Rabu, 09 Maret 2011

Akhir libur yang menyenangkan

Tanggal 5(Lima) tepatnya malam minggu, saya dibacakan sebuah buku yang berjudul the way of win yang didalamnya menjelaskan tentang bagaimana kita menjadi seorang pemenang. Minggu siang, tepatnya ketika saya pulang dari acara musorprov BPOC yang sekarang menjadi NPC, saya dibacakan sebuah buku yang lebih banyak berbicara tentang teknik dalam beracara di pengadilan sesuai dengan apa yang akan saya lakukan kelak ketika saya menjadi seorang pengacara. Malamnya saya kembali dibacakan buku oleh kakanda nasra salah seorang yang identitasnya telah saya sebutkan pada tulisan saya sebelumnya yang semalam sebelumnya membacakan saya buku the way of win tentang bagaimana indahnya pacaran setelah menika yang merupakan buku yang ia punya sendiri. Ke esokan harinya saya kembali mengisi hari-hari saya dan mungkin sampai dengan akhir liburan saya akan saya isi dengan kegiatan organisasi. Sebagai mahasiswa, selain memiliki bacaan wajib dalam hal ini diktat dari dosen, saya juga harus memiliki bacaan lain sesuai dengan disiplin ilmu yang saya pelajari maupun yang akan menjadi penunjang saya baik sebagai mahasiswa maupun sebagai orang-orang yang sangat cinta dengan ilmu yang telah Allah berikan kepada saya. Saya tidak butuh buku tetapi isinyalah yang sangat saya butuhkan. Terimakasih kepada mereka-mereka yang telah mempunyai keinginan untuk membacakan buku-buku yang sangat saya sukai. Begitu juga dengan kakanda saya nasra yang nama facebooknya nazrah pasti biza yang telah menterapi saya sehingga sedikit demi sedikit keluar dari ketergantungan dari minum kopi dan teh, yang akhir-akhir ini saya minum teh 3kali sehari kini tinggal 2kali sehari dengan cara membacakan buku kepada saya, saking larutnya saya dalam buku sayapun lupa dengan minum kopi sore hari, tapi saya berfikir saya harus keluar dari ketergantungan tersebut secara pelan-pelan. maaf pembaca antara teh dan judul dari tulisan ini tidak memiliki keterkaitan sama sekali, tapi harus saya tulis juga.

Rabu, 02 Maret 2011

tergantung cara pandang

Setelah saya mengetahui isi dari buku half full half empty, saya akhirnya kembali dapat memperbaharui carapandang saya dalam menyikapi beragam kondisi tentu dengan menyikapi secara positif bukanlah menyikapinya dengan cara yang negatif. Ada sebuah contoh kasus yang sangat menarik dimana ada dua persepsi yang memberikan sebuah pandangannya terhadap sebuah gelas yang setengahnya di isi dengan air dan setengahnya dibiarkan kosong. Saya mempelajari bagaimana kita bersikap dan memperoleh carapandang tergantung informasi apa yang sangat sering diterima oleh otak kita. Sebenarnya, sebelum half full half empty saya pelajari, sudah banyak buku-buku motifasi yang sering menjadi bacaan saya selain bacaan wajib. Saya telah mempelajari beberapa buku motifasi seperti 15 dan 16 wisdom. Selain itu, saya juga telah mempelajari smart emosion satu dan dua yang menjadi karangan dari antony diomartin. Inilah buku-buku yang telah berhasil mengubah carapandang saya terhadap setiap kondisi sehingga meskipun kondisi tersebut tidaklah nyaman bagi sebahagian orang saya tetap merasa bahwa kondisi itu adalah sebuah kondisi yang sangat nyaman. Karena bagi saya, carapandanglah yang membuat kita dapat menerima atau menolak sebuah kondisi.

Minggu, 27 Februari 2011

Apa rumusan terciptinya sebuah prinsip?

Kemarin, saya secara kebetulan latihan membuat CV atau yang jika disingkat dengan istilah curiculum vitay. Tiba-tiba saya akan menuliskan sebuah prinsip hidup dan ternyata setelah saya coba-coba gali apa yang telah menjadi sebuah cirikhas bagi diri saya ternyata prinsip hidup saya ada 3(tiga) yaitu membaca, melakukan, mengamati, dan merasakan manfaatnya. Kita mulai dari membaca, saya sudah mulai sering membaca buku-buku motifasi yang telah ditulis oleh para penceramah publik, setelah itu sayapun mencoba mengamalkannya. Setelah itu, sayapun melihat realita yang merupakan pencocokan dari informasi yang telah saya peroleh di dalamnya yang kemudian sayapun membuat sebuah hipotesis tentang kejadian yang dialaminya. Itulah yang saya sebut dengan membaca, melakukan dan mengamati. Setelah itu, sayapun merasakan apa yang menjadi manfaat dalam kehidupan yang saya rasakan sejak saya mulai membaca sampai dengan sekarang ini. Cara pandang sayapun terhadap segala sesuatu telah banyak berubah, sehingga sayapun tidak menjadi tunanetra dobel artinya sudahlah buta dari segi pandangan, sayapun buta darisegi carapandang, ini justeru akan menyusahkan hidup kita dalam keseharian kita. Itulah mengapa rakyat Indonesia banyak merasakan kekecewaan?, karena mereka terlalu memberikan espektasi yang begitu tinggi. Sehingga, ketika mereka sudah tidak nyaman dengan sebuah kondisi maka merekapun melampiaskan kekecewaan yang mereka rasakan saat ini. Itulah akibat dari cara pandang yang salah juga akan menghasilkan tindakan dan keputusan yang salah. Prinsip ini juga saya gunakan dalam menyikapi sebuah masalah dalam kehidupan ini ketika ada informasi yang saya terima itulah yang saya samakan dengan membaca, maka saya harus menindak lanjuti informasi tersebut. Setelah itu, saya sinkronise dengan realita yang terjadi apakah cocok atau tidak. Setelah itu, sayapun melakukan sebuah tindakan, jadi kesimpulannya saya tidak mudah ter profokasi oleh siapapun dalam mendengarkan sebuah informasi yang saya dapatkan dalam setiap saya bertindak.

Kamis, 24 Februari 2011

Catatan seorang Volunter

Sebelum saya meng akses blog yang sangat saya cintai ini, saya sempat membuka facebook saya. Ternyata menemukan sebuah catatan yang isinya menyarankan kepada diri setiap warga masyarakat agar memiliki wayrness atau kesadaran yang kemudian diwujudkan dalam bentuk sebuah kepedulian kepada masyarakat kecil utamanya kepada masyarakat penyandang disabilitas. Catatan tersebut saya temukan secara tidak sengaja ketika saya membuka kotak pemberitahuan saya di facebook, saya menemukan sebuah catatan yang isinya mengisyaratkan kepada masyarakat bahwa janganlah ada pengkotak kotakan diantara kita. Tulisan tersebut menurut saya adalah hal yang sangat menggugah, karena tulisan ini ditulis oleh seorang masyarakat biasa yang juga merupakan mahasiswa dari sebuah universitas ternama di Makassar. Sangat jarang bahkan izinkan saya untuk mengatakan tidak pernah kita temukan masyarakat awas yang mau menulis hal-hal yang seperti ini. Apalagi kebanyakan pemuda masih lebih sering bersikap hedonisme atau masih lebih mementingkan sikap hura-hura. Sepertinya, tulisan ini berasal dari hati sanubari yang ter-ter-ter-ter dalam, karena seorang penulis dapat diketahui isi hatinya dalam sebuah tulisan yang dirangkai dengan kata-kata yang sangat menyentuh dengan untaian kata yang indah dan menyentuh. Namun, saya hanya memohon kepada Allah, agar apa yang telah dilakukannya akan bernilai.

Senin, 21 Februari 2011

Hari menangis peribadi

Hari ini, secara fisik, usia saya telah bertambah setahun, tapi hari ini saya merasa usia saya semakin berkurang berdasarkan tinjauan agama, saya hari ini menjadikannya sebagai momen introspeksi diri serta menitipkan harapan yang tentulah disertai dengan doa. Ada beberapa teman saya yang menggunakan ulang tahunnya sebagai hari untuk hura-hura tapi saya malahan lain lagi, justeru saya sangat bersedih hari ini, karena ketika saya ditinggal oleh usia saya saya semakin menemukan gambaran akan jati diri saya yang ternyata masih harus mengalami perubahan sedikit demi sedikit. Selain saya menghadiri ulangtahun teman saya yang juga dilaksanakan hari ini, saya juga menemukan di facebook saya ada sekitar 10 orang yang mengirimkan pesan dinding, adajuga kiriman SMS dari salah seorang relawan yang semalam telah memberikan kado terindahnya masuk ke ponsel saya tadi pagi dan saya baru membacanya tadi siang. Saya merasa bahwa di usia saya yang ke 24 ini haruslah saya banyak-banyak untuk membenahi diri saya untuk kedepan.

Kado dari Nasra

Semalam, tepatnya sehari sebelum saya merayakan ulangtahun, saya dibacakan buku oleh seorang volunter atas nama Nasra wati salahseorang relawan yang sekarang ini masih tercatat sebagai mahasiswa universitas Hasanuddin Jurusan promosi kesehatan dan ilmu perilaku Fakultas kesehatan masyarakat smester5. Saya merasa bahwa buku yang dibacakannya kepada saya adalah kado istimewa karena buku tersebut kembali untuk membuat saya kembali dapat mengapdet ilmu saya dan menambah pencerahan akan pandangan saya terhadap sebuah kondisi kehidupan yang dipenuhi dengan masalah yang sangat kompleks dimana kita lebih banyak saling menyalahkan. Sebenarnya pada hari jummat tanggal 18 Februari dia telah mengirimkan pesan pendek ke ponsel saya perihal buku tersebut, dan semalam ia telah menepatinya. Half full Half ampty, buku ini adalah sebuah buku motivasi yang dibuat oleh warga Indonesia sendiri, dan ada beberapa tulisan yang di bab-demi babnya sangat memberikan pelajaran yang berharga dalam menjalani kehidupan ini. Terimakasih sobat, semoga program ini akan tetap berlanjut sampai kapan pun dan dapat berlangsung di lokasi manapun juga dengan fasilitas lain.

Sabtu, 19 Februari 2011

Temu suara dengan Arnelinda

Semalam tepatnya pukul 20 waktu setempat, saya(penulis) mengadakan sebuah percakapan dengan Arnelinda seorang blogger yang juga suka menulis kayak saya. Dalam pertemuan yang singkat ini, saya hanya mempertanyakan aktivitas sehari-hari seperti sudah smester berapa? kuliah dimana? dan mengapa dia tidak mengupdet blognya?, dalam pertemuan lewat telephon yang saya lakukan selama kurang lebih limabelas sampai duapuluh menit dengan menggunakan HP senter-senter, sayapun menyepakati bahwa setelah pertemuan tersebut, saya akan diberikan kesempatan untuk mengkritisi isi blognya. Sebenarnya, sejak beberapa waktu yang lalu, sayapun telah berhasil membaca tulisan dari Arnelinda dengan judul kontrol lingkungan, sejarah perkembangan komputer, dan beberapa tulisan lainnya. intinya dalam percakapan tersebut, kamipun mengawali pembicaraan dengan sebuah perkenalan singkat, kemudian menanyakan kuliah dimana, dan sayapun langsung menuju ke poin pembicaraan. Arnelinda dalam pertemuan tersebut, mengatakan bahwa ia tidak pernah meng updet blognya lantaran ia sibuk dengan kuliahnya dan bukan hanya dalam perkuliahan kampus ia melakukan sebuah kegiatan tapi Arnelinda juga memiliki kegiatan luar di tempat lain yang memiliki korelasi dengan kegiatan akademiknya sebagai mahasiswa di luar kampus yaitu praktek. Dalam pertemuan tersebut, Linda berjanji bawa ia siap untuk dikritisi isi tulisannya, dan salut dapat bertemu dengan saya meski hanya lewat suara dan lewat status di facebook. Saya merasa bersyukur, karena saya mencoba menghubunginya kira-kira 2 hari yang lalu, tetapi tidak diangkat, setelah beberapa hari kemudian, saya mencoba menghubunginya lagi, dan kemarin malam sayapun berhasil menghubunginya.