semata-mata mengharapkan popularitas, tapi saya merasa bahwa saya telah menyatu dengan organisasi yang telah berhasil membimbing saya menjadi sosok yang produktif dikalangan masyarakat. Dan sebagai positif infeknya saya mampu untuk bergaul diluaran sana meskipun tidak optimal seperti teman-teman tunanetra yang lain, karena saya sadar bahwa saya adalah sosok yang akan terus berproses dan akan terus berproses, tapi biarlah. Selama liburan, saya juga sering menghabiskan waktu dengan menulis, browsing untuk reverensi, dan melakukan apdet status di facebook dan mengecek isi facebook saya karena saya merasa bahwa facebook adalah media yang sangat memberikan kontribusi besar dalam peningkatan interaksi sosial dalam masyarakat meskipun kita tahu bahwa facebook juga dapat kita ibaratkan dengan pisau bermata 2 dapat membawa dampak yang baik dan dampak yang buruk. Tapi, kita kembali sebagai pengguna apakah dapat kita bawa diri kita kedalam hal-hal yang positif atau tidak. Saya tidak akan membahas facebook, karena sesuai dengan tulisan saya yaitu kegiatan hari ini, saya akan menulis apa yang menjadi kegiatan saya sebagai bagian dari autobiografi saya kelak insya allah kalau saya ttelah menjadi sosok yang succses full kelak, amien. Semoga tulisan ini akan menjadi motifator bagi diri saya, karena tulisan ini lahir dari dalam diri saya dan untuk diri saya yang akan menjalankanya dengan sebuah komitmen yang harus dipegang sebagai prinsip hidup.
Kamis, 10 Februari 2011
hari yang bermanfaat
Beberapa hari terakhir ini, saya sibuk dengan agenda organisasi dan juga sebahagian agenda peribadi dan agenda akademik yang selalu setiap mahasiswa lakukan setiap libur akademik. izinkan saya untuk bercerita tentang agenda-agenda saya yaitu sebagai berikut. Setelah tanggal 31 januari tepatnya sehari setelah saya pulang dari Wisma Annur, saya sempatkan diri untuk istirahat, setelah tanggal 5 februari pagi, saya bersama beberapa pengurus pertuni menyambut MR Mark, kemudian tepatnya pada tanggal 5 malam, saya berangkat ke kos untuk menemui ayah saya yang datang dari Kendari untuk mengantar jenazah tante saya yang meninggal saat saya lagi di wisma. Sesampai saya dikos, sayapun mengambil ticket untuk seminar gender yang berlangsung pada tanggal 8 februari di kampus4 lantai5 universitas Indonesia timur. Setelah itu, sayapun kembali ke Yapti esok hari, tepatnya pada tanggal 8 februari, sayapun mengikuti seminar gender, sebenarnya setelah seminar saya langsung mau ngurus KRS tapi saya lupa bawa dokumen-dokumen yang dibutuhkan, jadi sayapun mengurusnya pada hari rabu 9 februari 2011. Setelah ditulisnya tulisan ini, sayapun sedang istirahat. Semoga apa yang saya lakukan selama 4 hari ini akan memiliki dampak positif yang maksimal. saya sangat berterimakasih kepada Allah zat yang senantiasa masih memberikan saya kesempatan untuk menjadi sosok yang produktif.
Minggu, 06 Februari 2011
memutuskan masalah dengan prinsip bukan dengan emosional
Dalam memutuskan masalah, atau bersikap terhadap sesuatu kejadian atau menyikapi kelakuan seseorang yang secara etika, berdasarkan moral, agama, hukum positif, kultur, dan lain-lain janganlah disikapi dengan emosional, tetapi disikapilah dengan betul-betul dilandasi dengan komitmen yang dimunculkan betul-betul dari dalam hatinurani yang paling dalam, sesuai dengan judul buku yang telah ditulis oleh Amelia Na'im. Untuk lebih kongkritnya tulisan ini, maka izinkan saya untuk menyampaikan contoh kasus beserta analisa penulis berdasarkan dari berbagai kejadian. Ada contoh kasus semisal ada seseorang yang menemukan sepasang mudamudi berpacaran ditaman-taman, sementara ia yang melihat kelakuan pasangan tersebut membenci secara berlebihan, bahkan emosi karena kepentingannya tidak terpenuhi dalam artian ingin berpacaran pula tapi tidak ada cewek yang naksir kepadanya, maka terkadang membenci pasangan tersebut dengan menjadikan prinsipnya sebagai kambing hitam. Hal ini, akan membahayakan, karena ia juga akan mendapatkan balasan yang lebih berat lagi dari yang ia perbuat. Sangat berbeda dengan kasus yang lain ketika dimana seseorang yang sedang duduk-duduk dengan pacarnya, dilihat oleh seorang lain, maka yang melihatnya menyikapinya dengan sikap sangat membenci tapi tidak terlalu, akhirnya iapun tidak memperoleh balasan yang lebih parah bahkan balasan akan sikapnya lebih baik karena justeru ia akan dihormati. Dari kedua contoh kasus diatas, tokoh pertama yang menginginkan agar orang tidak berpacaran dilakukannya dengan sikap yang emosional ia akan mati padahal sesungguhnya ia masih hidup. Sedangkan contoh ke2 tokoh yang menyikapinya dengan kepala dingin meski ia sangat benci dengan hal tersebut tapi malah berusaha menyadarkan pelaku terhadap langkah yang salah, maka ia akan memperoleh kehormatan, bahkan ketika sudah mati masih di ingat, sehingga ia masih dianggap hidup meski sudah mati. Itulah bedanya orang yang bersikap dengan menggunakan komitmen dari hati nurani dengan orang yang bersikap dengan menghalalkan berbagai cara demi kepentingan, bahkan berani mengkambinghitamkan prinsipnya dan didasari dengan kepentingan. Olehnya itu, hal inilah yang harus dibawah dalam kehidupan bermasyarakat, janganlah terlalu berlebihan dalam melakukan sebuah tindakan, karena berlebihan itu tidak baik.
Rabu, 02 Februari 2011
perempuan sebagai spirit bagi pergerakan
Inilah masanya bagi perempuan untuk tidak dipandang sebelah mata, saatnya perempuan untuk tidak menggeluti pekerjaan pokok yang terbagi atas 3 macam yang dahulu sering dikerjakannya seperti didapur, disumur dan dikasur. Kini saatnya perempuan ikut ambil bagian dalam pembangunan paling tidak mendampingi suami utamanya mereka-mereka yang suaminya Allah takdirkan menduduki posisi yang tinggi seperti pejabat publik dan posisi tertinggi lainnya, dampingan yang dilakukan sesuai dengan keahlian masing-masing. Sebagai contohnya, ketika bapak B.J Habibi menjadi presiden, Al-marhumah Ainun habibi selalu mendampinginya dalam setiap acara kenegaraan, bahkan bu Ainunlah yang mengingatkan kalau pak Habibi sedang berpidato dan ternyata sudah terlalu lama, bu Ainun dengan caranya sendiri memberikan kode-kode tertentu untuk mengingatkan suaminya.
Wah, sangatlah kita bersyukur kalau kita juga utamanya penulis punya isteri yang mampu ngingatin kita saat memberikan ceramah, kuliah umum, seminar, trayning atau apalah. bahkan sudah banyak perempuan yang dengan kemampuannya kita tidak boleh pandang enteng, karena telah begitu banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di negeri ini minimal dalam lembaga tempatnya untuk meniti karier. Sebut saja Rizqi angraeni putri, seorang mahasiswa hukum universitas Indonesia timur, dengan kemampuannya telah mampu untuk melakukan perubahan ditubuh fakultas hukum UIT.
Bahkan dahulu, pada masa rasulullah saw utamanya ketika ST Khadijah masih hidup, beliau juga selalu mendampingi perjuangan rasulullah dalam melaksanakan pergerakan untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Ingat, bahwa ada hal yang sifatnya kodrati yang mereka harus terima tapi bukan karena sifat kodrati yang telah menjadi bawaan sehingga harus membuat mereka untuk tidak mengambil peran lebih luas.
Seorang perempuan tidak boleh melakukan kegiatan seperti laki-laki kebanyakan seperti merokok, karena menurut hemat penulis dari segi estetika tidaklah cocok, mereka juga tidak boleh meninggalkan kewajiban mereka dalam mengurus suami bgi mereka yang telah bersuami, begitu juga bagi mereka yang telah mempunyai anak.
Tapi, mereka juga harus tetap memperoleh peran dalam lingkungan sosial. |Itulah yang dalam terminologi dikenal dengan istilah Gender yaitu sesuatu yang boleh ditukar.
Wah, sangatlah kita bersyukur kalau kita juga utamanya penulis punya isteri yang mampu ngingatin kita saat memberikan ceramah, kuliah umum, seminar, trayning atau apalah. bahkan sudah banyak perempuan yang dengan kemampuannya kita tidak boleh pandang enteng, karena telah begitu banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan di negeri ini minimal dalam lembaga tempatnya untuk meniti karier. Sebut saja Rizqi angraeni putri, seorang mahasiswa hukum universitas Indonesia timur, dengan kemampuannya telah mampu untuk melakukan perubahan ditubuh fakultas hukum UIT.
Bahkan dahulu, pada masa rasulullah saw utamanya ketika ST Khadijah masih hidup, beliau juga selalu mendampingi perjuangan rasulullah dalam melaksanakan pergerakan untuk menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Ingat, bahwa ada hal yang sifatnya kodrati yang mereka harus terima tapi bukan karena sifat kodrati yang telah menjadi bawaan sehingga harus membuat mereka untuk tidak mengambil peran lebih luas.
Seorang perempuan tidak boleh melakukan kegiatan seperti laki-laki kebanyakan seperti merokok, karena menurut hemat penulis dari segi estetika tidaklah cocok, mereka juga tidak boleh meninggalkan kewajiban mereka dalam mengurus suami bgi mereka yang telah bersuami, begitu juga bagi mereka yang telah mempunyai anak.
Tapi, mereka juga harus tetap memperoleh peran dalam lingkungan sosial. |Itulah yang dalam terminologi dikenal dengan istilah Gender yaitu sesuatu yang boleh ditukar.
Kamis, 20 Januari 2011
memulai kembali
oleh:Sujonosa'id
Setelah sekian bulan saya tidak mengisi blog yang telah membuat saya mampu untuk menjadi penulis, maka saya kembali untuk mencoba dan mencoba kembali untuk mengasah kembali kemampuan saya dalam menulis, apakah masih seperti dulu, apakah sudah mengalami perubahan?, ataukah bagaimana? dan bagaimana?, semua itu akan saya jawab pada tulisan kali ini dalam blog saya. Saya adalah sosok yang sekarang sering menulis di facebook sehingga sudah jarang sekali mempunyai waktu untuk menulis di blog yang sangat saya cintai ini, dikarenakan oleh karena facebook adalah media yang dimana setiap orang dapat langsung menanggapi apa yang menjadi tulisan saya, sementara blogger sangat jarang. Tapi ada hal yang unik menurut saya, karena saya pernah pulang ke Selayar, lantas saya bertemu dengan seorang yang juga aktif untuk melakukan browsing di internet dan menemukan tulisan saya dan akhirnya dia tahu bahwa saya juga adalah seorang penulis, secara tidak langsung saya adalah sosok yang sekarang ini telah terkenal dalam dunia maya dan sangat besar kemungkinan untuk lebih terkenal lagi. Semua ini adalah sebuah hal yang akan senantiasa berprosses dan terus berproses, dan saya akan berjanji pada diri saya bahwa saya akan selalu meng up det blog ini dengan karya-karya saya yang saya masih mampu tuliskan di blog ini. Jujur, sekarang ini saya tidak tahu judul apa yang akan saya kebanyakan angkat di blog saya?, tapi selama masih ada keinginan untuk menulis, maka sayapun akan selalu menulis dan menulis terus untuk pengasaan bakat dan skil dalam menulis, dikarenakan bagi mahasiswa utamanya mereka-mereka yang mengambil jurusan hukum adalah hal yang wajib bagi mereka untuk pelajari karena bagaimana kalau mereka-mereka mau mengajukan eksepsi, pledoi, replik, dan duplik kalau mereka-mereka tidak mau menulis.
Setelah sekian bulan saya tidak mengisi blog yang telah membuat saya mampu untuk menjadi penulis, maka saya kembali untuk mencoba dan mencoba kembali untuk mengasah kembali kemampuan saya dalam menulis, apakah masih seperti dulu, apakah sudah mengalami perubahan?, ataukah bagaimana? dan bagaimana?, semua itu akan saya jawab pada tulisan kali ini dalam blog saya. Saya adalah sosok yang sekarang sering menulis di facebook sehingga sudah jarang sekali mempunyai waktu untuk menulis di blog yang sangat saya cintai ini, dikarenakan oleh karena facebook adalah media yang dimana setiap orang dapat langsung menanggapi apa yang menjadi tulisan saya, sementara blogger sangat jarang. Tapi ada hal yang unik menurut saya, karena saya pernah pulang ke Selayar, lantas saya bertemu dengan seorang yang juga aktif untuk melakukan browsing di internet dan menemukan tulisan saya dan akhirnya dia tahu bahwa saya juga adalah seorang penulis, secara tidak langsung saya adalah sosok yang sekarang ini telah terkenal dalam dunia maya dan sangat besar kemungkinan untuk lebih terkenal lagi. Semua ini adalah sebuah hal yang akan senantiasa berprosses dan terus berproses, dan saya akan berjanji pada diri saya bahwa saya akan selalu meng up det blog ini dengan karya-karya saya yang saya masih mampu tuliskan di blog ini. Jujur, sekarang ini saya tidak tahu judul apa yang akan saya kebanyakan angkat di blog saya?, tapi selama masih ada keinginan untuk menulis, maka sayapun akan selalu menulis dan menulis terus untuk pengasaan bakat dan skil dalam menulis, dikarenakan bagi mahasiswa utamanya mereka-mereka yang mengambil jurusan hukum adalah hal yang wajib bagi mereka untuk pelajari karena bagaimana kalau mereka-mereka mau mengajukan eksepsi, pledoi, replik, dan duplik kalau mereka-mereka tidak mau menulis.
Jumat, 24 Desember 2010
refleksi akhir tahun
Oleh: Sujono Sa'id
Akhirtahun adalah sesuatu yang sangatmenyenangkan, apabila kita mengalami banyak keberhasilan, tetapi akhir tahun juga dapat menjadi saat-saat yang sangat tidak menyenangkan apabila kita tidak memperoleh keberhasilan. Olehnya itu, maka kita harus mensyukuri kesuksesan kita dengan sukacita dan senantiasa mengingat ilahi,
Tapi, kkita juga tidak boleh menyikapi kegagalan kita tahun ini dengan kesedihan yang mendalam. Jadikanlah keberhasilan dan kegagalan itu sebagai sebuah warna dalam perspektif kehidupan kita, namun baik keberhasilanmaupun kegagalan haruslah dijadikan sebagai acuan untuk melangkah ke tahun 2011, Seperti dalam sebuah buku yang saya pernah baca yang berjudul creating destiny pada bab pertama dijelaskan bahwa untuk mencapai sebuah keinginan adalah melakukan visualisasi dan dilanjutkan dengan membuat sebuah rencana dari hasil fisualisasi kita. Terakhir, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Allah, karena blog ini masih dapat saya upbet, selama ini saya sangat tidak punya waktu untuk updet, karena saya jarang punya waktu untuk menulis, tapi hari ini saya akan mengawali lagi dengan sebuah refleksi akhir tahun ini, saya ditahun ini telah kembali eksis di pertuni, dan saya menganggap hal ini adalah tahun ke bahagiaan. Dan tahun 2011, saya akan mencoba untuk keluar meng gabungkan diri di organisasi lain seperti permahi, dan organisasi lain. Semoga hal tersebut dapat saya capai untuk mencapai apa yang menjadi destiny saya yang telah lama saya create.
Akhirtahun adalah sesuatu yang sangatmenyenangkan, apabila kita mengalami banyak keberhasilan, tetapi akhir tahun juga dapat menjadi saat-saat yang sangat tidak menyenangkan apabila kita tidak memperoleh keberhasilan. Olehnya itu, maka kita harus mensyukuri kesuksesan kita dengan sukacita dan senantiasa mengingat ilahi,
Tapi, kkita juga tidak boleh menyikapi kegagalan kita tahun ini dengan kesedihan yang mendalam. Jadikanlah keberhasilan dan kegagalan itu sebagai sebuah warna dalam perspektif kehidupan kita, namun baik keberhasilanmaupun kegagalan haruslah dijadikan sebagai acuan untuk melangkah ke tahun 2011, Seperti dalam sebuah buku yang saya pernah baca yang berjudul creating destiny pada bab pertama dijelaskan bahwa untuk mencapai sebuah keinginan adalah melakukan visualisasi dan dilanjutkan dengan membuat sebuah rencana dari hasil fisualisasi kita. Terakhir, saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Allah, karena blog ini masih dapat saya upbet, selama ini saya sangat tidak punya waktu untuk updet, karena saya jarang punya waktu untuk menulis, tapi hari ini saya akan mengawali lagi dengan sebuah refleksi akhir tahun ini, saya ditahun ini telah kembali eksis di pertuni, dan saya menganggap hal ini adalah tahun ke bahagiaan. Dan tahun 2011, saya akan mencoba untuk keluar meng gabungkan diri di organisasi lain seperti permahi, dan organisasi lain. Semoga hal tersebut dapat saya capai untuk mencapai apa yang menjadi destiny saya yang telah lama saya create.
Kamis, 15 Juli 2010
Listrik dan Perubahan Sosial
Oleh:Sujono Sa’id
Berawal darikeinginan untuk mengangkat suatufakta tentang sebuah kondisi yangterjadi dikampung halamansaya tepatnya di Dusun Tongke-tongke Desa Loa Kecamatan Bontosikuyu Selayar tentang kondisi social sebelum dan setelah listrik sebagai media penerangan masuk kesana, maka saya memilih judul diatas untuk sayaangkat dalam tulisan ini yang tentusaja berdasarkan sebuah penilaian saya selaku masyarakatbiasa. Namun, sebelum saya berbicara tentang listrikdan social, maka saya akan terlebihdahulu mengangkat manfaat listrik, yang kemudian akan dijelaskan lebihdalam manfaatnya ditinjau darisegi perubahan social dilokasi yangsayamaksud.
Dengankeberadaan listrik, maka kita dan seluruh masyarakat dunia dapat merasakan banyak manfaat. Darisegi produktifitas kerja diberbagaibidang seperti industrialisasi, pekerjaan kantor utamanya yangberurusan dengan administrasidandata, serta komunikasi dengan menggunakan alat elektronik akan sangatmendukung produktivitaskita dalam duniakerja pada berbagai bidang yang kita geluti.
Selainitu, darisegi informasi kita dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat karena dengan listrik, maka kita dapatmenikmati siaranradio yang menyajikan berbagai informasi yang kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari yang kita inginkan, Darisegi komunikasi lain misalnya darisegi pesan yang ingindisampaikan, maka kita dapat menggunakan internet untuk mengirim surat elektronik dengan menggunakan email saat kita membutuhkannya disaat-saat seperti sekarang ini.
Selainitu, listrik juga dapat mempercepat pekerjaan rumah kita karena pekerjaan rumah yangseringkita lakukan sekarang sudah lebihbanyak dilakukan dengan menggunakan mesin yang tentu saja digerakkan dengan menggunakan energi listrik. Namun dari semua kondisi yang terjadi, maka dapat juga memberikan dampak negative, dampak negative yang akan muncul dalam dirikita adalah satu kata saja yaitu malas.
Yang menjadi penyebab kemalasan tersebut antaralain adalah selalu menjadikan manfaat listrik tersebut sebagai alas an bahwa listrik ternyata memudahkan kita daripada menggunakan kerja manual padahal bagi setiap orang masih dapat menggunakan tenagalain dalam menyelesaikan pekerjaannya sebagaicontoh, dalam sebuah organisasi, kita telah mempunyai sebuah buku yang telah diformat dengan kolom-kolom yang lengkap, tapi kemudahan yang diberikan itulah yang membuat kita malas mengisi buku tersebut dan membiarkannya dalam keadaan kosong karena kita lebih sering mengatakan bahwa harigini masih mau nulistangan, itulah salahsatu contoh yang menimbulkan sebuah kemalasan yang kemudian muncul dalam diri kita dalam melaksanakan pekerjaan.
Jadi, bagaimana yang terjadi apabila computer yang kita miliki dikantor kita rusak, sementara data penting yang tersimpan didalamnya sudah tidak dapat di print aut dan sudah detline pula, jadi dapat dikatakan bahwa keberadaan listrik juga dapat menjadi pisau bermata dua bagikita khusus dalam hal pengerjaan administrasi secara instan. Mengapa disebut listrik sebagai pisau bermatadua? Karena listrik juga takubahnya dengan produklain yang memiliki dampak positif sekaligus dampak negative bagi penggunanya serta siapa saja yang memiliki sangkutan dengan eksistensi listrik sebagai energi yang paling sering digunakan dalam hamper semua aspek kehidupan dan penghidupankita selaku masyarakat biasa dalam kehidupan bermasyarakat ditempatkita.
Saya akan lebih mempertajamlagi pembahasan saya dengan langsung saja menggambarkan ilustrasi mengenai potret kondisi social yang terjadi di kampung saya sebelum dan setelah listrik masuk ke kampung saya meskipun masih dengan menggunakan mesin Deasel. Listrik masuk ke kampung saya padatahun 90-an, dan dengan masuknya listrik disana alat elektronikpun dengan fungsi yang beragam sudah mulai dapat dijangkau oleh masyarakat mulai mereka-mereka yang berpenghasilan rendah sampai dengan mereka-mereka yang berpenghasilan tinggi telah dapat terjangkau.
Misalnya TV, dulu, TV masih tergolong barang langkah karena sebelum Listrik masuk, kebanyakan TV masih menggunakan Aki, sehingga kebanyakan dari masyarakat lebih sering memenuhi kebutuhan informasi mereka dengan menonton dirumah tetangga yang kebetulan mempunyai TV meskipun hanya masih menggunakan aki.
Namun, dampak positif yang kita temui masyarakat lebih mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian tinggi terhadap sesama. Tapi setelah Tv dan listrik masuk maka masyarakatpun berbondong-bondong membeli Tv dirumah masing-masing dan apa yang terjadi?, kebersamaan sedikit-demi sedikit sudah mulai terkikis.
Selain TV, sebuah produk yang juga bagian besar dari Tv yaitu VCD, juga mulai digandrungi oleh masyarakat sekitar yang kemudian dilengkapi dengan speaker besar sehingga setiap rumah setiap malam dapat memutar lagu-lagu faforit mereka dengan suara yang besar pula, bahkan lebih dari satu keluarga yang memiliki produk tersebut, jadi apabila mereka membunyikan lagu-lagu mereka dirumah masing-masing, maka akan memberikan negative infek yaitu mengganggu ketentraman bagi mereka-mereka yang ingin ber istirahat. Jadi, dari ilustrasi ini, dapat disimpulkan bahwa ketika TV masih tergolong barang langkah, maka masyarakat mengedepankan kebersamaan, tapi setelah TV dan listrik masuk maka kondisi sosialpun sudah mulai mengalami perubahan dari tingginya rasa kebersamaan kemudian berubah menjadi sebuah sifat individualisme dan kompetisi yang mereka lebih kedepankan dalam bermasyarakat yang sudah terjadi sejak listrik masuk sampai teknologi berkembang.
Ya!, itu masih menggunakan listrik yang digerakkan oleh mesin deasel, apajadinya jika listrik yang masuk di Dusun Tongke-tongke yang merupakan kampung halaman saya sudah digerakkan oleh Perusahan Listrik Negara? PLN, pasti produklain yang menggunakan listrik sudah dapat dibeli oleh masyarakat, maka tentu akan membuat kondisi social masyarakat takubahnya dengan kondisi social masyarakat yang bersifat genselschap atau kondisi masyarakat yang lebih mengedepankan individualisme.
Baru TV aja sudah sombong, gimana kalau udah pake Rise kooker, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya?. Saya rasa untuk melengkapi maksud dari pertanyaan saya tentang apajadinya jika sudah pake rice kooker? Tentu saya akan menjelaskan kondisi listrik di kampung halaman saya. Listrik mulai menyala sejak jam 6 sore sampai jam 11 malam, jadi kebanyakan masyarakat lebih sering menonton TV kalau malam. Tapi seandainya listrik sudah dapat dinikmati disiang hari, maka pasti masyarakat akan melengkapi rumah mereka dengan kulkas, rice kooker, dan lain sebagainya. Jadi, akan menambah dampak negative dari keberadaan listrik ditinjau dari kondisi social di kampung saya. Kondisi social yang terjadi misalnya menjadi factor menurunnya pendapatan dari para pebisnis esbatu, karena masyarakat telah mempunyai kulkas, dari segi interaksi sudah menurunkan kebersamaan masyarakat dan meningkatkan sikap individualisme, dari segi potensi alam kayu akan berali fungsi karena masyarakat sudah tidak menggunakan kayubakar lagi tapi sudah lebih banyak menggunakan rice kooker.
Dari kasus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa listrik akan memberikan positif infact atau dampak positif bagi masyarakat apabila pemikiran mereka tidak berubah yang tentu akan menjadi pendorong berubahnya pula perilaku masyarakat. Tapi kehadiran listrik akan memberikan efek yang buruk bagi masyarakat apabila mereka selalu mengikuti fikiran mereka yang tentu saja membawa kemajuan tapi disalah artikan.
Berawal darikeinginan untuk mengangkat suatufakta tentang sebuah kondisi yangterjadi dikampung halamansaya tepatnya di Dusun Tongke-tongke Desa Loa Kecamatan Bontosikuyu Selayar tentang kondisi social sebelum dan setelah listrik sebagai media penerangan masuk kesana, maka saya memilih judul diatas untuk sayaangkat dalam tulisan ini yang tentusaja berdasarkan sebuah penilaian saya selaku masyarakatbiasa. Namun, sebelum saya berbicara tentang listrikdan social, maka saya akan terlebihdahulu mengangkat manfaat listrik, yang kemudian akan dijelaskan lebihdalam manfaatnya ditinjau darisegi perubahan social dilokasi yangsayamaksud.
Dengankeberadaan listrik, maka kita dan seluruh masyarakat dunia dapat merasakan banyak manfaat. Darisegi produktifitas kerja diberbagaibidang seperti industrialisasi, pekerjaan kantor utamanya yangberurusan dengan administrasidandata, serta komunikasi dengan menggunakan alat elektronik akan sangatmendukung produktivitaskita dalam duniakerja pada berbagai bidang yang kita geluti.
Selainitu, darisegi informasi kita dapat memperoleh informasi secara cepat dan akurat karena dengan listrik, maka kita dapatmenikmati siaranradio yang menyajikan berbagai informasi yang kita butuhkan dalam kehidupan kita sehari-hari yang kita inginkan, Darisegi komunikasi lain misalnya darisegi pesan yang ingindisampaikan, maka kita dapat menggunakan internet untuk mengirim surat elektronik dengan menggunakan email saat kita membutuhkannya disaat-saat seperti sekarang ini.
Selainitu, listrik juga dapat mempercepat pekerjaan rumah kita karena pekerjaan rumah yangseringkita lakukan sekarang sudah lebihbanyak dilakukan dengan menggunakan mesin yang tentu saja digerakkan dengan menggunakan energi listrik. Namun dari semua kondisi yang terjadi, maka dapat juga memberikan dampak negative, dampak negative yang akan muncul dalam dirikita adalah satu kata saja yaitu malas.
Yang menjadi penyebab kemalasan tersebut antaralain adalah selalu menjadikan manfaat listrik tersebut sebagai alas an bahwa listrik ternyata memudahkan kita daripada menggunakan kerja manual padahal bagi setiap orang masih dapat menggunakan tenagalain dalam menyelesaikan pekerjaannya sebagaicontoh, dalam sebuah organisasi, kita telah mempunyai sebuah buku yang telah diformat dengan kolom-kolom yang lengkap, tapi kemudahan yang diberikan itulah yang membuat kita malas mengisi buku tersebut dan membiarkannya dalam keadaan kosong karena kita lebih sering mengatakan bahwa harigini masih mau nulistangan, itulah salahsatu contoh yang menimbulkan sebuah kemalasan yang kemudian muncul dalam diri kita dalam melaksanakan pekerjaan.
Jadi, bagaimana yang terjadi apabila computer yang kita miliki dikantor kita rusak, sementara data penting yang tersimpan didalamnya sudah tidak dapat di print aut dan sudah detline pula, jadi dapat dikatakan bahwa keberadaan listrik juga dapat menjadi pisau bermata dua bagikita khusus dalam hal pengerjaan administrasi secara instan. Mengapa disebut listrik sebagai pisau bermatadua? Karena listrik juga takubahnya dengan produklain yang memiliki dampak positif sekaligus dampak negative bagi penggunanya serta siapa saja yang memiliki sangkutan dengan eksistensi listrik sebagai energi yang paling sering digunakan dalam hamper semua aspek kehidupan dan penghidupankita selaku masyarakat biasa dalam kehidupan bermasyarakat ditempatkita.
Saya akan lebih mempertajamlagi pembahasan saya dengan langsung saja menggambarkan ilustrasi mengenai potret kondisi social yang terjadi di kampung saya sebelum dan setelah listrik masuk ke kampung saya meskipun masih dengan menggunakan mesin Deasel. Listrik masuk ke kampung saya padatahun 90-an, dan dengan masuknya listrik disana alat elektronikpun dengan fungsi yang beragam sudah mulai dapat dijangkau oleh masyarakat mulai mereka-mereka yang berpenghasilan rendah sampai dengan mereka-mereka yang berpenghasilan tinggi telah dapat terjangkau.
Misalnya TV, dulu, TV masih tergolong barang langkah karena sebelum Listrik masuk, kebanyakan TV masih menggunakan Aki, sehingga kebanyakan dari masyarakat lebih sering memenuhi kebutuhan informasi mereka dengan menonton dirumah tetangga yang kebetulan mempunyai TV meskipun hanya masih menggunakan aki.
Namun, dampak positif yang kita temui masyarakat lebih mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kepedulian tinggi terhadap sesama. Tapi setelah Tv dan listrik masuk maka masyarakatpun berbondong-bondong membeli Tv dirumah masing-masing dan apa yang terjadi?, kebersamaan sedikit-demi sedikit sudah mulai terkikis.
Selain TV, sebuah produk yang juga bagian besar dari Tv yaitu VCD, juga mulai digandrungi oleh masyarakat sekitar yang kemudian dilengkapi dengan speaker besar sehingga setiap rumah setiap malam dapat memutar lagu-lagu faforit mereka dengan suara yang besar pula, bahkan lebih dari satu keluarga yang memiliki produk tersebut, jadi apabila mereka membunyikan lagu-lagu mereka dirumah masing-masing, maka akan memberikan negative infek yaitu mengganggu ketentraman bagi mereka-mereka yang ingin ber istirahat. Jadi, dari ilustrasi ini, dapat disimpulkan bahwa ketika TV masih tergolong barang langkah, maka masyarakat mengedepankan kebersamaan, tapi setelah TV dan listrik masuk maka kondisi sosialpun sudah mulai mengalami perubahan dari tingginya rasa kebersamaan kemudian berubah menjadi sebuah sifat individualisme dan kompetisi yang mereka lebih kedepankan dalam bermasyarakat yang sudah terjadi sejak listrik masuk sampai teknologi berkembang.
Ya!, itu masih menggunakan listrik yang digerakkan oleh mesin deasel, apajadinya jika listrik yang masuk di Dusun Tongke-tongke yang merupakan kampung halaman saya sudah digerakkan oleh Perusahan Listrik Negara? PLN, pasti produklain yang menggunakan listrik sudah dapat dibeli oleh masyarakat, maka tentu akan membuat kondisi social masyarakat takubahnya dengan kondisi social masyarakat yang bersifat genselschap atau kondisi masyarakat yang lebih mengedepankan individualisme.
Baru TV aja sudah sombong, gimana kalau udah pake Rise kooker, kulkas, dan peralatan elektronik lainnya?. Saya rasa untuk melengkapi maksud dari pertanyaan saya tentang apajadinya jika sudah pake rice kooker? Tentu saya akan menjelaskan kondisi listrik di kampung halaman saya. Listrik mulai menyala sejak jam 6 sore sampai jam 11 malam, jadi kebanyakan masyarakat lebih sering menonton TV kalau malam. Tapi seandainya listrik sudah dapat dinikmati disiang hari, maka pasti masyarakat akan melengkapi rumah mereka dengan kulkas, rice kooker, dan lain sebagainya. Jadi, akan menambah dampak negative dari keberadaan listrik ditinjau dari kondisi social di kampung saya. Kondisi social yang terjadi misalnya menjadi factor menurunnya pendapatan dari para pebisnis esbatu, karena masyarakat telah mempunyai kulkas, dari segi interaksi sudah menurunkan kebersamaan masyarakat dan meningkatkan sikap individualisme, dari segi potensi alam kayu akan berali fungsi karena masyarakat sudah tidak menggunakan kayubakar lagi tapi sudah lebih banyak menggunakan rice kooker.
Dari kasus diatas, maka dapat disimpulkan bahwa listrik akan memberikan positif infact atau dampak positif bagi masyarakat apabila pemikiran mereka tidak berubah yang tentu akan menjadi pendorong berubahnya pula perilaku masyarakat. Tapi kehadiran listrik akan memberikan efek yang buruk bagi masyarakat apabila mereka selalu mengikuti fikiran mereka yang tentu saja membawa kemajuan tapi disalah artikan.
Rabu, 14 Juli 2010
Kalau demo Yang terasa sajalah tuntutannya
Oleh:Sujono sa'id
Ya!, akhir-akhir ini sebelum libur akademik, kita sering menemukan banyak demo mulai dari kasus bank senturi sampai keyang lain-lain. Saya tidaktahu, kenapa masyarakat cepat mendemo kalau ada kasus besar? bagi saya, tidaklah masalah kalau ada masyarakat ataupun mahasiswa yang mau demo asalkan tuntutannya tidak sertamerta menuntut dengan cara yang keras dan menghujat, apalagi kalau kita hanya menonton hanya lewat TV saja, karena bagi saya kasus bank senturi tidak terlalu memberikan evek negatif bagi kita selaku masyarakat umum. Sehingga, kalau kita turun aksi paling tidak kita meminta pansus senturi semisal untuk mengungkap kasus tersebut dan meminta pelakunya untuk bertanggung jawab, bukan malah menghakimi sampai menginjak-injak foto orang-orang tertentu yang sebenarnya secara hukum kita harus gunakan asas presension of inonsen, Tapi kalau demo yang betul-betul masyarakat mampu merasakan dampak negatifnya seperti pemadaman bergilir, uang kuliah yang naik, atau kebijakan yang dampaknya betul-betul terasa bolelah kita berdemo dengan menuntut dan menggunakan cara yang keras pula. Demonstrasi juga haruslah dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku seperti meminta izin dari pihak yang berwajib kok tidak ada pihak yang bersunnah?, pihak yang ber muba?, pihak yang ber bid'ah?, atau pihak yang berdosa hehehehe yang ada cuma pihak yang berwajib saja hihihihi wkwkwk kalau munculki fikiran gilaku, tapi yang terpenting, kita berdemo dengan cara yang elegan, dan tetap mengedepankan etika dan yanglain yang perlu kita kedepankan.
Ya!, akhir-akhir ini sebelum libur akademik, kita sering menemukan banyak demo mulai dari kasus bank senturi sampai keyang lain-lain. Saya tidaktahu, kenapa masyarakat cepat mendemo kalau ada kasus besar? bagi saya, tidaklah masalah kalau ada masyarakat ataupun mahasiswa yang mau demo asalkan tuntutannya tidak sertamerta menuntut dengan cara yang keras dan menghujat, apalagi kalau kita hanya menonton hanya lewat TV saja, karena bagi saya kasus bank senturi tidak terlalu memberikan evek negatif bagi kita selaku masyarakat umum. Sehingga, kalau kita turun aksi paling tidak kita meminta pansus senturi semisal untuk mengungkap kasus tersebut dan meminta pelakunya untuk bertanggung jawab, bukan malah menghakimi sampai menginjak-injak foto orang-orang tertentu yang sebenarnya secara hukum kita harus gunakan asas presension of inonsen, Tapi kalau demo yang betul-betul masyarakat mampu merasakan dampak negatifnya seperti pemadaman bergilir, uang kuliah yang naik, atau kebijakan yang dampaknya betul-betul terasa bolelah kita berdemo dengan menuntut dan menggunakan cara yang keras pula. Demonstrasi juga haruslah dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku seperti meminta izin dari pihak yang berwajib kok tidak ada pihak yang bersunnah?, pihak yang ber muba?, pihak yang ber bid'ah?, atau pihak yang berdosa hehehehe yang ada cuma pihak yang berwajib saja hihihihi wkwkwk kalau munculki fikiran gilaku, tapi yang terpenting, kita berdemo dengan cara yang elegan, dan tetap mengedepankan etika dan yanglain yang perlu kita kedepankan.
Langganan:
Postingan (Atom)
